Ketemu Jodoh Lewat Dunia Maya

Ketemu Jodoh Lewat Dunia Maya
Dapat Pacar Dari Sosial Media Atau Dunia Maya


__ADS_3

Safa telah sampai di depan ruang kerja miliknya lalu tangan Safa terulur untuk membuka pintu ruang kerjanya setelah pintu ruangan kerjanya Safa terbuka Safa menggerakkan kakinya untuk melangkah menuju ke dalam ruangan kerja miliknya setelah Safa ada di dalam ruangan kerjanya lalu dengan gerakan cepat tangannya Safa menutup pintu ruangan kerja miliknya setelah pintu di tutup Safa berkelana ke arah kursi kebesaran miliknya lalu dirinya meletakkan tas yang Safa bawa ke meja yang tergeletak di sebelah kursi kebesaran miliknya setelah itu Safa menghempaskan bobotnya ke kursi kebesaran miliknya


"Gue harus melakukan apa lagi supaya gue bisa meluluhkan hatinya Pram gue heran padahal dulu Pram dekat banget sama gue tapi kenapa sekarang kayak jaga jarak seperti orang yang sedang menyetir mobil saja pakai jaga jarak segala bahkan di truk atau di kendaraan juga kadang ada tulisan jaga jarak kenapa ngga sekalian di tulis jaga dompet supaya ngga di gondol kucing gue sangat mencintai Pram gue harus bisa bikin Pram jatuh cinta sama gue supaya gue bisa menjadi pacarnya Pram sebenarnya bukan cuma itu doang tapi gue juga pengin banget menjadi istrinya Pram" gumam Safa sambil tangannya mengambil bolpoin yang terdampar di atas meja lalu dirinya tanpa ragu mengetuk ngetukkan bolpoin ke atas pohon maksudnya ke atas genteng lebih tepatnya ke atas meja mungkin sebenarnya mau mengetuk ngetukkan ember namun karena ngga bawa ember ke ruangannya sehingga hanya mengetuk ngetukkan bolpoin


Rahma dan Devia masih berlomba lari maraton lebih tepatnya Devia yang mengejar ngejar Rahma karena kalau lomba lari maraton pemenang lombanya di beri hadiah sementara mereka berdua yang menang pasti dapat omelan dan ceramah panjang lebar ngga ada putusnya dari yang kalah mungkin ceramahnya non stop 24 jam non stop tanpa iklan dan tanpa jeda membuat orang yang mendengarnya ingin sekali menyumpal pakai sepatu tapi harga sepatunya mahal, pakai rumah bentuknya ngga bisa di genggam tangan, pakai uang lembaran ratusan ribu malah nanti yang di sumpal malah bersorak gembira dan meletakkan lembaran ratusan ribu ke dalam kantong celananya atau ke dalam dompet miliknya tak terasa setelah beberapa puluh menit berlari Devia dan Rahma sudah sampai di depan kelasnya dengan posisi awal mereka berdua melakukan berkejar kejaran yaitu Rahma lebih dahulu sampai lalu di ikuti oleh Devia di belakangnya Devia dan Rahma sampai ke dalam kelasnya dengan nafas yang sama sama ngos ngosan setelah mereka berdua sampai mereka berdua langsung kompak duduk di kursi masing masing semua siswa yang berada di kelas mereka langsung menatap ke arah Devia dan Rahma secara bergantian semua menatap mereka berdua dengan tatapan curiga


"Devia Rahma apa kalian habis mengejar ngejar maling ?" tanya Elsa teman kuliah Rahma dan Devia yang duduk di bangku depan Devia


"Elsa bukan habis mengejar maling tapi mengejar rampok makanan" jawab Rahma dengan nafas yang masih ngos ngosan mendengar jawaban itu membuat kening Elsa mengernyit heran sementara Devia sedang sibuk menghirup udara bebas sebanyak banyaknya setelah tadi dirinya berlari dan mengeluarkan keringat dan membuat nafas dia ngos ngosan


"Rahma memangnya ada rampok makanan ? kan harga makanan murah tuh rampok ngga pintar banget kalau mau rampok itu rampok mobil, rampok sepeda motor, rampok laptop, atau rampok barang berharga lainnya yang bisa di jual walaupun makanan bisa di jual tapi harganya murah itu juga paling beberapa porsi makanan kalau tuh rampok merampok makanan sampai ratusan porsi mau di jual lagi dan rampoknya beralih profesi dari rampok menjadi penjual makanan" ocehan Devia menguar di indera pendengaran Rahma dan Elsa membuat atensi keduanya secara kompak menatap ke Devia


