Ketemu Jodoh Lewat Dunia Maya

Ketemu Jodoh Lewat Dunia Maya
Ngga Kebagian Hati


__ADS_3

Rahma menatap ke arah Elsa sambil hatinya merasakan dag dig dug der seperti petasan karena menunggu jawaban yang akan keluar dari mulutnya Elsa sedangkan Elsa menatap ke arah Rahma sambil menaikkan satu alisnya sementara Devia menatap ke Rahma sambil tersenyum tipis sangat tipis sehingga hanya dirinya yang tahu kalau dirinya sedang tersenyum


"Rahma lo mau traktir gue ?" tanya Elsa sambil menatap Rahma sedangkan Devia dengan sengaja menahan tawanya yang hampir meledak gara gara ulah adegan yang ada di hadapannya sementara Rahma dengan cepat menganggukkan kepalanya sambil menatap ke arah Elsa

__ADS_1


"Iya Elsa gue mau traktir lo dari pada lo sama Devia repot repot cari cctv rekaman orang yang mencuri makanan miliknya lo lebih baik gue traktir lo ngga repot dan ngga ribet" tawar Rahma sambil tersenyum canggung sementara Elsa dan Devia saling menatap dan saling menggidikkan bahunya mereka berdua lalu kompak Elsa dan Devia kompak menoleh ke arah Rahma yang sedang menatap ke arah Elsa


"Elsa lo jangan mau di sogok sama Rahma cuma satu piring doang lo harus perhitungan sama tenaga lo yang sudah berteriak teriak sangat keras dan kencang pakai tenaga gue kasihan sama lo karena teriak teriak padahal makannya sedikit tuh pencuri makanan lo ngga punya hati masa mencuri makanan lo yang porsinya masih banyak karena lo baru makan sedikit makanannya" Devia sengaja mengompori Elsa dengan cara menyiram bensin di saat kebakaran sedangkan Elsa manggut manggut tanda paham sambil mengeluarkan senyum devil sementara Rahma menatap nyalang ke Devia

__ADS_1


"Elsa kata kata gue memang selalu benar karena otaknya gue pintar dan cerdas iya dong satu piring doang gue juga sanggup belikan lo makanan iya gue lihat dengan mata rambut gue maksudnya dengan mata kepala gue sendiri kalau lo teriak teriak sangat keras dan sangat kencang padahal lo makan sedikit nah gitu dong pesan makanan yang banyak apa seribu porsi makanan ngga terlalu sedikit ? lebih baik lo pesan makanan ratusan juta porsi makanan kalau takut makanannya basi tinggal di panaskan lagi sama sama Elsa gue sahabat lo yang baik dan pengertian makanya gue beri saran ke lo kayak gitu iya harga makanan murah banget tapi tuh pencuri makanan ngga punya malu mencuri makanan miliknya lo benar juga kata lo pasti yang kebagian hati banyak itu gue sama lo makanya gue sama lo punya hati terus tuh pencuri makanan miliknya lo ngga punya hati karena ngga kebagian hati walaupun satu cuilpun" cerocos Devia seakan membanggakan dirinya sendiri bahwa dia benar sambil menepuk nepuk dadanya sementara Elsa tertawa kecil mendengar Devia yang membanggakan diri sendiri sedangkan kedua matanya Rahma terbelalak lebar dengan mulut menganga mendengar semua omongan Devia


"Devia lo jangan menjadi kompor buat Elsa lo ngga kasihan sama Elsa kalau tiba tiba meledak walaupun Elsa berteriak sangat keras dan sangat kencang ngga bakalan bikin Elsa pingsan buktinya sekarang masih segar bugar jadi lo ngga usah drama Devia kalau lo benar benar kasihan sama Elsa lo ngga akan mengompori Elsa pakai modus kasihan ke Elsa segala yang namanya pencuri makanan memang ngga punya hati kalau punya hati ngga bakalan mau menjadi pencuri makanan kalau makanan porsinya tinggal sedikit tuh pencuri makanan ngga bakal mau mencuri makanan cuma bikin sesak di dadanya doang Elsa walaupun satu piring yang di belikan oleh gue itu juga karena gue ganti rugi sama lo maksudnya gue kasihan sama lo karena lo ngga menemukan pencuri makanan miliknya lo dan pencuri makanan miliknya lo ngga ganti rugi membelikan makanan lagi buat lo makanya gue belikan lo makanan walaupun lo teriak teriak ngga bikin lo pingsan walaupun makan sedikit jadi ngga usah drama kayak Devia banyak banget makanan seribu porsi ? itu makanan atau candi sampai seribu Elsa lo harus pikir pakai logika Devia itu bukan memberi saran ke lo tapi Devia memberikan jalan sesat ke lo dan membawa lo ke jalan sesat karena penculik makanan miliknya lo ada kesempatan buat memakan makanan miliknya lo ingat kejahatan terjadi bukan karena niat pelakunya tapi karena adanya kesempatan harus ingat kata api namanya juga pencuri pasti tega memakan makanan miliknya lo gue punya hati penculik makanan miliknya lo juga punya hati tapi hatinya ngga kebagian banyak soalnya sudah di borong sama lo mungkin Devia lo jangan jadi kompor dong di sini otaknya lo tolol dan bodoh makanya mengompori Elsa kalau otaknya lo pintar dan cerdas ngga bakalan mengompori Elsa, Devia kalau lo sanggup belikan makanan buat Elsa buruan lo yang belikan makanan buat Elsa gue ngga jadi belikan makanan buat Elsa , Deviagga usah jadi kompor pakai bilang lo lihat Elsa teriak teriak bukan cuma lo tapi gue juga dengar Elsa teriak teriak kanan gue ngga budeg dan ngga tuli seribu porsi makanan itu sudah banyak Devia harusnya lo menasehati Elsa dari pada makanan mubazir lebih baik lo pesan porisnya sedikit saja Devia koq beli makanan sampai ratusan juta porsi kayak nominal uang pengusaha banyak banget biar ngga basi makanan harusnya lo bilang jangan pesan makanan dalam porsi banyak kalau makanan di panaskan lagi nanti biaya listrik bertambah mahal lebih baik makanannya beli porsi sedikit, Devia lo bukan sahabat yang baik dan pengertian tapi lo sahabat yang menyesatkan yang namanya pencuri itu ngga punya malu kalau pencuri punya malu ngga bakalan jadi pencuri apaan sih lo Devia gue juga kebagian hati bukan cuma lo dan Rahma doang yang kebagian hati" celoteh Rahma panjang kali lebar melebihi panjangnya rel kereta api sementara Elsa yang sedang tertawa kecil mendadak menghentikan tawanya lalu menatap ke arah Rahma dengan tatapan tajam sedangkan Devia juga menatap nyalang ke Rahma

__ADS_1


__ADS_2