
Rahma dan Elsa sangat malu melihat kelakuan dari Devia yang dengan santainya dan tanpa dosa membanggakan diri sendiri melalui teriakan kerasnya Devia dan membuat semua orang langsung menatap ke arah Devia.
Devia sangat emosi kepada orang orang yang menatapnya sehingga tadi Devia langsung mengeluarkan teriakan yang sangat keras dan sangat kencang dengan embel embel membanggakan diri sendiri.
"Devia lo jangan malu maluin dong teriak teriak kayak gitu, semua orang melihat lo itu bukan karena baru pertama kali melihat wanita cantik atau bukan karena terpesona sama kecantikan lo tapi mereka semua menatap ke arah lo karena heran kenapa lo teriak teriak sangat keras dan sangat kencang kayak orang hutan" teriak Rahma sangat keras dan sangat kencang, jujur Rahma geram melihat kelakuan Devia sedangkan Devia yang sedang menatap ke arah lain langsung menatap nyalang ke arah Rahma sementara Elsa hanya menahan tawanya yang akan meledak sebisa mungkin Elsa harus menyembunyikan tawanya supaya tidak menyembur soalnya Elsa sedang dalam mode berpura pura merajuk dan marah kepada Devia
"Rahma gue ngga malu maluin karena gue ngga meminta minta sama orang, ingat orang tua gue itu orang kaya raya dan hartanya ngga akan habis buat ratusan milyar turunan, tapi menurut gue semua orang menatap ke arah gue karena terpesona sama kecantikan gue bukan karena teriakan gue yang sangat merdu, kenapa jadi bahas orang hutan itu kan orang tua lo" teriak Devia tak kalah keras dan tak kalah kencang dari suara teriakan Rahma tadi
__ADS_1
Rahma langsung melototkan kedua matanya ke arah Devia bukan karena teriakan Devia tapi Rahma melakukan itu karena kesal karena kelakuan Devia yang sangat bikin emosi pakai bilang orang tuanya Rahma orang hutan segala.
Elsa sangat kaget mendengar suara teriakan Devia yang sangat keras dan sangat kencang kini Elsa memegang dadanya dengan kedua tangannya saking kagetnya mendengar suara teriakan Devia yang sangat menggema dan sangat bising di telinganya.
Devia membelalakkan matanya sangat lebar dengan mulut menganga sungguh Devia tidak menyangka kalau suara yang Devia yang menurut Devia merdu malah di bilang oleh Rahma suaranya lebih tepatnya suara teriakan Devia sangat jelek dan seperti kaleng rombeng ngga sekalian seperti kaleng kerupuk lho kenapa jadi bahas kaleng kerupuk maksudnya kenapa Rahma tidak bilang kalau suara Devia sangat merdu
__ADS_1
Elsa menatap ke arah Devia dan Rahma secara bergantian lalu dirinya menggeleng gelengkan kepalanya samar melihat dengan mata telinganya sendiri maksudnya Elsa melihat dengan mata kepalanya sendiri adu jago maksudnya adu mulut antara Devia dan Rahma.
"Rahma lo pernah makan bangku sekolahan apa ngga ? malu maluin pasti di sangkut pautkan dengan meminta minta, siapa yang menuduh gue malu maluin hanya dengan gue teriak teriak dengan sangat keras dan sangat kencang ? gue yakin pasti yang menuduh itu lo, gue ngga pamer dan ngga sombong gue bicara fakta dan kenyataan bukan gosip dan hoax belaka, kalau orang tua gue orang kaya raya dan hartanya ngga akan habis sampai ratusan juta milyar, gue ngga nanya ke lo apakah orang tua lo kaya raya atau orang tua lo kayak monyet, gue jamin semua orang menatap gue karena terkesima sama kecantikan gue bukan karena teriakan gue yang sangat keras dan sangat kencang, kalau semua orang mendengar teriakannya gue yang sangat keras dan sangat kencang harusnya pada pergi kenapa malah pada menatap gue, suara gue merdu banget dan suaranya gue juga termasuk suara emas karena harganya mahal banget, suara gue itu suara paling merdu di dunia ini suaranya lo tuh yang merupakan suara terjelek di dunia ini, asal lo tahu orang tua gue itu orang terpandang dan terkaya di dunia ini jadi orang utan itu orang tua lo" teriak Devia sangat geram kepada Rahma sampai kepalanya Devia mengeluarkan tanduk yang banyak sementara Rahma melototkan kedua matanya ke arah Devia sedangkan Elsa menepuk jidatnya sendiri
"Devia gue makan itu makanan yang enak enak seperti daging sapi, daging ayam, daging bebek, bukan makan bangku sekolahan, gue jamin juga semua orang di dunia ini ngga akan mau makan bangku sekolahan karena keras banget rasanya walaupun sudah di rebus pasti itu bangku tetap keras, malu maluin itu ngga selalu di sangkut pautkan dengan meminta minta, iya gue yang ngomong kalau lo malu maluin karena teriak teriak dengan sangat keras dan sangat kencang, gue yakin tujuannya lo itu pamer dan sombong bukan bicara kenyataan atau fakta, orang tua gue itu kayak cinderella dan pangeran justru orang tua lo yang kaya monyet, gue yakin semua orang menatap lo itu karena lo teriak teriak sangat keras dan sangat kencang bukan karena semua orang terkesima sama lo, suara gue merdu yang suaranya kayak kaleng rombeng itu lo, suara gue suara paling merdu di telinganya semua orang, orang tua gue yang kaya raya terus orang tua lo yang kayak monyet" teriak Devia dengan sangat keras dan sangat kencang sambil matanya Devia menatap ke arah Rahma dengan tatapan nyalang sedangkan kedua matanya Rahma terbelalak lebar dengan mulut menganga sementara Elsa memutuskan untuk melerai pertikaian dan pertengkaran mereka berdua
Rahma yang emosi sudah membuka mulutnya untuk bersiap siap menjawab pertanyaan lebih tepatnya teriakan Devia namun terdengar suara yang sangat familiar di telinganya Rahma mendahului suara Rahma membuat Rahma menutup mulutnya kembali karena takut kemasukan gajah memangnya gajah bisa masuk ke mulutnya Rahma ? bisa kalau gading gajahnya di potong menjadi kecil kecil.
"Rahma Devia stop jangan berisik ngga malu sama semut yang lewat bisa bisa kalian berdua jadi bahan tontonan semut" teriak Elsa sambil menatap nyalang ke arah Devia dan Rahma secara bergantian sedangkan Rahma dan Elsa kompak menoleh ke arah Elsa
__ADS_1