
Rahma dengan cueknya masih menyantap makanan dengan lahapnya sementara Devia masih membelalakkan matanya sangat lebar dengan mulut menganga di jamin kalau ada kerbau lewat bakalan masuk ke dalam mulutnya Devia ? memangnya bisa masuk kerbaunya ke mulutnya Devia ? mungkin kalau daging kerbau di potong kecil kecil seperti permen bakal bisa masuk ke mulutnya Devia mungkin kalau ada gajah lewat bakalan masuk ke dalam mulutnya Devia memangnya gajah bisa masuk ke mulutnya Devia ? mungkin kalau gajahnya di sembelih lalu dagingnya di potong potong bakalan masuk ke mulutnya Devia lebih gampangnya kalau ada lalat lewat lalatnya langsung masuk ke mulutnya Devia tanpa repot repot memotong langsung bisa masuk ke mulutnya Devia
"Rahma lo pesan makanan dua porsi buat Lo semua bukan buat gue yang satu porsi" pekik Devia sembari memicingkan matanya ke arah Rahma sementara Rahma menganggukkan kepalanya mantap sambil tetap menyantap makanan yang di pesan tadi
"Iya Devia ngapain juga gue pesenin makanan buat lo orang lo saja bilang mau traktir gue pas gue tagih traktiran dari lo malah lo bilang ngga jadi traktir gue karena sekarang lo belum punya pacar dan suami" ketus Rahma menghentikan makannya sebentar untuk menatap nyalang ke Devia sementara Devia tersenyum masam mendengar omongan Rahma
"Ih Rahma tapikan gue janjinya kalau gue sudah punya pacar dan suami tadi itu Lo baru beri saran ke gue bahkan gue saja belum mencoba saran dari lo apakah berhasil atau gimana" ucap Devia sembari menatap tajam ke Rahma yang duduk di sebelahnya sedang sibuk dan asyik dengan dunianya sendiri maksudnya sibuk dan asyik dengan makanannya sendiri dan minuman yang di pesan tadi
__ADS_1
"Devia ngga ada alasan kalau lo mau traktir gue traktir saja dan karena lo ngga ada niat buat traktir gue lo bilang saja ngga usah bertele tele kayak tadi kayak drama sinteron saja dan perlu lo catat Devia saran yang gue berikan ke lo di jamin berhasil karena gue sudah membuktikannya sendiri jadi ngga usah menghina saran dari gue kalau lo pengin bukti dapat pacar atau suami lo tunggal lakukan saja ngga usah banyak cincong" jelas Rahma tanpa menatap ke Devia karena saking fokusnya menikmatinya makanan yang di pesan tadi karena makanan dan minuman yang di pesan oleh Rahma tadi adalah makanan dan minuman favorit dirinya sementara kedua mata Devia membola ingin sekali rasanya mata Devia keluar bahkan kalau mata Devia punya sayap pasti mata Devia sudah terbang bebas ke angkasa dan ke langit
"Maksudnya lo apa Rahma ?" tanya Devia sembari di penuhi banyak tanda tanya di otak cerdasnya sementara Rahma mendongakkan kepalanya untuk menatap ke wajah Devia
"Devia maksud gue adalah gue juga sudah dapat pacar berkat dari sosial media atau media sosial tanpa sepengetahuan lo" jelas Rahma sambil menerbitkan senyuman lebar yang dia punya di wajahnya sedangkan Devia tercengang mendengar pengakuan Rahma yang mendadak ingin rasanya Devia pingsan saat itu juga namun Devia takut ngga ada yang membopong dirinya malah Rahma mungkin bakalan kabur meninggalkan dirinya sendirian sehingga Devia ingin pingsan di atas kasur saja supaya tidak merepotkan banyak orang
"Devia gue mau menghabiskan misi gue menghabiskan makanan gue terlebih dahulu soalnya gue pesan dua porsi makanan takutnya keburu ada dosen datang untuk mengajar mata kuliah kita berdua selanjutnya tapi gue belum menyelesaikan misi gue yaitu menghabiskan makanan gue dua porsi tapi lo tenang saja gue bakalan jelaskan ke lo gimana caranya gue bisa pacaran sama pacar gue yang kenal lewat dunia maya alias sosial media" jelas Rahma panjang kali lebar seperti panjangnya rel kereta api yang tidak ada ujungnya lalu tanpa di perintah Rahma menyantap makanan miliknya lagi sementara Devia tersenyum kecut mendengar ocehan Rahma
