Ketentuan Nasib

Ketentuan Nasib
Usaha untuk meluluhkan hatinya


__ADS_3

Somsi duduk dengan legah sekarang. Dia sudah tidak berjumpa lagi dengan pria yang menyebalkan seperti Tuan Sean. Berkali-kali dia menghindar dari atasannya itu justru pria itu seperti mengikat benang yang tebal untuknya, agar dia tidak bisa menghindari keberadaan Tuan Sean disisinya.


Somsi hanya fokus ke layar laptopnya. Dia sangat sibuk sehingga dia tidak menyadari kalau Tuan Sean sedang memperhatikannya. Pria itu tersenyum lebar kepadanya. Seakan Tuan Sean tidak bisa berpaling dari orang yang ditatapnya itu.


Mengapa dia bertambah manis disaat dia sekalipun sibuk. Gemesnya... Wajahnya yang mulus membuatku ingin menyentuhnya. Tapi... dia dari tadi diam membisu. Tak melirikku yang dari tadi selalu memperhatikan dirinya. Apakah dia sebenci itu padaku?


Dia membolak-balik buku halaman kerjanya. Dia juga dari tadi terus-menerus mengulang lembaran proposal kerja sampai kertas proposal itu ingin sobek. Dia sangat kesal dengan sikap Somsi yang tidak mau memahaminya. Bahkan... Somsi tidak bisa memberikan Tuan Sean secuil pun rencana untuk mendekati dirinya. Apa yang sedang ada dipikiran wanita sombong ini.


Merasa kesal dengan semua yang dia lihat atas perlakuan Somsi kepadanya, dia pun memilih keluar untuk mengambil udara segar. Sedari tadi pria itu merasa sesak napas dengan sikap Somsi yang diam membisu.


Hu! Persetan semua itu!


Tidak ada yang namanya cinta kalau hanya bertepuk sebelah tangan. Aku perlahan meninggalkan kebiasaan ku tidur dengan para gadis yang tentunya paling cantik darinya, tapi mengapa dia malah menjauhiku seperti ini. Tidak ada yang beres. Aku harus menghubungi Xander.


"Halo, Xander?"


"Iya Tuan Sean, Ada apa?" Tanya Xander setengah khawatir. Dia selalu mengangkat telepon Tuan Sean tepat waktu. Meskipun dia tau kalau Tuan Sean bisa menjaga diri. Dia harus berada dekatnya kalau bisa, setiap hari. Tidak ada yang boleh menyentuh sedikitpun kulit Tuan Sean. Jika ada. Maka Xander tidak akan segan-segan untuk membunuhnya. Meskipun dia itu adalah seorang gadis. Sekali membunuh tetap dia harus membayarnya.


"Saya bingung dengan sikap Somsi. Berikan aku jalan keluarnya!" Perintah Tuan Sean senonoh tak memikirkan bagaimana keadaan Xander saat ini. Dia masih ada tugas dari Tuan Sean yaitu mencari tau siapa dalang yang ingin melecehkan Somsi malam itu, saat mereka berada di Pesta Dansa rumah Selly.


Kata Tuan Sean, dia harus cepat menemukannya agar Tuan Sean bisa memberikan pelajaran untuknya karena sudah berani menyentuh miliknya.


Iya, semenjak pertama bertemu, Tuan Sean sudah memiliki rasa untuk Somsi. Dia selalu berusaha menyembunyikan perasaannya karena dia merasa pasti tidak ada yang beres padanya saat itu atau malahan dia hanya mengincar tubuh Somsi karena nafsunya semata wayang. Namun ternyata dia tidak seperti itu. Dia sudah mulai membuka seluruh hatinya hanya kepada Somsi seorang.


"Sa... Saya tidak tau Tuan. Cobalah Tuan sendiri yang menyakinkan Somsi. Jika Tuan Sean mau mengutarakan perasaan dengan sungguh-sungguh, maka tidak ada yang bisa menolak ketulusan Tuan," bujuk Sean perlahan tapi pasti. Meski dia gelagapan asal bicara yang penting Tuan Sean mau mendengarkan arahannya. Tidak mungkin hal seperti harus dia juga yang bertindak. Kemana semua keberanian Tuan Sean. Masa dia kalah dengan cinta?


Sungguh mengejutkan bagi semua orang jika Tuan Sean kali ini berbeda dengan sebelumnya semenjak Somsi hadir dalam dunianya.


Ntah dari mana gadis itu, dimana asal-usulnya. Sehingga nanti apa yang akan terjadi padanya jika Bu Lina mengetahuinya.


Xander menggeleng mengingat sesuatu yang akan terjadi pada hubungan Tuan Sean dan Somsi jika mereka terus berlanjut.


Xander juga berpikir bahwa selama ini Tuan Sean hanya menginginkan tubuh gadis itu dan ternyata Tuan Sean sudah menempatkan gadis itu di ruang khusus hatinya. Mustahil bukan?


Sial! Sejak kapan Xander menolak perintahku. Kenapa sekarang dia menjadi mafia pengecut! Lihat lah nanti Xander... Akan kubuat kamu juga merasakan cinta sepertiku. Meskipun hatimu seperti batu. It's ok. Gpp. Saya pastikan hatimu luluh. Hahaha...


"Apa selama kita berjam-jam bekerja kamu akan terus diam membisu? Apa kamu tidak sedikitpun ingin bertanya, bicara atau lainnya?" tanya Tuan Sean seperti wartawan yang siap menyerang kliennya saat ini. Dia sudah tidak sabar melihat gadis itu memohon padanya agar dia bisa mengatakan bahwa dirinya adalah pria yang sangat dicintainya, yang dia kagumi secara diam-diam.


