
Berlian dan Fendi sibuk menjadi pendengar dari drama yang di buat oleh Awan dan Devia lebih tepatnya mereka berdua bukannya sibuk bersiap siap untuk pergi ke kampus dan ke perusahaan bukan pergi ke atas pohon karena ngga ada pepaya matang di atas pohon paling adanya pepaya mentah ini harus Berlian yang memberi perintah supaya mereka semua cepat berangkat ke tujuan mereka masing masing
"Devia papa jangan sahut menyahut kayak lagi lomba cerdas cermat atau acara tanya jawab lebih baik kalian langsung berangkat supaya ngga telat" suruh Berlian sambil menatap ke arah Devia dan Awan secara bergantian sementara Awan dan Devia kompak menatap ke arah Berlian sedangkan Fendi langsung bersiap dengan cara mengambil tas yang tergeletak di kursi sebelah dirinya duduk
"Bukan salah aku mah salahnya papa mukanya jelek ngga terima di bilang jelek" ketus Devia sembari menekuk wajahnya membuat Berlian mengusap kepala anaknya yang sedang ada di sampingnya sedangkan Awan melongo mendengar perkataan Devia sementara Fendi tersenyum menyeringai
"Memang yang ganteng dan tampan di rumah ini cuma aku bahkan di luar juga aku ganteng dan tampan ngga ada yang bisa menandingi kegantengan dan ketampanan aku" kata Fendi dengan percaya diri sementara Berlian, Awan, dan Devia kompak menatap ke arah orang yang mengaku ganteng di ruangan itu
"Fendi kamu juga ngga ganteng dan ngga tampan jadi ngga usah mengaku kamu itu ganteng dan tampan" oceh Devia sembari mencebikkan bibirnya sementara Berlian menggelengkan kepalanya mendengar semua ocehan anak anaknya dan suaminya dari tadi sedangkan Awan tersenyum lebar
"Kak Devia ngga usah syirik dan iri sama aku memang kenyataannya aku itu pria tertampan dan terganteng di rumah ini buktinya mama sama kakak bilang kalau wajah papa itu jelek berarti yang menjadi pemenang orang ganteng dan orang tampan adalah aku masa kakak sama mama kalian berdua kan wanita ganteng dan tampan itu untuk pria" jelas Fendi menebarkan senyuman penuh bangga sementara Devia memutar bola matanya jengah sedangkan Awan menatap nyalang ke Fendi sementara Berlian menatap ke arah Fendi dari atas sampai bawah untuk menelisik apakah Fendi memang tampan dan ganteng
"Devia, Fendi, papa kalian jadi ke kantor dan ke kampus atau bagaimana kenapa masih meributkan masalah wajah ganteng dan tampan kalau kalian pengen tahu jawabannya yang ganteng di antara papa dan Fendi kalian tanyakan sama nyiur yang melambai dan rumput yang bergoyang" kata Berlian menatap ke arah tiga manusia itu secara bergantian sementara Awan menggaruk garuk tengkuknya yang tidak gatal sedangkan Devia dan Fendi serentak menatap ke arah Berlian
"Aku jadi ke kampus dong mah aku ngga memperebutkan kandidat ganteng dan tampan karena aku wanita ngga sekalian tanyakan sama gorden yang bergoyang kalau kena angin" jawab Devia sembari melipat kedua tangannya di dadanya sementara Berlian tersenyum tipis sedangkan Fendi dan Awan kompak menatap nyalang ke Devia
"Iya papa mau berangkat ke kantor sekarang mah ngga usah meributkan siapa yang ganteng dan tampan karena manusia yang ganteng dan tampan itu cuma papa kalau bertanya sama nyiur yang melambai dan rumput yang bergoyang bakalan di tuduh gila karena ngobrol sendiri lagian nyiur dan rumput walaupun di tanya berpuluh ribu kali juga ngga bakalan jawab Devia kalau kamu mau ke kampus buruan kita berangkat sekarang bertanya ke gorden yang bergoyang terkena angin malah ketularan dan ikutan bergoyang doang tapi ngga di jawab oleh gorden karena saking asyiknya bergoyang" gurau Awan lalu membalikkan badannya dan mulai melangkahkan kakinya menuju ke halaman rumah sementara Devia mencebikkan bibirnya lalu mengikuti langkah kaki Awan untuk melangkah menuju halaman rumah sembari menghentak hentakkan kakinya sedangkan Fendi dan Berlian kompak tersenyum tipis melihat tingkah Devia
