
Hendra sedang bersiap siap untuk ke kantor Safa wanita pujaan hatinya karena hari ini ada meeting kerjasama dengan perusahaan miliknya Safa sehingga Hendra sekarang Hendra sedang bercermin di kaca besar yang terletak di ruangan kerjanya bahkan ukuran cermin itu lebih besar dari ukuran ranjang king size lalu sekarang Hendra menyisir rambutnya setelah dirinya mengambil sisir di atas meja setelah Hendra merasa tatanan rambutnya rapi Hendra langsung meletakkan sisir itu di tempat semula yaitu di atas meja lalu dirinya membenarkan dasinya lalu merapikan kemejanya yang di pakai kemeja dan jas yang di pakai Hendra sangat halus karena habis di setrika bahkan semut tidak akan bisa berjalan di kemeja dan jas yang Hendra pakai saking licinnya lalu Hendra mulai bersiap untuk ke parkiran mobil untuk menuju ke perusahaan miliknya Safa sang pujaan hati
"Lebih baik gue ke perusahaan Safa sekarang supaya gue bisa lebih lama berduaan sama Safa walaupun statusnya gue sama Safa sekarang cuma teman tapi gue harap ke depannya gue sama Safa bisa menjadi teman hidup dan teman tidur untuk selamanya lagian nanti sekitar pukul sepuluh juga ada meeting di perusahaan miliknya Safa jadi lebih baik gue berangkat sekarang supaya bisa lebih dekat sama Safa kalau Safa makin dekat sama gue pasti gue jamin Safa bakal cinta ke gue" gumam Hendra sambil menyunggingkan senyuman di bibirnya dan kakinya tetap melangkah menuju ke parkiran mobil
Dovan - asisten pribadinya Hendra baru memberhentikan mobilnya di parkiran perusahaan miliknya Hendra bukan di pohon soalnya secara logika mobil tidak bisa jalan di pohon setelah melakukan berkelana maksudnya setelah melakukan perjalanan selama tiga puluh menit dari rumahnya menuju ke perusahaan miliknya Hendra setelah memberhentikan mobilnya Dovan melepaskan pernak pernik lalu Dovan membuka pintu mobilnya dan turun dari mobilnya tanpa di ikuti oleh semut atau hewan apapun lalu tangan Dovan langsung menutup pintu mobilnya setelah itu Dovan mulai melangkahkan kakinya menuju ke ruangan kerja miliknya saat kakinya Dovan akan melangkah mata Dovan menangkap sosok Hendra akan menuju ke parkiran mobil membuat Dovan tanpa basa basi langsung memanggil Hendra untuk mengingatkan tentang meeting yang akan di laksanakan di perusahaan miliknya Safa
"Bos Hendra" panggil Dovan sambil berlari lari mengejar Hendra yang ada di depannya sementara Hendra yang merasa dirinya di panggil langsung menghentikan langkah kakinya tanpa di komandoi oleh siapapun
"Ada apa Dovan ?" tanya Hendra sambil mengerutkan keningnya heran kenapa Dovan berlari lari kayak sedang mengikuti lomba makan kerupuk maksudnya kayak sedang mengikuti lomba maraton sementara Dovan masih ngos ngosan dan masih mengatur nafasnya karena habis berlari untuk mengejar burung yang terbang maksudnya karena Dovan habis berlari untuk mengejar Hendra
"Bos nanti ada meeting di perusahaan miliknya bos Safa sekitar pukul sepuluh" jelas Dovan dengan nafas yang masih ngos ngosan sambil berusaha menatap Hendra sedangkan Hendra menganggukkan kepalanya mantap sembari tersenyum sangat tipis hanya Hendra yang tahu kalau dirinya sedang tersenyum
"Saya tahu Dovan saya kira ada apa kamu sampai berlari lari untuk mengejar ngejar saya" jawab Hendra sambil memasang wajah cuek, datar, dan dingin karena sebenarnya wataknya Hendra itu dingin dan cuek ke semua orang termasuk ke semua wanita kecuali kalau ke Safa entah kenapa kalau Hendra ke Safa pasti Hendra tidak jadi kulkas tapi jadi matahari yang menyinari dunia maksudnya sikapnya Hendra hangat, perhatian dan tidak cuek
"Bos Hendra mau kemana ?" tanya Dovan sambil menatap ke arah Hendra dengan raut wajah penasaran sementara Hendra tersenyum tipis sangat tipis sehingga hanya dirinya yang tahu kalau sedang tersenyum saking tipisnya takaran senyum Hendra
__ADS_1
"Dovan saya mau pergi ke perusahaan Safa sekarang jadi kamu nanti menyusul sama dan berangkatnya sama Ara sekertaris saya" jelas Hendra panjang kali lebar sambil menyembunyikan senyum lebar yang akan di pancarkan namun di rubah ekspresinya oleh Hendra menjadi senyum manis melebihi manisnya madu lalu Dovan mengangguk anggukkan kepalanya seperti orang yang dugem
"Iya bos nanti saya berangkatnya bareng Ara ke sananya" jawab Dovan sambil tersenyum ke arah Hendra sementara Hendra melirik ke arah jam tangan yang menempel di tangannya
"Dovan saya mau berangkat dulu sekarang soalnya saya takut terlambat" jelas Hendra menatap sekilas ke arah Dovan lalu tanpa menunggu jawaban lalu Hendra langsung berbalik badan dan mulai melangkah pergi meninggalkan Dovan membuat Dovan mengerutkan keningnya
"Iya hati hati bos" jawab Dovan sembari menatap punggung Hendra yang sedang melangkah sementara Hendra hanya menganggukkan kepalanya mantap sambil tetap melangkah
