Ketemu Jodoh Lewat Dunia Maya

Ketemu Jodoh Lewat Dunia Maya
Lo Berdua Tuli Dan Budeg Mendadak


__ADS_3

Rahma perlahan berjalan menjauh dari Devia dan Elsa, sungguh hati Rahma sangat dongkol dan marah, ingin sekali tadi Rahma menampar Devia dan Elsa secara bergantian, namun Rahma takut di tuduh melakukan kdrt terhadap mereka berdua.


Elsa dan Devia kompak menatap ke arah punggung Rahma yang menjauh, bukannya menyusul Rahma tapi malah Elsa dan Devia saling menyalahkan satu sama lain, sehingga kini Elsa dan Devia saling pandang.


Namun saling pandang antara Elsa dan Devia bukan saling pandang biasa, namun mereka berdua saling pandang dengan tatapan sama sama menusuk, sungguh Elsa dan Devia kesal dan emosi kepada satu sama lain.


"Elsa gara gara lo Rahma pergi" teriak Devia dengan sangat keras dan sangat kencang, sedangkan Elsa yang tak terima dengan tuduhan yang di lontarkan oleh Devia, membuat kedua matanya Elsa melotot ke arah Devia.


"Devia lo ngga usah menyalahkan gue, karena di sini yang salah itu lo bukan gue, karena gue yakin penyebab Rahma pergi dari kantin itu gara gara ancaman lo, sehingga dia muak sama lo" teriak Elsa dengan suara yang lebih kencang dan lebih keras dari Devia, sementara Devia langsung membelalakkan matanya sangat lebar dengan mulut menganga.


Sungguh Devia kesal dan tersulut emosi mendengar tuduhan yang di lontarkan oleh Elsa, ingin sekali Devia menjambak rambutnya Elsa, namun Devia mengurungkan niatnya, bukan karena tidak berani tapi Devia tidak mau kalau Elsa ikutan membalas perbuatan dirinya dengan cara menjambak rambutnya Devia.


"Elsa gue yakin penyebab Rahma pergi dari sini bukan karena ancaman gue, tapi karena lo yang menuduh Rahma berbohong makanya dia pergi" lagi dan lagi Devia berteriak tak kalah keras dan kalah tajam dari Elsa, sementara kedua matanya Elsa terbelalak lebar dengan mulut menganga.


Elsa tidak terima di tuduh kalau penyebab Rahma pergi adalah dirinya, justru Elsa mengira penyebab Rahma pergi adalah Devia, karena Elsa berpikir Rahma takut dengan ancaman Devia makanya Rahma pergi dan kabur dari kantin.


"Devia lo ngga usah mengelak lagi, karena gue yakin satu satunya penyebab Rahma pergi adalah ancaman lo, gue ngga menuduh Rahma berbohong gue cuma ngga percaya kalau yang mendorong tubuhnya gue sampai gue jatuh tersungkur ke lantai adalah Rahma" teriak Elsa tak mau kalah bahkan suaranya lebih tepatnya bahkan suara teriakan Elsa sangat keras dan sangat kencang melebihi suara teriakan dari Devia.

__ADS_1


Rahma yang sedang berjalan berniat menuju ke kelasnya menghentikan langkah kakinya, lalu Rahma membalikkan badan lalu Rahma tercengang melihat aksi yang ada di depannya, sungguh Rahma tak menyangka dengan adegan yang ada di depannya.



Rahma pikir dengan cara Rahma pergi dari hadapan Elsa dan Devia, membuat Elsa dan Devia akur dan tidak bertengkar serta adu mulut, namun kenyataannya malah Elsa dan Devia semakin heboh bertengkar.



Kedua telinganya Rahma mendengar dengan jelas apa penyebab keributan dan pertengkaran antara Devia dan Elsa, entah kenapa Rahma bisa mendengar pertengkaran itu, karena mungkin kedua telinganya Rahma yang tajam, atau karena suara teriakan Elsa dan Devia yang sangat keras dan sangat kencang yang hampir merusak gendang telinga Rahma.


