Ketemu Jodoh Lewat Dunia Maya

Ketemu Jodoh Lewat Dunia Maya
Traktir Gue Makanan Porsi Ratusan Milyar


__ADS_3

Devia menerbitkan senyuman lebar di wajah cantiknya sedangkan Rahma tersenyum licik karena akan menjawab dirinya mendengar teriakan Elsa namun Elsa terlalu cepat bicaranya sementara Elsa menatap nyalang ke arah Rahma.



Devia berpikir bahwa Elsa akan memberi hukuman yang lebih berat dari pada hukuman terhadap Devia karena Devia yakin Elsa akan memberikan hukuman yang lebih berat terhadap Rahma karena Devia sudah menjelek jelekkan Rahma di depan Elsa.


"Rahma karena lo sudah bikin gue emosi jadi besok Rahma dan lo Devia kalian berdua bakal gue beri hukuman" teriak Elsa dengan sangat keras dan sangat kencang membuat Rahma dan Devia yang kompak sedang melamun langsung serentak mereka berdua sampai terlonjak kaget gara gara teriakan yang Elsa teriakan dengan sangat keras dan sangat kencang


"Elsa lo ngapain sih teriak teriak berisik banget" teriak Devia dengan sangat keras dan sangat kencang melebihi kencangnya teriakan Elsa yang tadi sedangkan Rahma menatap nyalang ke Elsa sementara Elsa mendelik menatap ke arah Devia


Saat Elsa sudah membuka mulutnya untuk menjawab pertanyaan dari Devia tiba tiba terdengar suara orang lain yang mendahului sehingga membuat ternyata itu suara Rahma membuat Elsa buru buru menutup mulutnya kembali karena takut ada gajah yang masuk memangnya gajah bisa masuk ke dalam mulutnya Elsa ? bisa kalau gajah di potong kecil kecil di jamin muat dan masuk ke dalam mulutnya Elsa.

__ADS_1


"Elsa lo ngga usah teriak teriak karena gue ngga budeg dan ngga tuli suara teriakan lo kayak kaleng rombeng ngga merdu sama sekali" teriak Rahma dengan sangat lantang dan sangat keras bahkan suara teriakannya melebihi kerasnya dan lantangnya suara teriakan Devia dan Elsa sedangkan Devia mengumbar senyum lebar di wajahnya sementara Elsa membelalakkan matanya sangat lebar dengan mulut menganga sedetik kemudian Elsa tertawa terbahak bahak dengan nada sumbang


"Haha haha Devia gue teriak teriak supaya lo ngga melamun melulu gue jamin kalau gue belum berteriak pasti lo masih melamun, Rahma kata siapa lo ngga budeg dan ngga tuli ? kata gue lo itu budeg dan tuli Rahma karena lo ngga dengar omongan gue bahkan suara teriakan merdu gue lo bilang kayak kaleng rombeng dan ngga merdu sama sekali" celoteh Elsa panjang kali lebar melebihi panjangnya rel kereta api dengan tawa yang masih keluar dari bibirnya, sedangkan Devia tersenyum sangat tipis sehingga hanya dirinya yang tahu kalau dirinya sedang tersenyum, sementara kedua matanya Rahma langsung terbelalak lebar dengan mulut menganga


Sungguh Rahma heran kenapa Elsa mengaku kalau suaranya Elsa merdu padahal menurut Rahma sendiri yang suaranya merdu itu cuma Rahma ngga ada orang lain yang merdu lagi.


"Elsa lo teriak teriak itu bertujuan apa ngga usah banyak cincong lebih baik ngomong to the point saja ngga usah bertele tele" bentak Devia dengan sangat keras dan sangat kencang yang sejak tadi sudah geram dengan Elsa yang malah seperti mengobrol dengan Rahma bahkan kedua matanya Devia melotot ke arah Elsa.


"Devia asal lo tahu gue berteriak teriak itu ada tujuannya bukan cuma pengin teriak memangnya ngga capek teriak teriak itu sangat menguras tenaga dan sangat membuat gue kecapekan pokoknya intinya gue teriak teriak kayak gini dan kayak tadi karena punya tujuan apa kalian berdua tahu tujuan gue berteriak teriak itu apa ? kan ngbw ada yang tahu makanya kalau belum tahu nanya ke gue tujuan berteriak teriak untuk apa" teriakan Elsa belum selesai sudah di potong oleh Rahma


"Elsa makanya Devia nanya ke lo tujuan lo itu apa teriak teriak kayak gitu, lo jawab panjang kali lebar, kali luas, kali keliling jawabannya muter muter belum jawab pertanyaan dari Devia apa tujuan lo berteriak teriak" teriak Rahma dengan sangat keras dan sangat kencang sambil menatap nyalang ke arah Elsa sedangkan Elsa yang mendengar teriakannya Rahma langsung terlonjak kaget bahkan Elsa sampai bergeser dari tempat dirinya berdiri sedangkan Devia mengeluarkan senyum sangat lebar karena mendengar teriakan Rahma

__ADS_1


"Rahma gue ngga budeg dan ngga tuli jadi gue dengar semua omongannya Devia pakai mata kepala gue maksudnya pakai mata telinganya gue, sebenarnya gue mau jelaskan tujuan gue berteriak itu apa tapi lo malah menghentikan omongan gue, jawaban gue ngga muter muter karena gue masih ada di sini ngga muter muter halaman kampus jadi jangan sembarangan menuduh gue" bentak Elsa dengan sangat lantang karena geram dengan kelakuan Rahma yang menurut Elsa memfitnah Elsa


Rahma dan Devia yang mendengar teriakan Elsa kompak langsung melototkan kedua matanya mereka berdua ke arah Elsa namun Elsa juga tidak takut karena membalas dengan delikan kepada Rahma dan Devia secara bergantian.


"Elsa walaupun lo ngga tuli dan ngga budeg tapi gue bantu lo supaya ngga pusing, gue juga tahu kalau lo ada di sini jadi lo dengerin omongan Devia kalau lo konsentrasi ngga usah di jelaskan ke gue, lo menjelaskan itu panjang kali lebar kali luas kali keliling entar keburu semua orang ketiduran mendengar penjelasan lo, maksudnya gue itu jawaban lo yang muter muter bukan lo yang muter muter di halaman kampus" bentak Rahma dengan suara lantang sambil menatap nyalang ke arah Elsa sedangkan Devia menatap ke arah Elsa dan Rahma secara bergantian sementara Elsa melototkan kedua matanya ke arah Rahma


Devia pusing seratus juta keliling memikirkan drama yang ada di depan mata yang di buat oleh Rahma dan Elsa sungguh Devia ingin sekali menjambak rambut mereka berdua namun Devia urungkan karena Devia tidak mau gara gara jambakan yang di keluarkan oleh tangannya kepada Devia dan Elsa malah membuat rambutnya Devia dan Rahma rontok bahkan yang lebih parahnya lagi rambut Devia dan Rahma rontok



Sungguh Devia tidak ingin membuat botak rambutnya Devia dan Rahma bukan karena takut di bully tapi Devia takut nanti banyak yang meminta Devia untuk membotaki rambut orang gratis tanpa di pungut biaya membayangkan hal itu membuat Devia menelan salivanya berkali kali

__ADS_1


"Devia Rahma kalian berdua diam atau kalian berdua traktir gue makanan porsi ratusan milyar" ancam Devia sambil berteriak dengan sangat keras dan sangat kencang sampai membuat Rahma dan Devia yang sedang beradu jago maksudnya beradu jotos lebih tepatnya Rahma dan Devia beradu mata dengan tatapan yang sangat tajam


__ADS_2