Ketemu Jodoh Lewat Dunia Maya

Ketemu Jodoh Lewat Dunia Maya
Suara Emasnya Gue


__ADS_3

Rahma dan Elsa kompak menatap nyalang ke arah Devia jujur Rahma dan Elsa sangat emosi sama Devia seenak jidat menyuruh mereka berdua diam atau traktir makanan ratusan porsi miliyar ke Devia.



Devia membalas dengan menatap tajam ke arah Rahma dan Elsa secara bergantian sungguh Devia sangat kesal sekali mendengar dan melihat dengan mata telinganya sendiri lebih tepatnya dengan mata kepalanya sendiri bahwa Rahma dan Elsa saling bertengkar dari tadi beradu jago maksudnya beradu mulut itu sangat membuat Devia pusing seratus miliyar keliling.


"Rahma Elsa sebenarnya kalian berdua berantem masalah apa ?" tanya Devia dengan suara sangat lantang dan sangat keras melebihi kerasnya toa bahkan Devia juga melototkan kedua matanya ke arah Rahma dan Elsa secara bergantian sedangkan Rahma dan Elsa saling menatap seakan saling mendorong supaya menjawab pertanyaan dari Devia namun tetap saja Rahma dan Elsa diam saja mereka berdua saling mendorong lewat komunikasi batin dan komunikasi isyarat.


Setelah Devia menunggu selama puluhan jam kelamaan dong maksudnya setelah Devia menunggu beberapa puluh menit namun Devia tak mendengar suara Rahma dan Elsa menjawab pertanyaan darinya membuat Devia berpikir pasti Rahma dan Elsa sedang melamun.


__ADS_1


Rahma dan Elsa sama sekali tidak menjawab pertanyaan yang di keluarkan oleh Devia bukan karena Rahma dan Elsa sibuk dan asyik melamun atau karena tidak mendengar suaranya Devia namun Rahma dan Elsa tidak menjawab pertanyaan dari Devia karena Rahma dan Elsa tidak mau traktir Devia makanan dalam jumlah ratusan milyar.


"Gue yakin pasti Rahma sama Elsa sibuk dan asyik melamun sampai ngga mendengarkan suara merdunya gue, kebangetan banget Rahma sama Elsa menyia nyiakan suara emasnya gue apalagi sekarang harga emas mahal, gue harus beri pelajaran ke Rahma dan Elsa gue harus balas dendam dan gue harus cari akal supaya Rahma dan Elsa membuyarkan semua lamunan mereka berdua gue harus minta tolong sama otaknya gue buat mencari akal dan cara supaya Rahma dan Elsa bisa tersadar dari lamunannya mereka berdua" batin Devia sambil memaksa otaknya untuk berpikir dengan sangat keras melebihi kerasnya batu dan kerasnya baja gimana caranya supaya Rahma dan Elsa bisa tersadar dari lamunan mereka berdua


Setelah Devia mengajak otaknya untuk berputar putar maksudnya Devia dari tadi memaksa otaknya untuk berpikir namun Devia belum menemukan ide supaya Rahma dan Elsa tersadar dari lamunannya membuat Devia geram dan kesal dengan otaknya sendiri kenapa masalah segampang itu belum menemukan jalan keluar


"Kenapa walaupun gue sudah mengajak otak otaknya gue jalan jalan tetap saja gue belum menemukan ide supaya Rahma dan Elsa tersadar dari lamunannya mereka berdua apa gue harus beli otak otak dulu supaya otaknya gue cerdas dan cermat koq malah jadi cerads cermat kayak mau mengikuti lomba, maksudnya supaya otaknya gue berubah menjadi cerdas dan pintar mencari jalan keluar untuk menyadarkan Rahma dan Elsa, lebih baik gue tetap paksa otaknya gue buat berpikir mencari jalan keluar supaya Rahma dan Elsa bisa gue sadarkan dari lamunan mereka berdua" batin Devia sambil masih memaksa otaknya berpikir bagaimana caranya menyadarkan lamunannya Elsa dan Rahma


