Ketemu Jodoh Lewat Dunia Maya

Ketemu Jodoh Lewat Dunia Maya
Makan Menyebabkan Perutnya Gue Kenyang


__ADS_3

Devia dan Rahma masih sibuk di kantin kampus entah mereka berdua sibuk apa mungkin mereka berdua sibuk menyapu ? ngga mungkin mereka berdua ngga bakalan mau di suruh suruh, apa mereka berdua sibuk mengepel lantai tidak mungkin juga yang ada orang orang di sana jadi korban karena Devia dan Rahma itu kalau mengepel lantai bukan pakai kain pel tapi pakai ember sampai berpuluh puluh ember atau bahkan sampai ratusan ember lalu di tumpahkan di jamin orang orang bukan cuma terpeleset tapi lantainya juga bakalan banjir yang lebih parah lagi bakalan terguling ke lantai semua orang yang berada di kantin kampus sedangkan Elsa masih sibuk berjalan membawa nampan yang berisi makanan dan minuman yang di pesan olehnya tadi dan refleks membuat Rahma dan Devia melihat ke arah Elsa begitu mendengar suara Elsa meletakkan makanan dan minuman yang ada di nampan ke atas meja


"Koq kamu cuma pesan makanan dan minuman satu doang Elsa" tanya Devia sambil menatap ke arah Elsa dan makanan yang di bawa oleh Elsa tadi lalu Elsa mengernyit mendengar perkataan Devia sedangkan Rahma tersenyum tipis sangat tipis sehingga tidak ada yang menyadari kalau saat ini Rahma sedang tersenyum termasuk semut dan kecoa yang lewat juga ngga tahu kalau Rahma sedang tersenyum saking tipisnya senyuman yang di keluarkan Rahma


"Memangnya lo kira gue pesan berapa Devia ?" tanya balik Elsa sembari menatap ke arah Devia dengan di penuhi tanda tanya bukan tanda koma sementara Rahma menahan tawanya yang akan meledak keluar dirinya tahu maksud dan tujuan Devia bilang seperti itu ke Rahma sedangkan Devia tersenyum masam mendengar pertanyaan Elsa


"Dua porsi dong Elsa sama gue" dengus kesal Devia lalu memalingkan wajahnya sementara Elsa tersenyum kecut mendengar perkataan Devia sedangkan Rahma menerbitkan senyuman lebar di wajahnya karena seusai dengan dugaannya bahwa Devia bertanya seperti itu ada maksud yang terselubung


"Devia sadar dong gue jadi lo ngga usah mengemis ngemis minta traktiran juga" jelas Rahma sambil menoyor kepalanya Devia sementara Elsa hanya tertawa kecil lalu menjatuhkan bokongnya ke kursi yang tadi dia duduki sedangkan Devia mengerucutkan bibirnya ratusan juta centi ke depan

__ADS_1


"Aaaawwww Rahma lo pelit banget padahal pacarnya lo kaya raya dan tajir melintir" Devia berdecak sambil tangannya memegang kepalanya yang habis jadi korban tangannya Rahma sementara Rahma tersenyum menyeringai sedangkan Elsa tertawa kecil melihat tingkah keduanya yang seperti ayam betina dan ayam jago maksudnya seperti tikus dan kucing yang selalu bertengkar bukan cuma bertengkar doang tapi kucing memakan tikus


"Devia gue bukannya pelit tapi hemat lo ingat kata pepatah katanya hemat pangkal kaya" jawab Rahma sambil tersenyum devil ke arah Devia sementara Devia tersenyum masam mendengar omongan Rahma sedangkan Elsa menghentikan tawa kecil yang keluar dari bibirnya lalu dirinya menatap ke arah Rahma dan Devia secara bergantian


"Rahma itu cuma alasan lo doang bilang hemat pangkal kaya padahal aslinya lo pelit pakai gunakan jurus peribahasa segala" ketus Devia sambil mendelik ke Rahma sementara Rahma menahan tawanya melihat ekspresi wajah Devia sedangkan Elsa mengulum senyum


