Ketemu Jodoh Lewat Dunia Maya

Ketemu Jodoh Lewat Dunia Maya
Gue Bakalan Ikut Seret Lo


__ADS_3

Devia tak henti hentinya menerbitkan senyuman lebar di wajahnya karena merasa ada teman budeg dan tuli karena sama sama tak mendengar teriakan Elsa sementara Elsa menatap nyalang ke Rahma dengan tatapan sangat menusuk membuat Rahma berkali kali menelan salivanya.



Dalam hatinya Rahma dirinya sangat emosi kepada Devia karena sudah menanyakan hal yang menurut Rahma tak penting karena gara gara pertanyaan yang di keluarkan oleh Devia menjadi boomerang bagi Rahma karena memang Rahma tidak tahu isi teriakan Elsa tadi.


"Devia sialan lo pakai menjebak gue kayak begini padahal gue ngga dengar teriakannya Elsa tadi gimana dong apalagi Elsa sekarang sedang menatap gue dengan tatapan horor ini semua gara gara Devia yang mulutnya kayak ember awas saja kalau gue sampai di marahin oleh Elsa gue bakalan ikut seret lo supaya lo juga ikut merasakan gimana rasanya di omelin oleh Rahma gara gara lo gue jadi bingung mau jawab apa kenyataannya gue belum tahu Elsa tadi berteriak teriak kenapa" batin Rahma berteriak sambil menatap ke arah Devia dengan tatapan nyalang.


Devia tak henti hentinya mengeluarkan senyum licik di wajahnya karena dirinya berhasil menyeret Rahma soalnya dirinya juga yakin kalau Rahma tidak akan mendengar teriakan dari Elsa, entah Devia tahu darimana yang jelas Devia sangat yakin kalau Rahma juga tidak mendengar teriakan dari Elsa.


"Rahma gue yakin kalau lo sama kayak gue ngga dengar teriakannya Elsa walaupun Elsa teriak sangat keras dan sangat kencang gue yakin lo tetap ngga dengar teriakannya Elsa karena lo sama gue tadi sama sama sibuk melamun dan gue yakin juga pasti Rahma juga melamun seperti gue" batin Devia sambil mengeluarkan senyum licik di wajahnya.

__ADS_1


Elsa yang tak mendapatkan jawab atau respon dari Rahma membuat Elsa geram sekali ingin sekali menjambak rambutnya Rahma namun Elsa urungkan niatnya mengingat bahwa saat ini dirinya sedang berada di kantin kampus


"Jangan jangan suara merdunya gue ngga di dengar oleh Rahma juga, heran gue kenapa Rahma dan Devia ngga mendengarkan teriakan merdu dari gue padahal gue merupakan orang yang bersuara sangat merdu di dunia ini tapi kenapa Devia dan Rahma ngga mendengarkan suara gue yang sangat merdu ini gue heran sama Devia dan Rahma ngapain suara merdu gue ngga di dengarkan oleh oleh Devia dan Rahma" batin Elsa sambil tersenyum masam


Elsa melamun selama beberapa puluh tahun kelamaan dong maksudnya selama beberapa puluh menit kini dirinya tersadar dari lamunannya lalu Elsa menatap ke arah Devia dan Rahma secara bergantian



"Rahma Devia kenapa lo ngga mendengarkan suara teriakan merdu dari gue" teriak Elsa dengan sangat keras dan sangat kencang melebihi toa sedangkan Rahma dan Devia kompak tak bergeming sedikitpun karena mereka berdua sibuk dan asyik dengan dunianya sendiri bahasa gaulnya itu melamun


Setelah Elsa menunggu selama beberapa puluh menit tak ada jawaban dari Devia dan Rahma membuat Elsa yakin kalau Devia dan Rahma pasti sedang melamun dan asyik melamun dengan dunianya sendiri

