
Devia menatap Rahma dengan tatapan yang sangat tajam melebihi tajamnya silet dan Rahma tak bosan bosannya mengeluarkan senyum lebar di wajahnya bahkan Rahma tidak pernah melunturkan senyuman lebar di wajahnya yang cantik pokoknya Rahma mengobral senyum lebar saat ini entah apa yang di pikirkan
"Rahma iya itu mulut lo tapi kalau salah juga harus di benerin dekat dari mana ? lo pernah makan bangku sekolahan ngga ? jarak antara sebelas sama sembilan puluh sembilan jauh banget terpaut sampai puluhan apa lo perlu balik belajar ke tk lagi kata gue tadi pabrik kaos kaki yang lo jual ke gue sudah gue jadikan rumah mewah pabrik makanan kalau lo bikinnya pabrik mie ribet nyari bungkus buat mie" celetuk Devia yang masih menatap Rahma yang masih mengumbar senyum lebar di wajahnya
"Tapi mulut gue ngga salah Devia dekat dong kan tadi gue bilangnya sebelas sama sembilan puluh sembilan kecuali kalau gue bilang berhitung dari sebelas sampai sembilan puluh sembilan baru jaraknya jauh pakai banget gue makannya ayam goreng, bebek goreng, ikan goreng, ayam bakar, ikan bakar, bebek bakar rasanya sangat enak dan lezat dari pada gue makan bangku sekolahan itu memang kalau jarak berhitung dari sebelas sampai sembilan puluh sembilan jauh banget gue pintar banget otaknya jadi ngga perlu belajar apapun lo mungkin yang harus belajar ke tk lagi soalnya kalimat mudah dari gue lo ngga bisa mencerna dengan baik pakai bahas berhitung kayak pelajaran anak kecil rumah mewah apaan orang pabriknya juga baru di jual semalam masa dalam semalem sudah berubah wujud menjadi rumah mewah kalau gue bikin pabrik mie yang nyari bungkus mie bukan gue tapi karyawan gue" jelas Rahma sambil menatap Devia sekilas lalu Rahma melanjutkan acara yang tertunda yaitu menyantap makanan miliknya sedangkan Devia membelalakkan matanya sangat lebar dengan mulut menganga refleks kedua tangannya Devia langsung menutup mulutnya Devia supaya tidak kemasukan sapi maksudnya lalat soalnya kalau sapi terlalu besar buat masuk ke mulutnya Devia kecuali kalau sapinya sudah di potong potong menjadi kecil di goreng pasti rasanya lezat pasti Devia tidak akan menutup mulutnya supaya bisa merasakan rasanya daging sapi yang di goreng
"Rahma mulutnya lo ngga salah tapi otaknya lo yang salah bukan gue doang lo ngomong ke orang lain juga orang lain bakalan bilang dari sebelas ke sembilan puluh sembilan itu jaraknya sangat jauh itu cuma istilah doang bangku sekolahan juga kalau di olah entah di panggang atau di goreng pasti rasanya enak ngga kalah rasanya sama ayam goreng, bebek goreng, ikan goreng, ayam panggang, ikan panggang, bebek panggang gue ngga perlu belajar lagi supaya pintar mending lo yang harus belajar lagi ke tk supaya kata kata lo ngga muter muter kayak odong odong bukan pelajaran anak kecil doang yang ada pelajaran berhitung orang dewasa juga ada pelajaran berhitung buktinya kalau ada jadi warung harus berhitung kalau ngga bisa berhitung di jamin rugi tuh orang bisa dong gue banyak uang dan kalau pakai uang pasti dalam waktu semalam berubah menjadi rumah mewah kirain lo yang mencari bungkus mie sampai ratusan ribu bungkus" jelas Devia sambil mengawang awang Rahma yang sedang mencari bungkus mie yang sangat banyak banget sehingga membuat Devia terkikik geli sedangkan Rahma yang sedang sibuk dengan makanannya mendengar Devia terkikik geli langsung menoleh ke Devia
