
Elsa, Rahma, dan Devia sibuk dengan kesibukannya masing masing Rahma sibuk menatap tajam ke arah Devia sementara Devia sibuk menatap ke arah piring miliknya yang sedang di isi oleh makanan Elsa sedangkan Elsa sibuk memberikan makanan ke dalam piring Devia
Setelah Elsa memasukkan makanan miliknya ke dalam piringnya Devia tiba tiba Elsa mengambil makanan dari piringnya Devia kepada piringnya Elsa dengan sendok bukan dengan silet membuat Devia membelalakkan matanya sangat lebar melihat tingkah Elsa
__ADS_1
"Elsa ngapain lo letakkan makanan lo yang sudah ada di piringnya gue ke piringnya lo" ketus Devia sambil menatap nyalang ke Elsa sementara Elsa yang sedang fokus menatap piring Devia langsung menoleh ke arah Devia sedangkan Rahma menerbitkan senyuman lebar setelah melirik Elsa lewat ekor matanya
"Devia terserah gue dong mau meletakkan makanan yang ada di piringnya lo ke tangan gue, piringnya gue, mulutnya gue, kakinya gue ngga usah protes tangannya gue ngga protes koq lo protes" sahut Elsa tanpa dosa sambil mengeluarkan senyum licik di wajahnya sementara Rahma terkekeh kecil mendengar jawaban Elsa sedangkan kedua matanya Devia terbelalak lebar dengan mulut menganga
"Iya Devia lagian Elsa ngga pinjam tangannya lo jadi terserah dia dong mau di gunakan buat apa tangannya Elsa" timpal Rahma membela Elsa sambil ngumbar senyum lebar di wajahnya sementara Devia menatap nyalang ke Rahma sedangkan Elsa tersenyum menyeringai sambil tetap memindahkan makanan yang ada di piringnya Devia ke piringnya sendiri
"Elsa terserah lo mau melakukan apa termasuk lo mau beri makanan ke kecoa ngga masalah tapi kasihan piringnya gue jadi korban perasaan tangannya lo tangannya lo ngga bisa bicara jadi ngga bakalan protes aneh lo walaupun Elsa ngga pinjam tangannya gue tapi Elsa pinjam piringnya gue dan piringnya gue di sini jadi korban tangannya Elsa tangannya Elsa buat mulung juga gue ngga masalah" jelas Devia panjang kali lebar melebihi panjangnya rel kereta api dengan nada ketus dan tatapan nyalang ke Rahma dan Elsa secara bergantian sementara Elsa mendelik ke Devia sedangkan Rahma menggeleng gelengkan kepalanya melihat maksudnya mendengar jawaban Devia
__ADS_1
"Elsa gue ngga nuduh lo gila tapi kenapa makanan di piringnya gue malah lo ambil lagi katanya lo mau beri makanan ke gue kecoa juga laku tuh buat kucing buktinya kucing doyan kecoa gue ngga drama gue bicara fakta buktinya makanan di piringnya gue malah lo ambil lagi apa namanya kalau piring gue bukan korban tangannya lo gue yakin tangannya lo bisa bicara kalau di cubit itu namanya tangannya lo bukan bisa bicara tapi suaranya lo yang bisa bicara karena cubitan itu gue memang pengin piringnya gue di isi makanan tapi ngga gitu juga masa makanan yang sudah ada di piring gue malah lo ambil lagi itu namanya tangannya lo terlalu kejam pakai banting piringnya gue yang ngga bersalah apa apa lo juga mulung makanan yang sudah ada di piringnya gue" ketus Devia sambil menatap tajam ke arah Elsa sementara Elsa juga menatap Devia dengan tatapan tak kalah tajam sementara Rahma memijat pelipisnya sendiri
"Devia walaupun lo ngga nuduh gue gila tapi otaknya gue cerdas dan cermat maksudnya otaknya gue cerdas dan pintar makanya tahu kalau lo itu secara ngga langsung menuduh gue gila gue cuma bilang mau beri makanan ke piringnya lo seumpama gue beri makanan satu sendok ke piringnya lo juga gue sudah bisa di bilang menepati janji ke lo karena gue ngga menentukan memberi makanan ke piringnya lo berapa sendok karena menurut gue makanan di piringnya lo terlalu banyak makanya gue ambil lagi makanan di piringnya lo soalnya takut lo ngga bisa menghabiskan makanan dan makanannya jadi mubazir tapi kecoa ngga laku buat di jual lakunya cuma buat di makan kucing piringnya lo bukan jadi korban tangannya gue tapi jadi korban mulutnya lo yang meminta piringnya lo di isi sama makanan tanpa di cubit oleh lo tangannya gue bisa bicara hanya gue yang bisa tahu bahasa tangannya gue terserah gue dong mau ngisi piringnya lo berapa sendok makanan se ikhlasnya gue mengisi piringnya lo berapa sendok tangannya gue terserah mau di cap kejam mau di cap pintar mau di cap hebat mau di cap canggih menurut gue piringnya lo kejam karena meminta makanan ke gue ini bukan mulung tapi gue meminta hak gue karena gue ngga terima kalau gue beri makanan yang banyak ke lo takut makanannya ngga habis dan mubazir" ketus Elsa sambil menatap nyalang ke Devia sementara Devia menatap tajam ke arah Elsa sedangkan Rahma menatap ke arah Elsa dan Devia secara bergantian saat Devia sudah membuka mulutnya akan menjawab perkataan Elsa tiba tiba Rahma sudah menjawab membuat Devia langsung menutupnya kembali takut mulutnya Devia kemasukan lalat yang terbang
"Devia Elsa kalian berdua diam atau gue bakalan tinggal kalian berdua di sini Devia terserah Elsa dong mau beri lo makanan di piringnya lo berapa sendok masih mending lo di beri makanan lagi oleh Elsa kalau gue jadi Elsa gue ngga akan beri makanan lagi ke lo dan untuk lo Elsa jangan banyak banyak beri makanan. ke Devia kalau satu sendok kebanyakan setengah sendok saja sudah cukup yang penting lo beri makanan di piringnya Devia" tegur Rahma di sertai saran di dalam kalimatnya membuat Devia membelalakkan matanya sangat lebar dengan mulut menganga sedangkan Elsa langsung mengeluarkan senyum lebar karena di bela oleh Rahma
"Rahma lo duduknya sama gue kenapa malah jadi membela Elsa" ketus Devia sambil menatap nyalang ke Rahma sementara Rahma tersenyum devil sedangkan Elsa menahan tawanya yang akan meledak seperti bom yang di lempar oleh orang
__ADS_1
"Devia gue ngga membela siapa siapa tapi gue beri saran ke Elsa" elak Rahma lalu memasukkan makanan ke dalam mulutnya sementara Elsa menatap Devia dengan tatapan mengejek sedangkan Devia mengerucutkan bibirnya ratusan juta centi ke depan