
Elsa menatap ke arah Devia dan Rahma secara bergantian yang masih sibuk dan asyik berbisik bisik beberapa kali membuat Elsa penasaran tingkat dewa sehingga dirinya menatap ke arah Devia dan Rahma secara bergantian lalu berkata
"Devia Rahma kalian berdua bisik bisik apa ?" tanya Elsa menatap ke arah Devia dan Rahma secara bergantian sementara Devia dan Rahma yang akan melanjutkan bisik bisik langsung kompak menoleh ke arah sumber suara yaitu ke arah Elsa
"Elsa kita berdua tadi sedang bisik bisik tentang pacarnya" perkataan Devia belum selesai sudah di potong oleh Rahma
"Elsa maksudnya Devia tadi kita berdua sedang bisik bisik tentang Devia yang belum punya pacar dia meminta tips bagaimana mendapatkan pacar ke gue supaya bisa cepat dapat pacar kalau tips gue bisa beri saran tapi kalau wajah tetap gue lebih cantik dari Devia" jelas Rahma membanggakan diri sendiri sambil menerbitkan senyuman lebar di wajahnya sementara Elsa terkekeh kecil mendengar omongan Rahma sedangkan Devia melototkan kedua matanya ke arah Rahma
"Rahma lo tuli atau budeg ? kita berdua tadi ngga bahas gue yang belum punya pacar tadi sedang bahas pacarnya lo yang jadi ceo di perusahaan gue ngga minta tips soalnya harga tips itu murah gue sanggup bayar dan sanggup membeli bahkan semua perusahaan tips gue beli di negara ini tips itu teman VCD dan DVD kan ? Rahma wajahnya gue tetap lebih cantik dari lo jadi ngga usah fitnah kalau wajahnya lo lebih cantik dari gue ingat fitnah lebih kejam dari fitnes" ketus Devia sambil menatap nyalang ke Rahma sementara Rahma langsung memudarkan senyuman lebar yang menghiasi wajahnya sedangkan Elsa menggeleng gelengkan kepalanya melihat tingkah Devia dan Rahma yang sering rebutan seperti anak kecil yang sedang rebutan mainan atau rebutan masuk ke dalam salah satu wahana permainan
__ADS_1
"Devia gue ngga tuli dan ngga budeg gue juga ingat bahwa tadi lo bahas pacarnya gue yang paket komplit dan paling sempurna di dunia ini tapi tadi gue juga bisik bisiknya bahas lo yang belum punya pacar kalau lo ngga dengar berarti lo yang budeg dan tuli ini itu tips artinya cara bukan tips teman dan sahabat dari VCD dan DVD Devia wajahnya gue tetap lebih cantik dari wajahnya lo jadi ngga usah terlalu berharap kalau lo bisa menyaingi gue karena papa lo saja tidak bisa menyaingi kecantikan gue yang seperti dewi yunani dan dewi khayangan ngga ada tandingannya gue bicara kenyataan dan fakta bukan fitnah yang benar itu fitnah lebih kejam dari pada ngga fitnah" jawab Rahma tak kalah ketus dari Devia di sertai dengan kedua matanya Rahma yang melotot ke arah Devia sementara Devia membelalakkan matanya sangat lebar dengan mulut menganga sedangkan Elsa memijat pelipisnya sendiri sambil tersenyum kecut
"Rahma gue kira lo tuli dan budeg sehingga lo ngga dengar obrolan bisik bisik yang tadi di keluarkan oleh kita berdua tapi seingat gue kita berdua tadi bisik bisiknya cuma bahas pacarnya lo doang ngga bahas gue yang belum punya pacar tapi gue ngga dengar lo bisik bisik bahas gue yang belum punya pacar pendengaran gue masih normal ngga tuli dan ngga budeg kirain tips temannya VCD dan DVD Rahma tetap menurut banyak orang itu wajahnya gue yang cantik di banding wajahnya lo papa gue pria jadi ganteng dan tampan bukan cantik makanya dia ngga bisa menyaingi kecantikan lo lo bukan seperti dewi yunani dan dewi khayangan tapi lo seperti dewi comberan tapi kalau lo mengaku lo cantik timbulnya fitnah bukan bicara kenyataan dan fakta karena kenyataan yang benar dan fakta yang benar adalah gue lebih cantik dari lo apaan sih lo yang benar itu fitnah lebih kejam dari pada fitnah" ketus Devia tak terima dengan perkataan Rahma sementara Rahma menatap nyalang ke Devia sedangkan Elsa menepuk nepuk jidatnya sendiri
