Ketemu Jodoh Lewat Dunia Maya

Ketemu Jodoh Lewat Dunia Maya
Gue Tinggal Makan Ayam Panggang


__ADS_3

Rahma, Devia dan Elsa kompak saling diam, hanya saling menatap, lalu Rahma menerbitkan senyum tipis sambil menatap ke arah Elsa dan Devia, namun senyum tipis tesebut hanya Rahma yang tahu karena saking tipisnya senyuman itu.


Rahma sepertinya punya ide briliant supaya Devia dan Elsa tidak berantem lagi, jujur telinganya Rahma hampir tidak gara gara mendengar teriakan dari kedua sahabatnya.


"Devia, Elsa lebih baik kita bertiga lanjutkan makan saja, berhubung gue sedang mode baik hati jadi nanti biar gue yang traktir kalian berdua" tawar Rahma sambil menaik turunkan alisnya, sementara Elsa dan Devia kompak saling pandang.


Jujur Elsa dan Devia memang serentak tergiur dengan tawaran yang di keluarkan oleh Rahma, bagaimana tidak tergiur, mereka berdua bisa makan secara gratis tanpa mengeluarkan biaya sepeserpun, lagian Elsa dan Devia pikir kalau di traktir oleh Rahma bisa mengirit pengeluaran uang jajan.


"Oke Rahma gue setuju sama ide lo" sahut Devia dengan kedua mata yang berbinar, sedangkan Rahma langsung mengumbar senyum lebar di wajahnya, tanpa menunggu terlalu lama kini Rahma berkelana ke arah tempat duduknya.


Saat Rahma akan menjatuhkan bokongnya ke kursi, tiba tiba Rahma mendengar suara yang tidak asing, sehingga membuat Rahma mengurungkan niatnya untuk menjatuhkan bokongnya, kini Rahma langsung menoleh ke arah sumber suara tersebut yang berasal dari suara Elsa, lebih tepatnya Rahma menatap ke arah Elsa yang mengeluarkan teriakan.

__ADS_1


"Rahma makanan gue sudah habis, bukannya lo yang mencuri makanan miliknya gue, jadi kalau gue cuma di traktir makanan dengan porsi makanan yang sama dengan Devia gue ngga mau" teriak Elsa dengan sangat keras dan sangat kencang, sedangkan Rahma langsung menelan salivanya berkali kali, sungguh Rahma ketakutan mendengar perkataan dari Elsa, bukan takut karena teriakkan Elsa, tapi Rahma takut nama baiknya akan tercemar, sementara Devia menatap nyalang ke arah Elsa.


"Elsa apa apaan lo terserah Rahma dong mau traktir kita berdua berapa porsi, lagian biar adil memang Rahma harus mentraktir makanan gue sama lo dengan porsi yang sama, bukan beda porsi sesuai permintaan lo" teriak Devia lebih keras dan lebih kencang dari suara teriakan Elsa, sedangkan Elsa membelalakkan kedua matanya sangat lebar dengan mulut menganga, sementara Rahma memijat pelipisnya sendiri.


"Devia walaupun terserah Rahma mau traktir berapa porsi buat kita berdua, tetap saja jatah gue harus lebih banyak dari jatah lo, karena makanan gue sudah habis di curi oleh orang, apalagi yang mencuri makanan miliknya gue itu Rahma jadi secara ngga langsung gue minta ganti rugi alias minta tanggung jawab ke Rahma" teriak Elsa dengan sangat keras dan sangat kencang, sedangkan kedua matanya Devia terbelalak lebar dengan mulut yang menganga, sementara Rahma menggeleng gelengkan kepalanya samar melihat tingkah kedua sahabatnya yaitu Elsa dan Devia yang lagi dan lagi bertengkar.


Rahma ingin sekali menghilang dari hadapan Elsa dan Devia, namun Rahma tak bisa melakukan itu, sehingga kini Rahma hanya berpikir supaya dirinya bisa menyelesaikan permasalahan yang melanda Elsa dan Devia.


