
Elsa masih berjalan dengan perasaan kesal pergi dari kantin kampus tersebut, bahkan Elsa tak memperdulikan dan tak menghiraukan panggilan panggilan dari Devia dan Rahma yang berteriak memanggil Elsa.
Devia dan Rahma kompak masih berlari untuk mengejar langkah kakinya Rahma, sungguh mereka berdua tak menyangka kalau Elsa akan marah dan ngambek gara gara Devia dan Rahma yang sejak tadi bertengkar dan ribut terus menerus.
Elsa sengaja mengabaikan teriakan Devia dan Rahma yang memanggil namanya, karena Elsa merasa malu akibat ulah Devia dan Rahma yang sejak tadi hobi bertengkar sehingga menjadi tontonan semua orang yang ada di kampus.
Bahkan Elsa kini ingin sekali menyembunyikan wajahnya dari hadapan banyak orang, seandainya Elsa punya kantong ajaibnya Doraemon mungkin Elsa akan meminta supaya bisa menghilang dari kantin kampus.
"Elsa kenapa lo dari tadi gue panggil ngga dengar, apa jangan jangan lo terkena penyakit budeg" ucap Devia dengan perasaan kesal dengan nafas yang ngos ngosan karena habis berlari.
Bahkan tangannya Devia sudah berhasil memegang tangannya Elsa, membuat Elsa mau tak mau menghentikan langkah kakinya.
Elsa kini melototkan kedua matanya ke arah Devia, sungguh Elsa tak terima dirinya di tuduh budeg oleh Devia.
Rahma langsung menghentikan larinya setelah melihat Elsa menghentikan langkah kakinya, kini Rahma sudah berada di sebelah kiri Elsa.
"Devia lo jangan sembarangan menuduh, gue itu ngga budeg pendengaran dan penglihatan gue masih berfungsi dengan normal, harusnya lo introspeksi diri kalau gue ngga menghentikan langkah gue saat lo berteriak memanggil gue, jangan malah menuduh gue budeg" bentak Elsa tersulut emosi mendengar tuduhan yang di layangkan oleh Devia.
Rahma memutar bola matanya malas, saat Devia akan menjawab omongan Elsa, tiba tiba sudah terdengar suara yang sangat familiar di telinga Devia.
"Devia lo keterlaluan banget pakai menuduh Elsa budeg gara gara mendengar panggilan dari lo, Elsa ngga mendengar suara lo saat lo memanggil bukan karena Elsa terserang penyakit budeg tapi karena Elsa terserang penyakit tuli" tebak Rahma asal bicara sambil tersenyum membanggakan dirinya yang mengira jawabannya benar.
__ADS_1
Devia membelalakkan kedua matanya mendengar ocehan dari Rahma, sementara Elsa langsung menyentil kening Rahma membuat Rahma kesakitan akibat ulah Elsa.
"Aaaaaahhhhhh sakit" teriak Rahma saat dirinya baru mendapat sentilan di keningnya.
Devia terkekeh kecil melihat Rahma yang terlihat kesakitan karena ulah Elsa, sementara Elsa mendelik ke arah Rahma lalu berkata.
"Rahma lo sama Devia ternyata sama sama bego, budeg dan tuli ngga ada bedanya, artinya sama saja, yang beda cuma kalimatnya saja dan kata katanya saja" bentak Elsa menatap nyalang ke arah Rahma, sementara Rahma memegang keningnya yang habis jadi korban tangannya Elsa, sedangkan Devia tak bisa menahan tawanya.
Sehingga Devia langsung tertawa terbahak bahak mendengar perkataan Elsa yang terlihat marah ke Rahma.
Elsa yang tangannya masih di pegang oleh Devia, membuat Elsa langsung mencubit pinggang Devia dengan tangannya yang bebas tak di pegang oleh Devia.
"Aaaaaahhhhhh sakit" teriak Devia dengan sangat keras dan sangat kencang.
Kini atensi semua orang yang ada di kantin kampus, langsung menoleh ke arah Devia, Rahma, dan Elsa akibat teriakan Devia dan Rahma tadi.
Bahkan Elsa langsung menepis tangannya Devia yang sejak tadi bertengger di tangannya secara kasar, Devia mendelik ke Elsa setelah mendengar hinaan yang keluar dari mulutnya Elsa.
"Elsa lo ngga usah menghina kalau ketawa gue fals, karena ketawa gue merdu lebih merdu dari suara jangkrik" bentak Devia dengan tatapan membunuh ke arah Elsa.
