Ketemu Jodoh Lewat Dunia Maya

Ketemu Jodoh Lewat Dunia Maya
Pacar Gue Orangnya Setia


__ADS_3

Setelah Nia dari dapur kakinya berjalan dengan cepat ke arah kamar tempat dirinya dan suaminya untuk tidur Nia berniat ke kamarnya untuk mengambil tas kerjanya dan laptopnya yang masih setia di kamarnya karena di belum di bawa oleh Nia ke ruang makan Nia melangkah dengan mempercepat langkah kakinya setelah beberapa menit melangkah Nia telah sampai di depan pintu kamarnya tangannya Nia buru buru terulur untuk membuka pintu kamarnya guna mengambil tas kerjanya dan mengambil laptopnya setelah Nia membuka pintu kamar tanpa di komando Nia langsung melangkah ke meja samping tempat tidur di mana di sana tergeletak tas kerjanya dan laptopnya setelah sampai di depan meja tangannya Nia langsung mengambil barang yang yang ingin dia ambil yaitu laptop dan tas kerjanya bukan tas buat shopping karena Nia akan berangkat ke perusahaan kalau akan ke supermarket baru membawa tas shopping setelah barang yang ingin di bawa sudah ada di genggaman tangannya lalu Nia langsung berjalan ke arah pintu setelah Nia keluar dari kamarnya Nia langsung menutup pintu dengan tangannya


"Safa mama harap suatu saat nanti kamu sadar bahwa ada laki laki yang lebih baik dari Pram yang akan mencintai kamu dengan tulus dan menyayangi kamu dengan tulus Safa mama kasihan sama kamu yang setiap hari di cuekin Pram dan semoga kamu tidak mengejar ngejar Pram lagi semoga kamu secepatnya bisa melupakan perasaan cinta kamu buat Pram kalau perlu kamu buang rasa cinta kamu ke Pram ke tempat sampah itu tempat yang paling tepat untuk membuang sampah termasuk membuang perasaan cinta" monolog Nia sambil berjalan ke arah mobilnya yang terparkir di halaman rumahnya


Saat Devia dan Rahma sibuk dengan dunianya sendiri karena mereka tengah mengobrol tentang pria yang di dapat Rahma lebih tepatnya pacar Rahma yang di kenal berkat lewat sosial media alias dunia maya tiba tiba Baska - dosen yang mengajar mata kuliah mereka datang memasuki ruang kelas kuliah mereka sehingga otomatis membuat Rahma dan Devia berhenti mengobrol termasuk semua mahasiswa yang ada di kelas langsung diam di tempat seperti mulutnya tersumpal oleh ayam goreng maksudnya mulut mereka semua langsung diam tanpa bersuara Baska berjalan di depan kelas sambil membawa laptop di tangannya setelah sampai di dekat kursi mata Baska menatap ke arah semua mahasiswa yang ada di kelas dirinya baru sadar bahwa ada satu mahasiswa yang tidak ada di kelas namun dirinya berusaha bersikap seperti biasa supaya tidak membuat orang lain mencurigai dirinya sebagai maling kebalik kayaknya hatinya Baska yang di maling dan di curi oleh seseorang


"Selamat pagi semua" ucap dosen Baska sambil meletakkan laptop yang ada di tangannya ke kolong meja maksudnya ke atas meja


"Selamat pagi pak" jawab kompak semua mahasiswa yang dan di kelas Devia sementara Baska mengulas senyum tipis

__ADS_1


"Kumpulkan tugas kalian sekarang" perintah dosen Baska sambil masih berdiri di samping kursinya setelah itu dosen Baska menjatuhkan bokongnya di kursi dosen yang biasanya dia gunakan untuk duduk saat mengajar mata kuliah sementara semua mahasiswa di kelas Devia kompak mengangguk anggukkan kepalanya mereka


"Iya pak" jawab semua mahasiswa serempak lalu mereka semua mengumpulkan tugas dari dosen Baska satu persatu maju ke depan lebih tepatnya mengumpulkan tugas mereka ke meja tempat dosen


"Kalau di antara kalian ada yang belum mengerjakan tugas kuliah dari saya hari ini silahkan kalian keluar dan jangan mengikuti mata kuliah saya" jelas dosen Baska sambil menatap ke arah semua mahasiswa yang ada di ruangan tersebut satu persatu sementara semua mahasiswa serentak menganggukkan kepalanya mantap


"Devia lo sudah mengerjakan tugas kuliah dari pak Baska kan ?" tanya Rahma sambil menatap ke arah Devia sementara Devia menganggukkan kepalanya mantap sambil mengukir senyuman lebar di wajah cantiknya


"Rahma lo tenang saja gue semalam habis lembur" perkataan Devia belum selesai sudah langsung di potong oleh Rahma

