Ketemu Jodoh Lewat Dunia Maya

Ketemu Jodoh Lewat Dunia Maya
Makanan Sisanya Aku Di Makan Gajah


__ADS_3

Hendra masih sibuk memikirkan cara supaya bisa memanggil Safa tanpa menyakiti perasaan Safa dan tanpa menyakiti kulitnya Safa otak cerdasnya dan otak pintarnya Hendra mencari akal supaya Hendra bisa memanggil Safa tanpa menyakiti Safa walaupun satu ujung kuku namun setelah beberapa menit berpikir senyuman lebar terbit di wajahnya Hendra bukan di wajahnya semut, kecoa, dan sapi soalnya ekspresi semut, kecoa, dan sapi sama saja ngga pernah senyum apalagi ketawa


"Safa" panggil Hendra sambil melambaikan tangan di depan wajahnya Safa sementara Safa yang melihat Hendra melambaikan tangannya di depan wajahnya Safa membuat Safa tersadar dan membuyarkan semua lamunan yang tadi hinggap di kepalanya Safa tanpa permisi dan meminta izin dulu terhadap Safa


"Apa kamu sudah selesai makan Hendra ?" tanya Safa sambil menatap ke arah Hendra tak lupa juga Safa memaksakan senyum ke arah Hendra sedangkan Hendra menggelengkan kepalanya dengan mantap sambil menatap ke arah Safa


"Aku belum selesai makan Safa tapi kalau kamu sudah selesai makannya aku juga ikut kamu" jelas Hendra sambil menatap ke arah Safa sementara Safa mengeluarkan senyum tipis sangat tipis sehingga hanya dirinya saja yang tahu kalau dirinya sekarang sedang tersenyum karena saking tipisnya senyuman itu


"Hendra aku kira kamu sudah selesai makan makanya kamu manggil aku lebih baik kamu selesaikan dan habiskan makanan kamu terlebih dahulu biar aku menunggu kamu sampai selesai makan" saran Safa lalu menatap ke arah Hendra sekilas lalu tangannya terulur untuk mengambil handphone yang terdampar di saku roknya membuat Hendra menganggukkan kepalanya samar dalam hati Hendra begitu bahagia karena di perhatikan oleh Safa wanita pujaannya apalagi kalau sampai Hendra di suapin oleh semut memangnya semut bisa memegang sendok ? sendok sama semut saja lebih besar sendok maksudnya apalagi kalau sampai Hendra di suapin oleh kecoa memangnya kecoa bisa memegang sendok ? kecoa sama sendok saja lebih besar sendok maksudnya apalagi kalau Hendra sampai di suapin oleh sapi memangnya sapi bisa memegang sendok ? walaupun sapi bentuknya besar dari pada sendok tetap sapi tidak bisa memegang sendok mungkin maksudnya apalagi kalau Hendra sampai di suapin oleh gajah memangnya gajah bisa memegang sendok ? walaupun bentuknya gajah besar tapi gajah tetap tidak bisa memegang sendok lebih tepatnya adalah apalagi kalau Hendra sampai di suapin oleh Safa pasti rasanya Hendra lebih bahagia karena di suapin oleh wanita pujaan hati seperti novel novel yang pernah di baca oleh Hendra karena sebelum jadi ceo di perusahaan miliknya walaupun Hendra pria tapi dia kadang membaca novel juga atau seperti sinetron yang sering dirinya dengar dan lihat soalnya Hendra juga kadang sering menonton sinetron yang adegannya orang pacaran

__ADS_1


"Safa aku tadi manggil kamu karena kamu melamun makanya aku panggil supaya kamu melanjutkan makan biar makanan kamu ngga dingin iya aku habiskan makanan aku dulu memangnya makanan kamu ngga di habiskan Safa ?" tanya Hendra menatap ke arah Safa dan piring miliknya Safa lalu Hendra memasukkan makanan ke dalam mulutnya dirinya memberanikan diri bertanya ke Safa setelah dirinya melihat piringnya Safa masih di isi oleh semut maksudnya oleh kecoa lebih tepatnya piringnya Safa masih di isi oleh nasi yang masih ada di piring sedangkan Safa yang baru saja mengambil handphone langsung menatap ke arah sumber suara siapa lagi kalau bukan Hendra lalu Safa menggelengkan kepalanya samar sembari mengulum senyum namun masih gelengan samar dari Safa masih bisa di tangkap dengan jelas oleh ekor matanya Hendra


