Ketemu Jodoh Lewat Dunia Maya

Ketemu Jodoh Lewat Dunia Maya
Semut Saja Kalau Bisa Ketawa


__ADS_3

Setelah beberapa puluh menit Rahma telah selesai memesan dua porsi makanan dan dua gelas minuman yang ingin sekali di minum dari kantin kampus lalu Rahma mulai melangkahkan kakinya menuju ke kursi yang tadi di duduki oleh dirinya dan Devia sementara Devia yang sedang memainkan handphone miliknya begitu melihat Rahma sedang berjalan ke arahnya sembari membawa nampan yang berisi makanan dan minuman langsung memasukkan handphone miliknya ke saku celananya apalagi melihat Rahma membawa dua porsi makanan dan dua gelas minuman senyuman lebar langsung terbit di wajah cantiknya Devia karena mengira satu porsi makanan dan satu gelas minuman itu untuk dirinya tak terasa Rahma telah sampai di samping kursi yang tadi dia duduki buru buru dia meletakkan nampan yang berisi makanan dan minuman ke atas meja lalu Rahma menjatuhkan berat badannya ke kursi yang tadi di dudukinya


"Devia ngapain lo ngelihatin gue terus gue tahu koq kalau gue memang lebih cantik dari lo makanya lo kagum sama gue tapi gue sukanya lawan jenis bukan sejenis" ucap Rahma sambil menatap ke arah Devia setelah dirinya duduk manis di kursinya lalu Rahma langsung menyantap makanan yang tadi di pesan sementara Devia langsung mengerucutkan bibirnya lima centi ke depan


"Ih Rahma apa apaan sih lo semut saja kalau bisa ketawa pasti ngetawain lo gara gara kata kata lo sudah terbukti bahwa gue lebih cantik dari lo kalau ngga percaya tanya saja sama rumput yang bergoyang" bangga Devia sembari tangannya menepuk nepuk dadanya dengan kedua tangannya seakan sedang membanggakan dirinya sendiri membuat Rahma memutar bola matanya malas


"Yang ngetawain gue itu semut atau lo ? karena lo ngiri sama kecantikan gue banyak yang bilang lebih cantik gue dari pada lo keputusan ngga bisa di ganggu gugat gue ngga gila jadi gue ngga bakalan mau bertanya sama rumput yang bergoyang sampai gajah bertelur juga tuh rumput ngga bakalan menjawab mungkin karena saking asyiknya bergoyang sehingga ngga mendengarkan orang bertanya" goda Rahma sambil terkekeh sebentar lalu mengambil gelas yang ada di meja untuk memesan minuman yang di pesan tadi sedangkan Devia memutar bola matanya jengah


"Rahma ngapain gue ngiri sama lo ? karena lebih cantik gue di banding lo paling orang yang bilang lo cantik matanya katarak makanya ngga bisa melihat ada yang lebih cantik dari lo yaitu gue memangnya lagi lomba pakai bilang keputusan ngga bisa di ganggu gugat tapi koq lo kayak orang gila walaupun lo bilang ngga gila ? lo ngga bakalan bertanya ke rumput yang bergoyang namun lo bakalan bertanya ke nyiur yang melambai sama saja tuh nyiur ngga bakalan jawab tuh rumput bukannya karena sedang asyik bergoyang namun karena rumputnya budeg makanya ngga dengar orang bertanya ke dia" ucap Devia sambil tersenyum tipis ke arah Rahma sementara Rahma sedang sangat sibuk dan asyik menyantap makanan yang di pesan tadi

__ADS_1


"Kalau lo merasa lebih cantikan lo coba lo tanya saja sama sapi kalau sapinya jawab lebih cantikan lo berarti memang lo cantik tapi kalau lo bertanya ke sapi dan sapinya ngga jawab lebih cantikan lo berarti lo ngga cantik menurut sapi apalagi menurut orang haha haha" jelas Rahma lalu tertawa terbahak bahak sementara Devia membulatkan kedua matanya ingin sekali dirinya menyumpal mulutnya Rahma dengan cabai yang banyak supaya kepedesan namun di meja tidak ada cabai kata katanya Rahma itu lebih tajam dari pada pisau yang menusuk pohon pisang kata kata Rahma juga lebih pedas dari cabai rawit sembilan ratus sembilan puluh sembilan kilo


"Rahma mana ada sapi bisa ngomong aneh banget lo" dengus kesal Devia sembari melototkan kedua matanya ke arah Rahma seakan matanya Devia akan di copot dan terbang ke pohon sampai dunia kiamat juga sapi ngga akan bisa bicara seperti bahasa manusia