"Tumben Devia diam saja biasanya Devia teriak teriak dengan sangat keras dan sangat kencang tapi kenapa sekarang diam saja apa Devia sedang kesambet, atau jangan jangan Devia sedang kerasukan hantu pendiam makanya Devia hanya diam saja, ah tunggu dulu Devia hanya diam saja karena ketempelan hantu pendiam, gimana dong ini kalau Devia beneran ketempelan hantu pendiam gue mau kabur duluan dari sini" batin Elsa sambil meremas kedua tangannya sendiri karena panik bahkan Devia juga mengeluarkan banyak keringat dari atas pohon maksudnya keringat dari keningnya karena ketakutan yang melanda dirinya


Rahma yang tak mendengar suara Devia selama beberapa puluh tahun kelamaan dong maksudnya setelah Rahma tak mendengar suara Devia selama beberapa puluh menit kini Rahma menatap ke arah Devia yang berubah menjadi patung dalam hati Rahma dirinya heran kenapa Devia hanya diam saja mematung.

__ADS_1



Biasanya Devia akan berteriak teriak terus menerus kalau sedang marah dan kesal sama seseorang namun kenapa sekarang Devia hanya diam saja apakah Devia tidak marah kepada Rahma dan Elsa yang tidak menjawab pertanyaan dari Devia.


"Devia kenapa diam saja biasanya dia cerewet dan berteriak teriak dengan sangat keras dan sangat kencang kalau lagi marah dan lagi kesal sama seseorang tapi kenapa Devia sekarang diam saja, apa tandanya Devia ngga marah sama gue dan Elsa walaupun gue sama Elsa ngga menjawab pertanyaan dari Devia ? soalnya Devia kalau lagi marah dan emosi biasanya teriak teriak terus sangat kencang dan sangat keras, bahkan Devia sampai berteriak teriak dengan sangat keras dan sangat kencang 24 jam non stop tanpa iklan dan tanpa jeda walaupun satu detikpun, gue yakin mungkin Devia ngga marah sama gue dan Elsa makanya hanya diam saja seperti patung padahal ngga ada yang mengutuk dirinya menjadi patung" batin Rahma sambil menerbitkan senyuman lebar di wajah cantiknya


Setelah Devia menguras tenaganya untuk berpikir bagaimana cara menyadarkan lamunan Elsa dan Rahma, kini otak cerdasnya Devia dan otak pintarnya Devia menemukan cara ampuh untuk menyadarkan lamunan Elsa dan Rahma mendapatkan ide jgh membuat Rahma mengumbar senyum lebar di wajahnya


"Gue kayaknya sudah punya ide supaya Rahma dan Elsa ngga melamun lagi, ternyata otaknya gue bener bener pintar dan cerdas sampai bisa berpikir caranya menyadarkan lamunan Elsa dan Rahma, oke sebaiknya gue langsung jalankan ide briliant yang DJ keluarkan oleh otak cerdasnya gue dan otak pintarnya gue, oke Rahma dan Elsa tunggu pembalasan dari gue waktunya gue balas dendam ke kalian berdua karena kalian berdua tidak mendengarkan suara mahalnya gue dan suara emasnya gue, gue jamin kalau gue melakukan cara itu pasti Rahma dan Elsa bakalan langsung membubarkan lamunannya mereka berdua, oke gue bakalan lakukan cara seperti yang tercetak di otaknya gue" batin Devia sambil mengeluarkan senyum licik di wajahnya


Devia menatap ke arah Elsa dan Rahma sambil tersenyum menyeringai entah apa yang ada di otaknya Devia sehingga membuat Devia yakin kalau Devia pasti akan berhasil menyadarkan lamunannya Rahma dan Elsa.

__ADS_1


__ADS_2