Ketemu Jodoh Lewat Dunia Maya

Ketemu Jodoh Lewat Dunia Maya
Ternyata Pancingan Gue Berhasil


__ADS_3

Hendra telah sampai di samping mobil lalu Hendra membuka pintu mobilnya supaya Hendra bisa masuk ke dalam mobilnya lalu setelah pintu mobil terbuka Hendra masuk ke dalam mobilnya bukan masuk ke dalam kolong ranjang atau kolong meja setelah itu Hendra menutup pintu mobilnya supaya semut tidak ada yang masuk maksudnya supaya angin tidak terlalu banyak masuk ke dalam mobilnya setelah itu Hendra memasang sabuk pengaman ke tubuhnya setelah selesai memasang sabuk pengaman Hendra langsung menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju ke perusahaan miliknya Safa sang pujaan hatinya di dalam perjalanan menuju ke perusahaan miliknya Safa di dalam Hendra nampak berpikir dan selalu berharap bahwa Hendra bisa menikah dengan Safa karena Hendra sangat mencintai Safa


"Gue harus deketin Safa dan gue harus menikah dengan Safa walaupun gue baru mengenal Safa tapi gue sudah terlanjur cinta banget sama dia makanya gue harus mendapatkan Safa dan gue harus menikah dengan Safa soalnya cuma Safa yang bikin hati gue berdebar dan jantung gue berdetak sangat kencang kalau berada dekat dengan Safa, kalau bersama Safa, bahkan gue cuma melihat saja bisa bikin jantung gue berdetak sangat kencang" monolog Hendra sambil mengeluarkan senyuman lebar di wajahnya lalu tangannya tetap mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju ke perusahaan miliknya Safa


Setelah beberapa puluh menit Rahma menyantap makanan tak terasa makanan yang di makan Rahma habis semua bahkan di piringnya tidak tersisa wujud nasi walaupun satu butir antara porsi makanan yang sedikit atau makanan yang rasa makanan yang sangat enak sehingga Rahma sanggup menghabiskan makanan dua porsi makanannya pasti jawabannya karena Rahma hobi makan sehingga makanan apapun bakalan habis di santap oleh Rahma kalau piring, sendok, dan gelas bisa di makan pasti Rahma bakalan memakan ketiga barang tersebut setelah Rahma menyelesaikan misinya yaitu menghabiskan makanan yang di pesan Rahma tangannya Rahma terulur meletakkan gelas kotor dan piring kotor ke dalam nampak yang masih setia tergeletak di bawah meja maksudnya di atas meja lalu dirinya bergegas menuju ke penjaga kantin kampus sambil membawa gelas dan piring kotor karena Devia tidak mau membawa barang barang tersebut Rahma melangkahkan kakinya sedikit cepat untuk membayar semua pesanan makanan dan minuman ke penjaga kantin kampus sementara Devia mengekori Rahma di belakangnya setelah sampai di penjaga kantin kampus buru buru Rahma menanyakan harga semua makanan dan minuman yang di pesan bukan cuma di pesan doang tapi makanan dan minumannya sudah masuk ke dalam perutnya Rahma


"Berapa total semuanya bu ?" tanya Rahma sambil meletakkan piring dan gelasnya yang terletak di atas nampan ke atas meja sementara penjaga kantin kampus menghitung totalnya menggunakan kalkulator di tangannya

__ADS_1


"Totalnya delapan puluh ribu mba" jawab penjaga kantin kampus sembari tersenyum ramah ke arah Rahma lalu Rahma mengambil dompet yang ada di saku celananya lalu mengambil uang dengan total uang yang sesuai dengan total uang yang akan di bayarkan Rahma ke penjaga kantin kampus


"Ini bu" ucap Rahma sambil tersenyum lebar menyodorkan uang ke penjaga kantin kampus sementara penjaga kantin kampus membalas senyuman Rahma dengan tak kalah lebar lalu penjaga kantin kampus juga langsung menerima uang yang di sodorkan oleh Rahma


"Makasih mba" balas penjaga kantin kampus sembari mengulas senyum tipis membuat Rahma juga ikut membalas senyuman yang di keluarkan penjaga kantin kampus


