
Rahma yang telah mengeluarkan ancaman mautnya langsung menerbitkan senyuman lebar di wajahnya sedangkan Elsa dan Devia kompak membelalakkan matanya sangat lebar dengan mulut menganga.
Sungguh Elsa dan Devia serentak ingin marah dan emosi bahkan Elsa dan Devia ingin sekali menjambak rambutnya Rahma, bagaimana tidak marah dan emosi Rahma meminta traktir makanan sebanyak ratusan milyar, namun Elsa dan Devia kompak mengurungkan niatnya untuk menjambak rambutnya Devia.
Karena Elsa dan Devia takut di tuduh menganiaya Rahma kalau dia menjambak rambutnya Rahma, sehingga dari pada di tuduh menganiaya lebih baik Elsa dan Devia berhenti sebelum bertindak.
"Ternyata gue gunakan ancaman kayak gitu membuat Devia dan Elsa saling diam, kalau gitu kenapa gue dari dulu ngga pernah kepikiran menggunakan ancaman kayak gini, kalau gue gunakan ancaman kayak gini dari dulu di jamin pasti itu si Devia dan Elsa ngga akan sering berantem kayak anak ayam dan induknya lho koq jadi bahas anak ayam dan induknya maksudnya kayak tikus dan kucing berantem melulu malah kalau tikus dan kucing bukan cuma berantem doang tapi kucing memakan tikus" batin Rahma sambil mengeluarkan senyum licik di wajahnya.
Devia menatap nyalang ke arah Rahma seakan tatapan Devia menguliti seluruh tubuhnya Rahma, namun Rahma tidak menyadari tatapan Devia karena Rahma sedang sibuk dan asyik dengan dunianya sendiri alias Rahma sedang melamun menyalurkan kebahagiaan yang tercipta di hatinya.
__ADS_1
"Dasar Rahma tukang malak, masa minta traktir sampai ratusan milyar porsi, itu sebenarnya Rahma minta traktir atau minta di belikan stok makanan untuk di jual lagi, awas saja lo Rahma kalau ini bukan di kantin sudah gue bikin rambut lo rontok semua ngga tersisa rambut sedikitpun, karena lo bakalan gundul di tangannya gue, bakalan gue gunakan pencukur rumput buat membuat rambut Rahma botak" batin Devia yang di selimuti dan di hinggapi oleh bara api yang membara dan bara api yang berkobar kobar bahkan kalau di ibaratkan kepalanya Devia sudah mengeluarkan asap api dan tanduk bercampur jadi satu.
Elsa melototkan kedua matanya ke arah Rahma yang menurutnya membuat Elsa kesal dan emosi sekali kalau bukan di kampus pasti Elsa sudah menampar wajahnya Rahma dan bisa saja malah Elsa menonjok wajahnya Rahma supaya wajahnya Rahma berubah warna lebih tepatnya berubah warna karena lebam di wajahnya Rahma.
"Rahma kebangetan banget lo yah bikin emosi dan bikin kesal gue tingkat dewa, awas saja lo Rahma kalau ini bukan di kantin sudah gue tampar wajahnya lo bahkan gue ngga bakalan sungkan sungkan buat menonjok wajahnya lo Rahma, supaya wajahnya lo berubah warna gara gara lebam di wajahnya lo akibat tonjokan tangan gue yang gue berikan ke wajahnya lo" batin Elsa sambil masih setia melototkan kedua matanya ke arah Rahma.
Devia yang tidak bisa menahan emosi yang sudah ada di ubun ubun kini ingin sekali menjambak rambutnya Rahma namun Devia masih bisa menahan keinginannya namun satu yang tak bisa di tahan oleh Devia adalah dia berteriak dengan sangat keras dan sangat kencang karena sudah tak tahan ingin mengeluarkan suara emasnya dan suara merdunya.
"Rahma lo mau minta traktir atau mau minta di belikan banyak makanan buat lo jual lagi masa minta di belikan makanan sampai ratusan milyar" teriak Devia dengan sangat keras dan sangat kencang bahkan Devia juga menatap nyalang ke arah Rahma sedangkan Elsa dan Rahma yang masih sibuk dengan dunianya sendiri alias sibuk dengan lamunan mereka berdua membuat Elsa dan Rahma kompak tak mendengar teriakannya Devia.
Devia menatap ke arah Rahma dan Elsa secara bergantian, Devia bingung kenapa Elsa dan Rahma tak mendengarkan omongan dari Devia lebih tepatnya lagu Elsa dan Rahma tak mendengarkan suara teriakan dari Elsa dan Rahma.
__ADS_1
Devia berpikir bahwa Elsa dan Rahma berpura pura budeg dan berpura pura tuli supaya tidak mendapatkan omelan dari Devia, makanya Elsa dan Rahma kompak berpura pura tidak mendengar teriakan dari Devia yang sangat menggemparkan seluruh isi dunia.
"Elsa sama Rahma kenapa ngga mendengarkan suara merdunya gue dan suara kerennya gue, padahal gue sudah berteriak dengan sangat keras dan sangat kencang supaya Elsa dan Rahma mendengar omongan gue kenapa malah Rahma dan Elsa belum mendengar omongan gue, jangan jangan Elsa dan Rahma serentak berpura pura budeg dan berpura pura tuli supaya ngga mendapatkan omelan dari gue" batin Devia sambil menatap nyalang ke arah Elsa dan Rahma secara bergantian namun Elsa dan Rahma tidak mengetahui tatapan menusuk yang di keluarkan oleh Devia kepada mereka berdua karena Elsa dan Rahma kompak sedang sibuk melamun dan asyik melamun.
Devia yang telah memutar otaknya selama beberapa puluh jam kelamaan dong maksudnya Devia telah memutar otaknya selama beberapa puluh menit namun otaknya belum juga menemukan ide supaya Rahma dan Elsa mendengar suaranya.
Namun Devia tak pernah lelah dirinya tak putus semangat, kini Devia masih memaksa otaknya untuk mencari akal supaya bisa membuat Rahma dan Elsa mendengar suaranya Devia.
__ADS_1
Setelah Devia memaksa otaknya untuk berpikir kini Devia menemukan cara supaya Elsa dan Devia bisa mendengar suaranya, mendapatkan ide seperti itu membuat Devia mengeluarkan senyum licik di wajahnya.
"Gue tahu caranya supaya Elsa dan Rahma bisa mendengar suara merdunya gue dan suara mahalnya gue, walaupun gue yakin sebelum gue menjalankan ide ini juga Elsa dan Rahma sudah mendengar suara merdunya gue dan suara mahalnya gue, karena gue yakin kalau Elsa dan Rahma cuma pura pura budeg dan pura pura tuli supaya ngga mendapatkan omelan dari gue, tapi gue yakin dengan ide yang terpancarkan dari kepalanya gue dan otaknya gue di jamin Elsa dan Rahma ngga akan bisa berpura pura budeg dan berpura pura tuli lagi istilah gaulnya Rahma dan Elsa ngga akan bisa drama akting lagi, lebih baik gue jalankan misi yang dari otaknya gue supaya Rahma dan Elsa mendengar semua omongan gue" batin Devia sambil menatap ke arah Devia dan Elsa secara bergantian dengan senyuman licik yang terpancar di wajahnya Devia.