Ketemu Jodoh Lewat Dunia Maya

Ketemu Jodoh Lewat Dunia Maya
Tanyakan Kepada Nyiur Yang Melambai


__ADS_3

Devia sudah mempunyai ide briliant supaya Rahma dan Elsa mendengar suaranya, yaitu dengan cara menjambak rambut mereka berdua, atau menampar pipi mereka berdua, atau menjewer telinga mereka berdua.


Intinya Devia kesal dengan kelakuan Rahma dan Elsa yang kompak menutup kedua telinganya dengan kedua tangannya, sungguh Devia ingin sekali teriak sekeras kerasnya dan sekencang kencangnya, tapi Devia takut suara teriakan dia tidak di dengar oleh Rahma dan Elsa, sehingga akan membuat suara merdu Devia terbuang mubazir, makanya supaya tidak mubazir Devia tidak mengeluarkan suara sekeras kerasnya dan sekencang kencangnya.


Devia berjalan mendekat ke arah Elsa dan Rahma, lalu setelah posisi Devia dekat dengan Elsa dan Rahma, tangannya Devia terulur untuk menjambak rambutnya Elsa dan Rahma secara bersamaan, tangannya Devia yang kiri di gunakan Devia untuk menjambak rambut Rahma, sementara tangan Devia yang kanan di gunakan buat menjambak rambutnya Elsa.


Rahma dan Elsa yang serentak mendapat serangan mendadak dari Devia berupa jambakan di kepala mereka berdua, membuat Elsa dan Rahma kompak melepaskan kedua tangannya mereka berdua dari telinga mereka berdua, itu reaksi kaget yang di keluarkan oleh mereka berdua.


Bahkan Rahma malah mengeluarkan jurus kaget lain dengan cara mendorong tubuhnya Devia sekencang kencangnya, sehingga membuat Devia hampir saja jatuh ke lantai mencium aroma wanginya lantai, namun Devia bisa menahan berat tubuhnya sehingga Devia tak terjatuh ke lantai dan mencium wanginya lantai.


"Rahma apa apa sih lo kenapa lo main dorong gue segala, di kira gue gerobak dorong, beruntung gue bisa menahan berat badan gue sehingga gue ngga jatuh dan mencium wanginya lantai" bentak Devia yang sudah tersulut emosi, bahkan kepalanya Devia mungkin sudah mengeluarkan tanduk yang sangat panjang, atau bahkan mengeluarkan kepulan asap yang banyak.

__ADS_1


Sementara Rahma yang melihat Devia hampir terjatuh hanya tertawa kecil, bahkan Rahma melupakan rasa sakit akibat jambakan yang tadi di lakukan oleh Devia, mungkin karena Rahma merasa bahagia sudah membalas perlakuan Devia dengan cara mendorong tubuh Devia dengan sekeras kerasnya, dan sekencang kencangnya.


Kini Devia malah melepaskan jambakan tangannya dari kepala Rahma dan kepala Elsa, itu Devia lakukan akibat Devia yang kaget menerima serangan mendadak yang di keluarkan oleh Rahma, yaitu Rahma mendorong tubuhnya Devia sehingga refleks akibatnya Devia melepaskan jambakan tangannya dari rambut Elsa dan Rahma.


Elsa kini memegang rambutnya yang baru saja jadi korban tangannya Devia, sungguh kepalanya Elsa hampir pecah akibat jambakan tersebut, bahkan kepalanya Elsa juga merasa pedas koq kayak cabe, maksudnya kepalanya Elsa juga merasa perih akibat jambakan dari Devia.


"Haha Devia itu akibat yang lo terima karena lo ganggu gue, itu belum seberapa karena gue bisa saja mengikat lo dan ngga memberi makan ke lo, kalau lo ganggu gue lagi" jelas Rahma dengan tawa yang menghiasi wajahnya, sementara Devia membelalakkan matanya sangat lebar dengan mulut menganga, sedangkan Elsa tersenyum tipis sembari masih memegang kepalanya.


Devia menatap nyalang ke arah Rahma, sungguh Devia tidak terima di tuduh bahwa Devia ganggu Rahma, padahal menurut Devia dia sama sekali tak menggangu Rahma, malah seenak jidatnya sendiri Rahma menuduh Devia seperti itu, karena geram membuat Devia berteriak sekeras kerasnya dan sekencang kencangnya.