__ADS_1


"Devia lo semalem lembur bukan karena habis buat bayi kan ?" tanya Rahma dengan wajah yang serius sementara Devia melototkan kedua matanya ke Rahma ingin sekali Devia menjitak kepala Rahma namun keinginannya harus di telan kembali karena sekarang ada Baska sang dosen yang sekarang ada di dalam kelasnya ingin sekali rasanya Devia melemparkan sepatu yang dia pakai ke Rahma namun harga sepatu Devia sangat mahal dan barang branded ingin sekali Devia menjebloskan Rahma ke tembok tapi kasihan temboknya kalau sampai retak gara gara ulah kepalanya Rahma


"Rahma lo nggak usah ngaco pakai nuduh gue bilang bikin bayi memangnya gue bikin bayi sama siapa ? memangnya kalau gue bergelut sama boneka dan guling bisa jadi bayi" ketus Devia sambil menatap nyalang ke Rahma sementara Rahma langsung salah tingkah dan langsung mengeluarkan cengirannya


"Devia gue ngga ngaco tapi salah lo sendiri pakai bilang lo semalem habis lembur makanya saking cerdasnya otak gue langsung berteriak jangan jangan lo bikin bayi makanya sampai lembur bikin bayi sama suami lo itu juga kalau lo sudah menikah kalau belum menikah bayinya di tabung di rahim lo kalau lo cuma bergelut sama boneka dan guling juga bisa jadi bayi" jelas Rahma menaik turunkan alisnya menggoda Devia sedangkan Devia memutar bola matanya malas


"Rahma gue belum selesai ngomong jangan di potong jadi kayak gini informasinya belum jelas mending lo motong ayam atau motong bebek supaya bisa di goreng di bakar di panggang atau di olah makanan apapun rasanya enak buat lauk pauk dari pada motong kalimat dapatnya salah paham kayak lo itu bukan otak lo yang cerdas tapi otak lo yang kebangetan mesumnya kata lembur di artikan bayi gue siap menikah tapi kalau sama pria yang sama kayak pacar lo maksudnya sikap dewasanya dan gentle tapi lo ngga usah takut gue ngga mau menikah sama pacar lo koq karena dia kan bekas lo otak lo memang benar benar mesum memangnya ada bayi di tabung ? yang gue tahu itu uang yang di tabung bukan bayi yang di tabung masa gue cuma bergelut sama boneka dan guling bisa jadi bayi ?" kata Devia panjang lebar panjangnya melebihi rel kereta api membuat Rahma tersenyum miring


"Devia informasinya juga sudah jelas mending gue motong kerbau punya banyak daging mau di panggang di goreng di bakar atau di olah masakan apapun rasanya enak dan bisa makan sepuasnya gue ngga salah paham soalnya lo sudah jelaskan tadi ke gue otak gue bukan mesum lagi tapi otak gue mesum pakai banget terus kata lembur di artikan apalagi kalau bukan bayi ? gue tahu lo itu ngga bakalan bantuin kerjaan papa lo dengan cara lembur karena hobinya lo itu shopping pacar gue itu pria yang limited edition jadi dia pria yang paling sempurna di dunia ini selain gue pasti gue jamin ngga ada wanita yang bisa mendapatkan pria yang seperti pacar gue istilah gaulnya foto copy dari pacar gue tapi gue makasih banyak sama Tuhan karena mengirimkan pacar gue buat gue walaupun pacar gue dan gue hanya kenal lewat sosial media atau dunia maya tapi pacar gue ngga pernah menyakiti hati gue duluan ngga pernah bohongin gue ngga menjadikan gue permainan pokoknya dia serius sama gue tenang saja pacar gue orangnya setia dan ngga bakal berpaling dari gue jadi lo ngga bakalan bisa merebut pacar gue dari gue tapi gue harap gue sama pacar gue bisa sampai menikah tanpa suatu halangan apapun untuk sekarang pacarnya gue belum jadi bekas gue karena belum pernah ketemu sama gue tapi setelah pacar gue ketemu sama gue pacar gue sudah jadi bekas gue maksudnya bukan jadi bekas sebagai pacar statusnya masih sama pacar gue tetap jadi pacar gue sekaligus calon suami gue istilah gaulnya itu bekas di peluk dan di gandeng oleh gue istilah bayi tabung gue pernah dengar saat bayi itu lahir sebelum waktunya gue juga sering menabung uang di supermarket dan pihak supermarket baik banget sama gue karena memberikan barang barang seperti pakaian sepatu tas rok celana bando dan barang barang lainnya iya lo cuma tinggal meletakkan bayi boneka panda atau bayi boneka apapun gue jamin lo cuma bergelut sama boneka atau guling pasti bisa dapat bayi " jelas Rahma sembari terkekeh kecil membuat Devia melototkan kedua matanya ke Rahma

__ADS_1


__ADS_2