Ketemu Jodoh Lewat Dunia Maya

Ketemu Jodoh Lewat Dunia Maya
Mau Pingsan Di Tempat Tidur


__ADS_3

Devia tak henti hentinya menerbitkan senyuman lebar di wajahnya yang cantik membuat senyuman lebar Devia ikut menular ke Elsa yang tanpa komando langsung mengeluarkan senyuman lebar yang dia miliki sedangkan Rahma menatap nyalang ke Devia tanpa Devia sadari karena sejak tadi sibuk Devia tersenyum lebar


"Devia kalau lo syok kenapa lo tadi ngga pingsan setelah dengar gue sudah punya pacar" cibir Rahma lalu mencebikkan bibirnya sedangkan Devia menyapa ke ayah Rahma sambil tersenyum menyeringai sementara Elsa mengeluarkan senyum tipis tanpa aba aba Devia menjitak kepala Rahma


"Awwwww Devia" teriak Rahma sambil memegang kepala yang habis di jitak oleh Devia sementara Devia menerbitkan senyuman lebar di wajah cantiknya sementara Elsa terkekeh kecil melihat tingkah Devia dan Rahma


"Rahma lo gitu banget sama gue ngarep gue pingsan nanti gue mau pingsan di tempat tidur saja supaya ngga membuat repot orang" dengus kesal Devia sambil memalingkan wajahnya sementara Rahma memutar bola matanya malas sedangkan kedua matanya Elsa langsung membola memangnya ada pingsan pakai di atur ? apalagi pingsan di atas tempat tidur itu pingsan apa tidur ?


"Devia lo bukan pingsan kalau lo mau pingsan di atas tempat tidur tapi lo tidurnya melebihi orang pingsan kalau pingsan tinggal pingsan saja ngga usah request tempat buat pingsan" ketus Rahma sambil menatap nyalang ke Devia sedangkan Devia tersenyum masam mendengar perkataan Rahma sementara Elsa menatap ke arah Devia dan Rahma secara bergantian


"Terserah gue dong Rahma mau pingsan di tempat tidur ngga ada yang melarang dan ngga ada yang protes dan ngga masalah juga kalau gue request di tempat tidur kalau selain gue ngga request pingsan di tempat tidur ngga masalah ibaratnya mau pingsan di tengah jalan atau di atas pohon bukan urusan gue" jawab Devia tak kalah ketus sehingga membuat bintik bintik pertengkaran terjadi di antara Rahma dan Devia sementara Rahma yang akan menjawab perkataan Devia langsung di terobos oleh perkataan Elsa sehingga perkataan Rahma yang akan keluar di telan kembali


"Rahma pasti laki laki yang menjadi pacar lo tampan banget makanya lo mantap mau menikah sama dia" cerocos Elsa sambil mengedipkan mata ke arah Rahma sehingga membuat Rahma menundukkan kepalanya sedangkan Devia langsung tersenyum sumringah mendengar perkataan Elsa lalu dia dengan semangat menjawab

__ADS_1


"Iya Elsa pacarnya Rahma tampan banget gue tadi melihat mukanya pas tadi menelpon Rahma dan gue yakin Odin membuat jantung Rahma lari maraton kalau sedang di tatap oleh Odin" celoteh Devia sambil mengawang awang wajah Odin yang tadi hadir di depan mukanya lebih tepatnya wajahnya Odin tadi hadir di layar ponsel Rahma sementara Elsa langsung menatap ke arah Devia dengan tatapan serius sedangkan Rahma ingin sekali melemparkan Devia ke atas pohon tapi dirinya malas menggendong Devia untuk di lempar ke atas pohon, ingin sekali Rahma menyumpal mulutnya Devia dengan sepatu yang di pakai namun harga sepatu yang Rahma pakai terlalu mahal, ingin sekali Rahma menyumpal mulutnya Devia dengan cabai namun di nasi goreng cabainya sudah habis apa perlu Rahma harus membawa cabai di saku celananya buat persediaan supaya nanti kalau Devia banyak omong Rahma langsung mengeluarkan jurus menyumpal mulutnya Devia dengan cabai yang dia bawa dari rumah


"Gue jadi makin penasaran sama wajah pacarnya Rahma kenalin ke gue dong Rahma gue janji ngga akan rebut pacar lo" pinta Elsa dengan menangkup kedua tangannya di depan dadanya Elsa juga memasang raut wajah memelas ke Rahma sementara Elsa dengan cepat menganggukkan kepalanya mantap membuat Devia mengulum senyum


"Iya Elsa pasti suatu saat bakal gue kenalkan lo ke pacar gue jadi lo tenang saja" jelas Rahma sambil menepuk nepuk pundak Elsa yang duduk di sebelahnya sementara Elsa langsung mengumbar senyum penuh kemenangan mendengar ocehan Rahma sedangkan Devia terkikik geli