"Gue heran banget sama Devia dan Elsa, kenapa mereka berdua masih melanjutkan pertengkaran mereka berdua tadi, aku kira kalau aku pergi dari kantin, alias aku pergi dari hadapan mereka berdua membuat Devia dan Elsa akur dan tidak berantem, tapi dugaan gue salah, karena Elsa dan Devia malahan makin heboh berantem, gue malu banget mendengar dan melihat pakai mata kepala gue sendiri kalau Elsa dan Devia berantem, lebih baik gue lerai mereka berdua supaya ngga berantem terus menerus" batin Rahma sambil perlahan mendekat ke arah Elsa dan Devia.



Setelah Rahma berjalan selama beberapa jam, kelamaan dong maksudnya setelah Rahma berjalan selama beberapa menit, kini Rahma telah sampai di samping Devia dan Elsa.


__ADS_1


Karena Elsa dan Devia masih sibuk dan asyik dengan dunianya sendiri, sehingga Elsa dan Devia tak tahu kalau Rahma ada di sekitar mereka berdua.



Rahma yang sudah ada di sekitar Elsa dan Devia langsung membuat Rahma melipat kedua tangannya di depan dadanya, lalu kini Rahma menatap ke arah Elsa dan Devia secara bergantian, karena tidak tahan mendengar suara teriakan dari Elsa dan Devia membuat Rahma memberanikan diri menegur.


"Elsa Devia kalian berdua kenapa hobinya ribut terus dan bertengkar terus, kasihan yang mendengar suara teriakan kalian berdua ingin muntah di hadapan kalian berdua." ketus Rahma sambil melipat kedua tangannya sambil menatap tajam ke arah Elsa dan Devia secara bergantian, Elsa dan Devia yang sedang bertengkar kompak menoleh ke arah sumber suara, yaitu mereka berdua kompak menoleh ke arah Rahma.


Devia dan Elsa serentak hanya tersenyum masam menanggapi perkataan Rahma, sedangkan Rahma menaikkan satu alisnya, bingung karena Devia dan Elsa tidak menjawab perkataannya.


"Devia Elsa kenapa kalian berdua diam saja, kenapa ngga jawab omongan gue, jangan bilang lo berdua budeg dan tuli mendadak gara gara saling berteriak dengan sangat keras dan sangat kencang dari tadi" ejek Rahma sambil menatap ke arah Elsa dan Devia secara bergantian dengan tatapan mengejek, sementara Elsa dan Devia kompak membelalakkan kedua matanya mereka berdua.


Sungguh Elsa dan Devia kesal dengan tuduhan yang di lontarkan oleh Rahma, ingin sekali Devia dan Elsa berteriak sekencang kencangnya mendengar omongan Rahma.


Setelah menunggu beberapa jam, kelamaan dong maksudnya setelah menunggu beberapa menit, Elsa dan Devia hanya diam, tak menjawab omongan Rahma walau satu patah katapun.


"Elsa Devia kenapa kalian berdua masih diam, jangan jangan benar omongan gue kalau kalian berdua mengalami penyakit budeg dan tuli gara gara kalian berdua dari tadi teriak teriak" cibir Rahma lagi dan lagi dengan tatapan mengejek ke arah Elsa dan Devia, sementara Elsa dan Devia kompak mengepalkan kedua tangannya.

__ADS_1


Ingin sekali Elsa dan Devia meninju Rahma, namun Devia dan Elsa masih sadar diri takut di tuduh melakukan kekerasan kdrt oleh banyak orang, koq jadi kdrt kayak masalah rumah tangga, intinya Devia dan Elsa tidak mau di tuduh main tangan oleh banyak orang.


"Rahma gue itu ngga budeg dan ngga tuli, gue ngga jawab perkataan lo karena gue ngga mau lo dengar keributan gue sama Elsa" ketus Devia sambil mendelik ke arah Rahma, sementara Rahma mengulum senyum tipis, sedangkan Elsa menganggukkan kepalanya samar.


__ADS_2