"Memang tuh rampok ngga pintar makanya jadi rampok makanan padahal rampok makanannya juga anak mahasiswa di kampus kita berdua rampok itu cuma berniat mengambil satu porsi makanan aku" beo Rahma sembari melirik ke arah Devia ingin sekali dia bilang kalau lo yang mau rampok makanan gue ke Devia namun perkataan yang di keluarkan di telan kembali oleh Rahma sementara Elsa dan Devia kompak mengangguk anggukkan kepalanya mereka berdua sedetik kemudian Devia menelan air ludahnya sendiri setelah mendengar perkataan Rahma bahwa rampoknya berniat mengambil satu porsi makanan milik Rahma ini sedang membahas kejadian yang di kantin atau kejadian yang dimana


"Memangnya ciri ciri rampoknya kayak gimana Rahma ? aku juga baru dengar ada rampok makanan yang pernah aku dengar itu rampok mobil, rampok sepeda motor, rampok laptop, rampok benda benda berharga seperti gelang, kalung, cincin supaya bisa di jual lagi kalau rampoknya mau beralih profesi harusnya modal sendiri bukan malah merampok makanan orang untuk di jual lagi rampoknya anak mahasiswa di kampus ini ? memangnya rampoknya siapa apa ada di kelas kita ? harga satu porsi makanan kan murah itu niat merampok apa niat minta di traktir cuma berniat mengambil satu porsi makanan" tanya Elsa sangat penasaran dengan wujud perampok makanan sembari menatap siswa yang duduk di kelasnya satu persatu apakah rampok makanan ada di kelasnya sementara Rahma tersenyum licik membuat Devia mempunyai perasaan yang tidak enak mungkin kalau di tambah ayam atau telur rasanya enak


"Elsa gue bakalan tunjukan langsung orangnya ngga pakai ciri ciri kayak mau buat bumbu saja pakai ciri ciri" jelas Rahma lalu terkekeh sementara Elsa mengerutkan keningnya sedangkan Devia menatap ke arah Rahma lalu berkata

__ADS_1


"Rahma memangnya siapa rampok makanannya ? apa rampoknya ada di sini" tanya Devia celingak celinguk menatap ke arah kanan, kiri, depan, belakang, atas, bawah mencoba mencari orang yang di maksud Rahma karena setelah beberapa detik berpikir Devia yakin yang di bicarakan oleh Rahma bukan dirinya karena dirinya belum sempat memakan makanan miliknya Rahma sudah ketahuan oleh Rahma bahwa Devia ingin mengambil makanan tersebut karena salah paham mengira makanan itu di belikan Rahma buat dirinya sementara Rahma memutar bola matanya malas sedangkan Elsa menatap ke arah Rahma dengan di penuhi banyak tanda tanya


"Orangnya ada di sini koq Devia dan orang yang gue maksud dan gue bicarakan mau rampok makanan itu lo Devia" jelas Rahma sambil menahan tawanya sementara Elsa dan Devia serentak menatap ke arah Rahma


"Apa" pekik Devia sembari mencubit lengannya Rahma dan Rahma yang sedang fokus dengan bahagianya mendapat serangan seperti itu langsung terlonjak kaget


"Awwww Devia" teriak Rahma sambil memegang lengannya yang habis di cubit Devia sementara Devia melototkan kedua matanya ke arah Rahma sedangkan Elsa menatap ke Rahma dan Devia secara bergantian


"Rahma lo serius kalau Devia merampok makanan ?" tanya Elsa sambil menatap ke arah Rahma dengan di penuhi tanda tanya sementara Rahma menganggukkan kepalanya mantap sedangkan Devia membulatkan kedua matanya saat Devia akan menjawab sudah di dahului oleh Rahma


"Rahma lo jangan fitnah gue kayak gitu" bentak Devia sambil menatap nyalang ke Rahma sementara Rahma melototkan kedua matanya ke Devia sedangkan Elsa menatap ke arah Devia dan Rahma secara bergantian


"Devia dari pada gue fitnah lo mending gue cari duit cepat banyak harta dan gue banyak uang dari pada fitnah lo memangnya gue dapat duit" cerocos Rahma sembari menoyor kepala Devia membuat Elsa terkekeh kecil sementara Devia mendelik ke Rahma


"Awwww Rahma" teriak Devia sambil memegang kepala yang habis di toyor Rahma sementara Rahma hanya tersenyum menyeringai sedangkan Elsa menggelengkan kepalanya


"Elsa Rahma gue mau ke toilet sebentar nanti kalau ada dosen masuk bilangin gue lagi di toilet" jelas Elsa menatap ke arah Devia dan Rahma secara bergantian sementara Devia dan Rahma hanya menganggukkan kepalanya mantap sebagai jawaban lalu Elsa melangkah keluar untuk menuju ke toilet

__ADS_1


Setelah Elsa pergi Rahma menatap serius ke Devia yang baru akan menyalakan laptop di depannya tapi karena Rahma menatap dengan jarak sangat dekat membuat Devia sadar sedang di tatap Rahma lalu Devia menutup laptopnya lalu menatap ke arah Rahma


