
Satria mulai melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang sementara Nia masih tetap menatap mobil yang di kendarai suaminya setelah mobil yang di kendarai suaminya tidak kelihatan di penglihatan Nia karena mobilnya Satria yang sudah jauh dari rumah membuat Nia langsung bersiap untuk masuk ke dalam rumah untuk bersiap siap berangkat ke perusahaan miliknya
"Semoga Tuhan secepatnya menjodohkan Safa supaya Safa berubah sikap menjadi baik hati lagi kepada aku dan suami aku biasanya Safa tidak pernah meninggalkan aku dan suami aku kalau sedang bicara tapi semenjak Safa mencintai Pram dan Pram menolaknya malah Safa jadi seperti ini sampai Safa belum sarapan pagi ini biasanya pasti Safa akan tetap sarapan kalau mau berangkat ke perusahaan" gumam Nia sambil melanjutkan perjalanan kakinya menuju ke ruang makan setelah sampai Nia langsung membawa gelas kotor dan piring kotor bekas sarapan dirinya dan suaminya ke dapur
Hendra telah sampai di perusahaan miliknya Safa setelah Hendra memberhentikan mobilnya langsung Hendra bercermin di kaca spion mobilnya bukan bercermin di kaca spion mobil orang sekarang Hendra sedang bercermin untuk melihat penampilannya apakah dirinya sudah terlihat ganteng atau tampan ? setelah bercermin selama beratus ratus menit kelamaan dong maksudnya setelah bercermin selama beberapa menit Hendra langsung membuka pintu mobilnya dan turun dari mobilnya lalu Hendra menutup pintu mobilnya setelah itu Hendra melangkah menuju ke ruang kerja Safa banyak karyawan dan karyawati yang bekerja di perusahaan miliknya Safa tersenyum ramah dan menyapa Hendra membuat Hendra hanya menganggukkan kepalanya dan tersenyum tipis sebagai jawaban dari sapaan dari mereka semuanya
"Gue mau bikin surprise ke Safa pasti Safa bakalan senang melihat kehadiran gue di kantornya dengan begitu gue yakin Safa pasti perlahan akan membuka hatinya buat gue" monolog Hendra sambil masih tetap melangkah menuju ke ruangan kerja miliknya Safa
Safa merasa lapar saat duduk di kursi di kursi kebesaran miliknya sehingga otak cerdasnya Safa berpikir akan ke kantin perusahaan miliknya untuk sarapan karena dirinya lapar karena belum sarapan di rumah bukan pergi ke lapangan perusahaan untuk berjemur di lapangan atau pergi ke halaman kantor perusahaan untuk berlarian karena tadi Safa marah kepada papanya yang menasehati supaya tidak mengejar ngejar Pram sehingga tidak nafsu buat makan di rumah lalu Safa melangkah menuju ke pintu di ruangan kerja miliknya dan tanpa ragu Safa memegang gagang pintu ruangan kerja miliknya saat Safa akan membuka pintu ruangan kerjanya tiba tiba ruangan kerjanya terbuka membuat Safa terlonjak kaget karena kehadiran sosok orang yang membuka pintu ruangan kerja miliknya
"Safa kamu mau kemana ?" tanya seorang pria yang tadi membuka pintu ruangan kerja Safa yang sekarang berada di depan pintu ruangan kerja Safa nama laki laki itu adalah Hendra
"Hendra kamu ngagetin aku saja" jawab Safa sambil kedua tangannya berada di depan dadanya jurus kaget yang sempat di keluarkan oleh Safa sementara Hendra tersenyum kikuk
"Maaf Safa kalau aku bikin kaget kamu" sahut Hendra tulus sambil menundukkan kepalanya sementara Safa menerbitkan senyuman lebar melihat tingkah Hendra yang seperti itu
"Ngga papa koq Hendra aku ngga marah sama kamu sama sekali" kata Safa sambil mengusap bahunya Hendra sedangkan Hendra yang mendapat serangan dari tangan lembutnya Safa ada di bahunya membuat jantung Hendra berdetak lebih kencang dan berdetak lebih cepat seperti musik diskotik
"Makasih Safa" jawab Hendra sambil mendongakkan kepalanya untuk menatap ke wajah cantiknya Safa sementara Safa yang sedang menatap ke arah Hendra langsung menganggukkan kepalanya mantap
__ADS_1
"Hendra acara meeting di kantor aku nanti sekitar pukul sepuluh pagi bukan sekarang" jelas Safa sambil mengerutkan keningnya dan merasakan musik yang di tabuh di perutnya sedangkan Hendra nampak berpikir sebentar lalu menjawab
"Aku tahu Safa" jawab Hendra singkat sambil mengulum senyum tipis menatap Safa senyuman Hendra sangat tipis sehingga hanya dirinya saja yang tahu kalau dirinya sedang tersenyum saking tipisnya senyuman yang di pancarkan Hendra
"Hendra lalu kamu ngapain ada di kantor aku ? apa kamu lagi ngga sibuk di perusahaan makanya kamu ada di sini ?" cerca Safa sambil memicingkan satu mata ke Hendra dan tanpa ragu Safa melangkah mendekati Hendra membuat Hendra jantungan maksudnya lebih tepatnya jantung Hendra bermasalah karena jantung Hendra berdetak lebih kencang dan berdetak lebih cepat saat Safa akan mendekat ke arahnya
