Ketemu Jodoh Lewat Dunia Maya

Ketemu Jodoh Lewat Dunia Maya
Aku Mau Meeting Sekarang


__ADS_3

Rahma yang sejak tadi sibuk dan asyik memandang wajah tampannya Odin langsung menoleh ke arah Devia dengan tatapan tajam namun Devia berpura pura tak mengetahui arti tatapan itu sedangkan Odin terkekeh kecil mendengar perkataan sahabatnya sang kekasih


"Devia lo diam atau lo pergi dari sini" ancam Rahma menatap nyalang ke Devia sementara Devia menganggukkan kepalanya sebagai jawaban patuh atas perintah Rahma soalnya dalam otaknya Devia bukan takut tidak mendengarkan obrolan Rahma dengan sang kekasih namun Devia takut makanannya yang belum habis di lahap habis oleh Rahma


"Iya Rahma gue bakalan diam dan menjadi pendengar yang baik buat lo dan pacarnya lo" sahut Devia lalu mengerucutkan bibirnya ratusan juta centi ke depan sementara Rahma menerbitkan senyuman lebar di wajah cantiknya


Rahma


"Sayang maaf soalnya sahabat aku itu orangnya kepo banget sama hewan saja kepo apalagi sama manusia" ucap Rahma mengawali pembicaraan lagi dengan sambil menatap ke arah Odin sementara Odin menganggukkan kepalanya mantap sembari tersenyum tipis


Odin


"Ngga papa sayang aku sangat senang kalau sahabat kamu tahu aku sama kamu akan menikah sebentar lagi jadi ngga ada yang berani mendekati kamu lagi pasti kita berdua akan menikah walaupun aku sama kamu hanya kenal lewat sosial media alias dunia maya jadi kamu ngga usah cemas dan ngga usah takut kehilangan aku kamu bisa juga gombalin aku dan bikin aku besar kepala" jelas Odin sambil mengembangkan senyum lebar di wajahnya dengan kedua mata yang masih menatap lekat wajah cantiknya Rahma dan dirinya menyandarkan punggungnya ke kursi kebesaran miliknya sementara Rahma hanya menganggukkan kepalanya lalu beberapa detik kemudian dia berkata lagi

__ADS_1


Rahma


"Iya sayang aku percaya sama kamu kalau aku sama kamu bakalan menikah aku ngga sedang gombalin kamu dan aku juga ngga bikin kamu besar kepala buktinya kepala kamu masih sama dan ngga berubah menjadi besar" jawab Rahma sambil tersenyum tipis sementara Odin mengumbar senyum lebar di wajah tampannya sambil menatap Rahma yang sedang menatapnya sedangkan Devia hanya menjadi pendengar yang baik buat Odin dan Rahma lebih tepatnya Devia seperti menjadi lalat di tengah tengah orang pacaran ingin sekali Devia ikut menyambar bicara namun perkataannya di telan kembali mengingat ancaman Rahma sebenarnya Devia hanya takut makanan miliknya di habiskan oleh Rahma karena Devia pergi dari kantin kampus


Odin


"Sayang aku mau meeting sekarang jadi sambungan telponnya aku tutup dulu nanti setelah aku sudah selesai meeting aku kabari kamu lagi" jelas Odin sambil beringsut dari duduknya kakinya di gunakan untuk melangkah menuju ke pintu ruangan kerja miliknya sambil tetap menatap ke arah Rahma yang ada di layar handphone miliknya kalau semut ada di ruangan kerja miliknya Odin di jamin semutnya bakalan di injak oleh Odin karena bentuknya kecil kalau seandainya di ruangan kerjanya Odin ada batu pasti Odin bakalan tersandung batu dan menyebabkan Odin mencium wanginya lantai soalnya Odin hanya fokus menatap ke arah layar ponsel miliknya yang menampilkan wanita pujaan hatinya lebih tepatnya Odin fokus menatap ke arah Rahma dan Odin tidak fokus menatap ke arah jalan sementara Rahma tak bosan bosannya tersenyum ke arah Odin sementara Devia melongo bukan karena perkataan dari kedua insan namun melihat tingkah Odin yang berjalan masih tetap menatap ke arah Rahma membuat dirinya membayangkan bagaimana kalau Odin tersandung dan jatuh ? atau kalau Odin menginjak semut yang berserakan di atas lantai gimana ? atau kalau Odin menginjsk batu tapi memangnya di ruangan kerja miliknya Odin ada batunya ?


