
Safa dan Hendra sekarang sudah duduk manis di kantin perusahaan miliknya Safa dengan makanan yang berada di hadapan mereka berdua lalu Safa dan Hendra mulai menyantap makanan yang di pesan Safa rasa makanan yang begitu enak membuat Safa menyantap makanan miliknya dengan begitu lahap sehingga dirinya tidak menyadari bahwa dari tadi Hendra sering meliriknya saat tidak mendengar dentingan sendok dan piring dari piring milik Hendra membuat Safa yang sedang mengunyah makanan karena di selimuti rasa penasaran tingkat dewa dan rasa penasaran yang sangat tinggi membuat Safa menatap ke arah Hendra yang sedang menatap ke arahnya sedang mengacak ngacak makanan yang ada di piring miliknya Hendra apa dari tadi hanya Safa yang menikmati makanan yang dia pesan dan makan dengan lahap ? apa semut juga menikmati makanan maksudnya Hendra juga menikmati makanan yang di pesan oleh Safa ? karena melihat Hendra yang sedang menatapnya membuat Safa menatap ke arah kanan, kiri, depan, belakang, atas, bawah, di atas pohon kalau lokasinya di atas pohon karena lokasinya di kantin perusahaan membuat Safa juga menatap ke arah langit kalau ada di halaman rumah atau ada di taman berhubung sekarang ada di kantin perusahaan jadi lebih tepatnya Safa memijat ke arah langit langit yang ada di kantin perusahaan
"Hendra kamu ngelihatin apa ?" tanya Safa sambil menatap lekat wajahnya Hendra sementara Hendra yang diam saja karena sedang asyik dengan dunianya yaitu melamun sang pujaan hati siapa lagi kalau bukan Safa yang saat ini sedang menyantap sarapan bareng
"Safa kalau lo tadi menyuapi makanan ke gue karena perasaan cinta lo ke gue pasti gue bakalan senang banget dan gue bakalan mengajak lo menikah dalam waktu dekat tapi lo nyuapin gue karena merasa ngga enak kalau lo harus makan sendirian dan yang membuat gue kecewa adalah lo cuma menganggap gue sebagai teman lo doang dan status gue yang menjadi rekan bisnis perusahaan lo makanya lo menganggap selalu menganggap gue becanda kalau gue bilang gue cinta ke lo padahal gue serius gue jadi takut mengutarakan isi hatinya gue lagi ke lo setelah lo sering bilang gue becanda cinta sama lo gue ngga mau setelah gue mengutarakan isi hatinya gue ke Safa malah bikin Safa ngga nyaman dan menjauhi gue tapi gue ngga nyangka ternyata lo cinta sama laki laki lain itu cukup membuat gue agak kaget apa itu alasan lo sering bilang becanda ke gue setiap gue mengutarakan isi hatinya gue ke lo setiap gue bilang cinta ke lo pasti lo jawabnya becanda karena lo cinta sama laki laki lain" monolog Hendra sambil mengacak ngacak makanan miliknya lalu menatap Safa sedangkan Safa melihat Hendra yang belum menjawab pertanyaan dari Safa tapi matanyq menatap ke arah Safa membuat Safa berpikir apakah Hendra tuli ? atau Hendra mulai budeg ? kalau tuli dan budeg kenapa dari tadi sebelum makanan datang dirinya menyambung mengobrol dengan Hendra apa Hendra tuli gara gara makanan panas yang menyiram telinganya Hendra ? sehingga membuat Safa bertanya ke Hendra lagi
"Hendra" panggil Safa sambil mengeraskan suaranya dan Safa melambaikan kakinya maksudnya Safa melambaikan tangannya di depan wajah tampan Hendra sementara Hendra yang mendengar panggilan Safa mungkin lebih tepatnya Hendra mendengar suara merdu Safa dan dirinya juga melihat Safa melambaikan tangan di depan wajahnya membuat Hendra langsung bertanya
"Ada apa Safa ?" tanya Hendra mengumbar senyum lebar di wajahnya sambil menatap Safa sementara Safa mengerutkan keningnya heran