"Ngga Hendra aku sudah kenyang biarkan saja makanan sisa aku di makan semut atau makanan sisanya aku di makan gajah kalau ada yang lewat ke sini" jawab Safa sambil tersenyum lebar lalu Safa mulai sibuk dengan benda pipih di tangannya sementara Hendra tersenyum lebar karena usahanya untuk berduaan berlama lama dengan Safa berhasil dengan sukses tanpa suatu halangan dan tanpa suatu hambatan apapun


Vano dan Ana sekarang ada di kantin perusahaan miliknya Vano dan mereka berdua yaitu Vano dan Ana sedang makan kadang Vano dan Ana melempar sapu maksudnya saling melempar sampah bukan juga mungkin lebih tepatnya saling melempar bola lebih tepatnya Vano dan Ana saling melempar tatapan dan itu berhasil membuat jantung Ana berdetak lebih kencang ga penuh cepat seperti dirinya mengikuti lomba maraton mendapatkan serangan tatapan dari Vano berbeda hal dengan Vano malah dirinya tersenyum sumringah mendapatkan tatapan dari Ana


"Kamu sangat cantik Ana" kata Vano sembari mengerlingkan mata genit ke arah Ana sementara Ana yang mendapat pujian dan sanjungan seperti itu dari Vano membuat kedua pipinya langsung menampilkan merah merona seperti kepiting rebus yang siap di santap


"Bos bisa saja" balas Ana sambil menundukkan kepalanya sementara Vano yang melihat tingkah Ana ingin sekali dirinya tertawa namun tawanya hanya keluar di dalam hati

__ADS_1


"Ana apa maksudnya kamu saya bisa bikin kamu hamil ?" tanya Vano sambil mengedipkan matanya ke arah Ana sedangkan Ana yang masih dalam posisi menundukkan kepalanya langsung mendongakkan kepalanya dan langsung membulatkan kedua matanya


"Ma ma maksudnya bos apa ?" tanya Ana sambil terbata bata dan sambil menatap ke arah Vano dengan tatapan yang di liputi banyak tanda tanya dan gelagapan sendiri sementara Vano terkekeh kecil


"Saya becanda Ana tapi kalau kamu mau Aya bisa buat kamu hamil" jawab Vano lalu terkekeh sementara Ana yang mendengar jawaban dari Vano langsung membelalakkan matanya sangat lebar dengan mulut menganga yang tak kalah lebar membuat Ana refleks langsung menutup mulutnya dengan kedua tangannya karena takut ada gajah masuk memangnya gajah muat masuk ke mulutnya Ana ? bentuknya gajah besar tapi pasti bisa masuk ke mulutnya Ana kalau daging gajahnya di potong potong kecil terlebih dahulu supaya bisa gampang masuk ke dalam mulutnya Ana maksudnya Ana takut mulutnya kemasukan sapi memangnya sapi muat di mulutnya Ana ? karena bentuknya sapi yang besar sehingga tidak akan muat masuk ke dalam mulutnya Ana kecuali kalau daging sapi itu di potong potong terlebih dahulu baru bakalan masuk ke mulutnya Ana


"Hah" kata Ana sambil masih membelalakkan matanya sangat lebar cuma bedanya mulutnya Ana sudah bisa di kontrol dan tidak menganga lebar sedangkan Vano masih terkekeh melihat tingkah Ana sang pujaan hati yang menurutnya sangat menggemaskan dan ingin sekali rasanya Vano tertawa terbahak bahak karena melihat tingkah Ana yang menurut dirinya sangat lucu namun Vano takut Ana akan marah kepadanya sehingga Vano mampu menelan tawanya dan hanya tercipta di dalam hatinya saja


"Ana apa kamu perlu bukti ? nanti akan saya buktikan kalau saya bisa menghamili kamu" jelas Vano sambil berbisik ke telinganya Ana sehingga Vano dapat merasakan rambutnya Ana yang sangat wangi lalu tanpa komando Vano menciumi rambutnya Ana yang sangat wangi bahkan wanginya sangat menusuk hidung Vano sedangkan Ana mendapatkan perlakuan seperti itu langsung membelalakkan matanya sangat lebar dengan mulut menganga

__ADS_1


__ADS_2