Ketemu Jodoh Lewat Dunia Maya

Ketemu Jodoh Lewat Dunia Maya
Kepala Gue Keras Dan Kepala Gue Ngga Lembek


__ADS_3

Devia menatap tajam ke arah Rahma membuat Rahma celingak celinguk mengira Devia sedang menatap siapa namun otak pintarnya langsung paham bahwa Devia sedang menatap dirinya dengan tatapan menusuk dan lebih parahnya lagi tatapannya seakan membunuh semut yang lewat


"Rahma informasinya sudah jelas karena gue jelaskan kalau ngga gue jelaskan gue jamin lo bakal pusing sendiri gue semalam lembur gara gara mengerjakan tugas kuliah gue sampai pukul tiga pagi gue tidurnya cuma sebentar kerbaunya yang ngga mau di sembelih sama lo tapi kalau sama gue kerbaunya nurut dan mau di sembelih sama gue lo orangnya jujur juga mau mengakui kalau otaknya lo mesum hobi lo sama hobi gue sama sama hobi shopping Tuhan baik banget sama lo Rahma lo pacaran sama pacar lo walaupun kenal lewat sosial media atau dunia maya tapi dari kata kata yang gue dengar dari lo tentang pacar lo gue menyimpulkan bahwa pacar lo orangnya serius menjadikan lo sebagai pacar sekaligus calon istrinya buktinya dia mau menemui lo dan meminta izin ke orang tua lo amin semoga lo dan pacar lo bisa ke jenjang pernikahan lebih baik lo sama pacar lo kenal lewat sosial media atau dunia maya tapi sampai menikah dari pada lo kenalan secara langsung tapi lo ngga jadi menikah sama pria yang kenal secara langsung ribet banget lo bilang saja lo sama pacar lo bekas pacar tapi berganti status menjadi menikah pihak supermarket bukan baik sama lo tapi katana lo beli barang barang itu makanya pihak supermarket memberikan barang barang kayak gitu ke lo itu bayi boneka panda atau bayi boneka apapun asal gue asal gue letakkan di situ bukan gara gara gue gelut sama guling atau boneka" ketus Devia mendelik ke Rahma sementara Rahma cengengesan tanpa dosa


"Devia tanpa lo jelaskan juga gue sudah paham karena otak gue sangat cerdas itu salah lo sendiri ngapain ngerjain tugas malam malam mending lo ngerjain tugasnya siang supaya malamnya lo bisa bobo cantik kerbaunya bakal gue beri obat bius supaya kerbaunya mau di sembelih sama gue kerbaunya ngga mau di sembelih sama lo karena lo makannya banyak bahkan daging kerbau yang beratnya ratusan kilo bakalan langsung habis satu kali makan oleh lo gue orangnya jujur walaupun gue sama lo punya hobi sama sama suka shopping tapi wajah gue lebih cantik dari lo iya pacar gue makhluk paling sempurna buat gue amin tapi memang kenyataannya kalau gue ke supermarket pasti pihak supermarket banyak memberikan barang barang buat gue intinya sama sama ada kata bayi" ungkap Rahma sembari menaik turunkan alisnya sementara Devia memutar bola matanya malas


"Rahma kata siapa otak lo cerdas ? suka suka gue dong koq lo yang ngatur ngatur hidup gue licik juga cara lo menyembelih kerbau tapi kerbaunya tahu dari mana kalau gue makan banyak ? apa jangan jangan kerbaunya tukang penjual sayuran makannya dia tahu kalau gue makan banyak lo jujur kacang hijau atau jujur ayam ? daging kerbaunya kalau setengah kilo gimana ? walaupun gue banyak makan tapi masa daging kerbau ratusan kilo langsung habis sekali makan sama gue tapi menurut gue dan nyiur yang melambai gue lebih cantik dari pada lo terserah lo mau bilang pihak supermarket loyal ke lo juga bukan masalah buat gue" balas Devia sembari tersenyum tipis sementara Rahma tersenyum manis melebihi manisnya permen


"Devia lo keras kepala dan kepala batu banyak yang bilang koq kalau otaknya gue cerdas terserah mau ngatain gue licik atau gimana bukan penjual sayuran tapi kerbaunya yang jualan bumbu koq daging kerbau setengah kilo kayak daging ayam eceran daging kerbau itu sampai ratusan kilo atau daging kerbau setengah kilo di tambah daging kerbau setengah kilo lagi di tambah lagi daging kerbau setengah kilo begitu seterusnya sampai ratusan kilo dalam setengah kilo berturut turut siapa tahu perut lo terbuat dari karet makanan banyak tetap masuk nyiur melambai ngga bisa bicara jadi ngga usah drama bilang kayak gitu" ocehan Rahma menatap miring Devia sementara Devia tersenyum tipis


