Ketemu Jodoh Lewat Dunia Maya

Ketemu Jodoh Lewat Dunia Maya
Lo Bayar Sendiri Pakai Uang Lo


__ADS_3

Setelah Rahma dan Devia mengarungi jalan sekarang mereka berdua sudah sampai di kantin kampus mata Rahma dari tadi berbinar karena akan mendapatkan traktiran dari Devia ada hikmahnya juga Rahma di keluarkan dari dosen Baska supaya dirinya tidak mengikuti mata kuliah dosen Baska namun Rahma malah menerima dan mendapatkan durian runtuh karena permintaan dirinya meminta traktiran langsung di kabulkan oleh Devia tanpa ba-bi-bu langsung tancap gas saat ini Devia dan Rahma sedang sibuk mencari tempat duduk setelah mereka berdua menemukan tempat duduk Devia dan Rahma kompak langsung bergegas menuju ke tempat duduk yang di pilih tanpa ragu Rahma langsung menjatuhkan bokongnya ke tempat duduk sementara Devia tidak langsung duduk manis karena dirinya langsung meminta izin ke Rahma bahwa dirinya akan memesankan makanan dan minuman buat dirinya dan Rahma sehingga dia akan ke penjaga kantin kampus


"Rahma gue mau pesan makanan dan minuman dulu" ucap Devia sambil menatap ke arah Rahma sementara Rahma menganggukkan kepalanya mantap sambil menerbitkan senyuman lebar di wajah cantiknya


"Iya Devia kalau bisa lo pesankan makanan dua porsi dan minuman dua gelas buat gue" jawab Rahma memberikan petunjuk ke Devia sedangkan Devia hanya tersenyum licik


"Oke Rahma tapi yang satu porsi makanan dan satu gelas minuman lo bayar sendiri pakai uang lo" jelas Devia sambil terkekeh lalu menaik turunkan alisnya menatap Rahma membuat Rahma melongo


"Devia katanya lo tadi mau traktir gue tapi koq lo malah nyuruh gue bayarin makanan dan minuman yang gue pesan pakai uang gue sendiri" dengus kesal Rahma sambil memalingkan wajahnya dari Devia sementara Devia terkikik geli


"Rahma gue tadi cuma bilang mau traktir lo dan tadi gue ngga bilang mau traktir makanan dan minuman sepuasnya jadi kalau lo mau pesan makanan dua porsi dan minuman dua gelas yang satu porsi makanan dan yang satu porsi minuman lo bayar sendiri pakai uang lo" jelas Devia sambil menahan tawanya sementara Rahma memutar bola matanya malas


"Bilang saja lo perhitungan sama gue Devia" pekik Rahma ingin sekali rasanya dirinya menonjok muka Devia tapi Rahma takut dosa ingin sekali menenggelamkan Devia ke laut tapi di kantin kampus ngga ada laut


"Rahma gue bukan perhitungan tapi kalau gue cuma bilang mau traktir lo makanan dan minuman sepuasnya bisa bisa lo borong semua makanan dan minuman yang ada di sini gue ngga bisa bayangkan bisa skor uang jajan gue" Devia berdecak sambil melototkan kedua matanya ke Rahma membuat Rahma nyengir kuda

__ADS_1


"Devia buruan pesanin makanan dan minuman sekarang juga gue lapar banget" pinta Rahma sambil mendorong tubuhnya Devia supaya pergi dari hadapannya untuk memesan makanan yang menjadi favoritnya menerima serangan mendadak dari Rahma membuat kedua mata Devia membola


"Iya gue pesankan sekarang Rahma tapi ngga usah dorong dorong karena gue bukan kereta bayi yang harus di dorong" ketus Devia tanpa menunggu jawaban Rahma dirinya langsung menghilang dari hadapan Rahma dan mulai melangkah menuju ke penjaga kantin kampus sambil menghentak hentakkan kakinya membuat Rahma tertawa terbahak bahak membuat Devia melangkah menghampiri Rahma lalu Devia menjatuhkan bokongnya di kursi yang tergeletak di sebelah Rahma membuat tawa Rahma hilang dalam sekejap dan Rahma mendelik ke Devia


