Ketemu Jodoh Lewat Dunia Maya

Ketemu Jodoh Lewat Dunia Maya
Lo Yang Mengakui Sendiri


__ADS_3

Devia menuduh Rahma mendorong tubuhnya Devia dengan kedua tangannya Rahma, sedangkan Elsa yang mendengar itu mengeluarkan senyum licik di wajahnya, sementara Rahma masih syok dan mematung di tempat akibat tuduhan yang di berikan oleh Devia kepada dirinya.


Sungguh Rahma tak habis pikir kenapa Devia dengan teganya menuduh kalau Rahma mendorong tubuhnya Devia menggunakan kedua tangannya, sungguh ingin sekali Rahma menyumpal mulutnya Devia dengan kue lezat tunggu koq kue lezat yang ada nanti malah Devia ke enakan memakan kue lezat yang di masukkan Rahma ke mulutnya Devia.


Lebih tepatnya Rahma ingin sekali menyumpal mulutnya Devia dengan cabai tapi ada satu hal yang Rahma takutkan kalau Rahma menyumpal cabai ke mulutnya Devia yaitu bukannya Devia diam malah Rahma yakin Devia akan semakin berteriak karena kepedesan akibat cabai yang di masukkan oleh Rahma, oleh karena alasan itu membuat Rahma tidak jadi memasukkan cabai ke dalam mulutnya Devia.


"Devia apa apaan sih lo kenapa lo nuduh gue mendorong lo dengan kedua tangannya gue" teriak Rahma dengan sangat keras dan sangat kencang melebihi kerasnya toa, sementara Devia tersenyum masam mendengar omongan lebih tepatnya teriakan Rahma, sedangkan Elsa tak henti hentinya mengeluarkan senyuman licik di wajahnya, entah apa yang ada di otaknya dan kepalanya sehingga Elsa tak pernah bosan mengeluarkan senyuman licik di wajahnya.


"Rahma lo ngga usah mengelak lagi ngga ada gunanya karena sudah ketahuan kalau lo itu mendorong tubuhnya gue dengan kedua tangannya lo, kan lo yang mengakui sendiri tadi kalau lo mendorong tubuhnya gue dengan kedua tangannya lo" teriak Devia dengan sangat keras dan sangat kencang melebihi kerasnya dan kencangnya suara omongan Rahma lebih tepatnya lebih keras dan lebih kencang dari suaranya Rahma.

__ADS_1


Mendengar jawaban yang terlontar dari Devia lebih tepatnya setelah mendengar teriakan yang di keluarkan oleh Devia, membuat Rahma kesal dan tersulut emosi, jujur Rahma sangat kesal dan tersulut emosi mendengar tuduhan Devia yang mengatakan bahwa Rahma mendorong tubuhnya Devia sampai jatuh tersungkur ke lantai dan Devia mencium aroma wanginya lantai gara gara kedua tangannya Rahma.


Karena kenyataannya yang tadi mendorong Devia bukan hanya tangannya Rahma saja melainkan tangannya Elsa juga ikutan andil dalam melaksanakan aksinya yaitu membuat Devia jatuh tersungkur ke lantai dan Devia mencium aroma wanginya lantai.


Kini Rahma menatap tajam ke arah Devia membuat Devia ikutan membalas dengan tatapan tak kalah tajam ke arah Rahma, sementara Elsa mengeluarkan senyum licik di wajahnya sambil menatap ke arah Rahma dan Devia secara bergantian.


"Devia jangan sembarangan nuduh dong soalnya kalau gue ngga melakukan itu sama sekali bahasa lebih gaulnya lagi kalau gue ngga melakukan apa yang lo tuduhkan itu menjadi fitnah lebih gaulnya lo memfitnah gue, ingat fitnah itu lebih kejam dari pada pembunuhan, gue memang mendorong tubuhnya lo tapi gue cuma gunakan satu tangan gue buat dorong tubuhnya lo, jadi gue ngga gunakan kekuatan kedua tangan gue buat mendorong tubuhnya lo" teriak Rahma dengan sangat keras dan sangat kencang melebihi kerasnya baja, sedangkan Devia mendelik ke arah Rahma sementara Elsa mengulum senyum di bibirnya, sebenarnya Elsa sudah ingin tertawa sejak tadi melihat drama yang ada di live langsung tanpa iklan apalagi menurut Elsa mereka berdua yaitu Rahma dan Devia sangat keren dalam adu akting alias berakting.


Rahma yang mengingat tuduhan yang di keluarkan oleh Devia sedetik kemudian langsung merubah ekspresinya menjadi menatap tajam ke arah Devia, sementara Devia membalas tatapan Rahma dengan tatapan tak kalah tajam, sedangkan Elsa masih setia mengumbar senyum lebar di wajah cantiknya.

__ADS_1


"Devia lo benar benar keterlaluan gue sudah bilang kalau gue ngga mendorong lo dengan kedua tangannya gue, memang gue akui kalau gue memang mendorong lo tapi gue cuma mendorong lo dengan satu tangan karena yang satu tangan lagi" teriakan Rahma belum selesai sudah di potong oleh Devia.


"Rahma ternyata lo pintar akting juga ya sampai lo masih ngga mengakui kalau lo dorong gue dengan kedua tangannya lo, padahal tadi lo keceplosan mengaku sendiri kalau lo mendorong tubuhnya gue dengan kedua tangannya lo, kalau lo masih ngga percaya tanya saja sama Elsa itu juga kalau dia bisa adil dan ngga memihak siapapun" teriak Devia dengan sangat keras dan sangat kencang sambil mendelik ke arah Rahma sementara Rahma menoleh ke arah Elsa yang sedang memalingkan wajahnya, sedangkan Elsa yang sedang fokus mengeluarkan senyum lebar tidak mendengar omongan Rahma dan Devia.


Sebenarnya alasan Elsa setia dan betah mengeluarkan senyum lebar adalah karena Devia mengira bahwa yang mendorong tubuhnya Devia itu adalah kedua tangannya Rahma, padahal tangannya Elsa ikut andil ikutan mendorong tubuhnya Devia, sehingga kini tak henti hentinya Elsa menerbitkan senyuman lebar di wajahnya.


Devia yang sedang melototkan kedua matanya ke arah Rahma namun Rahma yang kini sibuk menatap ke arah Elsa, membuat Devia juga ikutan menatap arah pandang mata Rahma yang berhenti di Elsa yang sedang memalingkan wajahnya dari hadapan mereka berdua.


"Elsa lo jawab jujur yang tadi mendorong tubuhnya Devia bukan kedua tangannya gue kan, tapi tangannya gue sama tangannya lo kan, jadi lo jangan biarkan gue di fitnah oleh Devia dong, ingat kalau fitnah lebih kejam dari pada ngga fitnah" teriak Rahma dengan sangat keras dan sangat kencang melebihi kerasnya dan kencangnya suara teriakan Devia tadi, sedangkan Devia yang mendengar suara teriakan Rahma membuat kedua matanya langsung terbelalak lebar, bukan karena kaget dengan suara teriakan Rahma yang lebih keras dan lebih kencang dari dirinya namun Devia kaget gara gara omongan lebih tepatnya teriakan Rahma yang mengatakan bahwa yang mendorong tubuhnya Devia adalah tangannya Rahma dan tangannya Elsa.

__ADS_1


Elsa yang sibuk dengan dunianya sendiri alias dengan lamunannya tidak mendengar suara teriakan yang di keluarkan oleh Rahma, karena jujur Elsa sangat bahagia karena Devia mengira yang mendorong tubuhnya Devia adalah kedua tangannya Rahma.


__ADS_2