Ketemu Jodoh Lewat Dunia Maya

Ketemu Jodoh Lewat Dunia Maya
Lebih Mahal Dari Harga Emas


__ADS_3

Rahma yang sedang berpose duduk di lantai menatap ke arah Elsa dengan tatapan tajam sementara Devia yang sedang berdiri langsung menatap nyalang ke arah Elsa sedangkan Elsa menatap nyalang ke arah Devia dan Rahma secara bergantian



Elsa sungguh emosi karena teriakan yang sangat kencang dan sangat keras tidak di dengar oleh Devia hatinya tidak mendengar jeritan suara Elsa yang sangat menggema di seisi kantin di kampus bahkan semua orang yang ada di kantin kampus juga tadi langsung melirik dan menatap ke Elsa akibat teriakan yang di keluarkan oleh Elsa sangat kencang dan sangat keras


"Devia lo keterlaluan ngga dengar suara merdunya gue padahal suara gue harganya mahal lebih mahal dari harga emas tahu ngga" teriak Elsa dengan suaranya yang sangat keras dan sangat kencang sambil menatap ke arah Devia sementara Devia memutar bola matanya malas

__ADS_1


Rahma membelalakkan matanya sangat lebar dengan mulut menganga jujur dirinya kaget mendengar teriakan yang menggema keluar dari mulutnya Elsa lebih tepatnya Rahma syok mendengar teriakkan Elsa yang mengaku bahwa suara Elsa lebih mahal dari harga emas



Ingin sekali Rahma tertawa terbahak bahak mendengar pengakuan dari Elsa bahwa katanya suaranya Elsa lebih mahal dari pada emas namun Rahma mampu menelan semua tawa yang akan keluar dari mulutnya


"Elsa kenyataannya gue ngga dengar suara teriakan lo suaranya lo paling kalau di jual harganya seribu kembali sembilan ratus lebih tepatnya harga suara lo cuma seratus perak" teriak Devia dengan suara sangat keras dan suara sangat kencang melebihi kerasnya suara dari Elsa tadi membuat Rahma yang sedang duduk manis di lantai langsung terlonjak terlonjak kaget bahkan Rahma sampai bergeser dari tempat duduknya lalu Rahma menatap nyalang ke arah Devia sedangkan Elsa yang sedang berdiri di sebelah Devia langsung terlonjak kaget bahkan Elsa sampai bergeser dari tempat dirinya berdiri lalu Elsa melototkan kedua matanya ke arah Devia seakan kedua matanya Elsa mau copot

__ADS_1


"Elsa asal lo tahu gue ngga pernah terserang penyakit tuli dan budeg makanya lo ajak ngobrol gue nyambung komunikasi, suaranya lo kayak kaleng rombeng ngga merdu sama sekali, gue yakin harga suara lo malah terpaut jauh sama harga emas, gue yakin bukan cuma gue doang yang ngga dengar suara rombeng lo tapi gue yakin Rahma juga ngga mendengar suara merdunya lo" cibir Devia sambil menatap ke arah Elsa dengan tatapan mengejek sedangkan Rahma membelalakkan matanya sangat lebar dengan mulut menganga sungguh Rahma heran sama Devia kenapa dirinya di bawa bawa dalam percakapan sementara Elsa langsung menoleh ke arah Rahma dengan tatapan penuh tanda tanya


Elsa sudah membuka mulutnya untuk bersiap menjawab namun langsung di urungkan begitu mendengar ada suara yang menggema di telinganya siapa lagi kalau bukan suara Rahma membuat Elsa menutup mulutnya kembali karena takut ada gajah masuk memangnya gajah muat di mulutnya Rahma ? muat kalau gajahnya di potong menjadi kecil kecil


"Devia gue yakin lo terserang penyakit tuli dan budeg, lo nyambung komunikasi karena Elsa teriak sangat keras, menurut gue lebih merdu suaranya Elsa di banding suaranya lo, Devia kalau suara lo malah ngga ada harganya, Devia kenapa lo jadi bawa bawa gue kan dari tadi diam saja ngapain bawa bawa gue" teriak Rahma dengan sangat keras dan sangat lantang sampai membuat Elsa dan Devia kompak terlonjak kaget dan bergeser dari lantai tempat mereka berdua berdiri sedangkan Elsa dan Devia serentak menatap nyalang ke Rahma karena gara gara teriakan Rahma membuat Devia dan Elsa kompak bergeser dari tempat mereka berdua berdiri


"Rahma lo jangan sembarangan ngomong gue ngga terserang penyakit tuli dan budeg, walaupun Elsa ngga teriak sangat keras juga gue bisa mendengar, oh gue tahu ceritanya lo lagi memuji Elsa supaya lo ngga di marahin sama Elsa karena gue yakin lo juga ngga dengar sama teriakan Elsa, asal lo tahu suara gue malah suara termahal di dunia ini, gue ngga bawa bawa lo buktinya lo masih duduk di lantai dan gue ngga gendong lo, supaya gue ada temannya kalau lo ngga dengar teriakannya Elsa berarti lo juga tuli dan budeg" jelas Devia sambil tersenyum miring ke arah Rahma sedangkan kedua matanya Rahma langsung terbelalak lebar dengan mulut menganga sementara Elsa menatap nyalang ke Rahma

__ADS_1


"Devia gue juga yakin lo terserang penyakit tuli dan budeg, iya gue teriak sangat keras sekali, tuh kan Rahma juga tahu kalau suara gue merdu di banding suara lo, iya Devia jangan bilang lo menjebak Rahma pakai bawa bawa nama dia, Devia gue yakin Rahma ngga terserang penyakit tuli dan budeg, gue ngga percaya gue tadi teriak sangat keras juga lo bilang belum dengar Rahma apa benar lo ngga dengar teriakan gue, yang benar itu suara gue suara termahal di dunia ini, dveia yang di maksud Rahma itu lo bawa bawa Rahma dalam obrolan kita berdua bukan arti menggendong Rahma, Rahma apa benar kalau lo ngga mendengar teriakan gue ?" teriak Elsa dengan sangat keras dan sangat kencang melebihi kerasnya toa sementara Rahma menelan salivanya berkali kali bingung mau jawab apa sedangkan Devia menerbitkan senyuman lebar di wajahnya


"Gimana dong gue juga tadi ngga dengar omongan dan teriakan Elsa makanya gue dari tadi diam saja malah Devia bongkar aibnya gue apa gue mengaku saja kalau gue tadi ngga dengar suara teriakan Elsa ? tapi kalau nanti Elsa marah sama gue gimana dong apa lebih baik gue diam saja gue harus gimana dong beri gue jalan dong ini semua gara gara Devia yang pakai bahas gue segala pasti dia sengaja supaya bukan cuma dia dong yang ngga dengar teriakannya Elsa, bukannya tadi Devia sudah bilang kalau tadi Devia mengajak dan menyebut gue supaya ada teman tuli dan budeg sembarangan banget padahal gue ngga tuli dan ngga budeg bikin emosi banget Devia awas saja tunggu pembalasan dendam dari gue" batin Rahma sambil memutar otaknya untuk memikirkan jawaban yang tepat untuk di berikan kepada Elsa sementara Elsa tersenyum masam karena sudah tahu jawabannya apa sedangkan Devia tak henti hentinya tersenyum lebar


__ADS_2