Ketemu Jodoh Lewat Dunia Maya

Ketemu Jodoh Lewat Dunia Maya
Sepatu Gue Juga Mahal


__ADS_3

Devia dan Rahma masih ribut dengan mereka berdua yang saling mengaku pintar akting mungkin kalau semut dan tikus yang lewat melihat pertengkaran mereka berdua bukannya melerai malahan semut dan tikus juga pintar akting ? kalau semut dan tikus cuma di suruh buat lewat di depan kamera doang di jamin mereka berdua pintar akting tanpa di ajarin oleh orang tapi kalau ada adegan dialog apa semut dan tikus bisa dialog ? kalau tikus mungkin bisa berdialog dengan bahasa tikus tapi kalau semut bahasa semut kayak gimana ? apa seperti suara katak, sapi, kerbau, kadal, atau apa hanya semut yang tahu sekarang Devia masih melototkan kedua matanya ke Rahma sedangkan Rahma sedang membayangkan kalau Devia sedang berakting jadi orang gila itu membuat Rahma mengumbar senyum lebar di wajahnya bahkan tanpa dosa Rahma tertawa terbahak bahak membuat Devia langsung melayangkan tangannya untuk menyentil kening Rahma yang sedang tertawa riang membuat tawa Rahma hilang bak di telan bumi lalu mendelik ke Devia


"Awwwww Devia apa apaan sih lo pakai nyentil kening gue segala" ketus Rahma menatap nyalang ke Devia sambil memegang kening yang habis jadi korban tangan Devia sementara Devia tersenyum mengejek ke Rahma bahkan tanpa ragu Devia mengeluarkan tawanya dari bibir mungilnya


"Haha haha salah sendiri makanya Rahma lo jangan ketawa ketawa terus jadi lo ngga sadar kalau ada tangan yang mengintai lo" jawab Devia lalu mengeluarkan tawa yang tadi di simpan di buku tabungan maksudnya yang dari tadi di simpan di hati doang


Rahma yang melihat Devia yang tertawa riang membuat Rahma terbesit ide yang lebih kejam dari Devia yaitu dirinya melepaskan tangan yang bertengger di keningnya lalu tangannya Rahma mencomot cabai yang ada di nasi goreng lalu meletakkan ke mulutnya Devia setelah itu tangannya Rahma mencubit lengan Devia dengan sangat keras membuat tawa yang keluar dari Devia langsung berhenti lalu Devia mengunyah sesuatu berharap rasa yang di telan itu manis namun alangkah terkejutnya dirinya saat Devia mengunyah ternyata rasa yang di kunyah itu pedas seperti rasa cabai membuat Devia langsung mengambil air minum yang terletak di atas meja bukan di kolong meja lalu tanpa menunggu terlalu lama Devia langsung meminum minuman yang ada di tangannya sementara Rahma yang melihat akting Devia bukan akting ternyata itu beneran Devia kepedesan gara gara ulahnya langsung membuat tawa Rahma pecah dengan sendirinya sementara orang yang lewat di sekitar mereka berdua hanya mengulum senyum tipis, ada yang mengulum senyum lebar, bahkan ada yang sangat sengaja tertawa namun Devia tidak mendengarnya mungkin karena Devia sibuk meredakan rasa pedas di lidahnya ingin sekali Devia menghajar dan menonjok mukanya Rahma namun tangannya Devia hanya ada dua dan sedang sibuk memegang gelas untuk meredakan rasa pedas yang ada di lidahnya

__ADS_1


"Rahma lo ngerjain gue ?" tanya Devia setelah meletakkan gelas yang berisi minuman ke meja sementara Rahma yang sedang sibuk tertawa masih mengeluarkan tawa dari bibirnya


"Haha haha Devia gue ngga ngerjain lo tapi lo yang ngga sadar ada tangan yang mengincar lo makanya jangan tertawa jadi lo ngga sadar lidahnya kemasukan cabai dan lengan lo di incar oleh tangannya gue" jelas Rahma dengan tawa yang menggelegar membuat Devia geram dan ingin membalas perlakuan Rahma


