Ketentuan Nasib

Ketentuan Nasib
Makan Sebelum Pergi Kencan


__ADS_3

Selesai membantu bi Surti menghidangkan makanan, Somsi kembali duduk di sebelah bu Tere.


"Hei.. kenapa duduk di sebelah Tante? duduk di sebelah Bram ya," ucap bu Tere santai.


Bram yang melihat ibunya menjalankan sesuatu tanpa harus ia suruh tersenyum licik.


Ha ha ha ha ha ha.... mama tau aja maksudku.


Somsi hanya menurut, dia tidak menyanggah perintah bu Tere. Dia duduk sambil menatap kesal kepada Bram.


Dalam hatinya ingin sekali mencabik-cabik orang yang duduk di sebelahnya itu.


Awas saja kau Bram!


Bram tersenyum senang kepada Somsi. Ia tidak menyangka segala rencananya berjalan lancar. Dengan di bantu oleh Bu Tere, jadi ia bisa dengan mulus melakukan semua rencananya.


Somsi ingin mengambil nasi dan tiba-tiba saja tangan Bram ada di sana.


Somsi tersipu malu dan hendak menarik tanganya tapi di tahan oleh Bram.


Bram mengelus tangan Somsi. Bulu kuduk Somsi merinding.


Kenapa Bram mengelus tanganku?


"Eh iya, eh Bram tanganku," ucap Somsi gugup.


Bukan ya melepas Bram semakin mempererat pegangan ya pada tangan Somsi.


Sembari ia mengelus tangan Somsi sampai ke seluruh tanganya tanpa sisa. Somsi semakin merinding atas apa yang sudah di lakukan Bram padanya.


"Bram," ucap Somsi bersemu merah.


"Iya sayang," jawab Bram langsung melepas tangan Somsi seketika setelah Somsi melepas sendok nasi.


Bram mulai menyendok nasi ke piringnya. "Ha ha ha ha ha ha ha... kenapa dengan wajahmu Som? kok merah-merah begitu."


Somsi langsung berpaling dari tatapan Bram. Dari tadi ia sudah baper, eh Bram hanya bercanda. Dengan perasaan gugup ia menjawab. "Eh gak apa-apa kok."


Ha ha ha ha ha... apa Somsi sudah mulai baper ya padaku.


Bram tersenyum memperhatikan Somsi. Gugup tak bergeming. Wanita yang pernah ia tembak dan belum menerima cintanya merasa kikuk di depan ibunya sendiri.


"Kalian mesra amat," ucap bu Tere.


"Tante bisa aja," lirih Somsi tersipu malu.


Perasaannya sekarang tidak bisa ia redakan. Jantungnya berdegup kencang seketika. Ntahlah mungkin ia baper dengan apa yang baru di lakukan Bram dengannya. Tapi seketika rasa baper ya berubah jadi kesal.


Hu.... kalau mau buat baper atau permainkan aku, gak usah gitu kali.


Somsi menyendok nasi dan lauk beserta sayur ke dalam piring ya. Dia sudah kesal sekali pada Bram. Orang yang yang suka mempermainkan perasaannya menurutnya.


Prangg...


Suara sendok jatuh ke bawah. Somsi malu sekali pada bu Tere yang terus memperhatikan ya. Kenapa bisa ia menjatuhkan sendok itu. Karena perasaan kesal yang menguasai dirinya, membuat image ya di depan bu Tere hancur seketika.


"Ma-ma-maaf Tan," ucap Somsi terbata sambil mengambil sendok yang jatuh ke bawah. Tiba-tiba kepala mereka terbentur satu sama lain. Bram ternyata juga mengambil sendok yang jatuh itu.


Awww....


Bram dan Somsi meringis kesakitan bersamaan. Bram memegang kepalanya, begitu juga dengan Somsi sambil mengusap kepalanya.

__ADS_1


"Bram...."


Somsi terus mengusap kepalanya yang sakit. Terasa saat ia meraba kepalanya, kepalanya bengkak sedikit.


Somsi menatap kesal pada Bram. "Bram... kepalaku sakit ini."


Somsi merengek manja pada Bram. Somsi tidak sadar kalau yang baru saja ia katakan terlalu manja.


Dengan cepat ia menutup mulutnya yang terkadang ceplas-ceplos itu. "Eh."


Bram menahan tawanya sendiri. Ia melihat Somsi merasa malu padanya.


Dari tadi Somsi bertingkah aneh saja.


Bram mendekatkan kepalanya pada kepala Somsi dengan pelan.


"Itu sebagai obat supaya kepala kita tidak bengkak lama," ucap Bram sambil tersenyum lebar.


Dengan mata tidak berkutik, Somsi bengong sendiri. Ia tidak bisa lagi menahan perasaanya.


Dari semua yang di lakukan Bram padanya, sungguh membuat Somsi bawa perasaan.


Bram? kenapa kau sosweet begini ... aku tidak mau baper karena semua yang telah kau lakukan ini.


Somsi menatap dengan tatapan yang lembut pada Bram. Apa ia sungguh mencintaiku?


Dari tadi Somsi menatapnya membuat Bram menjadi salah tingkah.


"Sayang, a-aku ingin tambah sayur," ucap Bram.