__ADS_1
"Hendra harusnya aku yang bertanya ke kamu kenapa dari tadi aku panggil kamu ngga dengar ? pasti kamu sedang melamun apa kamu ada masalah ?" tanya Safa meloncatkan pertanyaan bertubi tubi sambil memicingkan satu mata ke arah Hendra sementara Hendra menggaruk garuk tengkuknya yang tidak gatal sama sekali
"Ngga Safa aku ngga ada masalah apa apa" jawab Hendra sambil tersenyum lembut ke arah Safa mungkin senyum lembut yang Hendra pancarkan melebihi lembutnya kain sutera sedangkan Safa menatap Hendra sambil memicingkan satu mata ke arah Hendra
"Hendra apa makanan di perusahaan aku rasanya ngga enak sehingga kamu tidak memakan makanan miliknya kamu dan hanya mengaduk ngaduk makanan di piring kamu di kira sedang buat kue pakai mengaduk ngaduk segala atau sedang mengolah sop ikan yang memasaknya harus di aduk aduk supaya bumbunya merata ke seluruh sop ikan" tanya Safa sambil masih menatap Hendra yang tangannya sedang rajin dan sibuk mengaduk ngaduk makanan di piringnya sementara Hendra langsung menghentikan adukan makanan di piringnya lalu menatap Safa yang sedang menatap dirinya membuat Hendra tersenyum kikuk
"Haha haha kamu lucu banget Hendra makanan untuk di makan bukan untuk di koleksi ngapain kamu mengaduk ngaduk makanan kamu memangnya kamu mau menjadikan makanan kamu adonan buat di jadikan koleksi" jawab Safa sambil tertawa terbahak bahak sedangkan Hendra terkekeh kecil mendengar jawaban Safa
"Safa aku senang bisa melihat kamu tertawa lepas kayak gitu" timpal Hendra sambil menatap Safa yang masih sibuk dan asyik tertawa terbahak bahak mendengar omongan Hendra membuat Safa menghentikan tawanya dalam sekejap lalu menatap ke arah Hendra
__ADS_1
"Hendra kamu ngga amnesia dan ngga pikun kan ? ini bukan pertama kalinya aku tertawa lepas di hadapan kamu" jawab Safa sambil menatap lekat ke arah Hendra sementara Hendra tersenyum kikuk sambil menggaruk garuk tengkuknya yang tidak gatal sama sekali mendadak Hendra menjadi salah tingkah
"Safa aku ngga amnesia dan ngga pikun koq bahkan setiap hari aku selalu terbayang bayang wajah kamu yang cantik" jawab Hendra keceplosan sehingga membuat Safa yang akan memasukkan sendok yang berisi makanan ke dalam mulutnya langsung meletakkan sendok itu ke dalam piring lalu Safa menatap ke arah Hendra yang sedang menatap dirinya dengan lekat tanpa berkedip sedikitpun
"Kamu bilang apa tadi Hendra ? kamu terbayang bayang sama wajahnya aku yang sangat cantik ? kamu becanda kan Hendra bilang kayak gitu supaya aku senang di bilang cantik ?" cerca Safa dengan bermacam macam pertanyaan sambil memicingkan satu mata ke arah Hendra sedangkan Hendra menggaruk garuk kepalanya yang tidak gatal apa mungkin karena banyak kutu buku maksudnya banyak kutu rambut jadi Hendra sibuk menggaruk garuk kepalanya yang benar adalah karena Hendra salah tingkah keceplosan bilang Safa itu cantik dan Hendra sering terbayang bayang wajahnya Safa
"Memangnya tadi aku bicara apa Safa ?" tanya Hendra berpura pura bego dan berpura pura lupa sementara Safa menatap tajam ke arah Hendra
"Hendra kamu tadi bilang aku cantik dan kamu selalu terbayang bayang sama wajah aku apa yang kamu katakan itu benar Hendra ?" tanya Safa sambil menatap ke arah Hendra menunggu jawaban yang akan di keluarkan oleh Hendra sementara Hendra menggaruk garuk tengkuknya yang tidak gatal sama sekali dirinya merutuki kebodohannya karena keceplosan berkata seperti tadi ke Safa
__ADS_1