"Rahma Devia kalian ngga usah berantem dong ngga malu di tertawakan oleh semut dan kecoa yang lewat biar kalian ngga berantem yang lebih cantik di sini itu gue bukan kalian berdua" tegur Elsa sambil menepuk nepuk dadanya sendiri seakan bangga dengan dirinya sendiri sementara Rahma dan Devia serentak membelalakkan matanya mereka berdua sangat lebar dengan mulut menganga
"Elsa kandidat cantiknya itu cuma gue dan Rahma kenapa jadi lo ikut memperebutkan piala cantik" ketus Devia sambil mendelik ke Elsa sementara Elsa tersenyum masam sedangkan Rahma tersenyum tipis
"Rahma lo sebangku sama gue harusnya lo belain gue dong bilang kalau gue lebih cantik dari siapapun termasuk dari Elsa dan lo malah lo belain Elsa" ketus Devia lalu mencebikkan bibirnya sementara Rahma ingin sekali tertawa melihat ekspresi wajah Devia yang menurut dirinya sangat lucu sedangkan Elsa tanpa komando mengeluarkan senyum manis lebih manis di banding madu dan manisnya tanpa pemanis buatan
__ADS_1
"Devia walaupun gue sebangku sama lo ngga harus bela lo karena lebih baik gue bela diri sendiri saja kenyataannya gue yang lebih cantik dari lo dan dari siapapun makanya gue ngga mau bilang kalau lo cantik gue ngga belain Elsa tapi gue bersikap jujur dan adil bahwa Elsa lebih cantik dari lo walaupun Elsa ngga bisa menandingi kecantikan gue" jelas Rahma yang masih membanggakan dirinya sendiri sementara Elsa tersenyum masam mendengar omongan Rahma sedangkan Devia memutar bola matanya malas
"Rahma karena lo sudah punya pacar traktir gue dong sebagai uang wajib pajak jadian" kata Elsa mengalihkan topik pembicaraan sambil menaik turunkan alisnya menatap ke arah Rahma sementara Rahma langsung menganggukkan kepalanya mantap sambil menatap ke Elsa sedangkan Devia yang melirik lewat ekor matanya melihat anggukan dari Rahma kepada Elsa langsung kedua matanya Devia terbelalak lebar dengan mulut menganga
"Iya Elsa gue traktir lo" jawab Rahma sambil tersenyum tipis ke arah Elsa senyuman Rahma sangat tipis sehingga orang orang tidak tahu kalau Rahma sedang tersenyum bahkan semut dan kecoa yang lewat juga tidak tahu kalau Rahma sedang tersenyum hanya Rahma sendiri yang tahu kalau dirinya sedang tersenyum mendengar jawaban itu membuat Elsa mengumbar senyum lebar dengan kedua mata yang berbinar sementara Devia mendelik ke arah Rahma
"Rahma gue juga di traktir dong karena sebagai pajak jadian karena lo sudah punya pacar" pinta Devia sambil menatap Rahma dengan tatapan memelas sedangkan Rahma mengeluarkan senyuman licik sementara Elsa menatap ke arah Devia
"Devia yang harusnya traktir itu lo ke gue karena lo penyebab gue ngga boleh mengikuti mata kuliah pak Baska" jelas Rahma di sertai pelototan mata ke arah Devia sementara Elsa menatap ke arah Devia dan Rahma secara bergantian sedangkan Devia mengerucutkan bibirnya ratusan juta centi ke depan
__ADS_1
"Rahma lo kenapa ngga boleh mengikutiata kuliah pak Baska ?" tanya Elsa dengan raut wajah penasaran sementara Devia dan Rahma kompak menatap ke arah Elsa
"Gue di ajak mengobrol dan ngerumpi terus oleh Devia sehingga gue dan Devia tidak boleh mengikuti mata kuliah pak Baska" jelas Rahma menatap Elsa sementara Elsa menganggukkan kepalanya tanda paham sedangkan Devia memutar bola matanya malas