"Rahma gue ngga terima lo nuduh gue kalau gue ganggu lo, kenyataannya gue ngga ganggu lo sama sekali, buktinya gue ngga menghalangi jalannya lo, kalau yang namanya mengganggu itu orang yang menghalangi jalan orang tersebut" teriak Devia dengan sangat keras dan sangat kencang, hampir saja suara teriakan Devia membuat semua pengunjung kantin kampus langsung mengalami gendang telinga rusak akibat suara teriakan Devia yang sangat keras dan sangat kencang.

__ADS_1


Karena mendengar perkataan dari Devia membuat Rahma langsung menghentikan tawanya secara mendadak, lalu Rahma menatap nyalang ke arah Devia, sungguh Rahma tak terima dengan jawaban yang di keluarkan oleh Devia, menurut Rahma Devia itu mengganggu tapi kenapa Devia tak mengakuinya itu isi hati Rahma.


"Devia mengganggu itu bukan cuma menghalangi jalan gue, tapi lo tadi menjambak rambut gue juga bisa di katakan mengganggu, ngga semua mengganggu itu kalau menghalangi jalan, karena membuat orang lain marah duluan juga bisa di katakan mengganggu" teriak Rahma sangat keras dan sangat kencang, sementara Devia dan Elsa kompak menutup kedua telinganya mereka berdua, sungguh teriakan Rahma sangat menggangu telinga mereka, bukan cuma itu saja tapi teriakan Rahma hampir merusak gendang telinga mereka berdua.


Devia yang tak terima dengan tuduhan yang di layangkan oleh Rahma, membuat Devia tersulut emosi, bahkan dengan kedua tangan yang menutup telinga Devia berteriak sekeras kerasnya dan sekencang kencangnya melebihi suara teriakan Rahma.


"Rahma yang namanya mengganggu itu pasti menghalangi jalan, lo ngga pernah makan bangku sekolahan, kayak gitu doang lo ngga paham bikin emosi saja, cuma menjambak rambutnya lo pasti ngga di katakan mengganggu, itu pasti cuma akal akalan lo saja, bahasa gaulnya itu cuma drama yang lo buat cuma buat bikin heboh sedunia, kalau lo ngga percaya yang namanya mengganggu itu menghalangi jalan silahkan lo tanyakan kepada nyiur yang melambai atau rumput yang bergoyang, kalau diam berarti benar kalau yang namanya menganggu itu kalau menghalangi jalan doang, selain itu tidak bisa di katakan mengganggu, siapa yang buat orang lain marah duluan, gue ngga merasa buat marah orang lain duluan, karena gue selalu baik ke orang, bahkan saking baiknya gue sama orang, lo sering minta di traktir sama gue" jelas Devia dengan teriakan sekencang kencangnya dan sekeras kerasnya, sementara Elsa tak mendengar suara teriakan Devia karena Elsa masih menutup kedua telinganya dengan kedua tangannya.


Rahma yang mendengar suara teriakan Devia yang sangat keras dan sangat kencang, membuat Rahma terlonjak kaget sampai berpindah dari tempat dirinya berdiri, hampir saja Rahma terjatuh mencium aromanya lantai, namun Rahma masih bisa menahan berat badannya sehingga Rahma tak mencium aromanya lantai.


"Devia gue ngga budeg dan ngga tuli jadi lo ngga usah teriak teriak kayak gitu" teriak Rahma melebihi kerasnya dan kencangnya dari suara teriakan Devia, sementara Devia tak bergeming sedikitpun, sama seperti Elsa yang tak bergeming, mereka berdua hanya sibuk menutup kedua telinganya mereka berdua, supaya tak mendengar suara teriakan yang sangat menggangu telinga mereka berdua.

__ADS_1


Setelah Rahma menunggu selama beberapa puluh jam, kelamaan dong maksudnya setelah Rahma menunggu selama beberapa puluh menit, namun Devia tapi mendengar jawaban yang keluar dari Devia, hal itu membuat Rahma menatap tajam ke arah Elsa dan Devia secara bergantian.


__ADS_2