Devia sudah melototkan kedua matanya ke arah Rahma tapi Rahma masih sibuk menyantap makanan miliknya dengan sangat lahap sehingga tatapan mata Devia langsung beralih ke mata Rahma yang sedang fokus mengarah ke makanan yang di santap oleh Rahma lalu Devia menemukan satu porsi makanan dan satu gelas minuman yang masih utuh dan belum tersentuh sama sekali oleh Rahma membuat tatapan mata Devia langsung berbinar ke arah makanan dan minuman yang belum tersentuh sama sekali oleh Rahma dia menjadi sangat yakin bahwa makanan dan minuman itu sangat ingin di makan dan di minum oleh dirinya buktinya makanan dan minuman itu tidak berusaha kabur dari hadapan Devia


"Ternyata Rahma baik banget sama gue walaupun dia bilang ngga mau memesankan makanan dan minuman buat gue waktu gue teriak teriak tapi Rahma tetap memesankan makanan dan minuman buat gue ngga nyangka ternyata Rahma perhatian banget sama gue lebih baik gue memakan makanannya sekarang saja gue yakin banget kalau makanan dan minuman itu minta di makan dan di minum oleh gue" batin Devia dengan kedua mata yang berbinar binar seperti habis dapat jackpot dan memang uang banyak dan raut wajah Devia bersinar melebihi sinarnya rembulan di malam hari


"Devia lo mau ngapain ?" sambil tetap menangkis tangan Devia yang akan bertengger ke makanan miliknya tangannya Rahma juga langsung mendorong tubuh Devia supaya tidak bisa menjangkau makanan miliknya sedangkan tubuh Devia mampu menopang berat tubuhnya sehingga tubuhnya Devia cuma menjauh dari Rahma karena serangan mendadak dari Rahma namun beruntung Devia tidak sampai mencium wanginya lantai

__ADS_1


"Rahma lo ngga usah dorong dorong gue karena gue bukan pengemis" pekik Devia berdiri dari tempat duduknya lalu Devia berkacak pinggang menatap nyalang ke arah Rahma sementara Rahma tanpa dosa melanjutkan memakan makanan miliknya yang tadi sempat tertunda


"Devia lo bukan pengemis tapi lo maling yang mau ngerampok makanan gue iya kan ngaku lo" bentak Rahma sambil menatap nyalang ke arah Devia sedangkan Devia melototkan kedua matanya ke arah Rahma tidak terima dirinya di katakan maling yang mau merampok makanan miliknya Rahma padahal kan dirinya itu pencuri yang akan mencuri makanan miliknya Rahma untuk di masukkan ke dalam perutnya


"Gue ngga bermaksud merampok makanan lo Rahma tapi kan lo pesan dua porsi makanan buat siapa lagi ? yang satu porsi makanan pasti buat gue soalnya kalau buat semut ngga mungkin karena makanannya terlalu banyak buat semut, untuk burung juga ngga mungkin karena ngga ada burung yang masuk ke kantin kampus, untuk lalat juga ngga mungkin porsinya kebanyakan nanti malah ngga habis kalau di makan lalat doang kalau bukan buat gue satu porsi makanan pesanan lo buat siapa lagi tembok kan ngga bisa makan, meja juga ngga bisa makan, kursi juga ngga bisa makan" jelas Devia sambil memancarkan senyuman lebar di wajahnya sementara Rahma tercengang mendengar perkataan Devia


"Devia tapi ini" kalimat Rahma belum selesai sudah di potong oleh Devia


"Makasih banyak Rahma karena lo sahabat gue yang paling pengertian dan yang paling baik banget waktu gue pesankan makanan dan minuman sekalian ke lo tadi jawabannya ngga mau tapi kenyataannya lo malah memesankan makanan dan minuman sekaligus buat gue" jawab Devia panjang lebar melebihi panjangnya gamis lalu dirinya terkekeh kecil sementara Rahma memicingkan satu mata ke arah Devia

__ADS_1


"Devia gue pesan dua porsi makanan dan dua gelas minuman buat gue semuanya bukan buat lalat, burung, dan semut dan buka. Nia buat tembok, kursi, dan meja ingat gue pesan dua porsi makanan dan dua gelas minuman buat gue semuanya bukan buat lo" bentak Rahma sambil melototkan kedua matanya ke arah Devia sementara Devia membelalakkan matanya sangat lebar dengan mulut menganga refleks Devia menutup mulutnya dengan kedua tangannya andai ada lalat lewat pasti lalatnya masuk ke dalam mulutnya Devia saling lebarannya mulut itu menganga sementara Rahma acuh tak acuh lalu melanjutkan menyantap makanan miliknya


__ADS_2