
Sungguh Elsa bingung menghadapi kedua sahabatnya, kenapa Devia dan Rahma kompak menyuruh Elsa untuk tidak ikut campur.
Devia dan Rahma menatap sekilas ke arah Elsa, sedetik kemudian Devia dan Rahma saling menatap satu sama lain, tentunya sama sama mengeluarkan tatapan yang membunuh, dan asap yang banyak keluar dari kompor, maksudnya asap yang banyak keluar dari kepala Devia dan Rahma.
Elsa menatap ke arah Devia dan Rahma secara bergantian, Elsa bisa melihat tatapan yang tak bersahabat saling di keluarkan antara Elsa dan Devia.
"Elsa gue tahu lo membela Rahma makanya lo pakai mengaku kalau yang mencubit pinggang gue itu lo" ketus Devia tentunya masih menatap nyalang ke arah Rahma.
Rahma tersenyum sinis setelah mendengar perkataan Devia, lalu Rahma berkata sesuatu.
"Devia justru gue yakin Elsa itu membela lo, gue yakin tadi lo yang mencubit pinggang gue, tapi Elsa membela lo pakai bilang dia yang mencubit pinggang gue sama lo" sahut Rahma tak kalah ketus dari Devia.
Devia berdecih, mendengar omongan Rahma membuat Devia berpikir kalau Rahma sedang menabur drama.
Devia sangat yakin kalau yang mencubit pinggang Devia itu adalah tangannya Rahma, begitu juga sebaliknya Rahma juga sangat yakin kalau Devia yang mencubit pinggang Rahma.
Elsa pusing ratusan milyar keliling supaya Rahma dan Devia akur, sungguh Elsa malu sekali dengan kelakuan kedua sahabatnya yang sejak tadi heboh bertengkar.
"Devia, Rahma gue ngga sedang membela siapapun di sini, gue itu di sini jadi penengah" perkataan Elsa belum selesai namun sudah di potong oleh Devia.
"Elsa lo itu bukan wasit jadi lo itu bukan jadi penengah" ketus Devia sambil menatap nyalang ke arah Elsa.
Elsa menepuk keningnya sendiri dengan tangannya, sungguh Elsa heran sendiri dengan cara berpikir Devia.
Rahma menatap sebal ke arah Devia, sungguh menurut Rahma Devia itu menyebalkan, Rahma yakin Elsa belum selesai berbicara tapi malah sudah di potong oleh Devia.
__ADS_1
"Devia lo jangan memotong" perkataan Rahma terhenti karena kini Devia memotong perkataan Rahma.
"Rahma lo punya mata kan ? gue saat ini sedang berdiri anteng dan manis, jadi lo jangan menuduh gue sedang memotong, gue juga ngga sedang memegang gunting, silet, gunting rumput dan jenis alat potong lainnya, jadi lo jangan sembarangan nuduh" bentak Devia tak terima dengan apa yang di katakan oleh Rahma.
Rahma melototkan kedua matanya ke arah Devia, bahkan kedua matanya Rahma hampir keluar dari wadahnya.
Sungguh Rahma sedang terbakar emosi, ibaratnya kondisi Rahma saat ini seperti air yang mendidih, atau seperti kobaran api yang di siram dengan minyak tanah atau bensin.
Elsa hanya menggelengkan kepalanya samar mendengar jawaban absurd yang keluar dari Devia, sungguh Elsa tak habis pikir dengan kapasitas otaknya Devia yang cepat tanggap, saking cepat tanggapnya otak Devia membuat Devia sering memotong pembicaraan orang lain.
"Devia gue punya dua mata, matanya gue itu awas dan masih berfungsi dengan normal, lo memang sedang berdiri manis tapi mulutnya lo yang memotong perkataan gue sama perkataan Elsa, mata gue ngga buta jadi tanpa lo jelaskan ke gue juga gue sudah tahu kalau lo ngga memegang gunting, silet, gunting rumput, dan alat potong lainnya, gue ngga sembarangan menuduh tapi gue bicara fakta kalau lo sejak tadi memotong" perkataan Rahma yang panjangnya melebihi rel kereta api harus berhenti dan berganti dengan teriakan.