Elsa memutar kedua matanya malas, sementara Rahma menatap ke arah Devia dan Rahma secara bergantian.
"Elsa lo mau kemana kenapa gue panggil panggil lo ngga dengar sama sekali ?" tanya Rahma dengan nada serius menatap ke arah Elsa, sementara Devia langsung menatap tajam ke arah Rahma tanpa sepengetahuan Rahma.
Elsa mengarahkan tatapannya kepada Rahma yang kini sedang menatap ke arahnya, Elsa tersenyum kecut mendengar pertanyaan dari Rahma yang menurutnya sangat konyol.
Rahma sudah membuka mulutnya bersiap menjawab omongan dari Elsa, namun Rahma mengurungkan niatnya begitu mendengar suara yang sangat familiar di telinganya.
__ADS_1
"Rahma itu pertanyaan lo kenapa hampir mirip sama pertanyaan gue yang gue tanyakan ke Elsa, jangan jangan lo nyuri pertanyaan gue, keterlaluan sekali lo ngga kreatif sampai mencuri pertanyaan gue" bentak Devia sambil menatap nyalang ke Rahma.
Rahma yang tadi fokus menatap ke arah kedua matanya Elsa, buru buru Rahma mengalihkan tatapannya, lalu Rahma menatap tajam ke arah Devia.
Devia juga ikut membalas tatapan Rahma dengan tatapan tak kalah tajam, sedangkan Elsa langsung memijat pelipisnya sendiri, sungguh Elsa pusing dengan ulah kedua sahabatnya.
"Devia ngga ada larangan kalau pertanyaan gue hampir mirip sama lo, bahkan saat gue waktu SD, SMP, dan SMA pertanyaan ulangan saja mirip dengan pertanyaan siswa lain, tapi ngga di tuduh nyuri pertanyaan orang, gue ngga pernah mencuri apapun dari orang lain, termasuk gue juga ngga mencuri pertanyaan lo, gue kreatif makanya penampilan gue menarik dan selalu cantik" jawab Rahma dengan nada tinggi, sementara Devia mendengus sebal mendengar ocehan dari Rahma.
Elsa menatap ke arah Devia dan Rahma sekilas secara bergantian, lalu Elsa mengeluarkan suara yang membuat Devia dan Rahma mengalihkan tatapan mereka berdua ke arah Elsa.
"Devia, Rahma kalian berdua aneh tahu ngga, cuma gara gara pertanyaan yang hampir mirip membuat kalian berdua bertengkar lagi dan berantem lagi, padahal itu cuma masalah sepele, lebih baik kalian berdua lanjutkan perdebatan dan pertengkaran kalian berdua, gue malas mendengar pertengkaran dan perdebatan kalian berdua" teriak Elsa tanpa sadar mengeluarkan suara teriakan yang sangat keras dan sangat kencang.
Tanpa menunggu jawaban dari Devia dan Rahma, kini Elsa melenggang pergi dari hadapan kedua sahabatnya.
Sementara Devia dan Rahma yang kompak akan menjawab omongan Elsa, langsung mengurungkan niatnya setelah melihat kepergian Elsa.
Kini Devia dan Rahma saling tatap dengan tatapan saling membunuh satu sama lain, bukannya mengejar perginya Elsa kini malah Devia dan Rahma melanjutkan pertengkaran dan perdebatan yang tadi belum selesai.
"Devia gara gara lo Elsa jadi pergi karena ngga mau mendengar suara fals lo" ketus Elsa dengan tatapan nyalang ke Devia.
Devia langsung mendelik mendengar tuduhan tersebut lalu Devia menjawab.
"Elsa pergi itu gara gara lo yang mencuri pertanyaan gue Rahma, kalau lo ngga mencuri pertanyaan gue pasti Elsa ngga akan pergi" jawab Devia tak kalah ketus dari Rahma.
"Devia, Rahma kalau kalian berdua masih berantem dan berdebat, gue bakal adukan ke orang tua kalian berdua supaya kalian berdua kena sembur dari orang tua kalian" ancam Elsa dengan nada setengah berteriak sambil menghentikan langkah kakinya.
__ADS_1
Devia dan Rahma yang mendengar ancaman dari Elsa kompak langsung menghentikan perdebatan dan pertengkaran mereka berdua, bukan hanya itu namun Devia dan Rahma juga serentak langsung berlari ke arah Elsa.