
Elsa menatap nyalang ke Devia sementara Devia tidak menyadari tatapan dari Elsa yang sangat menusuk melebihi silet atau cangkul
Devia yang baru teringat sesuatu langsung menatap ke arah Elsa untuk mengatakan sesuatu tersebut kini Devia mendekat ke arah Elsa sementara Elsa menjauhi Devia setiap Devia mendekat ke arahnya membuat Devia menautkan kedua alisnya heran
"Elsa kenapa setiap gue mendekat ke lo malah lo menjauh" teriak Devia yang sudah berulang kali mendekat ke arah Elsa namun Elsa masih saja selalu menjauhi Devia sementara Elsa tersenyum masam ke arah Devia lalu berkata
"Devia gue selalu pergi dari menjauh setiap lo dekati gue karena lo itu licik gue tahu pasti lo mau merencanakan sesuatu buat gue makanya pakai dekati gue segala gue ngga mau terjebak dan kena jebakan lo" jelas Elsa tak kalah ketus dari Devia dengan tatapan mengejek ke arah Devia sementara Devia membelalakkan matanya sangat lebar dengan mulut menganga sementara Rahma masih sibuk dengan dunia lamunannya
Sungguh Devia tak menyangka kalau ternyata Elsa berpikiran buruk tentang Devia apakah segitu buruknya Devia di mata Elsa sampai dia sampai berpikir seperti itu ke Devia ? memikirkan itu membuat Devia ingin pingsan di atas tempat tidur ranjang empuk miliknya supaya tidak merepotkan orang lain
"Elsa lo jangan fitnah gue nanti semua orang bakalan mengira gue licik beneran, bilang saja lo pergi dan menjauh saat gue dekati lo karena lo belum di beri rantai oleh gue, kalau lo gue rantai tubuhnya lo juga, lo ngga bakalan bisa pergi dan kabur dari gue asal lo tahu gue memang merencanakan sesuatu tapi bukan buat lo, gue bukan penjebak buktinya gue sekarang ngga bawa jebakan buat tikus" teriak Devia dengan sangat keras dan sangat kencang sambil menatap nyalang ke Elsa sementara Elsa memutar bola matanya malas
__ADS_1
"Devia gue ngga fitnah gue bicara fakta kalau lo itu licik apaan sih lo pakai mau rantai gue segala gue bukan anjing yang di pakaikan rantai supaya bisa di tuntun memangnya lo merencanakan apa dan buat siapa kalau bukan buat gue ? ngga harus bawa jebakan tikus buat menjebak orang" teriak Elsa lebih keras dan lebih kencang daripada Devia membuat Devia juga terlonjak kaget dan hampir saja Devia jatuh tersungkur ke lantai dan mencium wanginya lantai kalau Devia ngga langsung buru buru memegang sisi tembok di sampingnya
Rahma yang sedang melamun mendengar teriakan Elsa langsung membuyarkan lamunannya lalu menatap tajam ke arah Elsa yang sedang menatap tajam ke arah Devia
Devia yang sudah membuka mulutnya bersiap untuk menjawab perkataan Elsa langsung menutup mulutnya kembali setelah mendengar ada suara lain yang mendahului yaitu suara Rahma yang terdengar sangat jelas di telinganya Devia membuat Devia menutup mulutnya kembali sampai rapat supaya tidak kemasukan lalat yang terbang kemana mana
"Elsa lo ngga usah teriak teriak ini di kantin jangan bikin malu dong" teriak Rahma dengan suara yang lebih keras dan lebih kencang dari pada Elsa dan Devia tadi membuat Rahma dan Devia kompak terlonjak kaget bahkan sampai bergeser dari posisi berdiri mereka berdua sedetik kemudian ekspresi Elsa dan Devia serentak terbelalak lebar dengan mulut menganga
Ingin sekali Elsa bilang dan teriak kalau teriakan lo lebih kencang dan lebih keras dari pada teriakan gue tapi kata itu hanya tersimpan di tenggorokan karena Elsa belum sadar sepenuhnya dari keterkejutan yang di berikan oleh suara Rahma
__ADS_1
"Elsa Devia gue mau melamun dulu jadi jangan ganggu gue" teriak Rahma dengan sangat keras dan kencang menatap sambil menatap nyalang ke arah Elsa dan Devia dengan tatapan nyalang sementara Elsa dan Devia kompak hanya menganggukkan kepalanya mereka berdua mantap walaupun dalam hati ada keganjalan yang terjadi namun mereka berdua belum menyadari akan hal itu
Rahma yang sudah mendapatkan anggukan kepala dari Devia dan Elsa secara bersamaan sontak langsung melanjutkan lamunannya yang belum selesai tadi namun harus terhenti gara gara mendengar teriakannya Elsa yang sangat kencang dan sangat keras di telinganya Rahma
Devia dan Rahma serentak langsung berpikir dan mencari cari keganjalan apakah yang saat ini terjadi setelah Rahma melanjutkan melamun di depan mereka berdua
"Gue rasa koq kayak ada yang aneh sama Rahma tapi apaan oh gue tahu bukannya tadi dia menegur gue supaya jangan teriak teriak di kantin alias di sini tapi kenapa Rahma suaranya sangat kencang dan sangat keras banget melebihi kerasnya suara gue sama suara Devia kenapa gue baru ingat sekarang kalau gue ingat dari tadi bakal gue balas perkataan Rahma tadi biar dia sadar kalau teriakan Rahma lebih keras dan lebih kencang dari pada gue tapi harusnya yang marah itu gue dan yang harus teriak itu gue karena Rahma bikin emosi gue gara gara mengambil makanan miliknya gue kenapa jadi Rahma yang teriak teriak dan nyolot" batin Elsa sambil menatap nyalang ke Rahma yang sedang sibuk melamun
"Koq gue kayak merasa ada yang aneh yah tapi apa oh gue ingat bukannya tadi Rahma sedang melamun kenapa dia malah tadi teriak sangat kencang dan sangat keras bahkan teriakan Rahma lebih keras dan lebih kencang dari gue sama Elsa tapi kayaknya Rahma sedang melamun lagi oh kayaknya gue harus merencanakan sesuatu supaya Rahma ngga melamun lagi tapi gue harus merencanakan ini dengan Elsa" batin Devia sambil mengeluarkan senyum licik di wajahnya
"Devia Elsa bikin emosi sama gue pakai teriak teriak di kantin kampus bikin malu bukan hanya itu gue jadi belum selesai melamun sudah langsung membuyarkan lamunan gue tadi sebaiknya gue melanjutkan lamunan gue tadi memikirkan masa gue harus membeli ratusan juta porsi makanan gila tuh Devia bikin emosi sama gue di kira mau acara pernikahan gue makanan sebanyak itu" batin Rahma sambil melamun memikirkan perkataan Devia yang mengompori Rahma supaya minta traktir ratusan juta porsi makanan
__ADS_1
"Gue harus secepatnya merencanakan sesuatu sama Elsa supaya Rahma ngga melamun lagi gue harus melakukan misinya gue sekarang juga supaya gue bisa melihat Rahma yang syok dan kaget dengan ulahnya gue sama Elsa gue harus bicarakan rencana gue sama Elsa supaya dia mau bantuin gue" batin Devia sambil tersenyum devil dan menatap ke arah Elsa yang sedang sibuk melamun