"Sama sama bu" jawab Rahma ramah lalu Rahma menatap ke arah Devia yang masih diam di tempat dengan tatapan kosong membuat Rahma mengerutkan keningnya heran

__ADS_1


"Awwww Rahma" teriak Devia sembari memegang lengannya yang habis jadi korban tangan jahil Rahma sementara Rahma menggelengkan kepalanya sambil tersenyum tipis mencoba untuk menahan tawanya walaupun rasanya ingin meledak ingin rasanya Rahma menertawakan reaksi Devia tadi tapi dirinya cukup sadar sekarang ada di kantin kampus mungkin kalau sekarang ada di mobil dan hanya berdua dengan Devia atau berada di dalam kamarnya Rahma dengan senang hati Rahma mengeluarkan tawanya sekeras kerasnya


"Habisnya lo diam saja Devia makanya gue cubit supaya lo teriak ternyata pancingan gue berhasil juga padahal gue mancingnya ngga mengeluarkan biaya sepeserpun" ucap Rahma lalu berlari sekuat tenaga tanpa menunggu jawaban Devia dirinya langsung meninggalkan Devia membuat Devia langsung mengejar Rahma sambil berlari terbirit birit


"Rahma tungguin gue tadi sudah gue tungguin lo bayar makanan malah lo balasnya kayak gini ibaratnya air susu di gunakan untuk minum maksudnya air susu di balas air tuba" teriak Devia sembari tetap berlari mengejar Rahma sementara Rahma masih betah memimpin di depan masih dengan berlari sekencang kencangnya agar terhindar dari makanan enak lebih tepatnya terhindar dari amukan Devia


"Devia salah lo sendiri ngapain lo nungguin gue ? gue juga berani bayar makanan dan minuman sendiri tapi malah di temani lo bukannya lo yang tadi mengikuti jejak kaki gue bukan itu doang tapi lo juga nanya ke gue mau kemana terus lo ngikutin gue terus bahkan sampai gue ke penjaga kantin kampus buat bayar makanan dan minuman lo masih ngikutin jejak kaki gue lo ikutin jejak kaki petualang supaya lo dapat duit lebih baik lo ngga usah bahas peribahasa kalau lo juga ngga paham tentang arti peribahasa yang ada lo malah cuma di ketawain sama semut yang lewat dan semut yang terbang" jelas Rahma sambil menatap ke belakang sambil masih sibuk berlari menuju ke kelas kampusnya Rahma menjulurkan lidahnya membuat Devia ingin sekali memotong lidahnya Rahma buat di lemparkan ke tempat ikan hiu namun Devia takut saat akan memotong lidahnya Rahma malah Devia di gigit oleh Rahma malah membuat Devia ingin ikut menggigit Rahma

__ADS_1


"Rahma katanya lo mau menjelaskan tentang gimana caranya lo dapat pacar dari sosial media atau dunia maya ? kenapa malah lo ngajak gue berlomba lari sama lo" teriak Devia dengan nada tinggi supaya Rahma mendengar ocehan dirinya sambil masih tetap mengejar Rahma yang masih sama di posisi awal yaitu di depan Devia mendengar omongan dari Devia membuat Rahma tersenyum licik


"Tenang saja Devia gue bakalan tepati janji gue dan gue ngga bakalan ingkar janji gue bakalan jelasin nanti di ruang kelas sambil menunggu dosen datang mengajar mata kuliah di kelas kita berdua" jelas Rahma sambil masih tetap berlari menuju ke kelasnya sementara Devia hanya memutar bola matanya malas sambil berlari di tempat maksudnya sambil berlari di atas pohon maksudnya sambil berlari di atas genteng lebih tepatnya sambil berlari mengejar Rahma mungkin kalau Rahma dan Devia sama sama membawa motor seperti balapan motor gp kalau Devia dan Rahma sama sama bawa mobil seperti balapan mobil tapi karena Devia dan Rahma hanya menggunakan kaki untuk berlari itu seperti lomba cerdas cermat kalau menggunakan otak seperti lomba balap karung kalau Devia dan Rahma larinya di atas karung beras tapi kalau lombanya menggunakan kaki seperti lomba jalan kaki memang ada lomba jalan kaki ? mungkin lebih tepatnya Devia dan Rahma seperti ikut lomba lari maraton


__ADS_2