Ketemu Jodoh Lewat Dunia Maya

Ketemu Jodoh Lewat Dunia Maya
Dia Jatuh Sampai Mencium Wanginya Lantai


__ADS_3

Devia menatap ke arah Elsa dengan tatapan tajam karena kesal dan marah dengan Elsa jika Elsa ikut mendorong tubuhnya, bukan hanya Rahma yang mendorong tubuhnya, sedangkan Rahma yang tidak mendengar jawaban dari Elsa, bukan tidak mendengar sebenarnya Elsa memang tidak menjawab perkataan Devia, karena Elsa masih sibuk dengan dunianya sendiri, sehingga Elsa tidak mendengar perkataan dari Rahma.



Rahma dan Devia kini kompak menatap ke arah Elsa dengan tatapan tajam, sedangkan Elsa yang sibuk dengan dunianya tak menyadari kalau ada dua orang yang tengah menatap dirinya dengan tatapan membunuh yaitu Rahma dan Devia.



Elsa masih memalingkan wajahnya dari Rahma dan Devia, karena kini Elsa masih mengeluarkan senyum lebar di wajahnya, Elsa sangat bahagia karena Devia mengira Rahma yang mendorong tubuhnya Devia dengan kedua tangannya Rahma.



Devia yang curiga dengan gelagat Elsa yang memalingkan wajahnya dari dirinya dan Rahma, langsung kakinya Devia di ajak berselancar untuk mendekati Elsa, sedangkan Rahma yang mengetahui Devia sedang berjalan mendekati Elsa, membuat Rahma juga ikutan berjalan mendekat kepada Rahma, namun Rahma tak menyadari bahwa kedua sahabatnya sedang berjalan ke arahnya.


"Gue penasaran kenapa Elsa memalingkan wajahnya dari tadi dari hadapan gue dan Rahma, gue jadi curiga kalau Elsa menyembunyikan sesuatu, tapi sebenarnya kedua tangannya Elsa ngga memegang apapun, tapi kenapa gue curiga dengan sikap Elsa yang memalingkan wajahnya dari gue dan Rahma" batin Devia sambil tetap berkelana mendekat ke arah Elsa.

__ADS_1


"Gue heran kenapa Devia mendekat ke arah Elsa, lebih baik gue juga ikutan mendekat ke arah Elsa, supaya gue ngga ketinggalan info, lagian Elsa ngapain mukanya pakai menghadap ke sana, jangan jangan di sana Elsa melihat ada pria tampan dan pria ganteng, tapi gue menoleh ke arah pandang Elsa ngga ada pria tampan dan pria ganteng, bahkan ngga ada orang lewat, terus Elsa menatap apa ke arah sana, jadi kepo plus penasaran kenapa Elsa menatap ke arah sana" batin Rahma yang juga berjalan mendekat ke arah Elsa.


Setelah Devia berjalan selama beberapa puluh jam kelamaan dong, maksudnya setelah Devia berjalan selama beberapa puluh menit, kini Devia sudah ada tepat di wajahnya Elsa, namun karena Elsa sibuk dan asyik melamun sehingga tak menyadari kehadiran Devia.



Devia juga melihat bahwa Elsa sedang menerbitkan senyum lebar di wajahnya, melihat ekspresi Elsa membuat Devia mengerutkan kening bingung dan heran, apa yang menyebabkan Elsa tersenyum lebar seperti itu, namun sedetik kemudian Devia berpikir apakah senyum yang di keluarkan oleh Elsa itu karena Devia menuduh Rahma mendorong tubuhnya dengan kedua tangannya Rahma.



"Rahma ngapain lo di situ" teriak Devia dengan sangat keras dan sangat kencang, bahkan Devia menatap tajam ke arah Rahma, sedangkan Rahma yang terlonjak kaget gara gara teriakan dari Devia langsung mengeluarkan jurus kagetnya, yaitu mendorong tubuh Elsa yang ada di depannya.


