Ketemu Jodoh Lewat Dunia Maya

Ketemu Jodoh Lewat Dunia Maya
Udara Segar Dari Kentut Gue


__ADS_3

Rahma masih di tatap dengan tatapan tajam oleh Devia namun Rahma tidak sadar karena kini Rahma sibuk melanjutkan menyantap makanan miliknya sementara Devia sibuk menatap tajam ke arah Rahma mungkin kalau makanan bisa berbicara pasti akan protes ke Devia dan akan meminta Devia untuk melanjutkan menyantap makanan lagi namun karena makanannya hanya diam saja membuat Devia asyik menatap tajam ke arah Rahma


"Devia lo sudah kenyang kenapa makanannya di anggurin ?" tanya Rahma sambil menatap ke arah Devia dengan tatapan bingung sementara Devia menatap ke arah Rahma dengan tatapan tajam tak lupa dirinya juga mengambil makanan yang ada di hadapannya untuk menjauh dari Rahma

__ADS_1


"Rahma gue bukan nganggurin makanan tapi karena gue lagi menatap lo dengan tajam dari tadi makanya gue belum sempat melanjutkan menyantap makanan miliknya gue" ketus Devia sambil melototkan kedua matanya ke Rahma sedangkan Rahma yang akan memasukkan makanan di sendok ke dalam mulutnya langsung meletakkan sendok ke piring lalu menoleh ke Devia dan sedetik kemudian tawa Rahma pecah tak bisa di tahan mendengar omongan Devia


"Haha haha Devia Devia kalau lo ngga sempat melanjutkan menyantap makanan gue rela menggantikan posisi lo jadi lo tenang saja" celetuk Rahma sambil masih tertawa terbahak bahak sedangkan Devia mendelik ke Rahma sambil kedua tangannya Devia bereaksi untuk membungkam mulutnya Rahma membuat tawanya Rahma dalam sekejap langsung menghilang bak di telan bumi maksudnya menghilang bak di telan tangannya Devia

__ADS_1


"Rahma lo pernah mengobrol sama orang tua Odin dan asistennya Odin ? coba saja lo tanya ke rumput yang bergoyang ? coba saja lo tanya ke rumput yang bergoyang kalau rumput itu di tanya sama lo terus rumputnya jawab berarti memang lo cantik tapi kalau rumputnya diam saja berarti lo ngga cantik gue bukan orang gila jadi gue ngga bakalan mau bertanya ke gorden yang tertiup angin kirain dompet lo ngga betah dan pengin berpindah tangan sama gue itu juga kalau di dompetnya lo banyak uang lembaran ratusan ribu lumayan buat menambah uang jajan kata siapa orang ketawa ketawa terus di tuduh orang gila ? berarti orang orang yang ada di stadion tv dan dia ketawa ketawa terus dia di katakan gila dong akting gue lebih keren di banding akting lo malah menurut gue lo belum akting sudah di tolak mentah mentah oleh produser dan sutradara bom kentut bikin lo lega tapi bikin yang lain mual walaupun lo sudah mengeluarkan kentut gue ngga bakalan merasakan dan menghirup kentut karena gue tutup hidung dan pakai masker yang bisa melindungi gue dari baunya kentut lo gue nongol di tv kalau tv lo ngga rusak tapi ngga pernah lihat gue nongol di tv perlu di tanyakan kayaknya matanya lo bermasalah asal lo tahu gue ada di depan kamera bukan ada di belakang kamera seumpama tuh karena menghadap ke timur gue ada di barat kamera itu lo punya kaca kan ? muka gue lebih cantik dari muka lo dan tanpa di minta dan tanpa gue ikutan casting sutradara juga bakal nampung gue buat jadi pemeran utama yang dia bikin lo orang satu satunya yang bilang kayak gitu padahal semua orang yang lihat gue pasti bakalan bilang kalau gue cantik jangan jangan penglihatan mata lo yang bermasalah jangan jangan mata lo bukan tajam tapi buram masyarakat banyak yang tertarik sama gue makanya tukang kamera juga mau banget memotret gue maksudnya merekam wajah gue supaya bisa dapat banyak uang karena gue peminatnya banyak justru semua orang bakalan bersorak gembira kalau lihat wajah gue di kamera" jelas Devia sambil mengumbar senyum lebar di wajah cantiknya sehingga mengendorkan tangannya yang berada di mulutnya Rahma membuat Rahma dengan gerakan cepat menyingkirkan tangannya Devia lalu Rahma tersenyum miring dan berkata


"Iya Devia gue pernah mengobrol sama orang tuanya Odin dan asistennya Odin sebenarnya gue ngga mau mengobrol sama mereka karena gue malu tapi pas gue telponan sama Odin sebenarnya gue ngga mau mengobrol sama mereka karena gue malu tapi pas gue telponan sama Odin tiba tiba handphone Odin di berikan ke orang tuanya Odin otomatis gue mau ngga mau gue mengobrol sama orang tuanya Odin karena Odin beralasan mau ke kamar mandi sedangkan gue bisa mengobrol sama asistennya Odin handphone Odin tetap sama Odin tapi Odin nyuruh ke asistennya supaya menceritakan bahwa gue pacar pertamanya Odin supaya gue percaya dan ngga meragukan cinta Odin ke gue dari situ gue percaya kalau gue cinta pertama Odin sekaligus pacar pertama Odin ngapain gue bertanya ke rumput yang bergoyang ? gue bukan orang gila walaupun teriak teriak bahkan bahkan pakai toa juga tuh rumput ngga bakalan jawab rumputnya cuma goyang goyang terus kayak sedang dangdutan lo ngga mau bertanya ke gorden tapi lo nyuruh gue bertanya ke rumput itu sama saja lo gila karena menyuruh gue bertanya sama benda mati di dompet gue banyak uang ratusan ribu tapi uangnya ngga bakal mau berpindah tangan ke lo karena uang ratusan ribu itu betah sama gue banyak orang yang bilang kalau orang ketawa ketawa terus di tuduh orang gila itu penonton bayaran namanya bukan orang gila akting gue lebih keren dari lo tapi gue memang ngga pernah di tolak mentah mentah di tolak matang matang juga ngga pernah walaupun lo tutup hidung dan pakai masker tapi lo sudah menghirup aroma udara segar dari kentut gue penglihatan gue ngga bermasalah karena mata gue tajam melebihi tajamnya cangkul dan silet kalau lo ada di depan kamera yang rusak sama saja lo ngga bakalan muncul di tv gue punya banyak kaca bahkan kacanya lebih besar dari badan lo pantesan ngga bakalan nongol kalau seumpama kameranya menghadap ke utara harusnya badan lo ada di sebelah selatan oh gue tahu pasti lo jadi peran utama yang tayang cuma satu detik di kamera lalu pemeran utamanya akting sedang berjalan di tengah jalan raya lalu lo yang sedang akting jadi peran utama langsung di tabrak mobil dari belakang lalu setelah kejadian itu peran utamanya mati penglihatan mata gue tajam buktinya gue bisa mengomeli lo masyarakat yang tertarik sama lo pasti ingin lo akting jadi orang gila mungkin lo sangat mendalami akting peran orang gila atau lo yang gila yang beneran gue yakin lo memang banyak peminat kalau kalau lo akting jadi orang gila" jelas Rahma sambil mengumbar senyum lebar di wajahnya yang cantik sementara Devia melototkan kedua matanya ke arah Rahma yang masih tersenyum lebar bahkan menambah porsi senyuman di wajahnya

__ADS_1


__ADS_2