Rahma


Safa dan Hendra berjalan melangkah menuju ke kantin perusahaan miliknya Safa setelah kakinya mereka berdua melangkah selama enam menit Safa dan Hendra sudah sampai di kantin perusahaan miliknya Safa lalu mereka berdua memilih tempat duduk yang akan mereka berdua duduki setelah menemukan tempat duduk yang akan mereka berdua tempati Safa langsung mengajak Hendra untuk mengikuti langkah kakinya istilah gaulnya itu memfollow langkah kakinya Safa membuat Hendra mengekori Safa dari belakang bukan dari depan kalau dari depan namanya memimpin setelah beberapa detik melangkah kini mereka berdua telah sampai ke tempat duduk yang di inginkan Safa lalu Safa langsung meminta izin ke Hendra untuk memesan makanan dan minuman untuk mereka berdua di kantin tersebut


"Hendra aku mau pesan makanan dan minuman dulu" ucap Safa masih dalam posisi berdiri lalu tersenyum ke arah Hendra sebentar setelah itu mulai melangkahkan kakinya sementara Hendra langsung memegang tangannya Safa membuat pemilik tangan tersebut berhenti melangkah dan menatap Hendra dengan raut bingung

__ADS_1


"Safa biar aku saja yang memesankan makanan dan minumannya" jawab Hendra sama dengan posisi Safa yaitu masih berdiri melepaskan tangannya Safa lalu dirinya berjalan cepat menuju ke penjaga kantin perusahaan miliknya Safa sedangkan Safa langsung berlari mengejarnya dan mencegahnya lalu Safa berdiri di hadapan Hendra


"Hendra biar aku saja yang pesan lagian ini kan perusahaan miliknya aku dan kamu rekan bisnis aku yang sedang ke perusahaan miliknya aku jadi biar aku saja yang memesankan makanan dan minuman buat kamu untuk menyambut kamu" jelas Safa panjang lebar sambil tersenyum dan tangannya memegang bahunya Hendra dan Hendra yang mendapat serangan dadakan seperti itu langsung tersenyum tipis dengan jantung yang berdetak lebih cepat


"Iya Safa makasih telah menyambut aku" jawaban Hendra tangannya berusaha memberanikan diri ikut memegang bahunya Safa sementara Safa langsung melepaskan tangannya yang berada di bahunya Hendra


"Kamu duduk di sini dulu anggap saja ini perusahaan miliknya kamu" jawab Safa sambil melepaskan tangannya Hendra yang bertengger di bahunya Safa lalu Safa menggandeng tangan Hendra dan mendudukkan Hendra di salah satu kursi yang di pilih olehnya membuat jantung Hendra bermasalah berdetak lebih cepat mendapatkan serangan mendadak di tangannya yaitu tangan Safa yang halus memegang tangannya


"Hendra aku pesan makanan dan minuman sekarang buat kita berdua" ucap Safa setelah Hendra duduk manis di kursinya sementara Hendra menganggukkan kepalanya mantap sambil tersenyum lebar


"Iya Safa hati hati" jawab Hendra membuat Safa dengan cepat menganggukkan kepalanya satu kali


"Hendra kamu tenang saja aku bukan anak kecil yang baru belajar jadi aku juga ngga bakalan menginjak semut" canda Safa membuat Hendra tersenyum tipis tanpa menunggu jawaban dari Hendra kini Safa langsung berjalan ke arah penjaga kantin perusahaan untuk memesan semut maksudnya untuk memesan makanan dan minuman yang ingin di makan dan di minum oleh dirinya dan Hendra

__ADS_1


__ADS_2