Karena Elsa tak siap dengan serangan yang di keluarkan oleh Rahma, membuat Elsa jatuh tersungkur ke lantai membuat lamunan Elsa hancur dan lenyap dalam sekejap, kini Elsa menatap ke arah tangan yang tadi mendorong tubuhnya, Elsa menatap ke arah Devia dan Rahma yang ada di depannya.


"Rahma Devia ngapain kalian berdua dorong gue" teriak Elsa dengan sangat keras dan sangat kencang, sedangkan Rahma hanya menyengir kuda karena memang dirinya tadi yang mendorong Elsa, sementara Devia melototkan kedua matanya ke arah Elsa, karena jujur Devia tak terima dengan tuduhan yang di keluarkan oleh Elsa, Devia tidak mendorong Elsa namun kenapa Elsa malah seenak jidatnya menuduh Devia ikutan mendorong Elsa.

__ADS_1


Devia menatap ke arah Elsa yang sedang berpose duduk di atas lantai dengan tatapan tajam, sementara Elsa juga membalas tatapan Devia dengan tak kalah tajam, sedangkan Rahma menggaruk garuk belakang kepalanya yang tidak gatal mengetahui Devia dan Elsa yang sedang adu panco maksudnya adu tatapan dengan tatapan yang saling membunuh dan saling menguliti.


''Elsa lo ngga usah sembarangan menuduh, gue ngga dorong lo sama sekali, kalau lo ngga lihat dengan mata kepala sendiri harusnya lo jangan menuduh karena lo bisa memfitnah orang, dan asal lo tahu fitnah itu lebih kejam dari pada ngga fitnah'' jelas Devia dengan nada ketus sedangkan Rahma menepuk jidatnya sendiri mendengar omongan Devia yang terakhir, sementara Elsa tersenyum mengejek ke arah Devia.


"Devia gue ngga sembarangan menuduh, gue juga menuduh lo di lengkapi dengan bukti karena lo dan Rahma ada di sekitar gue, jadi gue yakin yang mendorong tubuhnya gue itu lo sama Rahma, gue ngga percaya kalau semut dan kecoa yang mendorong gue, karena semut dan kecoa bentuknya kecil ngga akan mampu mendorong tubuhnya gue" cibir Elsa dengan nada tak kalah ketus, sementara Rahma menahan tawanya yang akan keluar, karena sebenarnya yang mendorong tubuhnya Elsa itu cuma dirinya seorang, Devia tidak ikutan andil mendorong tubuhnya Elsa, sementara Devia membelalakkan matanya sangat lebar dengan mulut melongo.


Sungguh Devia kesal dan emosi di tuduh ikutan mendorong tubuhnya Elsa, padahal tangan Devia ngga melakukan apapun, kini Devia menatap ke arah Rahma yang ada di sebelahnya lalu berkata.


"Rahma sekarang lo jelaskan ke wanita bodoh dan tolol itu siapa yang mendorong tubuhnya Elsa sampai dia jatuh mencium wanginya lantai" pinta Devia sambil menunjuk ke arah Elsa dengan jari telunjuknya, sedangkan Rahma berkali kali menelan salivanya karena ketakutan.


Rahma di landa kebingungan apakah jujur atau tidak, kalau jujur bahwa hanya dia yang mendorong tubuhnya Elsa, tapi Rahma takut Elsa akan mengamuk dan balas dendam kepada Rahma, tapi kalau tidak mengaku Rahma juga takut Devia akan marah kepadanya apalagi kini Devia menatap ke arah Rahma dengan tatapan nyalang.


"Devia gue pintar dan cerdas, gue ngga bodoh dan ngga tolol" teriak Elsa dengan sangat keras dan sangat kencang melebihi toa sambil melototkan kedua matanya ke arah Devia, sedangkan Devia mendelik ke arah Elsa, sementara Rahma meneguk air ludahnya secara kasar.


"Diam lo Elsa, Rahma buruan lo jelaskan siapa yang mendorong wanita tolol dan bodoh itu atau persahabatan kita berdua putus dan berakhir" ancam Devia dengan tegas yang membuat Rahma bingung, sementara Elsa mendelik ke Devia.

__ADS_1


__ADS_2