"Devia terserah apa kata lo mau ngatain gue cantik, gue baik, gue pintar, gue menarik, gue lucu memang kenyataannya gue seperti itu" jawab Rahma tanpa dosa membanggakan diri sendiri membuat Devia membelalakkan matanya sangat lebar dengan mulut menganga sementara Elsa terkekeh kecil mendengar omongan Rahma


"Rahma Devia kalian berdua jangan berantem terus dong ngga malu sama semut dan kecoa yang mendengar pertengkaran kalian berdua" tegur Rahma setelah dirinya meminum minuman yang di depan olehnya dan Rahma telah meletakkan gelas ke atas meja bukan ke kolong meja sementara Rahma dan Devia kompak menoleh ke arah Elsa

__ADS_1


"Elsa Rahma duluan yang nyari gara gara ke gue" adu Devia kepada Elsa sementara Elsa tersenyum tipis sambil menatap Devia sedangkan Rahma membelalakkan matanya sangat lebar dengan mulut menganga


"Apaan sih lo Devia lo duluan yang nyari ribu sama gue lagian gue ngga pernah nyari gara gara ke lo karena lebih baik gue nyari uang yang banyak supaya uangnya ngga bakalan habis sampai ratusan juta turunannya gue" ketus Rahma sambil menatap nyalang ke Devia sementara Devia memutar bola matanya malas sedangkan Elsa menggeleng gelengkan kepalanya melihat dan mendengar pertengkaran semut dan kecoa maksudnya pertengkaran tikus dan kucing lebih tepatnya Elsa melihat dan mendengar pertengkaran Rahma dan Devia


"Rahma Devia lebih baik kalian berdua lanjut makan saja supaya ngga berantem" perintah Elsa sambil menatap ke arah Devia dan Rahma secara bergantian sementara Rahma mengumbar senyum lebar di wajahnya sedangkan Devia mencebikkan bibirnya


"Benar juga saran lo Elsa kalau gue makan menyebabkan perutnya gue kenyang kalau bertengkar sama Devia cuma bikin emosi doang" cibir Rahma sambil menatap Devia dengan tatapan sinis sedangkan Elsa mengumbar senyum lebar di wajahnya karena saran darinya di dengarkan oleh Rahma sehingga Elsa berpikir kalau Rahma dan Devia akan melanjutkan makan mereka sementara Devia menatap nyalang ke Rahma


"Ayo Rahma makan sekarang" ajak Elsa lalu tanpa ragu menyuapkan makanan ke dalam mulutnya sementara Rahma juga tanpa ragu akan mengikuti jejaknya Elsa yaitu memasukkan makanan ke dalam mulutnya namun makannya belum mendarat ada sebuah tangan yang memegang tangannya Rahma membuat Rahma menoleh siapa lagi kalau bukan Devia yang memegang tangannya Rahma soalnya semut dan kecoa tidak akan bisa memegang tangannya Rahma

__ADS_1


"Elsa makanan gue sudah habis terus gue di suruh melanjutkan makan apa ? gue ngga mau makan gelas, piring, garpu, dan sendok jadi gue ngga mau melanjutkan makan lqgi Rahma lo ngga boleh makan soalnya makanan gue sudah habis kalau lo mau makan harus bagi dua sama gue kita berdua makan barengan makan bikin perut lo kenyang tapi beberapa jam kemudian di jamin bakalan lapar lagi dan perut lo bakal keroncongan lagi gue ngga bikin emosi karena gue bisa bikin anak soalnya kalau setelah gue menikah suami gue bercocok tanam dan menanam benih di rahim gue sehingga gue bisa bikin anak yang bikin emosi doang itu lo" ketus Devia sambil menatap tajam ke Rahma sementara Rahma juga menatap Devia dengan tatapan tak kalah tajam sedangkan Elsa yang akan menyantap makanan dan memasukkan makanan lagi ke dalam mulutnya langsung menoleh ke arah sumber suara yaitu Devia yang sedang memegang tangannya Rahma seperti mau menyebarang jalan


__ADS_2