"Mah aku berangkat ke kampus dulu" ucap Fendi lalu berdiri dan langsung berjalan menghampiri Berlian untuk mencium punggung tangan Berlian
"Iya Fendi kamu bantuin kakak kamu supaya cepat menikah" pinta Berlian kepada anak bungsunya lalu Fendi menganggukkan kepalanya setelah mencium punggung tangan mamanya
"Iya mah pasti aku bantuin kakak Devia supaya cepat menikah walaupun watak kakak seperti itu tapi aku tetap menyayangi kak Devia" jawab Fendi sambil tersenyum sumringah menatap Berlian lalu Berlian ikut membalas senyumannya dengan tak kalah sumringah dari Fendi lalu Fendi pergi menuju ke tempat mobil yang akan di tumpangi dirinya
Saat Dana sedang di cium pipinya oleh suaminya handphone miliknya Vian berbunyi sehingga Vian menghentikan ciuman di pipi Dana lalu mengambil benda pipih tersebut di kantong celana panjangnya lalu melihat nama Joni - asisten Vian yang menelpon segera Vian mengangkat telpon darinya
Vian
"Ada apa Joni ?" tanya Vian sambil menekuk pinggang Dana lalu Dana menyesap susu yang ada di atas meja
__ADS_1
Joni
"Bos meeting akan di mulai jam setengah delapan" ucap Joni sambil menyiapkan berkas untuk meeting dengan client Vian lalu Dana menyuapkan makanan ke Vian lalu Vian menerima suapan dari Dana lalu berkata
Vian
"Iya Joni sebentar lagi aku ke kantor" ucap Vian sembari mengunyah makanan yang tadi di suapkan oleh istrinya membuat istrinya terkekeh kecil melihat wajah suaminya yang menggelembung gara gara berbicara sambil makan
Joni
"Iya bos maaf kalau menggangu waktunya" jawab Joni sembari menuju ke ruangan Vian untuk meletakkan berkas berkas yang tadi di siapkan untuk meeting
Vian
"Joni kalau aku sedikit terlambat datang lebih baik kamu hadiri meeting duluan mengerti kamu ?" perintah Vian lalu meminum susu yang di buat oleh Dana sementara Dana mengerutkan keningnya mendengar perkataan suaminya
Joni
Awan dan Devia sudah berada di dalam mobil sementara Fendi juga ingin ikut ke dalam mobil membuka pintu mobil lalu duduk di sebelah Awan setelah Fendi duduk Awan langsung mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang mereka berbincang bincang dalam perjalanan ke kampus
"Devia apa kamu semalem mengerjakan tugas sehingga kamu kesiangan ?" tanya Awan sambil melirik ke arah Devia melalui kaca spion
"Iya pah habisnya aku siangnya beli pakaian dulu makanya aku mengerjakan tugas kuliahnya malam" kata Devia jujur sambil menyunggingkan senyum di bibirnya menatap punggung Awan yang fokus menyetir
"Kak Devia harusnya mengerjakan tugas kuliahnya dulu soalnya itu prioritas di banding kakak belanja pakaian kan bisa besok lagi daripada kakak mengerjakan tugas kuliah malam malam kayak lembur saja mending lembur kerja dapat duit kalau mengerjakan tugas kuliah kan dapatnya mengantuk doang" nasehat Fendi sambil terkekeh sementara Awan tertawa terbahak bahak sedangkan Devia memanyunkan bibirnya
"Tuh Devia dengarkan kata Fendi yang bijak masa kamu ngatur waktu kayak gitu saja ngga bisa" imbuh Awan sembari mengacak ngacak rambut Awan dengan perasaan bangga sedangkan Fendi tersenyum lebar sementara Devia terbelalak dengan mulut melongo