"Aku mau ketemu sama kamu Safa boleh kan ?" tanya Hendra sambil tetap mematung di tempatnya sedangkan Safa langsung mengeluarkan tawanya yang sangat renyah melebihi renyahnya wajan
"Haha haha boleh Hendra tapi aku mau makan dahulu di kantin perusahaan miliknya aku soalnya aku tadi belum sarapan karena buru buru berangkatnya takut terlambat" jawab Safa sambil masih tetap tertawa terbahak bahak sedangkan Hendra membulatkan kedua matanya
"Safa walaupun kamu buru buru kamu harus tetap makan apa aku perlu menyuapi kamu setiap hari saat jam makan supaya kamu sarapan dan ngga telat makan ? tapi Safa sebenarnya meeting kita jadwalnya pukul sepuluh dan kamu masih ada waktu buat sarapan dahulu" nasehat Hendra sambil menatap ke arah Safa dengan perasaan penuh tanda tanya sedangkan Safa langsung menghentikan tawanya dalam sekejap tawa itu musnah entah kemana setelah mendengar omongan Hendra membuat Safa tersenyum masam
"Hendra tadi aku ada masalah sama papa aku sehingga membuat aku ngga nafsu buat makan dan sarapan di rumah makanya aku memutuskan untuk makan di perusahaan saja" jawab Safa sambil mengawang awang kejadian tadi pagi dengan papanya sedangkan Hendra mengerutkan keningnya heran
"Apa gue cerita yang sebenarnya kepada Hendra kalau papa gue menyuruh gue menjauhi Pram dan papa gue menyuruh supaya gue ngga usah mengejar ngejar Pram lagi karena setiap gue mengejar ngejar Pram dia ngga melihat gue tapi kalau gue cerita ke Hendra pasti dia juga akan menyuruh gue menjauhi Pram" batin Safa sambil tetap diam dan belum menjawab pertanyaan Hendra sedangkan Hendra tahu kalau Safa sedang melamun
"Safa" panggil Hendra sambil mengguncang bahunya Safa sementara Safa yang mendapat guncangan di bahunya membuat Safa tersadar dari lamunannya dan dengan cepat membubarkan lamunannya
"Ada apa Hendra ?" tanya Safa sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal karena ketahuan melamun
__ADS_1
"Kamu ada masalah apa sama papa kamu Safa ?" bukannya menjawab Hendra malah bertanya ke Safa sambil masih menangkup wajah Safa
"Hendra aku lapar banget karena aku belum sarapan apa kamu mau ikut aku ke kantin ?" tanya Safa sambil melepaskan tangannya Hendra yang menempel di wajahnya Safa sementara Hendra menghembuskan nafas agak kecewa karena tidak mendapat jawaban dari Safa
"Safa aku tahu sebenarnya kamu menghindari pertanyaan aku sebenarnya apa yang membuat kamu berantem sama papa kamu aku jadi penasaran aku akan cari tahu dan akan bertanya sama papa kamu" monolog Hendra sambil menatap wajahnya Safa sementara Safa yang dari tadi mengoceh namun tak di dengarkan oleh Hendra membuat Safa memegang lengannya Hendra
"Hendra kamu kenapa ?" tanya Safa sambil memegang lengan Hendra dan Hendra yang mendapat serangan dari tangannya Safa di lengannya membuat Hendra tersadar dari lamunannya
"Safa apa kamu mau makan ke kantin sekarang ?" tanya balik Hendra sambil tangannya Hendra menimpali tangannya Safa di atasnya
"Iya Hendra aku lapar banget" jawab singkat Safa sambil berusaha melepaskan tangannya dari lengan Hendra sementara Hendra malah mengencangkan lengannya Safa di lengannya sehingga tangannya Safa tetap berada di lengannya Hendra
"Ayo Safa kita berdua makan sekarang" ajak Hendra sambil melangkah menuju ke kantin perusahaan miliknya Safa sementara Safa mengikuti Hendra di sampingnya
"Hendra boleh aku minta tolong ?" tanya Safa kepada Hendra mendengar kalimat Safa meminta tolong membuat Hendra langsung menghentikan langkahnya dan menatap ke wajahnya Safa
"Tolong lepaskan tangannya aku di lengan kamu soalnya ngga enak di lihat oleh karyawan di perusahaan aku nanti di kira kita berdua pacaran oleh mereka" pinta Safa sambil berbisik di telinga Hendra sementara Hendra yang mendengar kalimat pacaran dari mulutnya Safa langsung mengumbar senyum tipis
"Memangnya kenapa kalau mereka berdua mengira kita berdua pacaran ?" tanya Hendra sambil menatap lekat wajahny Safa sementara Safa langsung membulatkan kedua matanya
__ADS_1
"Kita berdua ngga pacaran Hendra" ucap Safa sambil menggeleng gelengkan kepalanya menatap Hendra sedangkan Hendra menganggukkan kepalanya dan melepaskan tangannya refleks membuat tangan Safa bebas dan Safa mulai melangkahkan kakinya ke kantin di ikuti oleh Hendra
"Safa tapi gue akan berusaha supaya Kuta berdua sebentar lagi pacaran" batin Hendra sambil mengikuti jejak langkah kakinya Safa