Sedetik kemudian senyum kecil terbit dari bibir Rahma, lalu Rahma menatap ke arah Elsa dan Devia secara bergantian, Elsa dan Devia kompak sibuk menatap satu sama lain dengan tatapan yang sangat menusuk.


"Elsa Devia kalian berdua ngga usah ribut malu tahu di lihat banyak orang, lebih baik gue yang mengambil keputusan supaya kalian berdua ngga ribut lagi, gue harap keputusan gue bakalan membuat kalian berdua berdamai dan ngga bertengkar lagi seperti sekarang, ingat kalian berdua bersahabat jadi jangan berantem kalian ber" perkataan Rahma belum selesai sudah di potong oleh Devia.

__ADS_1


"Rahma lo buruan ambil keputusan, jangan malah ceramah melulu, katanya lo mau ambil keputusan tapi gue dari tadi cuma dengar lo ceramah doang, buruan dong lo ambil keputusan dengan benar, sebenarnya gue ngga niat ribut dan ngga cari ribut, tapi yang cari ribut itu Elsa bukan gue, tergantung apa keputusan lo kalau keputusan lo itu ngga adil, gue bakal tetap ribut sama Elsa, tapi kalau keputusan lo adil gue bakalan berdamai sama Elsa, buruan apa keputusan da" kini perkataan Devia yang belum selesai sudah di potong oleh Elsa.


"Rahma katanya lo mau ambil keputusan tapi kenapa dari tadi cuma ceramah melulu, dan lo juga Devia bukannya lo mempersingkat waktu malah lo memperpanjang waktu karena lo juga sama sama ceramah kayak Rahma, buruan ambil keputusan yang benar dong Rahma, dan ingat keputusan lo harus adil karena kalau lo ngga adil dalam ambil keputusan gue ngga akan mau sahabatan sama kalian berdua lagi, buruan" perkataan Elsa belum selesai sudah di potong oleh Rahma.


"Elsa Devia kalian berdua ngga usah memotong pembicaraan gue, kalau kalian berdua mau motong mending motong ayam atau bebek, bisa buat lauk pauk, dan bisa di bakar atau di goreng" kalimat Rahma belum selesai tapi lagi dan lagi Devia menyela perkataan Rahma.


"Rahma gue ngga sabar makanya gue potong pembicaraan lo, buruan lo ambil keputusan, gue malas kalau di suruh potong ayam dan potong bebek, mending gue tinggal makan ayam panggang, ayam goreng, bebek panggang, bebek goreng, ngga ribet harus motong dulu gue tinggal beli ke restoran atau cafe" jelas Devia dengan nada ketus sambil menatap nyalang ke arah Rahma, sedangkan Rahma hanya tersenyum masam, sementara Elsa memutar bola matanya malas, sungguh Elsa sangat kesal karena drama yang dia tonton belum juga selesai.


Mungkin kalau Elsa di suruh nonton drama korea alias drakor, pasti Elsa ngga ada bosannya, tapi masalahnya yang Elsa tonton adalah drama yang di mainkan oleh Rahma dan Devia, sehingga membuat Elsa jenuh dan ingin sekali menceburkan pemain drama di depannya ke laut.


Namun Elsa mengurungkan niatnya, bukan karena Elsa kasihan dengan Rahma dan Devia, namun Elsa mengurungkan niatnya karena Elsa malas dan ngga mampu kalau harus membopong tubuhnya Devia dan Rahma untuk di ceburkan ke laut.

__ADS_1


Elsa kini menatap ke arah Rahma dan Devia secara bergantian, karena Elsa yang sudah tersulut emosi dan kesal, sehingga Elsa langsung mengeluarkan suaranya, lebih tepatnya Elsa langsung mengeluarkan teriakannya.


"Devia Rahma kalian berdua ngga usah banyak drama, buruan Rahma lo ambil keputusan jangan kelamaan, dan lo Devia lo ngga usah mengganggu Rahma saat mau ambil keputusan dong" teriak Elsa dengan sangat keras dan sangat kencang, sedangkan Devia dan Rahma kompak terlonjak kaget dan mereka berdua bergeser dari tempat mereka berdua berdiri saking kagetnya menerima teriakan Elsa.


__ADS_2