__ADS_1
"Rahma bilang saja lo mau menghabiskan semua pesanan makanan yang lo pesan tadi pakai bilang lo mau melanjutkan misi lo lagian ngapain lo pesan dua porsi kalau cuma buat lo semua makanannya kalau ada dosen yang masuk ke kelas kita berdua bilang saja kita berdua habis dari toilet pokoknya lo harus cerita dong bagaimana caranya lo dapat pacar yang kenal lewat sosial media atau dunia Maya kenapa dari dulu lo belum cerita kalau lo sudah punya pacar ? jangan bilang lo takut cerita ke gue gara gara pacar lo takut di rebut sama gue ? lo tenang saja gue ngga bakalan merebut pacar lo gue kira lo malah belum punya pacar malah pengakuan dari lo membuat semut jantungan atau semut mati mendadak kalau di injak" dengus Devia sambil menopang kepalanya dengan kedua matanya di atas meja bukan di atas pohon kedua matanya Devia juga ikutan memutar bola matanya malas sementara Rahma acuh dengan perilaku Devia karena dirinya sedang melanjutkan misinya yaitu menghabiskan dua porsi makanan miliknya yang tergeletak manis di atas meja seakan sedang melambai lambai meminta Rahma cepat menghabiskan makanan tersebut
"Devia terserah gue dong mau ngomong apa mulut mulut gue koq lo yang ribet karena gue sedang dalam mode bahagia makanya gue beli dua porsi makanan gue lagi pengin di kelas sambil memijat handphone miliknya gue kasihan banget handphone gue belum di pijat lagi karena dari tadi gue sibuk makan jadi sebelum dosen mata kuliah kita berdua datang kita berdua harus sudah ada di kelas kampus iya gue bakalan cerita bagaimana caranya gue bisa pacaran sama pria yang gue kenal lewat sosial media atau dunia maya gue dari dulu ngga pernah cerita ke lo kalau gue sudah punya pacar itu karena mulutnya lo kayak ember bocor kalau di isi air pasti air di ember bocor tersebut bakal habis gue ngga mau rahasia gue di buka pacar gue orangnya setia di jamin pacar gue ngga bakalan cinta ke lo jadi gue ngga takut pacar gue di rebut sama lo karena gue kenal dekat sama lo jadi gue yakin dan percaya sama lo kalau lo ngga bakalan merebut pacar gue sebenernya gue sudah punya pacar walaupun gue sama pacar gue belum pernah ketemu tapi gue dan pacar gue saling serius menjalin hubungan pacaran gue jadi pengin lihat reaksi semut kalau sedang jantungan kayak gimana ? kata siapa semut mati kalau di injak ? gue ngga percaya kalau cuma dengan di injak doang semut bisa mati buktinya kalau semutnya di injak oleh semut ngga bakalan mati" pekik Rahma sembari menatap Devia dengan mulut yang masih mengunyah makanan sedangkan Devia mencebikkan bibirnya
"Rahma perlu gue bantu menghabiskan makanan apa ngga ? dari pada lo makan sendirian makanannya ngga akan cepat habis gue ngga ribet buktinya tangan gue kompor dan satu tangannya gue ngga bawa gas elpiji kalau gue lagi mode bahagia malah gue bakalan menghabiskan seratus porsi saking bahagianya gue dari pada lo memijat handphone mending lo memijat pundak gue supaya pundak gue ngga pegal lagi soalnya handphone itu ngga pernah merasa pegal berhubung gue baik hati dan suka menabung di supermarket lebih baik lo sekarang pijat handphone lo biar gue yang melanjutkan makan saja bilang saja lo mau chat whatsapp pacar lo pakai modus banget pakai bilang handphone lo belum di pijat ceritanya