
Devia menatap tajam ke arah Rahma, sementara Rahma sekarang sedang di landa kebingungan dan kegalauan, sungguh Rahma kini bagaikan buah semangka yang manis, koq jadi buah semangka, maksudnya Rahma kini bagaikan buah simalakama, sedangkan Elsa menatap tajam ke arah Rahma dan Devia secara bergantian dengan tatapan tajam.
Devia sangat bingung karena kalau tidak menjelaskan kenapa Elsa bisa sampai jatuh, akan berimbas dan berakibat persahabatan dari Devia dan Rahma putus, sehingga setelah Rahma memikirkan matang matang bukan memikirkan mentah mentah, kini Rahma telah menemukan jawabannya.
Rahma menarik nafas terlebih dahulu, bertujuan untuk menetralkan detak jantungnya Rahma yang sedang berdisko ria, sungguh Rahma juga takut akan di amuk oleh Elsa kalau Rahma jujur, namun Rahma juga tak mau persahabatannya dengan Devia putus.
"El El Elsa sebenarnya yang mendorong tubuhnya lo sampai jatuh tersungkur ke lantai itu tangannya gue bukan tangannya Devia" ucap Rahma menjelaskan dengan nada yang terbata bata, sementara Devia menerbitkan senyuman lebar di wajahnya karena Rahma sudah mengaku bahwa Rahma penyebab Elsa jatuh sampai mencium wanginya dan harumnya lantai, sedangkan Elsa malah langsung mengeluarkan tawa terbahak bahak.
Mendengar tawa yang di keluarkan oleh Elsa membuat atensi Rahma dan Devia kompak menatap ke arah Elsa dengan raut wajah keduanya yang terlihat bingung, kini Rahma dan Devia saling menatap beberapa detik, seakan Rahma dan Devia saling bertanya lewat hati.
Setelah Devia dan Elsa saling menatap n berapa detik, tiba tiba keduanya mendengar suara tawa Elsa yang menggema di telinganya Devia dan Rahma, membuat Rahma dan Devia sontak serentak menatap ke arah Elsa yang masih sibuk dan asyik tertawa terbahak bahak.
__ADS_1
"Haha haha Rahma gue tahu lo mengaku yang mendorong dan menyebabkan gue jatuh tersungkur ke lantai pasti karena lo takut dengan ancaman yang di keluarkan oleh Devia, Rahma lo harusnya jangan bodoh dan jangan mau menutupi kesalahan Devia yang mendorong tubuhnya gue sampai gue mencium wanginya lantai dan harumnya lantai, soalnya itu akan berimbas lo bakal di marahin dan di benci sama orang" kata Elsa sambil tertawa terbahak bahak, sedangkan Devia membelalakkan matanya sangat lebar dengan mulut menganga, sementara Rahma memijat pelipisnya mendengar ocehan dari Elsa.
''Elsa lo jangan sembarangan menuduh dong, Rahma itu bicara fakta, bahwa dia yang mendorong tubuhnya lo sampai lo jatuh tersungkur ke lantai dan lo merasakan mencium wanginya dan harumnya lantai, jadi bukan gara gara Rahma takut dengan ancaman gue yang mengatakan persahabatan gue sama Rahma putus, tapi Rahma bicara jujur dari hati" teriak Devia dengan sangat keras dan sangat kencang, tatapan tajam ke arah Elsa, sedangkan Elsa masih sibuk dan asyik dengan tawa renyahnya, sementara Rahma yang mendengar teriakan Devia mengeluarkan jurus kagetnya yaitu bergeser dari tempat dirinya berdiri.
"Haha haha Devia gue ngga sembarangan menuduh, gue sangat yakin kalau penyebab Rahma bicara kalau dia yang mendorong gue sampai jatuh ke lantai karena mendapat ancaman dari lo, seandainya lo ngga mengancam Rahma gue yakin dia akan jujur ke gue kalau lo mendorong tubuh gue sampai jatuh ke lantai, tapi gue yakin Rahma bicara kayak gitu karena mendapatkan ancaman dari lo" cerocos Elsa dengan tawa renyah yang keluar dari bibirnya, sementara Rahma memijat pelipisnya sendiri, sedangkan Devia yang di tuduh seperti itu langsung tersulut emosi.
