
Devia dan Elsa kompak masih menatap Rahma dengan tatapan sangat tajam sedangkan Rahma yang sedang panik gara gara ulah Devia yang menyuruh Elsa membeli makanan sampai ratusan porsi tidak melihat tatapan tajam dari Devia dan Rahma
Rahma masih memaksa otaknya untuk berpikir kira kira alasan apa yang akan di berikan kepada Elsa kalau seandainya Elsa mendengarkan komporan dari Devia entah mengapa otaknya Rahma belum menemukan ide apapun walaupun hanya satu ide saja supaya Elsa tidak menuruti perkataan Devia tetap belum muncul di otaknya Rahma
"Rahma lo fitnah gue mengompori Elsa ?" teriak Devia dengan sangat keras dan sangat kencang menguar di seluruh isi kantin kampus sedangkan Elsa menatap Rahma dengan tatapan penuh curiga sementara Rahma yang belum menghentikan lamunannya nampak tak bergeming mendengar pertanyaan dari Devia
__ADS_1
Setelah beberapa jam kelamaan dong setelah beberapa menit Devia bertanya ke Rahma namun belum mendapat jawaban membuat Devia dan Elsa kompak menatap ke arah Rahma dengan tatapan bingung apakah Rahma sudah berubah menjadi tuli atau sudah menjadi budeg mendadak
Devia berjalan mendekat ke arah Elsa setelah Devia berkelana selama beberapa menit kini Devia sudah sampai di dekat Elsa sementara Elsa yang fokus menatap ke arah Rahma tidak mengetahui keberadaan Devia yang sudah ada di sebelahnya
"Kenapa Elsa sama Rahma sahabat gue sibuk banget dan asyik banget melamun apakah kalau mereka berdua ngga sempat melamun di rumah sampai mereka berdua sibuk melamun di sini tapi tinggi dulu kalau gue yakin Elsa memang melamun memikirkan Rahma karena tatapannya kosong mengarah ke Rahma tapi kalau Rahma apa dia ngga dengar omongan gue karena mendadak tuli dan budeg" batin Devia sambil menatap Rahma dari atas sampai bawah masih tak bergerak sedikitpun seperti patung
__ADS_1
"Elsa gue yakin Rahma mendadak tuli dan budeg" teriak Devia dengan sangat keras dan sangat kencang sedangkan Elsa yang masih sibuk dengan lamunannya langsung mendorong semua lamunannya supaya keluar dari kepalanya dan otaknya bahkan Elsa juga mengeluarkan jurus kagetnya yaitu menyikut perut Devia yang tadi berbisik di telinga Elsa lebih tepatnya yang tadi berteriak di telinganya Elsa soalnya suaranya Devia sangat menggema di gendang telinganya Elsa
"Aaaawwwww Elsa ngapain lo nyikut perutnya gue padahal perutnya gue ngga punya salah sama lo" ketus Devia sambil memegang perutnya yang habis jadi korban tangannya Elsa secara mendadak Devia menatap ke arah Elsa dengan tatapan tajam sedangkan Elsa juga membalas dengan tatapan tak kalah tajam terarah ke Devia sementara Rahma asyik dan sibuk dengan dunianya sendiri yaitu melamun memikirkan bagaimana cara membujuk Elsa supaya tidak memesan makanan sampai ratusan juta porsi masa makanan kayak nominal uang
"Devia kenapa jadi lo yang marah sama gue harusnya gue yang marah sama lo karena lo yang bikin emosi duluan ke gue jadi ngga usah pura pura bego dan ngga usah pura pura bodoh" jawab Elsa tak kalah ketus dari Devia sementara Devia membelalakkan matanya sangat lebar dengan mulut menganga mendengar tuduhan yang di keluarkan oleh Elsa membuat jantungnya Devia terhempas ke atas ranjang empuk atau perasaan Devia hancur lebur menjadi butiran debu sedangkan Rahma yang sedang melamun samar samar mendengar teriakan Elsa namun tak di hiraukan karena Rahma masih sibuk dengan dunianya sendiri
"Elsa memang kenyataannya gue yang harus marah ke lo itu gue karena lo secara tiba tiba menyikut perutnya gue jadi otomatis lo yang bikin emosi duluan gue ngga pernah bikin emosi duluan karena gue ngga menyikut lo duluan jadi jangan fitnah gue ingat gue pintar dan cerdas jadi gue ngga pernah pura pura bego dan ngga pernah pura pura bodoh" ketus Devia sambil melipat kedua tangannya di depan dadanya dengan tatapan tajamnya yang sangat menusuk ke Elsa sedangkan Elsa tersenyum masam mendengar ocehan Devia sementara Rahma masih sibuk mengarungi lamunannya
__ADS_1
"Devia yang harus marah ke lo itu gue karena lo bikin emosi ke gue masih ngga nyadar apa yang membuat gue emosi ke lo ? gue menyikut perutnya lo juga ngga salah karena kesalahannya ada di lo bukan di gue jadi jangan salahkan gue karena gue ngga pernah bikin emosi duluan justru lo yang bikin emosi duluan ke gue bikin emosi ngga harus menyikut duluan yang namanya bikin emosi adalah bikin orang marah duluan dengan kelakuan lo gue ngga fitnah gue bicara fakta kalau lo bikin emosi duluan apa harus gue jelaskan secara rinci lo bikin emosi ke gue apa ? kalau lo pintar dan cerdas lo ngga bakalan bikin emosi ke gue tanda orang yang bikin emosi duluan itu tanda orang bodoh dan tolol seperti lo" sahut Elsa tak kalah ketus dari Devia dengan tatapan yang nyalang ke Devia sementara kedua matanya Devia terbelalak lebar dengan mulut menganga sedangkan Rahma masih tak menghiraukan pertengkaran antara Devia dan Elsa
"Elsa yang harusnya marah itu gue ke lo karena lo bikin emosi gue dengan cara menyikut perutnya gue memang kenyataannya gue ngga pernah bikin lo emosi duluan makanya gue ngga tahu apa yang bikin lo emosi oh gue tahu sekarang jangan bilang lo mau lempar batu sembunyi tangan lo yang salah melemparkan kesalahan ke orang lain lo yang salah karena menyikut perutnya gue duluan bukan gue karena di sini yang korban itu gue dan lo yang jadi tersangka tetap gue salahkan lo karena lo yang menyikut perutnya gue yang benar itu Lo yang bikin gue emosi duluan yang namanya bikin emosi itu main kekerasan fisik seperti menyikut perut, menonjok wajah, mencubit orang, dan sebagainya karena bikk marah duluan ngga usah di jelaskan karena gue ngga punya salah ke lo dan gue ngga pernah bikin emosi duluan ke lo malah gue bantu beri saran ke lo supaya minta makanan sampai ratusan juta ke Rahma itu namanya gue bantu lo bukan bikin emosi duluan gue ngga pernah bikin emosi duluan ke lo gue orang cerdas dan orang pintar bukan orang tolol dan bodoh" sungut Devia dengan kepala yang di penuhi kobaran api yang menggema di seluruh hatinya dan kepalanya mengeluarkan tanduk sedangkan Elsa juga tangannya sudah ingin sekali menjambak rambutnya Devia namun Elsa urungkan karena banyak orang di kantin kampus nanti malah Devia teriak dan menuduh Elsa akan memperkosa Devia