Kenapa Bram masih bertingkah lagi sih. Oh Bram berhenti membuatku baper!


Karena kesal dengan perasaan yang membara oleh rasa baper, membuat seorang Somsi balas dendam. "Ini sayang."


Bram sendiri dari tadi menatapnya, sehingga yang di sendok oleh Somsi ia tidak lihat.


Bram mulai memasukkan makanan itu ke mulut ya. Dan tiba-tiba ia menjerit.


Pedas...... ah... ah....


Bram menjerit histeris karena rasa pedas di mulutnya.


Segera ia meminta air untuk minum. "Air air... mana air, kasih aku air," teriak Bram sambil mengibas-ibas mulutnya, berharap air segera di minum untuk menghilangkan rasa pedas yang membakar mulutnya.


Somsi tersenyum melihat Bram yang kepedasan itu. Ha ha ha ha ha ha... rasain, emang enak! Dari tadi buat aku baper saja.


Somsi menuangkan air ke gelas Bram. "Ini minumlah!"


Segera Bram meminumnya.


"Tuangkan lagi sayang," ucap Bram.


Dalam keadaan seperti itu, Bram masih sempat untuk mengucapkan kata sayang kepada Somsi. Membuat telinga Somsi kembali panas.


Kenapa sih Bram gak mau diam. Kenapa ia selalu berusaha membuat aku baper. Sungguh Bram kau melewati batas.


Somsi menuangkan air itu lagi ke gelas Bram. Wajah yang kesal ia tunjukkan pada Bram.


"Ini."


Bram tersenyum licik. Ia sengaja mengerjai Somsi untuk selalu menuangkan air untuknya. Merasa di kerjai oleh Somsi. Ia pun membalasnya. Ha ha ha ha ha ha ha ha... rasain, emang enak. Siapa suruh mengerjai aku. Kan aku kerjai balek deh. Ha ha ha ha ha.

__ADS_1


Bram senang sekali dengan wajah kesal Somsi semakin cemberut. Dahinya terus berkerut, apa lagi saat Bram selalu menyuruhnya untuk menuangkan kembali air putih untuk ia minum.


Bram cukup lah. Cukup! aku sudah sangat capek. Jangan bermain lagi.


"Sayang ... tuangkan lah lagi."


Bram kembali memerintah Somsi. Karena tidak bisa menahan amarahnya lagi, ia lupa untuk menjaga image ya pada bu Tere. "Ambil sendiri."


Dengan cepat Somsi langsung menutup mulutnya. "Maaf, saya keceplosan. Sini gelas mu!"


Bram tersenyum puas. "Ini sayang, kurangi rasa kesalnya pada calon suami mu ini."


Lihat lah, dia semakin berubah. Di depan ibunya ia seakan memberiku surga atau sebuah peluang. Sedangkan di belakang ibunya ia seperti pria yang tidak memiliki rasa apa pun. Sebenarnya apa sih yang ia inginkan?


"Somsi sudah! jangan lagi ladeni dia. Bram memang seperti itu, jika dibiarkan ia akan semakin mengulanginya," perintah bu Tere.


Bu Tere juga tidak suka dengan apa yang sedang Bram lakukan. Sangat tidak berwibawa menurutnya jika anaknya bertingkah seperti itu.


Selama ini ia mendidik Bram bukan untuk banyak cakap. Tapi agar Bram bisa menjadi seorang yang bisa diandalkan seperti ayahnya sendiri.


"Iya Tante."


Bwee.....


Somsi menjulurkan lidahnya pada Bram. Dia bertingkah seperti anak kecil di depan Bram.


Tingkahnya juga semakin hari semakin berubah bila ia sedang dekat dengan Bram.


"Ihh... sifat aslimu sekarang sudah terlihat ya," ucap Bram.


Sifat asli apa?


"Sifat asli bagaimana sih?" tanya Somsi heran.


"Yah sifat kamu loh..."


"Sifat gimana? jelasin dong secara rinci," ucap Somsi sambil melotot.


"Yah... sifat asli kamu yang super manja itu," sahut Bram cepat tanpa memberi jeda untuk Somsi berpikir lagi.


Astaga.... kapan aku manja padanya.


Somsi malu pada bu Tere saat Bram mengatakan kalau ia manja.


Dia tidak membalas ucapan Bram lagi. Ia fokus makan. Karena rasa kesalnya, ia bahkan memasukkan makanan itu tanpa ia kunyah.


Dengan di bantu air minum, makanan itu dengan lancar masuk melewati kerongkongannya.


45 detik kemudian, mereka akhirnya siap makan. Bi Surti datang dan mengembalikan semua piring kotor ke dapur.


Sedangkan Bram langsung meraih tangan Somsi dan membawanya pergi. "Ayo."


"Hei! kok langsung pergi tanpa permisi sama mama," ucap bu Tere kesal.


Bram berteriak sambil berjalan dengan cepat bersama Somsi yang ia pegang erat. "Kami pergi dulu ya ma........"


Bu Tere hanya menggeleng kepala memperhatikan sosok tubuh Bram dan Somsi sampai bayangan mereka sudah melewati pintu.


Bersambung......................


Tbc

__ADS_1


Dukung Author dengan vote, like dan juga komen. Rate favorit sebanyaknya 😊🙏🙏


__ADS_2