__ADS_1


"Gue yakin pasti Devia dan Rahma lagu sibuk melamun makanya Devia dan Rahma diam saja gue heran sama mereka memangnya mereka berdua melamun memikirkan masalah apa kenapa sampai sering banget melamun apa Devia dan Rahma sedang sibuk memikirkan gajah yang bertelur atau gajah terbang ? memangnya ada gajah bertelur dan gajah terbang ? gue heran sama mereka berdua pokoknya gue harus bikin Devia dan Rahma tersadar dari lamunannya kalau perlu gue bakalan bikin kaget mereka berdua" batin Elsa sambil tersenyum lebar menatap ke arah Rahma dan Devia secara bergantian


Setelah Elsa memutar otak dan mengajak otaknya untuk bekerja sama supaya Elsa bisa membuat Rahma dan Devia tersadar dari lamunannya namun sekuat Elsa mencari akal dan memaksa otaknya untuk berpikir tetap saja Elsa belum menemukan cara untuk mengagetkan Devia dan Rahma membuat Elsa tersenyum kecut


"Otak cerdasnya gue dan otak pintarnya gue buruan berpikir dong gimana caranya bikin Rahma dan Devia tersadar dari lamunannya kalau perlu bikin Devia dan Rahma merasakan kaget dan senam jantung tapi kenapa dari tadi gue belum menemukan jawaban atas segala pertanyaan gue heran gue padahal otaknya gue biasanya pasti pintar dan cerdas tapi kenapa sampai sekarang gue belum menemukan jawabannya apa perlu gue cari kertas dan bolpoin untuk menulis dan menuangkan apa yang ada di otak cerdasnya gue dan otak pintarnya gue" batin Elsa sambil menatap ke arah Devia dan Rahma secara bergantian


Devia tak pernah melunturkan senyuman lebar di wajahnya karena dirinya sangat bahagia bisa mengajak Rahma mengikuti jejak langkahnya yaitu tidak mendengarkan suara teriakan dari Elsa membuat Devia rasanya ingin terbang ke angkasa dan ke langit pokoknya Devia sangat bahagia hari ini membuat Devia tak pernah melunturkan senyuman lebar di wajah cantiknya


"Rahma gue yakin lo juga ngga tahu dan ngga dengar semua teriakan dari Elsa lagian ngapain Elsa buang buang tenaga dan buang buang waktu pakai teriak teriak segala suaranya teriakan Elsa juga ujung ujungnya ngga di dengar oleh semua orang termasuk oleh gue dan Rahma tapi gue yakin teriakan dari Elsa cuma bikin gendang telinga orang rusak beruntung gue ngga mendengarkan suara teriakan Elsa kalau mendengar teriakan Elsa di jamin gue bakalan emosi sama Elsa" batin Devia sambil tersenyum menyeringai


Rahma menatap nyalang ke Devia yang masih menaburkan senyuman lebar di wajahnya ingin sekali Rahma menjambak rambutnya Devia yang sudah membuat dirinya di interogasi seperti ini oleh Elsa mungkin kalau tadi Devia tidak membawa bawa nama Rahma pasti walaupun Rahma tidak mendengar teriakan Elsa tetap Rahma tidak akan di integrasi seperti ini oleh Elsa

__ADS_1


"Devia awas saja lo gue bakalan seret lo juga kalau sampai Rahma mengomeli gue dan teriak teriak ke gue dengan sangat keras dan sangat kencang 24 jam non stop tanpa iklan tanpa jeda pokoknya gue harus membalas sakit hati gue ke Devia yang sudah seenak jidat Bilang ke gue kalau gue ngga mendengar teriakannya Elsa memang kenyataannya gue sibuk dengan dunianya sendiri makanya gue ngga mendengar teriakannya Elsa beruntung gue ngga mendengarkan suara teriakan Elsa ngga kebayang kalau gue dengar teriakannya Elsa pasti telinganya gue agak syok gara gara suaranya Elsa yang jelek" batin Rahma sambil melototkan kedua matanya ke arah Devia yang masih tersenyum lebar


__ADS_2