"Devia lo kenapa ?" tanya Rahma sambil meletakkan punggung tangan di keningnya Devia sementara Devia yang merasa tangannya Rahma menyentuh keningnya membuat Devia langsung menyingkirkan tangannya Rahma dengan tatapan tajam ke Rahma
__ADS_1
"Rahma gue sehat jadi ngga usah pegang pegang" jawab Devia sambil menatap Rahma sementara Rahma menganggukkan kepalanya mantap sambil tersenyum lega karena kening Devia tidak panas seperti air dingin maksudnya tidak panas seperti air yang baru matang
"Terus lo tadi kenapa Devia ?" tanya Rahma menautkan kedua alisnya sementara Devia hanya mengulas senyum tipis
"Gue ngga papa Rahma lo lanjut makan lagi sebelum makanan lo gue habiskan" ancam Devia lalu memakan makanan miliknya sedangkan Rahma juga langsung mengikuti jejak Devia yaitu menyantap makanan miliknya
Devia dan Rahma asyik dengan santapan mereka berdua masing masing tapi saat Devia sedang makan Devia teringat sesuatu lalu Devia menatap ke arah Rahma yang sedang sibuk menyantap makanan miliknya Devia sudah bertekad akan berbicara ke Rahma dirinya yakin pasti Rahma akan membantu dirinya entah apa yang ingin di katakan oleh Devia ke Rahma lalu tiba tiba Devia berkata
"Devia gue masukkan lo ke group jodoh sekarang gue juga masih ada di group itu semoga lo bisa mendapatkan pacar dan calon suami yang lo inginkan dari group cari jodoh" kata Rahma sambil menoel hidung Devia lalu Devia menganggukkan kepalanya berkali kali dengan mantap
__ADS_1
"Iya Rahma buruan gue sudah ngga sabar gabung di group whatsapp yang menyebabkan lo punya pacar sempurna seperti Odin semoga saja gue seberuntung lo gue mendapatkan pacar dan calon suami yang gue inginkan hanya dengan modal handphone karena kenal lewat sosial media atau dunia maya" jelas Devia dengan penuh semangat dan mantap sedangkan Rahma terkekeh kecil melihat reaksi Devia
Rahma mengambil handphone yang tergeletak di kantong celananya lalu Rahma memegang handphone miliknya bukan handphone milik tikus soalnya tikus tidak punya handphone lalu Rahma masuk aplikasi whatsapp yang terpasang di handphone miliknya dan Rahma langsung memasukkan kontak Devia ke group cari jodoh group yang menyebabkan Rahma punya pacar yang sempurna seperti Odin sedangkan Devia tak henti hentinya tersenyum lebar entah apa yang di pikirkan dan yang ada di otaknya Devia membuat dirinya tersenyum lebar apakah dirinya melihat gajah terbang atau gajah bertelur
"Devia lo sudah gue masukkan ke group jodoh yang menyebabkan gue kenal dan pacaran sama Odin" ucap Rahma sambil memasukkan handphone miliknya ke kantong celananya sementara Devia ingin sekali berteriak sekencang kencangnya bahkan Devia juga ingin joged di pohon bayam saking senangnya memangnya pohon bayam bisa di panjat oleh Devia ?
"Makasih Rahma lo memang sahabat gue yang paling ngertiin gue dan lo sahabat gue yang paling TOP BANGET" jawab Devia sambil memegang bahunya Rahma sedangkan Rahma menatap ke arah Devia
"Sama sama Devia gue memang dari dulu baik banget, pintar banget, dan cantik banget juga memangnya lo baru sadar kalau gue orangnya baik hati dan suka menabung di supermarket" kata Rahma sambil menepuk nepuk dadanya sendiri seakan membanggakan diri sendiri sedangkan Devia tercengang mendengar omongan Rahma
__ADS_1
"Nyesel gue memuji lo Rahma malah lo semakin memuji diri sendiri" dengus Devia sambil memutar bola matanya malas sementara Rahma langsung tertawa terbahak bahak