
Setelah Odin memutuskan sambungan telpon dengan Rahma kini Rahma menampilkan senyum tipis lalu tanpa di minta siapapun dirinya langsung meletakkan handphone miliknya ke saku celananya lagi sambil tak henti hentinya Rahma mengeluarkan senyuman lebar di wajah cantiknya sementara Devia yang melihat Rahma senyam senyum sendiri apalagi senyumnya lebih manis dari madu tapi menurut Devia hanya senyuman Devia yang paling manis melebihi manisnya cabai maksudnya melebihi manisnya madu tapi lebih tepatnya Rahma seperti orang gila karena senyam senyum sendiri tanpa bagi bagi ke Devia
"Rahma apa lo baik baik saja ?" tanya Devia sambil memegang keningnya Rahma menggunakan punggung tangannya takutnya Rahma Devia lalu menyebabkan senyam senyum sendiri tapi kalau orang demam kan pasti tidurnya yang mengigau bukan seperti Rahma yang senyam senyum sendiri
"Devia gue sehat wal afiat dan gue baik baik saja" jawab Rahma sambil menepis tangannya Devia yang tanpa permisi bertengger di keningnya sementara Devia yang merasa tangannya di hempaskan oleh Rahma seenak jidatnya sendiri mengerucutkan bibirnya maju lima centi ke depan
"Rahma kayaknya pacarnya lo sangat mencintai lo sampai dia sanggup untuk menemui lo dan menikahi lo hari ini juga harusnya lo harus mau di ajak menikah sama pacarnya lo hari ini juga kalau gue jadi lo gue bakal terima dengan senang hati" jelas Devia sambil menatap ke arah Rahma
__ADS_1
"Rahma lo sangat beruntung mendapatkan pacar seperti dia gue jadi iri sama lo seandainya pacar lo lebih kenal duluan sama gue dari pada lo dan dia sangat mencintai gue pasti gue bakal bahagia banget rasanya" canda Devia sambil membayangkan bagaimana rasanya menjadi Rahma dirinya berakting seakan akan dirinya menjadi orang yang paling beruntung mendapatkan pria seperti Odin dan aktingnya Devia sangat keren patut di acungi jempol karena Rahma termakan oleh perkataan Devia yang sangat menusuk hatinya dan mencabik cabik hatinya sekarang Rahma melototkan kedua matanya ke arah Devia namun Devia berpura pura tidak menyadari tatapan membunuh dari Rahma kalau Devia ikut lomba pasti Devia akan menjadi aktris papan bawah kategori silat lidah
Ingin sekali Rahma menjambak rambut Devia sampai rambut Devia botak namun keinginannya dapat di tahan nanti Rahma bakalan di cap orang yang tega membikin botak orang padahal kalau mau bikin botak bisa ke tempat cukur rambut bukan ke Rahma sebenarnya Rahma sebenarnya Rahma bukan takut di bully oleh orang tapi Rahma takut kalau seandainya cara tangannya ampuh merontokkan rambut Devia atau mampu membikin rambutnya Devia botak membuat orang orang yang ingin rambutnya botak pergi mencari Rahma untuk membuat rambutnya mereka botak dengan tangan Rahma yang ajaib apalagi gratis tanpa di pungut biaya kalau ke tempat potong rambut bakalan bayar dong
"Dia pacar gue Devia jadi lo ngga usah rebut pacar gue dari gue" dengus kesal Rahma sambil menjitak kepala Devia membuat Devia melongo niat hati hanya ingin mengerjai Rahma tapi kenapa malah kepalanya Devia yang menjadi korban tangannya Rahma dan sasaran empuk tangannya Rahma
"Awwwww Rahma" teriak Devia sambil memegang kepalanya yang tadi habis di jitak oleh Rahma sementara Rahma tersenyum menyeringai menatap ke Devia
__ADS_1
"Rahma gue cuma becanda ngomong kayak gitu dan asal lo tahu gue ngga ada niat merebut pacar lo dari lo karena gue lebih memilih persahabatan kita berdua gue ngga mau gara gara satu laki laki persahabatan kita berdua putus dan perlu lo ingat gue ngga akan merebut pacar lo selamanya justru gue bakal dukung hubungan lo sama Odin supaya cepat menikah soal pacar gue yakin pasti ada laki laki lain yang tulus sangat cinta ke gue seperti pacar lo yang sangat mencintai lo berarti tadi akting gue keren dong ? sampai lo percaya kalau gue suka sama pacar lo mungkin kalau gue daftar casting film gue bakalan jadi pemeran utamanya tanpa ikutan casting" tegas Devia sambil meninggikan suaranya dan Rahma yang mendengar jawaban Devia langsung menatap ke agan Devia dengan tatapan kedua matanya yang berbinar, banyak bunga bunga yang bermekaran di hatinya melebihi taman, dan hatinya yang sangat bahagia karena pacarnya ngga bakalan di rebut oleh sahabatnya sendiri
"Devia lo beneran ngga akan merebut Odin dari gue kan ?" tanya Rahma sambil menatap ke arah Devia dengan tatapan yang di penuhi tanda tanya di kepalanya bukan di papan tulis
"Rahma gue beneran ngga akan merebut pacar lo selamanya soalnya gue bakalan cari pacar yang lebih kaya raya dan lebih ganteng dari pacar lo" jelas Devia lalu kedua tangannya langsung memeluk Rahma dengan senyuman tipis membuat Rahma juga ikut memeluk Devia dengan senyuman lebar yang mengembang di wajahnya
"Iya Devia gue tahu koq kalau tadi lo bercanda supaya lo bisa dapatkan pacar dan calon suami yang lebih kaya raya dan yang lebih ganteng dari Odin lo gue masukkin ke group whatsapp khusus untuk ajang cari jodoh di sana lo bisa mencari pacar atau calon suami yang sesuai dengan selera lo seperti gue memilih Odin karena hatinya gue tertarik ke Odin dan gue jatuh cinta ke Odin bukan karena paksaan dari pihak manapun akting lo ngga keren sama sekali gue juga tahu kalau tadi lo cuma akting dan sebenarnya lo ngga suka sama pacar gue akting lo jelek banget sampai ketahuan kalau lo ngga mau merebut pacar gue lo cuma bakalan jadi peran pembantu yang nongolnya di tv pas adegan mengepel lantai doang dan gue sebagai majikannya lo yang punya suami kaya raya dan ganteng istilah gaulnya lo cuma nongol di layar tv cuma satu detik doang gue yakin kalau lo ngga. bakalan di terima saat ikut casting" jelas Rahma masih sama dengan posisi yang tadi yaitu berpelukan sambil tangannya Rahma menepuk nepuk punggung Devia sementara Devia hanya menganggukkan kepalanya sambil menampilkan senyum lebar di wajah cantiknya
__ADS_1