Ketemu Jodoh Lewat Dunia Maya

Ketemu Jodoh Lewat Dunia Maya
Wajah Gue Sudah Mulus Dari Sebelum Lahir


__ADS_3

Elsa sampai sekarang masih sibuk tertawa terbahak bahak tanpa menghentikan tawanya walaupun hanya satu detik, itu membuat Devia dan Rahma kompak merasakan heran dan bingung kenapa Elsa tertawa terbahak bahak.



Devia menelan salivanya berkali kali sungguh Devia ketakutan dalam kondisi seperti ini lebih tepatnya kondisi Elsa yang masih sibuk tertawa terbahak bahak, membuat Devia menyimpulkan bahwa Elsa itu gila sehingga Devia ingin sekali kabur soalnya Devia tidak mau Elsa mengamuk bahkan yang lebih parahnya lagi Elsa mencakar wajahnya Devia sehingga menjadi berantakan gara gara cakaran Elsa, tapi memangnya Elsa punya kuku panjang sampai Devia berpikir bahwa Elsa akan mencakar wajahnya Devia.


"Elsa ngapain masih tertawa terbahak bahak jangan jangan bentar dugaan gue kalau Elsa itu gila gimana dong ini lebih baik gue kabur saja dari sini soalnya gue ngga mau wajah cantiknya gue jadi korban cakaran tangannya Elsa, soalnya gue dengar dengar kalau orang gila ada yang nyakar wajah gue jadi takut banget, bukan takut sama cakaran Elsa tapi takut imbasnya wajah gue bakalan jadi korban cakaran Elsa, wajah gue sudah cantik dan wajahnya gue sudah mulus dari sebelum lahir masa harus menerima cakaran dari tangannya Elsa" batin Devia sambil membayangkan jika dirinya menjadi korban cakaran tangannya Elsa, membayangkan hal itu membuat Devia ketakutan bahkan tanpa sadar Devia sekarang menggeleng gelengkan kepalanya samar.


Rahma yang melihat lewat ekor matanya gelengan kepalanya Devia membuat Rahma memicingkan satu mata ke arah Elsa, pokoknya Rahma heran dengan Devia kenapa dirinya menggeleng gelengkan kepalanya seperti orang yang sedang dugem, entah mengapa walaupun Devia menggeleng gelengkan kepalanya dengan samar tetap dapat di lihat.

__ADS_1



Entah karena Rahma yang mempunyai mata yang awas sehingga melihat gelengan kepala Devia walaupun samar atau karena Devia menggeleng gelengkan kepalanya dengan sangat keras lebih tepatnya dengan sangat mantap sehingga bisa di lihat oleh Rahma.


"Gue heran sama Devia kenapa dia menggeleng gelengkan kepala kayak gitu, apa dia kira ini tempat dugem yang bisa buat menggeleng gelengkan kepala, tapi gue heran sebenarnya apa yang di pikirkan oleh Devia sampai geleng geleng rambut maksudnya sampai geleng geleng kepala gue jadi penasaran banget, kalau gue nanya ke Devia pasti dia ngga bakalan jawab pertanyaan gue jadi gue tanya sama siapa dong, masa gue tanya ke semut atau ke kecoa memangnya semut dan kecoa bisa jawab pertanyaan gue ? lebih baik gue jangan bertanya ke semut dan kecoa soalnya gue yakin semut dan kecoa nbbw bakalan jawab pertanyaan gue, malah nanti gue yang di tuduh orang gila karena bertanya ke semut dan kecoa, gimana dong ini apa sebaiknya gue tanya langsung saja ke Devia tapi kalau Devia ngga jawab gimana dong" batin Rahma sambil masih menatap ke arah Devia yang masih menggeleng gelengkan kepalanya samar.


"Haha haha gue heran sama Rahma dan Devia gara gara Rahma dan Elsa adu domba koq adu domba maksudnya gara gara Rahma dan Elsa yang adu jotos maksudnya adu mulut, gue jadi ngga bisa menahan tawanya gue sehingga gue sudah tertawa terbahak bahak dan ngga bisa menghindar dari tawa yang di keluarkan" batin Elsa sambil masih tertawa terbahak bahak karena jujur Elsa belum bisa menghentikan tawanya yang tercipta sejak tadi.


Rahma dan Devia yang kompak sedang sibuk dengan dunianya sendiri yaitu melamun dengan pikiran masing masing, kini Devia dan Rahma yang mendengar suara tawa yang menggelegar di rambut mereka berdua, lebih tepatnya Rahma dan Devia mendengar suara tawa yang menggelegar di telinga mereka berdua langsung menoleh ke arah sumber tawa

__ADS_1



Rahma dan Devia kompak menoleh ke arah sumber tawa yang menggema di telinganya mereka berdua yang sangat familiar siapa lagi kalau bukan tawanya Elsa membuat Rahma dan Devia serentak menatap ke arah Elsa dengan tatapan bingung sebenarnya apa yang terjadi sehingga Elsa betah dan setia tertawa terbahak bahak bahkan malah Elsa menambahkan volume tawa yang di keluarkan.


"Gue heran sama Elsa masa dari tadi tertawa terbahak bahak ngga berhenti henti malah menambahkan volume tawa yang di keluarkan memangnya Elsa ngga capek, dari tadi Elsa tertawa terus bahkan malah menambah volume suara tawanya gue jadi penasaran apa yang menyebabkan Elsa tertawa sampai terbahak bahak kayak gitu, gue jadi takut kalau Elsa tertawa terus terusan dari tadi, apa gue lebih baik kabur saja dari sini tapi kalau Rahma tahu gue kabur gimana, oh gue tahu gue harus kabur secara diam diam jangan langsung berlari supaya Rahma ngga ikutan kabur dari sini, gue ngga bisa bayangkan kalau gue kabur dari sini dan di sini cuma tinggal Elsa dan Rahma doang, pasti tuh si Elsa kalau mau menjambak rambutnya Rahma atau kalau Elsa mau mencakar pasti mencakar wajahnya Rahma" batin Devia tanpa sadar menerbitkan senyuman lebar di wajah cantiknya.


Rahma memicingkan satu mata ke arah Devia saat tanpa sengaja Rahma menatap ke arah Devia dengan ekor matanya namun Devia sedang menerbitkan senyum lebar di wajahnya Devia dalam hatinya Rahma bingung kenapa Elsa tertawa terbahak bahak lalu Devia malah tersenyum lebar entah apa yang mereka berdua pikirkan membuat Rahma pusing ratusan milyar keliling.


"Gue heran kenapa Devia malah mengumbar senyum lebar di wajahnya apa yang sedang di pikirkan oleh Devia, gue heran sama Elsa dan Devia ada yang tertawa terbahak bahak ada yang tersenyum lebar apa mereka berdua waras, jangan jangan Elsa dan Devia gila makanya Devia menerbitkan senyuman lebar di wajahnya padahal ngga sedang mengobrol sama orang, apa jangan jangan Devia sudah gila senyum senyum sendiri kayak gitu, Elsa juga jangan jangan gila karena tertawa terbahak bahak padahal ngga adab pelawak yang sedang melawak atau ngga ada badut lewat kenapa Elsa tertawa terbahak bahak dari tadi belum selesai selesai juga jadi ngeri deh kalau kayak gini masa gue di kelilingi orang gila seperti Devia dan Elsa" batin Rahma sambil menelan salivanya berkali kali dengan tatapan yang mengarah kepada Devia dan Elsa secara bergantian entah mengapa Rahma mengira kalau Elsa dan Devia gila dadakan

__ADS_1


__ADS_2