"Aaaaaaahhhhhh" teriak Rahma dengan sangat keras dan sangat kencang.
Mendapatkan serangan mendadak seperti itu membuat Rahma mengeluarkan teriakan, Rahma tak tinggal diam sedetik setelah Rahma berteriak tiba tiba tangannya Rahma ikut membalas perlakuan Devia, dengan cara Rahma menjambak rambutnya Devia.
Mendapat serangan mendadak seperti itu membuat Devia ikut mengeluarkan teriakan yang tak kalah keras dan tak kalah kencang dari teriakan Rahma.
"Aaaaaaahhhhhhh" Suara teriakan Devia menggema ke seluruh telinga orang yang ada di kantin kampus.
Elsa dengan cepat langsung berjalan ke arah Devia dan Rahma, kini Elsa bertekad untuk melerai pertengkaran, lebih tepatnya Elsa bertekad untuk melerai aksi saling jambak antara Devia dan Rahma.
Setelah Elsa melangkah kini Elsa sudah berada tepat di hadapan Rahma dan Devia, Elsa langsung melepaskan tangannya Rahma dari rambut Devia, namun sepertinya tangannya Rahma sudah terlanjur menempel di rambut Devia membuat Elsa tak bisa melepaskan tangannya Rahma dari rambut Devia.
Kemudian Elsa langsung beralih memegang dan mencoba menarik tangannya Devia dari rambutnya Rahma, namun sama halnya dengan tadi, Elsa tak bisa melepaskan tangannya Devia dari rambutnya Rahma.
__ADS_1
Elsa di buat frustasi gara gara ulah dari Rahma dan Devia, kini Elsa punya inisiatif sendiri dengan cara Elsa mencubit pinggang Devia dan Rahma secara bersamaan.
Cara yang di gunakan oleh Elsa rupanya berhasil, kini tangannya Devia dan tangannya Rahma kompak tak menjambak rambut satu sama lain.
Elsa mengukir senyum tipis di wajahnya setelah mengetahui cara yang di lakukan berhasil membuat Devia dan Rahma menghentikan aksi jambak menjambak satu sama lain.
"Aaaaaaahhhhhh" teriak Devia dan Rahma secara bersamaan, sungguh Devia dan Rahma kaget mendapat serangan berupa cubitan di pinggang mereka berdua.
Elsa sontak langsung menutup kedua telinganya dengan kedua tangannya setelah mendengar teriakan Devia dan Rahma yang sangat keras, hampir saja gendang telinganya Elsa rusak.
Dalam hatinya Elsa heran cara menghadapi sikap Devia dan Rahma supaya mereka berdua tidak berteriak secara mendadak.
"Devia ngapain lo mencubit pinggang gue ?" bentak Rahma sambil menatap tajam ke arah Devia.
Sementara Devia yang di tatap seperti itu, membuat Devia juga mengeluarkan tatapan yang tak kalah tajam dari Rahma.
"Rahma yang harusnya bertanya itu gue, apa salah gue kenapa lo sampai tega mencubit pinggang gue" bentak Devia sangat geram dengan tuduhan yang di keluarkan oleh Rahma.
Devia yang mendengar omongan yang keluar dari mulutnya Rahma, membuat Devia sontak tersulut emosi, bahkan secara tidak langsung Devia di tuduh oleh Rahma kalau Devia mencubit pinggang Rahma.
Kenyataannya bukan Devia yang mencubit pinggang Rahma, sehingga membuat Devia melototkan kedua matanya me arah Rahma, sungguh Elsa pusing ratusan milyar keliling melihat aksi mereka berdua.
Devia yang tak terima dengan tuduhan yang di layangkan oleh Rahma, membuat Devia tiba tiba berteriak, namun belum sempat berteriak terdengar suara teriakan Rahma.
"Devia asal lo tahu gue ngga mencubit pinggang lo, jadi lo jangan sembarangan menuduh, oh gue tahu atau ini akting lo melemparkan kesalahan kepada orang lain, lo yang mencubit pinggang gue tapi lo yang menuduh gue mencubit pinggang lo" bentak Rahma membuat Devia mendelik ke arah Rahma, sementara Elsa memijat pelipisnya sendiri.
__ADS_1