
Elsa menatap tajam ke arah Devia dan Rahma secara bergantian sementara Rahma dan Devia juga kompak menatap ke arah Elsa dengan tatapan yang sangat tajam karena mereka berdua kesal dengan Elsa.
Ingin sekali Devia dan Rahma menjambak rambutnya Elsa namun mereka berdua urungkan karena takut Elsa akan berteriak dengan sangat keras dan yang lebih parahnya lagi Elsa akan teriak dan memfitnah Rahma dan Devia melakukan penganiayaan kepada Elsa karena menjambak rambutnya Elsa.
"Elsa ngapaian sih lo pakai jadi wasit segala" teriak Devia dengan sangat keras dan sangat kencang melebihi toa sedangkan Rahma menganggukkan kepalanya samar seakan Rahma juga ikutan bertanya kepada Elsa sementara Elsa membelalakkan matanya sangat lebar dengan mulut menganga
Sungguh Elsa bingung dalam hatinya Elsa dirinya berpikir bahwa dirinya tidak jadi wasit tapi kenapa malah Elsa di tuduh jadi wasit oleh Devia.
"Devia lo jangan ngarang dan jangan ngaco gue ngga jadi wasit ngapain pakai bilang gue jadi wasit" teriak Elsa dengan suara yang lebih kencang dan lebih keras dari Devia sementara Devia dan Rahma yang kompak langsung terlonjak kaget bahkan Rahma dan Devia kompak bergeser dari tempat mereka berdiri saking kagetnya menerima serangan berupa teriakan dari Elsa
__ADS_1
"Elsa gue ngga ngarang dan ngga ngaco kenyataannya lo jadi wasit, lo malu mengakui kalau lo jadi wasit" bentak Devia dengan suara yang sangat keras dan sangat lantang sementara Rahma dan Elsa serentak meletakkan tangan di depan dadanya saking kagetnya menerima serangan jantungan dari Devia
"Devia gue ngga jadi wasit jadi gue ngga bakalan mengakui kalau gue jadi wasit" bentak Rahma dengan suara yang lebih keras dan lebih lantang dari suaranya Devia sedangkan Devia membelalakkan matanya sangat lebar dengan mulut menganga sementara Rahma menepuk jidatnya sendiri
"Elsa lo jadi wasit jadi jangan mengelak lagi, karena saat gue sama Rahma lagi berantem lo melerai gue sama Rahma otomatis lo jadi wasit, lo lihat di permainan sepakk bola atau tinju kan pasti bakalan ada wasit" teriak Devia dengan sangat keras dan sangat kencang sedangkan Elsa menatap nyalang ke Devia sementara Rahma menelan tawanya dalam hati mendengar jawaban dari Devia
Sebenarnya Rahma ingin sekali tertawa terbahak bahak namun di urungkan niatnya karena takut Elsa mengira kalau Rahma ngga marah sama Elsa padahal Rahma sangat marah sama Elsa karena mengganggu dirinya yang sedang beradu jotos maksudnya beradu mulut lebih tepatnya beradu saling bertengkar.
"Rahma Devia yang ngajak berisik pakai menuduh gue jadi wasit segala padahal gue ngga jadi wasit" teriak Elsa dengan sangat lantang dan sangat keras sambil mendelik ke arah Devia sementara Devia memutar bola matanya malas sedangkan Rahma memijat pelipisnya sendiri.
"Elsa kenyataannya Lo yang mengajak gue berisik duluan karena gue lagi berantem sama Rahma ngapain lo malah melerai lagian kenyataan lo jadi wasit koq" teriak Devia dengan sangat keras dan sangat kencang melebihi teriakan Elsa sedangkan Elsa dan Rahma serentak terlonjak kaget bahkan Elsa dan Rahma sampai bergeser dari tempat dirinya berdiri gara gara mendengar suara teriakannya Devia yang sangat menggema di otaknya maksudnya teriakannya Devia sangat menggema di telinganya.
__ADS_1
"Devia gue ngga mengajak berisik lo duluan soalnya gue ngga pakai toa ngomongnya kecuali kalau gue ngomongnya pakai toa baru gue mengajak lo berisik duluan, gue ngga mau semut pada nonton pertengkaran antara lo sama Rahma memangnya kalian berdua ngga malu kalau di tonton oleh semut" teriak Elsa sambil berteriak dengan sangat keras dan sangat kencang melebihi kerasnya suara teriakan Devia
"Elsa walaupun lo ngomongnya ngga pakai toa tapi tetap saja lo mengajak gue ribut duluan, gue malah bangga kalau semut menonton pertengkaran gue sama Rahma, artinya gue itu menjadi wanita yang terkenal dan menjadi primadona karena banyak yang menonton bukan dari kalangan manusia doang tapi dari kalangan hewan juga seperti semut menonton pertengkaran gue sama Rahma" teriak Devia dengan sangat keras dan sangat kencang melebihi jet pesawat
Sementara Elsa dan Rahma kompak membelalakkan matanya mereka berdua sangat lebar dengan mulut menganga sungguh mereka berdua tidak menyangka kalau Devia itu malah bangga di tonton oleh semut saat Devia berantem dengan Rahma.
"Devia sudah berkali kali gue bilang kalau gue ngga mengajak lo ribut duluan, Devia lo gila pertengkaran lo sama Rahma di tonton sama semut malah bangga ? lo menjadi wanita terkenal jeleknya di dunia ini, lo bukan jadi primadona tapi priyani, aneh lo ada yang menonton lo berantem sama Rahma malah lo bangga harusnya lo malu apalagi yang menonton pertengkaran lo sama Rahma bukan dari kalangan manusia tapi dari kalangan semut yang ada lo bakal di tertawakan" teriak Elsa dengan sangat keras dan sangat kencang sambil Elsa melototkan kedua matanya ke arah Devia sedangkan Devia juga ikut membalas dengan menatap nyalang ke arah Rahma sementara Elsa menepuk jidatnya sendiri bingung harus berbuat apa supaya Rahma dan Devia tidak melakukan kesalahan lagi
"Elsa sudah berkali kali gue bilang kalau lo mengajak gue ribut duluan, iya dong gue bangga karena gue di kenal oleh semut gara gara gue seiring nongol di sana sini, apaan sih lo syirik dan iri banget sama gue makanya lo mengatakan kayak gitu, apaan sih kenapa jadi bahas ibunya lo yang bernama priyani, gue malah bangga banyak yang menonton gue artinya gue terkenal, terserah mau yang menonton gue dari kalangan manusia atau dari kalangan semut intinya gue terkenal dan pasti banyak yang tahu wajahnya gue, ngga ada yang menertawakan gue" teriak Devia dengan sangat keras dan sangat kencang sambil Devia memberikan tatapan nyalang ke Elsa sedangkan Elsa menatap tajam ke arah Devia sementara Rahma menepuk jidatnya sendiri
Otaknya Rahma sedang berpikir bagaimana caranya supaya Rahma dan Elsa cepat baikkan soalnya Rahma dan Elsa sangat baik lalu Rahma menerbitkan senyuman lebar di wajahnya
__ADS_1
"Gue tahu gimana caranya supaya kalau Elsa dan Devia berhenti berantem lagian mereka berdua ada ada saja sudah pada tua ngapain pakai berantem kayak anak kecil banget kelakukan mereka berdua pokoknya gue harus menghentikan pertengkaran mereka berdua secepatnya" batin Elsa sambil mengeluarkan senyum licik di wajahnya dengan tatapan tertuju ke Devia dan Elsa secara bergantian