
Elsa menerbitkan senyuman lebar entah mengapa hanya dia yang tahu sementara Devia menatap nyalang ke Elsa sedangkan Rahma sibuk dan asyik dengan dunianya sendiri memikirkan nasibnya yang harus membelikan porsi makanan sampai ratusan juta
"Elsa peribahasa lo ngaco" ketus Devia sambil melipat kedua tangannya di depan dadanya sedangkan Elsa yang sedang tersenyum lebar mengurangi kadar senyuman di wajahnya lalu menatap ke arah Devia dengan alis yang berkerut sementara Rahma masih sibuk memikirkan nasibnya yang menurutnya akan di kuras habis oleh Elsa lebih tepatnya oleh Devia karena Devia yang memberi saran seperti itu kepada Rahma
"Devia peribahasa gue yang mana yang ngaco ?" tanya Elsa dengan mimik wajah serius bahkan dirinya menghentikan senyum lebar di wajahnya sedangkan Devia memutar bola matanya malas
"Ngga usah drama pakai lupa segalanya Elsa" teriak Devia sangat keras dan sangat kencang sambil melototkan kedua matanya ke arah Elsa sementara Elsa menatap nyalang ke Devia sedangkan Rahma yang masih melamun langsung tersadar dari lamunannya begitu mendengar suara teriakan Devia kini Rahma mengeluarkan suaranya setelah beberapa puluh menit sibuk dan asyik melamun membuat Elsa yang sudah membuka mulutnya untuk menjawab perkataan Devia langsung menutup mulutnya kembali takut kemasukan sapi memangnya sapi muat di telinganya Elsa ? muat kalau sapinya di potong potong dulu menjadi kecil
"Devia Elsa diam" bentak Rahma sambil menatap ke arah Elsa dan Devia secara bergantian dengan tatapan tajam sedangkan Elsa dan Devia kompak menoleh ke arah sumber suara yaitu ke Rahma
"Iya Rahma" jawab kompak Elsa dan Devia hampir secara bersamaan sedangkan Rahma yang telah mendapatkan jawaban seperti itu langsung memalingkan wajah dari Elsa dan Devia lalu melanjutkan misinya yaitu mencari akal supaya Elsa tidak meminta makanan sampai ratusan juta porsi ke Rahma
Elsa dan Devia yang melihat Rahma memalingkan wajah langsung kompak saling pandang namun sedetik kemudian emosi Devia memuncak dan kini Devia menatap tajam ke arah Elsa sedangkan Elsa juga tak mau kalah karena menatap Devia dengan tatapan tak kalah tajam juga
__ADS_1
"Elsa urusan kita berdua belum selesai" ketus Devia sambil menatap nyalang ke Devia sedangkan Devia menaikan satu alisnya mendengar perkataan dari Devia
"Devia memangnya urusan kita yang mana yang belum selesai ?" tanya Elsa sambil menatap Devia dengan tatapan penuh tanda tanya di kepalanya bukan di perutnya sedangkan Devia membelalakkan matanya sangat lebar dengan mulut menganga
Sungguh Devia tak mengerti dengan jawaban yang Elsa berikan apakah Elsa benar benar lupa dengan masalah yang tadi di bahas atau mungkin Elsa berpura pura lupa supaya tidak membahas itu lagi namun Devia terlanjur ingin melampiaskan kemarahannya ke Elsa karena telah menyikut perutnya Devia
Elsa menatap ke arah Devia dengan tatapan bingung pasalnya Elsa benar benar lupa dengan pembahasan yang tadi di bahas mungkin karena Rahma yang tadi menyela perkataan Devia dan Elsa yang sedang tanya jawab maksudnya adu jotos lebih tepatnya adu mulut sehingga membuat Elsa lupa dengan pembahasan yang tadi di bahas dengan Devia