"Devia lo ngapain malah duduk ? memangnya dengan lo duduk doang makanan bisa datang sendiri ?" ketus Rahma sembari menatap nyalang ke Devia sementara Devia bukannya pergi untuk memesankan makanan dan minuman malah Devia sibuk mengeluarkan tawanya yang menyembur tanpa di minta


"Haha haha Rahma terserah badan gue dong mau duduk mau tidur mau memanjat pohon mau liburan badan badan gue koq jadi lo yang ribet ngga usah jadi netizen yang suka berkomentar bisa dong makanya lo jangan katro dong jadi orang walaupun gue duduk doang makanan juga bakalan datang kalau gue pesan makanannya lewat go food apa kita berdua pesan makanannya lewat go food saja ? supaya gue tinggal menunggu sambil duduk cantik menunggu makanan datang" usul Devia sambil menaik turunkan alisnya sementara kedua mata Rahma langsung terbelalak lebar dengan mulut menganga mendengar perkataan Devia.


"Iya Devia terserah badan lo mau tidur di tengah tengah jalan juga gue bolehkan mau duduk di tengah jalan juga gue bolehkan mau memanjat pohon bayam juga gue bolehkan soalnya yang bakalan di cap gila itu lo bukan gue ingat gue lebih suka banyak menulis novel supaya dapat uang banyak dari pada banyak berkomentar ngga dapat apa apa gue juga tahu ada aplikasi go food tapi yang kita berdua bahas adalah kalau lo cuma duduk doang ngga pesan makanan ke penjaga kantin kampus memangnya makanan bisa datang sendiri kursinya yang ngga mau di duduki oleh lo kelamaan" jelas Rahma panjang kali lebar seperti panjangnya rel kereta api yang ngga ada hentinya sementara tawa Devia langsung berhenti dan berganti dengan kedua mata Devia yang melotot ke arah Rahma


"Rahma gue bukan orang gila jadi gue bakal tidur di ranjang empuk miliknya gue dan gue juga ngga akan tidur di tengah tengah jalan gue juga bakalan duduk manis dan duduk cantik di sofa empuk miliknya gue dan gue juga ngga akan duduk di tengah tengah jalan gue kalau mau memanjat itu memanjat pohon kelapa supaya gue bisa memakan kelapa atau memanjat ke pohon mangga supaya bisa makan mangga yang manis walaupun menurut gue tidak ada yang menandingi tingkat manisnya gue dan gue ngga aja memanjat pohon bayam soalnya pohon bayam itu pohonnya kecil jangankan di panjat di pelintir pakai tangan saja pohon bayamnya sudah hancur berhubung gue ngga melakukan saran dari lo jadi yang di cap Ciel bukan gue tapi lo sama gue juga suka banget menulis novel supaya dapat uang banyak kata siapa dengan berkomentar juga dapat koq dapat hujatan dari netizen kirain lo belum tahu aplikasi go food makanya pakai bilang kayak gitu makanan juga bisa datang sendiri walaupun gue ngga pesan ke penjaga kantin kampus kalau gue pesannya lewat telpon pasti bakal di antar oleh penjaga kantin kampus sembarangan lo kalau ngomong semua kursi kalau belum gue duduki juga bakal mencari gue jadi mereka semua ngga bakalan bosan dan pasti mau gue duduki walaupun dalam durasi waktu yang lama" jawab Devia tak kalah ketus dari Rahma sementara Rahma memutar bola matanya malas


"Iya Rahma gue pesankan makanan dan minuman dulu kalau lo ngga mau menunggu supaya makanan dan minuman jatah lo bisa buat gue" oceh Devia lalu pergi meninggalkan Rahma tanpa menunggu jawaban sementara Rahma tercengang mendengar perkataan Devia