Dana sampai di perusahaan miliknya lalu kakinya Dana mengerem mobilnya setelah dirinya menemukan tempat parkir lalu Dana memberhentikan mobilnya di parkiran yang di tuju setelah itu Dana mencopot semua yang menempel lebih tepatnya mencopot sabuk pengaman setelah selesai Dana tanpa ragu bersiap melangkah dengan cara membuka pintu mobilnya lalu kaki jenjangnya di tuntun turun dari mobil setelah itu Dana menutup pintu mobilnya lalu Dana menuju ke ruangan kerjanya saat Dana melangkah menuju ke ruang kerjanya banyak yang menyapa dan banyak yang melemparkan senyuman bukan melemparkan uang receh ke arah Dana lalu Dana membalas sapaan mereka dan senyuman mereka karena Dana bos yang sangat ramah, baik hati, tidak sombong, rajin menabung di supermarket maksudnya rajin menabung tanpa embel embel supermarket, supel bergaul
Vian telah sampai di perusahaan miliknya lalu Vian menuju ke tempat parkir yang biasanya menampung mobilnya setelah menemukan tempat parkir yang biasa menampung mobilnya Vian menginjak rem yang berada di kakinya setelah mobil berhenti Vian melepaskan sabuk pinggang maksudnya sabuk pengaman setelah selesai Vian membuka pintu mobilnya lalu Vian turun dari mobilnya bukan turun dari pohon kelapa tak lupa Vian juga membawa kunci mobilnya setelah kakinya menginjak halaman parkir perusahaan miliknya Vian menutup pintu mobilnya kunci mobil Vian yang ada di tangannya langsung di operkan ke kantong celana panjangnya lalu Vian langsung bergegas menuju ruang kerjanya sambil menenteng tas kerjanya saat Vian sedang berjalan ke arah ruang kerjanya mata Vian melihat asisten pribadinya sedang berjalan ke arahnya istilah kerennya itu Vian akan berpapasan dengan Joni lalu dia memanggilnya
"Joni" panggil Vian sambil melangkah mendekati Joni sementara Joni yang merasa dirinya di panggil oleh suara yang tidak asing di telinganya langsung buru buru menghentikan langkah kakinya lalu menoleh ke arah sumber suara
"Ada apa bos ?" tanya Joni sambil menatap Vian sementara Vian mengerutkan keningnya heran
__ADS_1
"Kenapa kamu belum hadiri meeting Joni ?" tanya Vian sambil menatap ke arah Joni penuh curiga sedangkan Joni salah tingkah dan menggaruk garuk tengkuknya yang tidak gatal sama sekali
"Saya baru mau menghadiri meeting bos soalnya tadi perusahaan yang akan berkerja sama dengan perusahaan ini belum datang bos dan katanya tadi mereka baru datang makanya saya mau menemui mereka bos dan akan menghadiri meeting karena meeting baru akan di mulai" jelas Joni panjang lebar melebihi panjangnya rel kereta api sementara Vian hanya manggut manggut mendengar omongan Joni
"Joni kamu harus hadiri meeting sekarang jangan biarkan mereka menunggu terlalu lama soalnya saya mau ke ruangan saya dulu" jawab Vian menatap serius ke arah Joni sedangkan Joni menganggukkan kepalanya mantap lalu berkata
"Iya bos saya pergi meeting dulu supaya mereka ngga terlalu lama menunggu saya" ucap Joni sambil menatap ke arah Vian sementara Vian menganggukkan kepalanya samar
"Sana Joni hati hati supaya ngga menginjak batu" canda Vian sembari tersenyum tipis sementara Joni hanya tersenyum simpul
"Iya bos saya ngga akan menginjak batu karena di sini lantai semua ngga ada batunya" tegas Joni membuat Vian menganggukkan kepalanya sebagai jawaban lalu Vian melangkah pergi ke ruangan kerja miliknya meninggalkan Joni membuat Joni juga ikut melangkahkan kakinya menuju ke ruang meeting
Safa telah sampai di perusahaan miliknya perusahaan yang di buat oleh orang tuanya Safa karena begitu banyaknya cabang perusahaan membuat orang tuanya Safa memberikan kepercayaan kepada Safa untuk mengelola salah satu perusahaan karena kedua orang tuanya Safa sangat yakin Safa tahu bagaimana caranya memperbanyak pemasukan perusahaan karena saat kuliah Safa mengambil jurusan bisnis sehingga dengan senang hati dirinya mengelola perusahaan yang sekarang di pijak malah Safa yang menawarkan diri membantu kedua orang tuanya untuk mengelola perusahaan milik orang tuanya Safa karena Safa tahu dengan mata kepalanya sendiri bahwa Pram itu kuliah ambil jurusan bisnis makanya Safa ikut ikutan ambil jurusan bisnis bukan karena dirinya suka bisnis namun dirinya suka mengikuti pria pujaan hatinya tapi lambat laun dirinya juga sangat senang kuliah jurusan bisnis karena bisa tahu caranya mendapatkan banyak uang serta bagaimana caranya supaya perusahaan berkembang pesat dan perusahaan banyak menghasilkan pundi pundi uang bahkan Pram juga membangun perusahaan sendiri dengan jerih payahnya sendiri makanya Safa mau jadi ceo supaya bisa bertemu dengan Pram dengan dalih perusahaan Safa ingin menjalin kerjasama dengan perusahaan Pram
"Gue harus siap siap soalnya perusahaan Hendra akan meeting dengan perusahaan miliknya gue sekitar pukul sepuluh pagi semoga saja perusahaan miliknya Hendra mau bekerjasama dengan perusahaan miliknya gue supaya perusahaan gue makin maju pesat" monolog Safa sambil mempercepat langkah kakinya menuju ke ruangan kerja miliknya
__ADS_1