
Elsa menatap tajam ke arah Devia, sementara Devia sibuk tersenyum devil gara gara berhasil mencubit pinggang Elsa, namun menurut Devia cubitan yang di lakukan tangannya adalah ajang balas dendam karena Elsa mencubit pinggang Elsa duluan
Elsa ingin sekali membalas perlakuan Devia begitu melihat Devia yang jaraknya dekat membuat Rahma mengeluarkan senyum licik di wajahnya entah apa yang ada di otaknya namun sedetik kemudian senyuman lebar Elsa luntur saat Devia berjalan beberapa langkah menjauh dari Elsa
"Devia lo mau ngapain pergi dari sebelah gue ?" tanya Elsa dengan nada ketus sambil menatap nyalang ke Devia sedangkan Devia tersenyum menyeringai ke arah Rahma lalu berkata
"Elsa tanyakan saja pada hatimu" balas Devia dengan ambigu sementara Rahma menautkan kedua alisnya bingung dengan jawaban yang di berikan oleh Devia
"Devia gue serius jangan becanda hati walaupun di tanya juga bakal diam ngga akan jawab" tegas Elsa sambil menatap nyalang ke Devia sedangkan Devia melototkan kedua tangannya maksudnya kedua matanya ke arah Elsa jujur, dia kesal dengan Elsa karena Elsa ngga paham dengan kata kata jawaban dari Devia padahal Devia mencarikan kata kata yang paling gampang supaya mudah di pahami oleh Elsa
"Elsa maksudnya lo ngga usah nanya ke hati pakai mulut ta" perkataan Devia belum selesai sudah di potong oleh Elsa
__ADS_1
"Devia kalau yang namanya nanya itu pakai mulut memangnya tangan bisa bicara dan bisa nanya ?" bentak Elsa sambil melototkan kedua matanya ke arah Devia sedangkan Devia mendelik ke arah Elsa
"Rahma ngga selalu kalau nanya pakai mulut buktinya gue nanya pakai hati" jawab Devia dengan entengnya tanpa ragu sedikitpun dengan mengeraskan suaranya sampai ratusan juta oktaf sementara Elsa membelalakkan matanya sangat lebar dengan mulut menganga
"Devia lo gila nanya pakai hati ngga bakalan di jawab" teriak Elsa dengan sangat keras dan sangat kencang melebihi kerasnya toa sedangkan Devia terlonjak kaget mendengar teriakan Elsa bahkan sampai Devia yang sedang berdiri tegak langsung bergeser ke sebelah karena kaget dengan teriakan Elsa yang sangat menusuk di telinganya
"Elsa gue ngga gila walaupun gue nanya pakai hati juga di jawab pakai hati juga" jawab Devia sambil tersenyum mengejek ke arah Elsa sementara kedua matanya Elsa langsung terbelalak lebar dengan mulut menganga
"Devia semoga gue ngga ketularan gila kayak lo karena hati ngga akan bisa di tanya walaupun hati jawab ngga akan di dengar oleh orang" teriak Elsa dengan sangat keras dan sangat kencang sedangkan Devia lagi dan lagi harus terlonjak kaget karena teriakan Elsa yang sangat keras dan kencang bahkan lagi dan lagi Devia harus bergeser dari tempat dirinya berdiri
"Elsa justru lo yang gila duluan gue jadi ketularan gila kayak lo kata siapa hati ngga bisa bicara ? kata banyak orang kalau orang punya masalah dan bingung pasti banyak orang yang bilang tanya saja pada hati kamu dan ikuti kata hati kamu berarti hati bisa bicara dong" teriak Devia dengan suara tak kalah kencang dan tak kalah keras dari suaranya Elsa sedangkan Elsa menatap nyalang ke arah Devia
"Devia jaga kata kata lo dan jangan sembarangan ngomong itu fitnah namanya yang bilang gue gila justru di sini lo yang gila duluan makanya gue harap ngga menular ke gue gilanya maksudnya orang yang bilang ikuti kata hati kamu adalah orang itu ikuti keinginan kamu yang sesuai dengan kata hati kamu lho koq jadi ada kata hati memangnya hati bisa ngomong dan bisa bicara ?" cerocos Elsa dengan raut wajah bingung dan di penuhi tanda tanya di kepalanya sedangkan Devia tersenyum licik melihat ekspresi wajahnya Elsa
__ADS_1
"Elsa kata kata gue itu bukan supermarket, swalayan, atau warung yang harus di jaga fakta bahwa lo gila bukan fitnah kenyataannya lo duluan yang gila lo malu mengakui kalau lo gila tuh kan benar kata gue kalau hati bisa ngomong buktinya di suruh ikuti kata hati kamu atau kadang ada orang yang bilang lagi dengarkan kata hati kamu artinya hati bisa bicara pakai di suruh dengar segala" jelas Devia sambil mengeluarkan senyum penuh kemenangan yang menghiasi wajah cantiknya sementara Elsa tersenyum masam mendengar omongan Devia
Sungguh saat ini Elsa bingung kenapa jadi seperti ini apakah hati benar benar bisa bicara ? tapi bicaranya pakai apa soalnya kalau manusia bicara pakai mulut terus kalau hati apakah perkataan hati bisa di dengar oleh manusia
Memikirkan hal itu membuat Elsa ingin pingsan di atas tempat tidur yang empuk selain rasanya nyaman Elsa juga ngga perlu repot repot di bopong oleh orang kalau dia pingsan
"Devia lo lebih cocok jadi orang yang berjalan jalan di jalan raya dari pada jaga supermarket, jaga swalayan, dan jaga warung itu fitnah yang ngatain gue gila kenyataannya malah lo yang gila bukan gue karena gue ngga gila makanya gue ngga mengakui kalau lo gila sebenarnya lo bukan benar tapi salah karena ngatain gue gila koq jadi gue heran banyak orang bilangnya ikuti kata hati dan dengarkan hati memangnya hati bisa bicara ? terus suara hati itu gimana ? apa suara hati itu mirip seperti suara yang di keluarkan oleh mulut ? kalau hati bisa bicara memangnya manusia bisa mendengar suara hati ?" celoteh Elsa sambil menatap ke arah Devia sedangkan Devia menatap nyalang ke Elsa
Jujur saat ini Devia sangat emosi bukan karena bahas hati yang bisa bicara tapi bahas Elsa yang menuduh Devia gila
"Elsa walaupun gue berjalan jalan di jalan raya tapi gue habis belanja di supermarket jadi gue jalan di jalan raya sambil membawa banyak belanjaan di tangan lagian gue juga lebih suka shopping atau belanja di supermarket daripada harus jaga supermarket, jaga swalayan, dan jaga toko warung yang ngatain gue gila malah fitnah karena kenyataannya yang gila itu lo bukan gue tapi banyak yang bilang lo gila tapi ngga di akui oleh lo karena kenyataannya lo gila mana gue tahu suara hati kayak gimana tanya saja sama orang yang bilang ikuti kata hati kamu manusia ngga bisa mendengar suara hati kalau manusia yang budeg dan tuli" jelas Devia sambil tersenyum licik sedangkan Elsa melototkan kedua matanya ke arah Devia sungguh saat ini Elsa ingin sekali mengamuk ke Devia namun keinginan Elsa harus di telan kembali mengingat dirinya masih ada di kantin kampus
__ADS_1