"Elsa lo darimana kenapa lo ngga mengikuti mata kuliah pak Baska ?" tanya Devia menatap ke arah Elsa bingung sementara Elsa tersenyum tipis sedangkan Rahma mengerutkan keningnya bingung


" Memangnya lo sakit perut kenapa Elsa ?" tanya Rahma sambil menatap Elsa "Apa gara gara melihat wajahnya Devia sehingga menyebabkan lo sakit perut ?" canda Rahma lalu terkekeh kecil sebentar setelah itu meminum minuman miliknya yang ada di hadapannya sementara Devia yang sedang meminum minuman miliknya hampir saja tersedak makanan oh maksudnya hampir tersedak minuman sedangkan Elsa terkekeh mendengarkan perkataan Rahma


"Elsa wajahnya gue cantik jadi ngga bakalan bikin Elsa sakit perut gara gara melihat wajah gue" decak Devia beringsut berdiri lalu berkacak pinggang sambil menatap nyalang ke Rahma yang sibuk meminum jus nangka miliknya bukan miliknya tikus soalnya tikusnya tidak memesan jus nangka sementara Elsa menatap ke arah Devia dan Rahma secara bergiliran


"Devia wajahnya lo cantik di lihat dari mana ? walaupun di lihat dari cermin yang pecah juga wajahnya lo ngga ada cantik cantiknya dan ngga ada manis manisnya" oceh Rahma setelah dirinya tadi meletakkan gelas minuman miliknya sementara Devia mendelik ke arah Rahma sedangkan Elsa menggeleng gelengkan kepalanya melihat adu jotos maksudnya adu mulut antara Devia dan Rahma

__ADS_1


"Rahma wajahnya gue cantik di lihat dari segala arah dari depan, belakang, kanan, kiri, atas, dan bawah cermin pecahnya yang berguna tinggal buang saja terserah lo mau bilang apa yang penting mukanya gue itu cantik pakai banget titik bukan koma" tegas Devia sembari menatap nyalang ke Rahma sedangkan Rahma tersenyum kecut sementara Elsa yang berada di tengah tengah antara Devia dan Rahma Bu maksudnya Elsa yang melihat Rahma dan Devia yang sedang bertengkar walaupun sebenarnya Elsa duduk di sebelahnya Rahma dan Rahma duduk di sebelahnya sebelah Devia istilah gaulnya Rahma duduk di tengah tengah antara Devia dan Elsa


"Gue tadi belum sarapan makanya gue tadi sakit perut makanya gue ada di sini karena mau makan" jelas Elsa secara singkat, jelas, dan padat membuat Devia dan Rahma serentak menganggukkan kepalanya mereka berdua


"Elsa kenapa lo belum pesan makanan ?" tanya Rahma sambil menatap ke arah Elsa sementara Elsa tersenyum tipis sedangkan Devia memakan makanan yang ada di piringnya bukan yang ada di piring semut soalnya semut kalau makan ngga pernah pakai piring


"Rahma gue belum pesan makanan soalnya tadi pas gue mau pesan makanan gue melihat lo sama Devia makanya gue ke sini soalnya gue penasaran kalian berdua mengobrol apa tapi ada gunanya gue ke sini karena gue jadi tahu kalau Rahma sudah punya pacar membuat gue mendengarkan cerita kalian berdua dan jadi belum pesan makanan sampai sekarang gue senang dengar Rahma sudah punya pacar dan sebentar lagi akan menikah tapi kenapa lo ngga pernah cerita ke gue Rahma ?" jelas Elsa sembari menerbitkan senyuman lebar di wajahnya sedangkan Devia terkekeh pelan sementara Rahma tersenyum canggung ke arah Elsa


"Elsa gue saja yang duduk di sebelahnya Rahma sekaligus sahabatnya Rahma dari sebelum Rahma lahir baru tahu tadi pagi kalau Rahma sudah punya pacar" celetuk Devia menatap ke arah Elsa sambil mengeluarkan senyum lebar di wajah cantiknya membuat Elsa tersenyum lebar karena dirinya berpikir tidak hanya dia yang belum di beri tahu karena Devia yang duduk di sebelahnya Rahma juga baru tahu kalau Rahma sudah punya pacar sementara Rahma melototkan kedua matanya ke arah Devia bahkan kedua matanya Rahma hampir copot dari tempatnya dan menggelinding ke lantai gara gara perkataan Devia yang bikin dia emosi


"Devia lo diam atau gue ngga bakalan cerita apa apa lagi ke lo" ancaman Rahma berbisik di telinga Devia membuat senyuman Devia langsung hilang di telan bumi sementara Elsa menatap ke arah Devia dan Rahma secara bergantian sambil menyipitkan matanya


"Oke Rahma gue bakalan diam ngga banyak bicara kalau gue ngga lupa" jawab Devia ikut berbisik di telinga Rahma sementara Rahma langsung membelalakkan matanya sangat lebar dengan mulut menganga sedangkan Elsa memicingkan satu mata ke arah Devia dan Rahma secara bergiliran

__ADS_1


__ADS_2