pakai tanda koma, tanda petik, atau tanda titik biar jelas ngga sekalian kayak bak mandi bocor padahal gue sudah beli ember lagi dan ember bocornya gue letakkan di atas pintu masuk rumah supaya kalau ada tamu ada sambutan hangat di kepalanya dari ember bocor tapi kalau ember bocornya di las dulu pasti airnya ngga bakalan habis kalau di masukkan ke ember bocor rahasia lo supaya ngga di ketahui orang di kunci saja supaya cuma lo yang bisa buka rahasianya dan orang lain ngga bisa buka kunci gue senang kalau lo dapat pacar yang setia dan ngga playboy jadi persahabatan kita berdua tetap nyaman terkendali ngapain gue merebut pacar lo siapa tahu selera lo botak gue atau yang lebih menyeramkan lagi pacar lo sudah kakek kakek itu bukan level gue dan gue ngga suka kakek kakek koq kalian berdua belum pernah ketemu ? memangnya lo sama pacar lo ngga punya uang buat ke tempat janjian ketemu ? semoga hubungan lo sama pacar lo sampai ke jenjang pernikahan reaksinya semut kalau jantungan itu jatuh dari atas meja, jatuh dari atas kursi, jatuh dari atas pohon kalau semut di injak sesama semut itu mustahil soalnya yang gue lihat itu semut cuma berkerumun bersalaman doang ngga sampai menginjak sesama semut" jelas Devia sembari manatap Rahma dengan menaik turunkan alisnya membuat Rahma memutar bola matanya jengah
"Ngga perlu gue bisa menghabiskan semua makanan sendirian koq Devia paling lo bantu bawa gue piring kotor dan gelas kotor ke penjaga kantin kampus walaupun gue makan sendiri makanannya juga cepat habis kalau gue gunakan jurus makanan di bungkus dan di bawa pulang supaya bisa di makan di rumah itu cuma perumpamaan doang ngga sekalian lo borong sama penjual makanannya lebih berharga handphone gue dari pada lo biar pundak lo ngga merasakan pegal lagi lebih baik lo cambuk pundak lo di jamin pegal di pundak lo hilang berganti kesakitan gara gara bekas cambukan lo juga suka menabung di toko online shop handphone gue ngga rewel koq jadi di pijatnya nanti saja bilang saja lo modus mau makanan miliknya gue pakai nyuruh kayak gitu tumben otak lo cerdas tahu isi hati gue tapi lo jangan tahu isi hati gue soalnya yang tahu cuma calon suami gue doang lo kira lagi menulis di papan tulis pakai ada tanda kayak gitu segala makannya makan bangku sekolahan dong supaya otak lo pintar kalau pakai bak mandi bocor bisa banjir tuh rumah karena airnya mengalir terus dari bak mandi yang bocor saking hangatnya sambutan buat tamu pasti kepala tamunya benjol gara gara ember bocor lo gue juga tahu kalau embernya di las embernya jadi ngga bocor lo kira almari, pintu, sama laci pakai bahas di kunci segala pacarnya gue juga ganteng ngga botak dan bukan kakek kakek juga tapi lo ngga boleh merebut pacar gue pacarnya gue itu sibuk jadi belum sempat ketemu sama gue ngga usah menghina pacar gue sama gue ngga punya uang buat ketemu di tempat janjian karena gue dan pacar gue punya banyak uang apalagi pacar gue jadi CEO di perusahaan jadi dia itu orang kaya banyak uang Amin makasih atas doanya itu reaksi semut yang mengeluarkan jurus kaget makanya semut jatuh dari meja, jatuh dari atas kursi, jatuh dari atas pohon bukan semut yang kena serangan jantung hafal banget mentang mentang lo nyokapnya semut lo ngga usah berisik terus gue mau fokus menghabiskan makanan gue kalau lo mengajak ngobrol gue terus kapan habisnya makanan gue" tegas Rahma menatap nyalang ke Devia lalu lalu mulai memakan makanan miliknya yang ada di hadapannya sementara Devia tersenyum masam mendengar ocehan Rahma
__ADS_1