
Rahma sama Devia masih betah di kantin kampus entah apa yang mereka berdua lakukan apakah mereka berdua sibuk memunguti sampah ke tempat sampah, atau menyapu di genteng maksudnya menyapu di lantai, atau mereka berdua sibuk mencuci piring di atas pohon memangnya bisa mencuci piring di atas pohon ? jangan mencuci piring di atas pohon takutnya piringnya pecah dan yahh lebih parah lagi mereka berdua jatuh dari atas pohon pasti akan menggemparkan seisi hewan lebih tepatnya menggemparkan seluruh dunia karena mengira bahwa mereka berdua bodoh dan tolol karena kalau mau mencuci piring itu di tempat cuci piring bukan di atas pohon, atau mungkin mereka berdua di kantin sibuk menanam pohon tapi kalau di kantin sudah memakai lantai memangnya bisa di tanami pohon ? yang benar itu Rahma dan Devia sedang sibuk membicarakan pacar Devia
"Rahma jadi pacar lo itu jadi CEO di salah satu perusahaan ?" tanya Devia sambil memasang wajah penuh tanda tanya sementara Rahma dengan cepat menganggukkan kepalanya dengan mantap
"Iya Devia pacar gue jadi ceo di perusahaan miliknya sendiri" jawab Rahma sambil mengukir senyum lebar di wajahnya sedangkan Devia terbelalak dengan mulut menganga refleks tangan Devia langsung menutup mulutnya beruntung Devia cuma terbelalak ngga kebayang kalau Devia sampai pingsan apa sanggup Rahma menggendong Devia ke ruang UKS ? atau malah di biarkan tergeletak seorang diri di kantin kampus ?
"Wow Rahma hebat banget pacar lo jadi ceo di umurnya yang masih muda dan tampan lo sangat beruntung bisa dapatkan dia" jawab setelah Devia sambil menangkup wajahnya Rahma sementara Rahma menganggukkan kepalanya tanpa membuang senyum lebar di wajahnya
"Iya alhamdulillah Devia gue beruntung dapat pacar seperti Odin yang menurut gue sempurna banget" jelas Rahma sambil memegang rambut Devia lalu terkekeh sementara Devia tersenyum tipis
__ADS_1
''Rahma apa dia sudah siap menikahi lo soalnya tadi pas di telpon gue dengar kalau dia sanggup menikahi lo hari ini juga itu kalau lo mau" kata Devia sambil memicingkan satu mata ke arah Rahma dirinya mengingat perkataan Odin mungkin kalau perkataan tikus dan kambing bakal sama semua ngga ada bedanya sedangkan Rahma menambahkan porsi senyum lebar di wajahnya
"Iya Devia dia siap menikah sama gue dalam waktu dekat malah orang tua Odin bilang ke gue kalau dia ingin melihat Odin secepatnya menikah maka dari itu Odin gabung ke group whatsapp dan mencari pacar untuk di jadikan ia karena Odin belum menemukan wanita yang cocok dengan wanita yang Odin kenal entah rekan kerja Odin, teman Odin, rekan bisnis Odin, anak rekan bisnis orang tua Odin, atau bahkan karyawan Odin" jelas Rahma sambil masih betah memberikan senyuman lebar sementara Devia tercengang mendengar jawaban Rahma
Saat Devia dan Rahma sedang sibuk mencuci piring di kantin kampus bukan mereka berdua punya banyak uang jadi pasti sanggup membayar semua pesanan makanan dan minuman mereka berdua maksudnya saat Devia dan Rahma sedang sibuk dan asyik mengobrol tiba tiba Elsa datang dan langsung duduk di hadapan Devia karena sedang sibuk bergosip lebih tepatnya mengobrol sehingga tidak menyadari kehadiran Elsa di depan mereka berdua