Rahma masih tertawa dengan sangat keras sampai membuat Devia ingin menenggelamkan mukanya Rahma ke laut tapi Devia tidak mau ikut terseret ke laut lalu Devia nampak berpikir setelah Devia berpikir beberapa detik lalu tanpa komando Devia mempunyai ide brilian setidaknya bisa membalas dendam karena berhubung Devia baru menyentil keningnya Rahma doang tapi Rahma langsung memborong mengerjai Devia dengan dua cara kegiatan sekaligus yaitu memasukkan cabai ke lidahnya Devia dan mencubit lengan Devia lalu Devia langsung menginjak sepatu miliknya Rahma supaya rasanya lebih sakit dari sekedar cubitan di lengan Devia setelah mendapat serangan dadakan dari Devia membaut tawa Rahma selesai dan berganti ringisan di wajahnya karena perbuatan dari ulah Devia


"Rahma sepatu gue juga mahal dan barang limited edition jadi ngga usah sombong bilang sepatu lo harganya mahal" sinis Devia sembari mengeluarkan senyum devil yang dia miliki sementara Rahma memutar bola matanya malas

__ADS_1


"Devia gue ngga nanya harga sepatunya lo gue ngomong apa adanya kalau harga sepatu gue mahal harganya sampai ratusan ribu bahkan ada yang harganya jutaan jadi harganya bukan lima ribu doang" jelas Rahma mendelik ke Devia sementara Devia memanyunkan bibirnya lima centi ke depan


"Rahma walaupun lo ngga nanya harga sepatunya gue tapi biar gue beri tahu harga sepatunya gue juga mahal memangnya ada harga sepatu lima ribu dasar lo aneh harga sepatu di samakan dengan harga kaos kaki" ocehan Devia sambil memalingkan wajahnya sedangkan Rahma tersenyum miring


"Devia gue juga tahu soalnya harga sepatunya lo sama harga sepatu gue hampir mirip harganya sebelas sama sembilan puluh sembilan mentang mentang lo penjual kaos kaki jadi tahu kalau harga kaos kaki lima ribuan" ejek Rahma tersenyum menyeringai sementara Devia yang sedang memalingkan wajahnya langsung mendelik ke Rahma tanpa Rahma sadari karena Rahma sibuk membayangkan Devia menjadi penjual kaos kaki yang menawarkan pakaian maksudnya menawarkan kaos kaki ke orang


"Rahma yang namanya harganya hampir mirip itu seperti sebelas dua belas, dua belas tiga belas, empat belas sama lima belas ngapain lo pakai bilang sebelas dengan sembilan puluh sembilan jauh banget bedanya kan lo yang punya pabrik kaos kakinya jadi ngga usah mengejek dan bilang kayak gitu" ejek balik Devia sambil tersenyum licik sedangkan Rahma tersenyum kecut mendengar omongan Devia

__ADS_1


"Devia terserah gue dong mulut mulut gue jadi lo ngga usah ribet sebelas sama sembilan puluh sembilan juga dekat koq ngga jauh kata siapa jauh ? pabrik kaos kakinya gua sudah gue jual ke lo karena gue mau bikin pabrik makanan yang sudah pasti laku di kalangan masyarakat dan banyak peminatnya" jelas Rahma menatap ke agan Devia sembari tersenyum lebar sementara Devia tercengang bukan masalah mendengar pabrik kaos kaki dirinya tercengang gara gara mendengar sebelas sama sembilan puluh sembilan jaraknya dekat memangnya Rahma dahulu ngga pernah makan bangku sekolahan memangnya bangku sekolahan bisa di makan apa mungkin bangku sekolahan harus di olah dahulu di goreng, di bakar, atau di panggang supaya bisa di makan oleh orang soalnya kalau bangku sekolahan masih dengan model seperti itu pasti keras dan ngga akan ada yang sanggup makan bangku sekolahan termasuk semut dan tikus bahkan gajah yang wujudnya besar tidak akan bisa memakan bangku sekolahan kalau bentuknya masih seperti itu


__ADS_2