Namun sesaat dia berpikir untuk apa aku berharap. Kita lihat saja dulu sejauh mana hatinya keras dan tidak mau membukanya untukku. Akan kupastikan juga gadis ini tidak akan melupakannya seumur hidupnya. Akan kupastikan dia menyesal karena sudah berani menolak pria sepertiku.

__ADS_1


"Maaf Tuan Sean, saya tidak bisa diganggu! Saya masih memiliki pekerjaan. Ma... maaf Tuan Sean," ucapnya gugup saat Tuan Sean berada dekat sekali dengannya.


Tuan Sean menarik Somsi agar gadis itu berdiri tepat dihadapannya. Dengan lembut dia menelusuri lengan Somsi sehingga Somsi berdesir merasakan sekujur tubuhnya seperti hilang kendali saat merasakan sentuhan demi sentuhan yang dilakukan Tuan Sean padanya.


"Ma... Maaf Tuan. Tuan tidak boleh seperti ini kepada bawahan Tuan. Saya disini untuk bekerja bukan ingin melayani nafsu Tuan ini. Jadi saya mohon Tuan bisa bersikap profesional kepada bawahan Tuan."


"Maaf Tuan, saya permisi dulu. Saya ingin keluar bersama rekan kerja saya yang lain. Kerena ini sudah jam istirahat."


Somsi dengan cepat melangkahkan kakinya agar dia cepat-cepat menjauh dari Tuan Sean, sebelum Tuan Sean melakukan hal di luar dugaannya.


Sedangkan Tuan Sean sedari tadi diam saja. Dia tidak pernah mengira gadis itu akan menolak ajakannya untuk bercinta dengannya. Sejak dari kemarin Somsi selalu menolaknya. Tapi kali ini dia tidak sungguhan. Dia hanya ingin membuat Somsi sedikit ada perasaan untuknya.


Apa? Dia berani menolakku? Pria seperti apa yang disukai gadis ini? Mengapa dia sangat sulit untuk didapatkan. Jangankan mendapat, hatinya saja seperti batu. Xander kamu tidak sendirian. Kamu sudah memiliki rekan kerja yang sepemikiran dengannya.


Cih!


"Akan kubuat kamu luluh kepadaku sampai kamu ingin sekali bercinta denganku!" teriak Tuan Sean di ruangannya itu. Dia sangat kesal dengan gadis yang menolaknya ini. Selama ini dia hanya dikejar bukan mengejar seperti yang dilakukannya saat ini kepada Somsi.


Tapi dia lucu juga.


Tuan Sean senyum-senyum sendiri.


Ah tidak! Aku hanya butuh kehangatan. Sudah lama aku tidak mendapatkan itu. Somsi akan kubuat kamu kehausan di ranjang!


Somsi keluar menemui Uba di kantin. Uba sering kesitu untuk makan. Jadi, dia tidak perlu ke ruangan Uba dimana dia bekerja.


"Som... Kamu kenapa? Kenapa kamu keringatan?" tanya Uba menatap heran dengan Somsi seperti terjadi sesuatu padanya.


"Ah... tidak, ini karena aku tadi berlari menemuimu," jawabnya, sangat berharap kalau Uba mempercayainya.


Ditengah mereka asik berbincang. Seorang pria tengah menatap dengan emosi berkali lipat. Sedang menyusun rencana apa ditahap selanjutnya. "Jika Tuan Sean mulai mencintainya, maka tidak akan sulit bagiku untuk mengalahkan Sean yang tidak berguna itu. Pria itu sudah sangat berani memecatku dari sini. Maka akan kulakukan hal yang lebih kejam dari yang kau perbuat Tuan Sean Al Denian!"


Tangannya dia kepal keras dan dia sangat marah kepada Tuan Sean. Dia akan membalas perbuatan Tuan Sean.


Sedangkan di ruangannya Tuan Sean, dia menyusun rencana untuk menaklukkan hatinya Somsi. "Xander, kamu susun rencana kencan nanti sore agar Somsi mau diajak keluar! Saya tidak mau mendengar penolakan lagi!"


"Baik Tuan."


Tbc.

__ADS_1


Dukung Author dengan vote, like, dan juga komen.


Pengumuman πŸ’€πŸ’€


Hai...


Selamat pagi para readers ku yang tercinta...


Apa kabar semua???


Kiranya semuanya dalam keadaan sehat-sehat saja dan rejeki selalu melimpah buat kamu semuanya...


Disini saya sekedar menyampaikan, saya ingin para readers ku yang setia mengikuti novel ini untuk mengajukan diri untuk bergabung di Tim Interaksi Novel ini...


Dimana itu akan menjadi semangat saya untuk menulis novel ini...


Disini saya akan menunjukkan gambarnya.


Silahkan dilihat yaa para readers ku tercinta. Jika berminat yuk gabungβ™₯️β™₯️β™₯️


Bisa ajukan sendiri atau japri SayaπŸ’›πŸ’›πŸ’›



Nah... kalian sudah melihat kan???


Kalau kalian bersedia kiranya joint ...


Saya juga meminta agar kalian semua mau memberikan rate 5, Hadiah (**Jika berkenan), Vote, Like dan komen sebanyak-banyaknya...


πŸ¦‹πŸ¦‹πŸ¦‹πŸ¦‹πŸ¦‹


Sebagai bonusπŸ˜™πŸŽˆ


Saya akan up 2 bab siang ini...


Doainnya semoga saja bisaπŸ˜™πŸ˜™**


Baiklah saya akan tutup pengumuman ini dengan mengucapkan terimakasih πŸ™πŸ™

__ADS_1


__ADS_2