"Kenapa lo ngelihatin gue kayak gitu Rahma ?" tanya Devia sambil menatap ke arah Rahma dengan di penuhi tanda tanya membuat Rahma tersenyum menyeringai


"Devia gue cuman mau nanya serius lo pengin tahu ceritanya gue bisa pacaran sama gue yang kenal lewat dunia maya ?" tanya balik Rahma sembari menerbitkan senyuman lebar sementara Devia dengan cepat menganggukkan kepalanya mantap


"Iya Rahma gue pengin dengar ceritanya padahal lo ngga pernah cerita tentang lawan jenis ke gue jadi gue kira lo masih jomblo tapi saat gue dengar jawaban lo di kantin yang bilang katanya lo sudah punya pacar kenal lewat sosial media atau dunia maya gue kaget dan belum percaya seratus persen makanya gue mau lo jelasin semuanya ke gue" celoteh Devia panjang lebar membuat Rahma tersenyum tipis


"Oke Devia gue jelasin ceritanya gue sengaja ngga bilang ke lo karena gue sendiri belum yakin dengan status yang gue sandang sekarang yaitu gue punya pacar di sosial media atau dunia maya tapi karena dia yang berani mengenalkan gue ke orang tuanya bahkan gue di beri oleh dia nomor orang tuanya dia gue jadi yakin kalau gue di akui oleh dia sebagai pacarnya walaupun gue belum pernah ketemu sama dia tapi dia sangat tanggung jawab karena mengakui gue sebagai pacarnya di depan orang bahkan saat gue sedang video call sama dia kalau ada beberapa temannya pasti dia bakalan mengakui gue sebagai pacarnya makanya sekarang gue ngga ragu dengan status gue yang pacaran dengan dia hanya kenal lewat sosial media atau dunia maya makanya sekarang gue berani mengaku kalau gue sudah punya pacar" jelas Rahma panjang lebar sambil menebar senyum lebar sementara Devia membulatkan kedua matanya


"Rahma pacar lo gentle banget padahal lo sama dia belum pernah ketemu tapi dia berani mengakui lo sebagai pacarnya ke beberapa temannya bahkan pacar lo juga mengenalkan lo ke orang tuanya dan memberi nomor orang tuanya ke lo beruntung banget lo dapat pacar kayak dia" gumam Devia sembari menopang kepalanya dengan kedua tangannya sementara Rahma masih menerbitkan senyuman lebar


"Iya Devia gue juga merasa menjadi orang yang paling bahagia dan paling beruntung karena mendapat pacar dari sosial media atau dunia maya apalagi pacar gue orangnya baik banget, perhatian banget, tanggung jawab, gentle, pokoknya dia begitu sempurna di mata gue mungkin Tuhan mengatur jodoh gue yang datangnya hanya lewat dunia maya karena beberapa hari lagi pacar gue mau menemui gue dan datang ke rumah gue untuk meminta restu dari orang tua gue karena dia mau melamar gue dalam waktu dekat makanya gue berani mengaku ke lo kalau gue sudah punya pacar apalagi dia walaupun baru kenal lewat sosial media atau dunia maya tapi dia orang yang berani mengutarakan isi hatinya ke gue alias nembak gue padahal banyak laki laki yang kenal sama gue langsung dan ketemu langsung tapi cuma berani melirik gue doang dan ngga berani mengutarakan isi hatinya ke gue" jelas Rahma menatap ke arah Devia yang sedang menatapnya


"Ternyata Tuhan telah mengirimkan jodoh terbaik buat lo Rahma karena pacar lo akan menemui lo dan akan mendatangi rumah orang tua lo buat meminta restu dari orang tua lo dan apa tadi lo bilang pacar lo akan melamar lo dalam waktu dekat senang banget jadi lo gue jadi ngiri sama lo" gumam Devia sambil mengacak ngacak rambutnya Rahma yang sedang tersenyum ke arahnya


"Makanya Devia gue tadi beri saran ke lo kalau lo mau cari pacar atau calon suami lo gunakan sosial media atau dunia maya kayak gue soalnya walaupun gue kenal sama pacar gue kenal lewat sosial media atau dunia maya tapi pacar gue tetap tanggung jawab dan mengakui gue sebagai pacarnya di depan beberapa teman dan orang tua pacar gue bahkan pacar gue bakalan datang beberapa hari lagi untuk menemui gue dan meminta restu ke orang tua gue dan pacar gue juga bakalan datang melamar gue dalam waktu dekat gue harap lo bakalan seberuntung gue" nasehat Rahma sambil menangkup wajah Devia sementara Devia menganggukkan kepalanya

__ADS_1


__ADS_2