"Rahma kepala gue keras dan kepala gue ngga lembek kepala gue itu kelak manusia bukan kepala batu karena setahu gue batu ngga punya kepala paling yang bilang otak lo cerdas minta di bayar sama lo pantesan kerbaunya tahu gue makan banyak sama saja ujung ujungnya tuh daging kerbau ratusan kilo gue ngga drama tapi siapa tahu saja ada nyiur yang bisa bicara" jawab Devia tersenyum menyeringai sedangkan Rahma tersenyum masam lalu memukul kepala Devia dengan buku yang ada di depannya

__ADS_1


"Awwww Rahma" teriak Devia sambil memegangi kepalanya yang habis di pukul Rahma sementara dosen yang mendengar teriakan Devia langsung bertanya ke Devia


"Devia apa kamu dari tadi ngga mendengarkan bapak menjelaskan mata kuliah ?" tanya dosen Baska sambil melangkah mendekati Devia sementara Devia panik dan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal


"Saya dengerin koq pak" jawab Devia sambil tersenyum dan menggaruk garuk kepalanya yang tidak gatal sama sekali sementara Rahma tersenyum tipis melihat tingkah Devia


"Devia kalau kamu mendengarkan penjelasan bapak coba kamu jelaskan bab yang tadi bapak jelaskan di depan" pinta dosen Baska sambil menatap ke arah Devia lalu Devia berdiri dan melangkah dengan perasaan gugup dalam hatinya dirinya merutuki kebodohannya yang teriak teriak di saat Ara dosen yang mengajar mata kuliah setelah Devia maju ke depan dosen Baska mendaratkan bokongnya ke kursi sebelah Rahma


Devia telah sampai di depan untuk menjelaskan bab yang tadi di jelaskan dosen Baska tapi karena Devia tidak mendengarkan dengan seksama lebih tepatnya dirinya sibuk dan asyik mengobrol dan bersenda gurau dengan Rahma sehingga dirinya tidak tahu apa saja bab yang tadi di jelaskan oleh dosen Baska karena kenyataannya tadi Devia tidak mendengarkan apa saja yang di jaga oleh dosen Baska yang menerangkan bab mata kuliah di depan sehingga Devia gelagapan dan tidak bisa menjelaskan di depan semua orang yang ada di ruangan kelasnya sementara dosen Baska langsung menyuruh Devia mengaku apa yang tadi dia lakukan saat dosen Baska menerangkan mata kuliahnya di depan


"Devia apa yang kamu lakukan sehingga tidak mendengarkan penjelasan saya ?" tanya dosen Baska yang masih duduk di sebelahnya Rahma sambil menatap wajah Devia

__ADS_1


"Tadi saya belum begitu paham dengan penjelasan bapak tapi saya takut meminta bapak menjelaskan bab lagi" jelas Devia sembari menundukkan kepalanya lalu dosen Baska mendekati Devia


"Bagaimana kamu bisa paham dengan penjelasan bapak kalau dari tadi kamu sibuk mengobrol Devia" kata dosen Baska to the point sehingga membuat Devia membulatkan matanya sementara Rahma menutup wajahnya dengan kedua tangannya


"Sa sa saya tadi mendengarkan penjelasan bapak dan tadi saya sedang tidak mengobrol pak" jawab Devia sambil terbata bata dan masih menundukkan kepalanya membuat dosen Baska tersenyum masam


"Devia kamu ngga usah bohongi bapak tadi kamu mengobrol saat bapak menjelaskan mata kuliah bapak tapi sengaja bapak diamkan kalian malah kalian keasyikan mengobrol dan tidak mendengarkan penjelasan bapak yang merasa mengobrol dengan Devia maju ke depan" tegas dosen Baska sambil menyilangkan kedua tangannya di dadanya Rahma yang mendengar kalimat dosen Baska tanpa ragu langsung berdiri dan maju ke depan kakinya di tuntun menghampiri Devia dan dosen Baska


"Saya minta maaf pak karena tadi Devia sedang mengobrol dengan saya" ucap Rahma sambil menundukkan kepalanya sementara Devia membulatkan kedua matanya tidak percaya dengan mudahnya Rahma ikut maju ke depan sementara dosen Baska melototkan matanya ke Devia dan Rahma secara bergantian


"Karena kalian berdua tadi sibuk mengobrol saat pelajaran mata kuliah saya jadi saya beri waktu ke kalian mengobrol di luar sampai mata kuliah saya selesai cepat kalian keluar" ucap dosen Baska sambil menunjukkan jari telunjuknya ke luar ruangan kelas sementara Devia dan Rahma yang melihat dosen Baska akan emosi dan melihat ekspresi wajahnya dosen Baska langsung keluar

__ADS_1


"Maaf pak kalau saya membuat bapak marah gara gara mengobrol saat mata kuliah bapak" jelas Devia lalu melangkah pergi sambil menggandeng tangannya Rahma menuju ke luar ruangan kelas sementara dosen Baska langsung melanjutkan mata kuliahnya


__ADS_2