Ketemu Jodoh Lewat Dunia Maya

Ketemu Jodoh Lewat Dunia Maya
Gue Bisa Lebih Kejam


__ADS_3

Rahma menatap ke arah Devia yang sedang sibuk melamun dan bengong sementara Elsa mengeluarkan senyum licik di wajahnya kini Rahma berjalan melangkah menghampiri Devia yang masih sibuk mematung di tempat



Setelah Rahma berjalan selama beberapa puluh jam kelamaan dong maksudnya setelah Rahma berjalan selama beberapa puluh menit kini Rahma sudah ada di sebelah Devia yang masih bengong dan mematung di tempat membuat Rahma tersenyum menyeringai


"Kayaknya benar juga idenya Elsa gue harus teriak di telinganya Devia supaya Devia ngga jadi patung melulu lagian ngapain coba Devia merencanakan rencana jahat sama gue lo perlu ingat Devia kalau gue bisa lebih kejam dengan orang yang jahat ke gue duluan karena lo mancing gue buat berbuat jahat membuat gue kepancing berbuat jahat tunggu kejutan dari gue Devia" batin Rahma sambil mengeluarkan senyum licik di bibirnya dengan tatapan yang tetap mengarah kepada Devia yang ada di sebelahnya


Rahma mendekatkan tubuhnya ke Devia lalu Rahma tanpa komando dan tanpa aba aba langsung berteriak di telinganya Devia dengan sangat keras dan sangat kencang membuat Devia terlonjak kaget bahkan sampai mengeluarkan jurus kagetnya


"Devia lo sedang merencanakan kejahatan apa buat gue" teriak Rahma dengan sangat kencang dan sangat keras membuat gendang telinganya Devia hampir saja mau rusak karena teriakan dari Rahma sedangkan Devia yang kaget langsung mengeluarkan jurus kagetnya berupa mendorong tubuhnya Rahma supaya menjauh dari dirinya

__ADS_1


Devia mendorong tubuhnya Rahma dengan sangat kencang dan sangat keras membuat Rahma tersungkur ke lantai dan Rahma mencium wanginya lantai sementara Elsa membelalakkan matanya sangat lebar dengan mulut menganga melihat kejadian secara real dan secara langsung yang ada di depannya


"Aaaaaaawwwwwww Devia ngapain lo dorong tubuhnya gue" teriak Rahma dengan sangat kencang dan sangat keras bahkan kedua matanya menatap nyalang ke arah Devia sementara kedua matanya Devia terbelalak lebar melihat bahwa Rahma jatuh tersungkur ke lantai namun sedetik kemudian ekspresi wajahnya Devia langsung berubah menjadi menerbitkan senyuman lebar di wajahnya


Sementara Elsa menatap ke arah Rahma yang masih duduk manis di lantai yang harum dalam hatinya dirinya bersyukur karena yang berteriak di telinganya Devia adalah Rahma dirinya berpikir kalau tadi Elsa yang berteriak pasti saat ini juga Elsa ada di posisi Rahma yang sedang duduk santai di lantai


"Rahma salahnya lo sendiri ngapain lo teriak di telinganya gue bikin gue kaget saja rasakan itu pembalasan dari gue" teriak Devia tak kalah kencang dan tak kalah keras dari Rahma bahkan kedua matanya Devia melotot ke arah Rahma sementara Rahma menatap Devia dengan tatapan tajam sedangkan Elsa menatap ke arah Devia dan Rahma secara bergantian


"Rahma justru karena lo teriak teriak di telinganya gue membuat gue kaget dan gue mengeluarkan jurus kagetnya gue yaitu mendorong tubuhnya lo, kalau gue dengar omongan lo dari tadi, lo pasti lo ngga bakalan gue dorong sampai mencium wanginya lantai sebenarnya kalau gue boleh jujur saat gue dorong lo itu ngga sengaja bukan niatnya gue pengin dorong tapi mungkin Tuhan baik banget sama gue sampai gue di izinkan buat dorong lo" teriak Devia dengan sangat keras dan sangat kencang sambil mengeluarkan senyum bangga di wajahnya sedangkan kedua matanya Rahma membola mendengar omongan dari Devia sementara Elsa mengulum senyum tipis sangat tipis sehingga hanya dirinya yang tahu kalau dirinya sedang tersenyum


"Dasar lo Devia banyak alasan walaupun gue teriak di telinganya bakalan dengar omongan gue, iya gue ngga akan menciumi wanginya lantai kalau gue ngga berteriak teriak di telinga lo, apaan sih lo kenapa jadi bawa bawa Tuhan yang salah itu lo yang bikin emosi duluan ingat bahwa lo yang bikin semua masalah ini" jawab Rahma dengan berteriak teriak sangat kencang dan sangat keras melebihi kerasnya batu dan kerasnya baja sedangkan Devia melototkan kedua matanya ke arah Rahma sementara Elsa yang melihat pertengkaran di hadapannya mereka harus mengambil alih kendali

__ADS_1


Soalnya kalau tidak bisa bisa Rahma dan Devia bakalan melakukan aksi teriak teriak sampai membuat heboh seluruh isi kampus itu sama saja membuat malu Elsa karena Devia dan Rahma berangkat ke kantin kampus bareng Elsa lebih tepatnya saat Rahma dan Devia makan di kantin kampus Elsa mendekat ke arah Devia dan Rahma


"Rahma Devia diam kalian berdua jangan ribut di sini ingat ini itu kantin tempat buat makan dan minum jadi jangan bikin malu gue dengan cara ribut di kantin kampus kalau kalian berdua pengin ribut lebih baik kalian berdua ribut di atas genteng biar lebih heboh dan menggemparkan seluruh isi di kampus ini lagian kalian berdua ribut ngga malu sama orang yang melihat kalian berdua ribut dan yang lebih memalukan lagi kalian berdua ngga malu sama semut yang berjalan di dinding tapi mereka semua tidak pernah ribut" jelas Elsa dengan nada berteriak sangat keras dan sangat kencang melebihi teriakan Rahma dan Devia tadi sementara Rahma dan Devia yang mendengar teriakan Elsa langsung kompak kaget sampai mereka berdua bergeser dari tempat mereka berdua berdiri


"Elsa lo ngga usah cerewet mulutnya gue koq lo yang ribet kalau gue sama Rahma berantem dan ribut di atas genteng masa mau menolong paling cuma menonton doang" perkataan Devia belum selesai sudah di potong oleh Elsa


"Devia lo diam atau gue bakalan suruh lo mentraktir gue sama Rahma sampai ratusan juta porsi makanan" ancam Elsa sambil menatap nyalang ke Devia sementara Rahma menatap ke arah Devia dengan tatapan mengejek sedangkan Devia langsung mengerucutkan bibirnya ratusan juta rupiah maksudnya ratusan juta centi ke depan mendengar ancaman yang keluar dari mulutnya Elsa


"Tuh Devia dengerin apa kata Rahma lo bakalan mentraktir gue sampai ratusan juta porsi makanan buat gue sama Elsa" celoteh Rahma sambil tersenyum miring ke Elsa sedangkan Devia menatap nyalang ke Rahma sementara Elsa mendelik ke Rahma


"Rahma kalau lo ribut juga bakalan gue suruh lo traktir makanan buat gue sama buat Devia sampai ratusan juta porsi" lagi dan lagi Elsa memberikan ancaman kepada Rahma membuat Devia tersenyum lebar menatap arah Rahma sementara Rahma memanyunkan bibirnya lima centi ke depan

__ADS_1


__ADS_2