"Devia gue pintar dan cerdas dan gue ngga bego kayak lo kalau urusannya belum selesai tinggal jawab doang gampang kan urusan mana yang belum selesai" sahut Elsa tak kalah ketus dari Devia sedangkan Devia menatap nyalang ke Elsa ingin sekali sebenarnya Devia menjambak rambutnya Elsa sekarang juga namun di urungkan niatnya bukan karena takut mendapatkan omelan atau teriakan dari Elsa
namun alasan utamanya Devia tidak mau jadi pusat perhatian oleh banyak orang karena saat ini mereka sedang ada di kantin kampus Devia tidak mau di tuduh melakukan kekerasan dalam rumah tangga memangnya Devia sudah menikah koq bahas kekerasan dalam rumah tangga ? walaupun Devia belum menikah tapi Devia tetap tidak mau di tuduh melakukan kekerasan dalam rumah tangga oleh banyak orang
__ADS_1
"Elsa kalau lo pintar dan cerdas pasti lo ingat urusan mana yang belum selesai jangan sembarang menuduh lo gue orangnya cerdas cermat maksudnya gue itu cerdas dan pintar ngga bego gue mengetes lo apakah lo ingat urusan kita berdua yang belum selesai atau lo lupa soalnya kalau lo lupa sama urusan kita berdua yang belum selesai otomatis lo itu pikun karena lupa sama urusan kita berdua yang belum selesai" cibir Devia sambil menatap Elsa dengan tatapan mengejek sementara kedua matanya Elsa langsung terbelalak lebar dengan mulut menganga
"Devia walaupun gue pintar dan cerdas tapi gue belum ingat urusan mana yang belum selesai kalau lo cerdas dan pintar lo pasti ngga bikin emosi ke gue bilang saja lo juga lupa pakai alasan mengetes segala gue ngga pikun jadi lo jangan sembarangan menuduh gue" teriak Elsa dengan sangat kencang dan sangat keras sambil tangannya mencubit pinggangnya Devia sementara Devia yang mendapatkan serangan mendadak dari Elsa langsung berteriak sangat keras
"Aaaawwww Elsa ngapaian lo nyubit gue" teriak Devia tak kalah keras dan tak kalah kencang dari Elsa sedangkan Elsa langsung menerbitkan senyuman lebar di wajahnya karena berhasil membuat Devia berteriak
"Devia supaya lo ngga menuduh gue pikun itu sebagai bukti kalau gue ngga pikun bisa bikin lo menjerit kesakitan gimana rasanya enak kan ?" goda Elsa sambil menaik turunkan alisnya di sertai senyum lebar yang menghiasi wajahnya menggoda Devia sementara Devia membelalakkan matanya sangat lebar dengan mulut menganga
Sedetik kemudian Devia menerbitkan senyuman lebar di wajahnya mungkin dirinya merencanakan sesuatu lalu Devia melirik ke arah Elsa lewat ekor matanya tanpa melunturkan senyuman lebar di wajahnya entah apa yang ada di otaknya Devia hanya Devia yang tahu karena semut dan kecoa yang lewat juga tidak tahu
Kini Devia tanpa basa basi langsung melaksanakan misinya yaitu mencubit pinggang Elsa yang ada di sebelahnya mendapat serangan mendadak seperti itu langsung menghentikan senyum lebarnya secara mendadak lalu berteriak dengan sangat keras dan sangat kencang
__ADS_1
"Aaaawwwww Devia kenapa lo nyubit pinggang gue" teriak Elsa sambil menatap nyalang ke Devia sedangkan Devia mengeluarkan senyum licik di wajahnya
"Elsa gue nyubit pinggangnya lo supaya kita berdua impas mencubit balas mencubit ternyata rencana balas dendam gue di gampang kan juga ngga perlu repot repot mengejar ngejar lo sambil berlarian ke sana kemari" jelas Devia sambil menatap ke arah Elsa sambil tersenyum menyeringai sedangkan Elsa tercengang mendengar omongan Devia