
Safa menatap ke arah wajah Hendra membuat Hendra salah tingkah dan sering menggaruk garuk kepalanya yang tidak gatal persis seperti topeng monyet yang sedang tampil kini Hendra ingin sekali berkata jujur bahwa Hendra memang bilang bahwa Safa cantik dan Hendra sering terbayang bayang wajahnya Safa namun keinginannya harus di telan kembali
__ADS_1
"Hendra tadi aku dengar sendiri dengan telinga aku bahwa aku itu cantik dan bahkan wajah aku terbayang bayang oleh kamu" ucap Safa sambil memicingkan satu mata ke arah Hendra sementara Hendra menelan air ludahnya sendiri berkali kali ingin sekali Hendra berkata jujur apa adanya bilang sejujur jujurnya bahwa kamu sangat cantik Safa seperti bidadari yang turun dari angkot memangnya ada bidadari yang turun dari angkot ? mungkin Safa seperti bidadari yang turun dari atas genteng memangnya ada bidadari yang suka naik genteng dan turun dari genteng ? oh mungkin menurut Hendra Safa itu seperti bidadari yang turun dari atas pohon memangnya bidadari bidadari sering manjat pohon buat apa ? apa bidadari suka makan pohon mangga ? karena tidak ada yang memetikkan mangga membuat bidadari itu manjat ke atas pohon mangga untuk memakan pohon mangga memangnya pohon mangga bisa di makan ? walaupun di olah menjadi makanan dan di beri bumbu juga tidak enak rasanya seperti contohnya pohon mangga di beri bunggu banyak gula rasanya pasti terlalu manis mengalahkan manisnya madu kalau terlalu banyak di beri garam rasanya juga asin banget melebihi asinnya air laut kalau terlalu banyak di beri cabai rasanya juga pasti terlalu pedas seperti omongan netizen mungkin kalau yang hobi komentar itu orang yang mabuk kebanyakan makan cabai, atau bidadari ingin memakan pepaya karena tidak ada yang memetikkan pepaya untuk dirinya sehingga membuat bidadari itu naik ke atas pohon pepaya supaya bisa menyantap pepaya, atau bidadari ingin memasak sayur bayam karena tidak ada yang memetikkan bayam membuat bidadari turun tangan memanjat ke atas pohon bayam memangnya pohon bayam bisa di panjat ? kalau pohon bayam di panjat di jamin jatuh tuh bidadari di jamin bukan cuma bidadari yang menanggung malu karena jatuh dari pohon bayam tapi pohon bayamnya juga ambruk jatuh ke tanah, atau bidadari ingin memakan cabai karena tidak ada yang memetikkan cabai membuat bidadari harus naik ke atas pohon cabai supaya bidadari bisa makan cabai memangnya bidadari suka makan cabai ? rasanya itu pedas banget lho yang lebih anehnya lagi pohon cabai itu tidak pakai di panjat ke atas juga sudah bisa di petik oleh orang kenapa jadi bahas bidadari ? ini tadi sedang bahas Hendra dan Safa mungkin kata yang lebih tepat itu Hendra ingin sekali mengatakan bahwa Safa itu seperti bidadari yang turun dari khayangan Hendra bahkan sudah berteriak bilang bahwa iya Safa kamu memang wanita yang sangat cantik dan tidak ada wanita lain yang lebih cantik di banding kamu tapi teriakan Hendra hanya ada di dalam hati ngga mungkin dong Hendra berteriak teriak kayak gitu di keramaian banyak orang karena posisi mereka sekarang berada di kantin perusahaan miliknya Safa yang sedang ramai oleh banyak orang bukan banyak semut dan banyak kecoa apalagi Hendra terkesan orang yang dingin seperti kulkas atau seperti kompor yang menyala pasti jawaban yang tepat seperti kulkas sehingga Hendra menelan mentah mentah kata kata yang keluar ingin sekali Hendra berkata bahwa aku serius ke kamu Safa bahkan kata kata yang terucap untuk kamu bahwa aku sangat mencintai kamu itu aku serius ngga becanda dan aku ngga cuma bikin kamu bahagia karena di puji cantik tapi aku juga ingin selalu membuat kamu bahagia di setiap detik karena aku sangat mencintai kamu karena prinsip aku itu membahagiakan kamu
__ADS_1
"Lupakan saja Safa ayo kita berdua lanjut makan lagi supaya makanannya ngga keburu dingin" jawab Hendra sambil menatap ke arah Safa lalu dirinya langsung menyantap makanan ke dalam mulutnya sementara Safa sibuk melamun kata kata Hendra tadi
__ADS_1
"Safa" panggil Hendra dengan suara lembut melebihi lembutnya sutera membuat Safa tak bergeming mungkin karena suara Hendra yang sangat lembut atau karena pikiran Safa yang di sibukkan dengan perkataan Hendra tadi melihat reaksi Safa yang belum ada perubahan membuat Hendra harus mengunakan cara ampuh untuk menyadarkan orang yang sedang melamun masa pakai jurus mendorong tubuhnya Safa pakai tangan Hendra ? bukan jurus itu dong soalnya Hendra sangat mencintai Safa bahkan menurut Hendra Safa adalah belahan jiwanya yang lebih romantis lagi Safa adalah separuh nafas Hendra sehingga kalau Safa senang Hendra ikut senang kalau Safa sedih Hendra ikut sedih termasuk kalau Safa sakti Hendra juga ikut merasakan sakit Hendra sangat tidak ingin melihat dan membuat Safa terluka apalagi kalau Hendra mengunakan tangannya Hendra untuk menyadarkan lamunan Safa dirinya tidak akan tega melakukan itu kepada Safa apalagi kalau jurus dorong dari tangannya Hendra membuat Safa mencium wanginya lantai yang ada bukan Safa cinta ke Hendra malah Safa kesal ke Hendra masa iya dia harus menggunakan jurus dorong buat menyadarkan Safa dari lamunannya Safa ? apa Hendra harus menggunakan jurus cubitan di pinggang, lengan, perut, atau kepala ? memangnya kepala bisa di cubit oleh tangan ? tapi Hendra juga tidak akan menggunakan jurus itu karena Hendra sangat mencintai Safa dan ngga ingin menyakiti Safa atau Hendra gunakan jurus menyentil keningnya Safa ? itu juga tidak mungkin karena Hendra sangat mencintai Safa dan tidak ingin menggunakan jurus yang menyakiti Safa walaupun itu hanya seujung kuku
__ADS_1
"Cara manggilnya Safa gimana dong lagian kenapa gue pakai acara keceplosan segala bilang kalau Safa cantik dan gue selalu terbayang bayang wajahnya Safa gue yakin pasti sekarang Safa sedang melamun memikirkan kata kata gue tadi" batin Hendra memijat pelipisnya sendiri
__ADS_1