Devia tidak terima kalau dirinya di tuduh seperti itu oleh Elsa, sehingga kini kedua matanya Devia melotot ke arah Elsa yang masih sibuk dan asyik dengan tawanya, sementara Rahma menatap ke arah Devia yang terlihat marah kepada Elsa.
Sedetik kemudian Rahma telah mendapatkan ide briliant supaya bisa meredam emosi Devia, Rahma cuma berharap dengan ide ini Elsa dan Devia tak perang lagi, karena sungguh Rahma pusing mendengar pertengkaran mereka berdua.
"Elsa Devia lebih baik kita bertiga lanjutkan makan lagi biar nanti gue yang traktir" ajak Rahma menjalankan apa yang ada di otaknya, Rahma berharap ajakan itu akan membuat Devia dan Elsa meredam emosinya lalu melanjutkan menyantap makanan mereka berdua.
__ADS_1
"Diam lo Rahma" bentak Elsa dan Devia secara bersamaan, tak lupa tatapan dari Elsa dan Devia sangat menusuk ke arah Rahma, sementara Rahma berkali kali menelan salivanya karena takut dengan bentakan Elsa dan Devia, bukan hanya itu tapi Rahma juga takut dengan tatapan mereka berdua yang sangat menusuk ke arah Rahma.
"Oke gue diam tapi kalau di suruh diam kalian berdua traktir gue makanan dong" celetuk Rahma sambil berpura pura tersenyum sedangkan Devia dan Elsa kompak semakin menatap tajam ke arah Rahma.
"Rahma lo ngga usah minta traktir ke gue karena gue juga sedang kesal, dan gue juga sedang mencari tahu siapa yang mendorong tubuhnya gue sampai jatuh tersungkur ke lantai" teriak Elsa dengan sangat keras dan sangat kencang, gara gara teriakan Elsa membuat Devia dan Rahma serentak bergeser dari tempat mereka berdua berdiri.
"Elsa bukannya tadi Rahma sudah bilang kalau yang mendorong tubuhnya lo sampai lo jatuh tersungkur ke lantai itu Rahma, jadi buat apa lo mencari pelaku penyebab yang menyebabkan lo jatuh tersungkur ke lantai" sahut Devia dengan nada mengejek sementara Elsa langsung melayangkan tatapan nyalang ke arah Devia, sedangkan Rahma menggaruk garuk tengkuknya yang tidak gatal sama sekali.
Sungguh Elsa kesal dengan Devia, karena Elsa sangat yakin kalau Rahma bicara seperti tadi karena Rahma merasa takut mendengar ancaman dari Devia, maka dari itu Elsa merasa kalau Rahma terpaksa berbicara seperti tadi.
"Devia gue ngga percaya kalau Rahma yang mendorong tubuhnya gue sampai jatuh tersungkur ke lantai, karena gue yakin Rahma berkata seperti itu karena mendapat ancaman dari lo, apalagi lo sampai mengancam persahabatan lo sama Rahma akan putus, makannya gue yakin Rahma tadi terpaksa bilang kayak gitu" jelas Elsa dengan panjang kali lebar melebihi panjangnya rel kereta api, sementara Devia langsung melototkan kedua matanya ke arah Elsa, sedangkan Rahma tersenyum kecut allu berkata.
__ADS_1
"Elsa Devia kalian berdua ngga usah ribut melulu , kalau kalian berdua masih tetap mau ribut, gue bakalan tinggalkan kalian berdua di sini, silahkan kalian berdua lanjutkan sampai jambak jambakan rambut" bentak Rahma tanpa menunggu jawaban dari Elsa dan Devia kini Rahma langsung melenggang pergi, sementara Devia dan Elsa saling pandang sedetik kemudian menatap ke arah Rahma yang sedang berjalan menjauh dari mereka berdua.