"Aku dengerin koq nasehat Fendi saking semangatnya ngedengerin nasehatnya sampai aku masukkan ke telinga kanan lalu di keluarkan lagi lewat telinga kiri" celetuk Devia membuat Awan dan Fendi kompak tersenyum kecut
__ADS_1
"Kak Devia itu namanya bukan di dengerin tapi di cuekin" bentak Fendi sambil melipat kedua tangannya di dadanya sambil mata Fendi menatap tajam ke arah Devia secara langsung tanpa perantara spion sementara Devia tersenyum menyeringai sedangkan Awan kedua tangannya fokus namun telinganya berfungsi mendengarkan pembicaraan yang sedang berlangsung di dalam mobil
"Terserah aku dong Fendi yang penting intinya aku dengerin ocehan kamu" jelas Devia sembari mengeluarkan senyuman licik
Vian dengan cepat menghabiskan makanan yang di bikin oleh istrinya karena rasa makanan yang sangat enak sehingga membuat Vian tidak tega untuk tidak bisa menghabiskan makanannya atau Vian yang sangat lapar sehingga makanan buatan Dana ludes ? jawabannya hanya Vian sendiri yang tahu setelah menyelesaikan makan Vian berpamitan ke Dana untuk berangkat ke kantor duluan karena ada meeting pagi ini
"Mah papa berangkat ke kantor dulu soalnya ada meeting pagi ini" ucap Vian sambil memeluk pinggang Dana lalu mencium keningnya
"Mama sudah tahu pah" jawab Dana singkat sambil membenarkan posisi dasi suaminya sementara suaminya mengerutkan keningnya karena seingatnya dia belum pernah cerita lebih tepatnya semalem dan tadi bahwa pagi ini dia ada meeting
"Dari mana mama tahu jadwal papa ?" tanya Vian sambil menatap ke Dana "Apa jangan jangan mama mengecek handphone papa ?" imbuh Vian sambil tetap menatap Dana dan tangannya membelai lembut rambut Dana
"Pah mama tahu dari asisten papa yang telpon mama ngga budeg jadi dengar semua pembicaraan papa apalagi jarak papa mengangkat telpon sangat dekat banget dengan mama jadi ngapain mama repot repot mengecek handphone papa seperti maling kalau bisa di lakukan dengan mudah dan gampang" jelas Dana sambil terkekeh membuat Dana tertawa riang
"Haha haha ya sudah papa mau berangkat dulu" kata Vian menghentikan tawanya dahulu lalu mengulurkan tangannya kepada Dana tanpa di suruh Dana langsung menerima uluran tangan suaminya lalu Dana mencium punggung tangan Vian
"Iya papa hati hati di jalan" balas Dana sambil tersenyum sementara Vian berdiri sambil ikut tersenyum ke arah Dana lalu Dana juga berdiri untuk mengantar suaminya ke depan rumah
"Iya mama papa selalu hati hati bahkan semut saja ngga pernah papa tabrak" jawab Vian sambil tersenyum lalu mencium pipi Dana
Vian melangkah menuju mobilnya sementara Dana menatap ke punggung suaminya setelah sampai di samping mobilnya Vian lalu membuka mobilnya dan lalu masuk ke dalam mobilnya
"Hati hati pah" ucap Dana tersenyum lebar sambil melambaikan tangan ke arah Vian
"Iya mama bilang ke Pram bahwa papa sudah berangkat ke kantor" jawab Vian sembari tersenyum riang lalu membalas melambaikan tangan ke arah Dana
"Iya papa nanti mama sampaikan kalau Pram sudah ngga tidur kalau masih tidur mama tinggal soalnya mama juga ada meeting pagi" teriak Dana sambil tetap menatap ke arah Vian
"Iya mama paling Pram masih tidur karena ngga ada meeting atau ngga sibuk pagi ini" jawab Vian sambil terkekeh lalu Vian mulai melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang setelah Dana sudah tidak melihat mobil suaminya di halaman rumah Dana langsung masuk ke dalam rumah
__ADS_1