Ketemu Jodoh Lewat Dunia Maya

Ketemu Jodoh Lewat Dunia Maya
Tapi Lo Yang Bayar


__ADS_3

Ana langsung sibuk melamun memikirkan kata kata Vano yang katanya ingin membuktikan bahwa Vano bisa menghamili Ana membuat berbagai macam pikiran negatif mulai bermunculan di kepalanya Ana pokoknya Ana sangat ketakutan Vano memperkosa dirinya sementara Vano yang melihat ekspresi Ana dengan kedua matanya sendiri langsung terkekeh kecil karena Vano merasa gemas sendiri dengan ekspresi wajahnya Ana setelah berpikir selama beberapa jam kelamaan dong nanti semut dan kecoa bisa penasaran tingkat dewa karena kelamaan maksudnya setelah menunggu selama beberapa menit kini Ana memberanikan diri untuk menjawab perkataan Vano


"Ja ja jangan bos" jawab Ana terbata bata sambil memberanikan diri menatap ke arah Vano dengan tatapan memelas berharap Vano berharap Vano tidak akan melakukan hal yang di katakannya tadi sementara Vano yang tadi sedang terkekeh kecil langsung berhenti dalam sekejap lalu merubah ekspresi menjadi tersenyum lebar memandang wajah Ana yang penuh harap supaya Vano tidak melakukan hal itu tapi Vano sudah bertekad dalam hati akan melakukan sesuatu buat Ana lebih tepatnya mungkin Vano akan mendekati Ana dan melakukan hubungan intim dengan Ana


"Kenapa Ana ?" tanya Vano sambil memicingkan satu mata ke arah Ana sementara Ana langsung meneguk air liurnya sendiri berkali kali


"Saya cuma sekertaris anda bos" sahut Ana sambil menatap wajah Vano sekilas lalu dirinya lalu dirinya langsung menundukkan kepalanya entah sedang melihat apa di bawah apa sedang melihat uang yang jatuh ? atau melihat daun yang jatuh tapi daun apa ? sekarang Ana sedang ada di dalam ruangan kantin memangnya di kantin ada pohon sementara Vano terkekeh kecil melihat tingkah Ana yang menurutnya sangat menggemaskan


"Ana kalau saya sudah menginginkan sesuatu pasti sesuatu itu akan saya dapatkan bagaimanapun caranya termasuk saya yang ingin menghamili kamu juga bisa saya dapatkan dan kamu ngga boleh menolak karena saya benci penolakan dan saya tidak terima penolakan" tegas Vano sambil menangkap wajah Ana lalu tanpa permisi dan tanpa izin Vano langsung mencium pipinya Ana sebentar membuat Ana memegang pipi yang habis di cium oleh Vano


"Bos kenapa cium pipi saya ? banyak pegawai bos yang lihat tadi" ucap Ana sambil berbisik di telinga Vano sementara Vano langsung tersenyum tipis sembari menatap ke orang orang yang berlalu lalang di sekitar mereka berdua

__ADS_1


"Ana itu baru saya cium pipi kamu belum saya coba apa yang ada di dalam pakaian kamu" goda Vano sambil menaik turunkan alisnya sementara Ana langsung membulatkan kedua matanya


"Maksudnya bos apa ?" tanya Ana sambil menatap ke arah Vano dengan kepala yang di penuhi tanda tanya sedangkan Vano mengeluarkan senyum licik di wajahnya


"Ana maksudnya saya itu kamu dan saya sekarang belum pernah melakukan hubungan intim tapi suatu saat nanti semua akan terjadi jadi kamu harus siap" jelas Vano berbisik di telinganya Ana lalu Vano menciumi pipinya Ana sekilas membuat kedua pipinya Ana langsung merah merona seperti kepiting rebus yang siap di santap


"Bos tolong jangan lakukan itu ke saya maafkan saya kalau kerjaan saya belum membuat bos puas tapi biarkan saya di hukum saja bos lebih baik bos beri hukuman apapun ke saya asal jangan perkosa saya" pinta Ana sambil menangkupkan kedua tangannya di depan dadanya sambil menatap ke arah Vano dengan tatapan memelas sementara Vano tertawa kecil mendengar jawaban Ana dan reaksi ketakutan dari Ana yang menurutnya sangat lucu