Vano dan Ana melangkah menuju ke arah kantin perusahaan dengan tetap bergandengan tangan Ana tidak berani meminta Vano untuk melepaskan tangannya karena taruhannya adalah pekerjaan yang bisa saja Ana langsung di PHK karena Vano bos di perusahaan tempatnya bekerja Ana juga tidak berani melarang tangan Vano menggandeng tangan Ana karena Vano adalah atasannya sementara Ana hanya seorang bawahan Ana tidak mau di pecat dari perusahaan miliknya Vano jadi dia hanya diam saja saat tangan besar Vano menggandeng tangan Ana yang mungil beberapa menit melangkah sambil bergandengan tangan Ana dan Vano sudah sampai di kantin perusahaan lalu mata Vano mencari tempat duduk di kantin tersebut setelah mencari tempat duduk Vano menyeret tangan Ana yang masih di genggam untuk mengikuti jejak langkah kakinya membuat Ana ikut melangkah mengekori Vano lebih tepatnya mensejajarkan langkah dirinya soalnya takut sang atasan menunggu terlalu lama setelah sampai di tempat kursi yang di tuju Vano langsung meraih kursi lalu meraih tubuh Ana supaya duduk di kursi yang habis di tarik olehnya setelah Ana duduk dirinya masih tetap berdiri sambil menatap lekat wajah cantik Ana membuat Ana salah tingkah laku berkata

__ADS_1


"Bos saya pesankan makanan saja" ucap Ana sambil beringsut untuk berdiri untuk menuju ke penjaga kantin perusahaan guna memesankan makanan untuk dirinya dan Vano namun belum sempat tubuh Ana berdiri Vano langsung mendudukkan tubuh Ana lagi ke kursi


"Biar saya saja yang pesankan makanan buat kamu Ana" jawab Vano sambil memegang pundaknya Ana mendengar itu membuat Ana menggaruk tengkuknya yang tidak gatal


"Tapi bos" perkataan Ana belum selesai sengaja di potong oleh Vano


"Ana tadi saya yang mengajak kamu untuk makan bareng dan sarapan bareng sama saya jadi saya berhak bertanggung jawab untuk memesankan makanan dan minuman untuk kita berdua" jelas Vano sambil menatap lekat wajahnya Ana dan meletakkan jari telunjuknya di depan bibirnya sendiri membuat kedua pipi Ana merah merona seperti kepiting rebus


"Kamu tunggu di sini sebentar Ana karena saya mau pesan makanan dan minuman duluan" imbuh Vano sambil menatap dengan. lekat wajahnya Ana membuat rona merah di kedua pipinya Ana semakin bertambah


"Ana kamu mau pesan apa biar saya pesankan ?" tanya Vano sambil memegang wajahnya Ana yang sangat halus seperti kain sutera mendapatkan serangan seperti itu membuat jantung Ana berdetak lebih cepat


"Sa sa saya ikut bos saja" jawab Ana terbata bata sambil menggaruk garuk tengkuknya yang tidak gatal melihat ekspresi Ana seperti itu membuat Vano menahan tawanya yang hampir meloncat keluar


"Kalau saya pulang ke rumah apa kamu bakalan ikut saya pulang ke rumah saya" canda Vano sambil mengedipkan mata ke arah Ana sementara Ana langsung membulatkan kedua matanya

__ADS_1


"Ma ma maksudnya bos apa ?" tanya Ana sambil menatap Vano dengan penuh curiga sementara Vano malah terkekeh mendengar jawaban Ana


"Ana suatu saat nanti kamu juga akan tahu maksud saya" jawab Vano sambil mengacak ngacak rambutnya Ana lalu Vano pergi melangkah meninggalkan Ana yang masih mematung di tempatnya setelah mendengar Vano sekarang Vano sedang melangkah untuk menuju ke penjaga kantin untuk memesan makanan dan minuman untuk dirinya dan Ana sang pujaan hati tanpa terasa Ana mengeluarkan sebuah senyuman tipis di wajahnya


__ADS_2