
Rahma kini menatap ke arah Devia yang masih sibuk dan masih setia menerbitkan senyuman lebar di wajah cantiknya, entah apa yang ada di otaknya Devia Rahma tidak tahu, bahkan semut dan kecoa yang lewat juga tidak tahu apa penyebab Devia mengeluarkan senyum lebar di wajahnya.
Rahma kini menatap ke arah Elsa yang masih sibuk dan tertawa terbahak bahak entah apa yang ada di otaknya dan kepalanya Elsa sehingga Elsa tidak mampu menampung tawanya, kini Elsa masih saja sibuk dan asyik tertawa membuat Rahma menatap ke arah Devia dan Elsa secara bergiliran.
"Gue tahu cara supaya mereka berdua berhenti tersenyum lebar dan berhenti tertawa terbahak bahak kayak orang kesurupan yah kalau di lihat lihat mereka berdua, lebih baik gue jalankan misinya gue sekarang saja supaya gue bisa secepatnya melihat Devia dan Elsa kompak melunturkan senyuman lebar dan tawa terbahak bahaknya" batin Rahma sambil mengeluarkan senyum licik yang dia miliki.
Rahma menatap ke arah Elsa dan Devia secara bergantian lalu tanpa ragu tangannya Rahma memegang pundaknya Elsa dan pundaknya Devia dengan tatapan lalu dengan gerakan cepat Rahma mendorong tubuhnya Elsa dan Devia secara bersamaan dalam jam yang sama, menit yang sama, dan detik yang sama, membuat Devia dan Rahma serentak jatuh tersungkur ke lantai.
Elsa dan Devia kompak jatuh tersungkur ke lantai, membuat Devia dan Elsa serentak menatap ke arah sumber tangan yang mendorong tubuh mereka berdua betapa terkejutnya mereka berdua saat mengetahui bahwa tangan itu adalah tangan miliknya Rahma.
__ADS_1
Rahma menerbitkan senyuman lebar di wajahnya karena telah berhasil menghentikan senyum lebar Devia dan menghentikan tawa dari Elsa, berbeda dengan Elsa dan Devia yang kompak menatap ke arah Rahma sambil menatap nyalang sungguh Devia dan Elsa kompak ingin ikut mendorong tubuhnya Rahma supaya jatuh tersungkur ke lantai namun apa daya karena posisinya sekarang Devia dan Elsa kompak masih duduk santai di atas lantai yang bersih dan harum.
"Rahma lo ngapain dorong gue ingat gue bukan gerobak dorong" teriak Elsa dengan sangat keras dan sangat kencang membuat Devia dan Rahma kompak terlonjak kaget.
"Elsa gue dorong lo itu ada sebabnya, karena lo ketawa terus, dan gue yakin kalau gue dorong lo di jamin lo bakalan berhenti tertawa, benar kan dugaan gue lo berhenti tertawa, lo bukan gerobak dorong tapi lo kayak kaleng rombeng" teriak Rahma mengeluarkan suaranya lebih tepatnya teriakannya tak kalah keras dan kencang dari teriakan Elsa tadi sedangkan Elsa membelalakkan matanya sangat lebar dengan mulut menganga sementara Devia menerbitkan senyuman sangat tipis sehingga hanya dirinya yang tahu kalau dia sedang tersenyum.
Sungguh rasanya Elsa sangat kesal dengan kelakuan Rahma yang menurut Elsa sangat semena mena, Elsa tersulut emosi bahkan kepalanya Elsa mengeluarkan tanduk yang sangat panjang dan sangat banyak melihat tingkah Rahma dan kelakuan Rahma.
Devia dan Rahma kompak yang mendengar suara teriakan Elsa yang menambahkan volume suaranya menjadi lebih kencang dan lebih keras dari sebelumnya langsung menutup kedua telinganya dengan kedua tangannya mereka berdua.
"Elsa lo ngga usah teriak teriak melulu dong kasihan telinganya gue menjadi korban teriakkan lo yang sangat keras dan sangat kencang" teriak Devia dengan sangat keras dan sangat kencang bahkan suara teriakan Devia itu mampu mengeluarkan jurus bungkam, membuat Elsa dan Rahma kompak menatap ke arah Devia dengan tatapan nyalang dan menusuk.
__ADS_1
"Devia terserah gue dong teriak teriak mau gue joget joget, lo mau menyanyi, mau gue makan gratis terserah gue dong, makanya telinganya lo di jauhkan dulu dari gue supaya ngga jadi korban teriakan gue" teriak Elsa dengan sangat keras dan sangat kencang sedangkan Elsa dan Rahma kompak menatap ke arah Devia sambil melototkan kedua matanya.
"Elsa gue tahu terserah lo tapi gue ngga mau mendengarkan teriakan lo yang kayak kaleng rombeng itu, iya Elsa terserah lo mau teriak teriak di lapangan, lo mau teriak di tengah jalan, lo mau joget di tengah jalan, lo mau nyanyi dengan orang gila, bukan urusan gue tertahankan pokoknya lo ngga usah teriak di telinganya gue" teriak Devia dengan sangat keras dan sangat kencang membuat Rahma dan Elsa kompak menatap nyalang ke arah Devia.
"Elsa bisa diam ngga sih usah teriak teriak berisik banget lo" teriak Rahma yang sejak tadi diam dan bungkam sedangkan Elsa mendelik ke Rahma lalu berkata.
"Rahma kenapa lo nyalahin gue yang salah itu Devia dia yang bikin emosi gue duluan kalau dia ngga bikin emosi gue ngga bakalan ribut dan ngga bakalan teriak teriak" teriak Elsa sambil menatap ke arah Rahma sedangkan Devia membelalakkan matanya sangat lebar dengan mulut menganga sementara Rahma menatap ke arah Devia dan Elsa secara bergantian
"Elsa apaan sih lo orang lo yang salah pakai nyalahin gue segala bikin emosi itu lo karena gue biasanya bikin donat, atau kue brownies, kue lapis, dan gue ngga pernah bikin emosi lo" teriak Devia dengan sangat keras dan sangat kencang sedangkan Rahma dan Elsa kompak menatap ke arah Devia dengan tatapan nyalang.
"Devia lo yang apa apaan bikin emosi melulu dan bikin gue kesal melulu awas saja lo kalau bikin emosigys lagi bakalan gue cincang lo" teriak Elsa dengan sangat keras dan sangat kencang membuat Devia dan Rahma serentak menatap nyalang ke arah Davia.
Sungguh Devia ingin sekali menjambak rambutnya Elsa, namun di urungkan niatnya setelah mengetahui kalau matanya gue masih sehat wal afiat bikin gue emosi banget tuh si Elsa.
__ADS_1
"Elsa jaga omongan lo karena yang bikin emosi itu bukan gue tiba tiba saja lo mau minta gue membelikan bakso itu, oke bakal gue turuti keinginan lo tapi sini uangnya buat bayar baksonya" teriak Devia dengan sangat keras dan sangat kencang sedangkan Elsa dan Rahma serentak menatap ke arah Devia dengan tatapan nyalang.
"Elsa Devia diam kalian berdua atau traktir gue ratusan milyar makanan" ancam Rahma dengan sangat keras dan sangat kencang sementara Devia dan Elsa kompak membelalakkan matanya mereka berdua dengan sangat keras dan sangat kencang.