Devia, Rahma, dan Elsa masih sibuk ngerumpi maksudnya mengobrol lebih tepatnya mengobrol tentang traktiran Rahma kalau ada semut yang mendengar pasti ingin juga mendapatkan traktiran dari Rahma berupa makanan gratis tapi kenyataannya makanan gratis dari Rahma hanya berlaku cuma buat Elsa sedangkan buat Devia jangan harap ada traktiran karena gara gara Devia yang mengajaknya adu panco maksudnya mengobrol di kelas membuat Rahma ikut kena imbasnya tidak boleh mengikuti kata kuliah pak Baska padahal yang mengajak ngerumpi maksudnya mengobrol itu Devia malah Rahma juga ikut kena getahnya padahal Rahma tidak memakan nangka mungkin semut yang memakan nangka, atau kecoa yang memakan nangka lebih jelasnya tanya sama pohon nangka memangnya pohon nangka bisa bicara ? pohon nangka walaupun orang bertanya sambil berteriak bahkan orangnya pakai toa tetap pohon nangka tidak menjawab apa pohon mangkanya tuli atau pohon nangkanya budeg sampai tidak mendengar pertanyaan orang yang berteriak teriak dan kakak toa kenapa jadi bahas pohon nangka ? tadi sedang bahas Rahma yang kena getahnya padahal Rahma ngga makan nangka tapi mendadak Rahma di keluarkan dari mata kuliah pak Baska


"Rahma beneran lo mau traktir gue ?" tanya Elsa untuk memastikan sementara Rahma dengan cepat menganggukkan kepalanya dengan mantap sedangkan Devia tersenyum masam mendengar anggukan Rahma maksudnya melihat anggukan Rahma

__ADS_1


"Iya Elsa gue beneran mau traktir lo" jawab Rahma sambil menoel hidungnya Elsa sedangkan Elsa langsung menerbitkan senyuman lebar di wajahnya sementara Devia langsung melototkan kedua matanya ke arah Rahma


"Rahma koq gue ngga di traktir padahal gue sahabat baiknya lo masa cuma Elsa yang di traktir" teriak Devia sambil menjambak rambutnya Rahma dengan sangat kencang membuat Rahma langsung meringis kesakitan dan mendelik ke Devia


"Awwww Devia apa apaan sih lo sahabat baik menurut lo tapi kalau menurut gue lo sahabat rusuh karena gara gara lo Elsa jadi tahu kalau gue sudah punya pacar dan sebentar lagi gue akan menikah" jelas Rahma panjang kali lebar melebihi panjangnya rel kereta api berbisik ke telinganya Devia sambil tangannya Rahma memegang rambutnya yang habis jadi korban tangannya Devia


"Rahma bilang saja lo ngga mau traktir gue pakai alasan kayak gitu" ketus Devia sambil memalingkan wajahnya dari Rahma sementara Rahma mengeluarkan tersenyum menyeringai sedangkan Elsa menatap ke arah Rahma dan Devia secara bergantian


"Gue pesan makanan dan minuman yah Rahma tapi lo yang bayar" ucap Elsa sambil menatap ke arah Rahma dengan cepat Rahma menganggukkan kepalanya mantap melihat anggukan kepala dari Rahma membuat Elsa beringsut berdiri di samping Rahma sedangkan Devia mengerucutkan bibirnya ratusan juta centi ke depan


"Iya Elsa lo tenang saja gue yang bakal bayar makanan dan minuman yang lo pesan" jawab Rahma sambil tersenyum tipis lalu di balas anggukan kepala oleh Elsa tanpa menunggu jawaban dari Rahma dan Devia kini Elsa langsung meninggalkan Devia dan Rahma karena Elsa akan memesan makanan dan minuman di kantin kampus sementara Devia memutar bola matanya malas

__ADS_1


__ADS_2