
Rahma telah mempunyai ide licik yang akan membuat Devia dan Elsa akan kompak diam dan mematung di tempat kini Rahma sedang memandangi Devia dan Elsa secara bergantian.
Devia dan Elsa kompak menatap nyalang ke arah Rahma yang masih setia mengeluarkan senyum licik di wajahnya tanpa Devia dan Elsa sadari.
"Rahma lo jangan halangi gue sama Elsa yang mau berantem" teriak Devia dengan suaranya yang sangat keras dan sangat kencang walaupun tanpa menggunakan toa sedangkan Elsa dan Rahma yang mendengar suara teriakan Devia yang sangat menggema di telinga mereka berdua maksudnya yang sangat menggema di telinganya Elsa dan Rahma langsung kompak menatap ke arah Devia dengan tatapan sangat tajam.
"Lo kalau ngomong ngga usah teriak teriak Devia karena gue ngga budeg dan ngga tuli" teriak Elsa dengan suara yang sangat keras dan sangat kencang melebihi kencang dan kerasnya suara Devia tadi sementara Rahma yang sedang menatap tajam ke arah Devia langsung melototkan kedua matanya ke arah Elsa, sedangkan Devia menatap nyalang ke arah Elsa.
"Iya Devia gue juga bukan orang budeg dan orang tuli jadi ngga usah teriak teriak kayak gitu bikin emosi banget lo" teriak Rahma dengan sangat keras dan sangat kencang lebih keras dan lebih kencang dari teriakan Devia dan Elsa sedangkan Devia dan Elsa yang tadi sibuk saling menatap dengan tatapan tajam antara satu sama lain langsung melototkan kedua matanya mereka berdua ke arah Rahma bahkan kedua tangannya Devia dan kedua tangannya Elsa serentak berada di kedua telinganya masing masing
__ADS_1
"Rahma Elsa kalian berdua aneh banget masa kalian berdua melarang gue berteriak teriak dengan suara merdu gue yang keras dan lantang tapi kalian berdua malah berteriak teriak dengan sangat keras dan sangat kencang melebihi kerasnya dan kencangnya teriakan gue" teriak Devia sambil menatap ke arah Elsa dan Rahma dengan tatapan nyalang sementara Elsa dan Rahma kompak membalas tatapan nyalang Devia dengan delikan mereka berdua yang mengarah ke Devia
"Devia gue ngga melarang larang lo teriak asal lo teriak jangan di sini tapi lo teriak di tempat yang ngga ada gue masa sih teriakan gue sangat keras dan sangat kencang melebihi kerasnya dan kencangnya suara teriakan lo" teriak Rahma dengan sangat keras dan sangat kencang melebihi kerasnya toa
Devia dan Elsa yang masih serentak menutup kedua telinganya mereka berdua pakai tangan tetap bisa mendengar suaranya Rahma entah karena suaranya Rahma yang sangat keras dan lantang sehingga bisa di dengar oleh Elsa dan Devia atau karena telinganya Devia dan Elsa ngga di tutup dengan rapat oleh mereka berdua hanya Elsa dan Devia yang tahu jawabannya.
"Iya Rahma gue juga heran karena Devia teriaknya sangat keras dan sangat kencang melebihi suara teriakannya lo dan gue" teriak Elsa ikutan berteriak dengan sangat keras dan sangat kencang melebihi kerasnya suara teriakan yang tadi di keluarkan oleh Rahma sedangkan Rahma langsung melototkan kedua matanya ke arah Elsa sedangkan Devia mendelik ke arah Rahma.
"Devia gue ngga banyak drama soalnya gue banyak uang dan banyak harta, iya soalnya gue lebih pantas jadi istri sultan di banding main drama, Devia ngapain lo terbahak bahak gara gara mendengar teriakannya gue sama Elsa lo masih waras dan ngga gila kan ?" teriak Rahma dengan suara yang sangat keras dan sangat kencang sedangkan Devia melototkan kedua matanya ke arah Rahma sementara Elsa menahan tawanya yang hampir meledak gara gara jawaban yang di lemparkan oleh Rahma yang menanyakan kepada Devia bahwa Devia masih waras dan ngga gila kan ?.
Sebenarnya Elsa sekuat tenaga menahan tawanya yang hampir meledak namun entah mengapa tawa yang di tahan oleh Elsa tak mampu di sembunyikan karena Elsa kini mengeluarkan tawanya dengan sangat terbahak bahak, entah mengapa Elsa tidak bisa terlalu lama menahan tawanya yang dengan cepat menyembur keluar dari bibirnya.
__ADS_1
"Haha haha" tawa Elsa tanpa dosa keluar begitu saja dengan sangat keras dan sangat kencang mendengar suara tawa yang sangat familiar membuat Elsa dan Devia kompak menoleh ke arah sumber suara lebih tepatnya sumber tawa yang menggelegar di telinganya Devia dan Rahma
Kini kedua matanya Devia dan kedua matanya Rahma kompak menoleh dan menatap ke arah sumber suara tawa yang ternyata berasal dari Elsa, melihat Elsa yang tertawa terbahak bahak seperti itu membuat Devia dan Elsa kompak mengerutkan keningnya mereka berdua heran kenapa Elsa bisa tertawa terbahak bahak.
Rahma dan Devia, mereka berdua berpikir bahwa Elsa sedang tidak mendengar acara lawak atau tidak mendengar acara yang menyebabkan tertawa terbahak bahak, di sekitar mereka bertiga juga tidak ada badut terus Elsa tertawa terbahak bahak gara gara apa ? hanya Elsa yang tahu karena semut dan kecoa juga ngga akan dengar alasan Elsa tertawa terbahak bahak.
"Elsa sedang menertawakan apa gue heran padahal ngga ada pelawak yang sedang melawak dan ngga ada badut yang lewat koq Elsa bisa tertawa terbahak bahak kayak gitu gue jadi curiga jangan jangan Elsa sudah ngga waras dan ngga baik wataknya gye jadi penasaran apa buka sekarang atau nanti tapi gue takut kalau gue buka sekarang Elsa ngga dengar omongannya gue soalnya ini penting" batin Rahma sambil menatap ke arah Elsa yang masih mengeluarkan tawanya terbahak bahak sehingga tidak menyadari kalau Rahma menatap ke arah dirinya.
Devia menatap ke arah Elsa dengan tatapan penuh menyelidik sambil Devia memicingkan satu mata ke arah Elsa yang masih sibuk tertawa terbahak bahak sungguh Devia bingung apa penyebab Elsa tertawa terbahak bahak yang tidak henti henti seperti sekarang.
__ADS_1
"Gue heran sama Elsa sebenarnya dia menertawakan apaan gue belum tahu, oh gue tahu apa jangan jangan Elsa tertawa terbahak bahak kayak gini karena Elsa beneran sudah gila wah gue heran berarti tebakan gue benar kalau Elsa gila tapi gue jadi agak takut kalau Elsa gila soalnya kalau orang gila biasanya marah marah ngga jelas gimana dong ini apa gue kabur dari kantin kampus sekarang saja" batin Devia sambil melirik ke arah Elsa lewat ekor matanya ternyata Elsa masih sibuk dan asyik tertawa terbahak bahak