"Rahma kalau gue jadi lo pasti gue mau langsung menikah dengan Odin dia itu kaya raya, ganteng, perhatian, penyayang, jadi CEO di usianya yang masih muda, lo juga sudah mendapatkan restu dari orang tua Odin calon mertua lo" kalimat Devia belum selesai sudah di potong oleh Rahma
"Rahma lo mau menikah ?" tanya Elsa sambil menatap ke arah Rahma sedangkan Rahma dan Devia yang sedang bergosip maksudnya mengobrol mendengar suara tiba tiba dari arah depan langsung terlonjak kaget lalu menatap ke arah sumber suara bahkan mereka mereka berdua sempat mengira bahwa suara yang mereka berdua dengar seperti suaranya Elsa tapi mereka semua menepis pikirannya karena mana mungkin Elsa ada di kantin dia kan ada di toilet ? mereka berdua mengira bahwa tadi suara burung bukan kabar burung
__ADS_1
"Iya Elsa memangnya lo belum tahu kalau Rahma sekarang sudah punya pacar ? pacarnya Rahma orang kaya raya karena menjadi CEO di perusahaan miliknya sendiri dan pacarnya Rahma ingin secepatnya menikahi Rahma" jelas Devia dengan panjang kali lebar dengan penuh semangat bahkan sampai tersenyum lebar ke arah Elsa sehingga Devia tidak menyadari bahwa sejak tadi Rahma menatap tajam ke arah Devia sementara Elsa langsung terbelalak sangat lebar dengan mulut menganga refleks Elsa menutup mulutnya dengan kedua tangannya
"Elsa lo jangan dengerin omongan Devia soalnya tadi dia habis minum jus nangka sehingga membuat omongan Devia ngelantur" jelas Rahma sambil mengedipkan mata ke arah Devia sementara Devia tidak menatap ke arah Rahma sehingga tidak melihat kode mata yang di berikan oleh Rahma
"Rahma minum jus nangka ngga menyebabkan gue ngelantur memangnya minum alkohol atau miras membuat ngelantur dan mabok" ketus Devia menatap nyalang ke arah Rahma sambil melipat kedua tangannya di depan dadanya sementara Rahma tersenyum masam sedangkan Elsa terkekeh kecil
"Rahma lo sudah punya pacar dari kapan ?" tanya Elsa sambil beringsut berdiri dan melangkah berjalan ke arah Rahma karena ingin duduk di sebelah Rahma sedangkan Rahma tersenyum kikuk sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal sementara Devia menatap ke arah Rahma
"Lo kenapa di sini Elsa ? lo ngga mengikuti mata kuliah pak Baska ?" tanya Rahma bertubi tubi mengalihkan topik pembicaraan membuat Devia memutar bola matanya malas sedangkan Elsa menatap tajam ke arah Rahma
__ADS_1
"Rahma lo belum jawab pertanyaan gue" ketus Elsa yang sudah duduk manis di sebelah Rahma lalu tanpa ragu Elsa menangkup wajah Rahma dengan kedua tangannya sementara Rahma meneguk air ludahnya berkali kali ingin sekali Rahma menghilang dari kantin kampus dengan kekuatan yang dia miliki namun apalah daya dia karena Rahma tidak memiliki ilmu menghilang atau ilmu terbang yang di miliki oleh burung sedangkan Devia tersenyum menyeringai
"Elsa gue juga baru tahu kalau Rahma kalau Rahma sudah punya pacar tadi pagi makanya tadi gue syok banget mendengar Rahma sudah punya pacar" jelas Devia sambil mengulum senyum lebar ke arah Rahma dan Elsa secara bergantian "Tapi gue senang melihat sahabat gue sudah punya pacar apalagi pacarnya Rahma paket komplit siapa tahu gue bisa mengikuti jejak Rahma mendapatkan pacar yang sempurna dan paket komplit" imbuh Devia tak melunturkan senyuman lebar di wajah cantiknya sementara Elsa dan Rahma kompak menatap ke arah Devia